
...Lisa (Selesai)...
# 15 September 2008 (Malam/ Felix 15)
Disalah satu kamar mewah di hotel berbintang terlihat sepasang remaja yang melampiaskan hasrat mereka.
Felix dan Lisa saat ini sedang berciuman dengan kenikmatan nya. Meski pertama kali Lisa melakukan nya namun, dia sudah bisa mengikuti ritme Felix yang mana mereka masuk kedalam kamar dalam kondisi tetap berciuman.
Ditengah itu juga Lisa membuka seluruh kancing di kemeja yang dipakai oleh Felix, sehingga tubuh sixpack Felix terlihat dengan begitu nyata, membuat Lisa semakin terpesona. Meski umur nya masih muda.
Begitu juga Felix yang sontak melepaskan handuk yang dikenakan Lisa. Setelah itu, Felix menghentakkan tubuh Lisa ke dinding, ciuman panas mereka tak sekalipun mereka lepaskan seraya Felix juga mermas-rmas buah dada Lisa dan menempel mencium leher Lisa seperti vampir yang ingin menghisap darah.
"Hagh... Felix!"
Seusai itu, Felix langsung melahap bagian pucuk buah dada dan memainkan lidahnya disana membuat Lisa mendsah kenikmatan dan menekan kepala Felix, semakin terbenam melahap bukit indah Lisa.
"Ahh..."
Felix menghisap pucuk di dada Lisa dengan sangat rakus seperti bayi.
Kemudian Felix berjongkok, dia pun tertegun melihat pemandangan yang sangat indah itu, Felix langsung membenamkan wajahnya dibawah perut Lisa, dia melahap sumber kenikmatannya, memainkan lidahnya dengan sedikit menengadah.
"Felix... hhh..!"
Lisa nampak kegelian tapi begitu membuatnya melayang.
Felix membuka kakinya dengan sedikit lebar membuat Felix lebih leluasa memasukan lidahnya ke bagian terdalam, lalu menghisap nya.
"Ahhh... Felix."
Lisa merasakan ada yang tumpah dibawah sana, dia menekan kepala Felix agar semakin memperdalam menyantap nya hingga badan Lisa bergetar seakan tersengat aliran listrik.
Setelah itu, Felix menggendong gadis cantik dan membaringkannya di atas kasur.
Felix membuka celananya, sehingga nampak senjatanya yang begitu gagah dan berotot.
Felix memposisikan dirinya berada di atas Lisa, Lisa nampak menegang saat merasakan ada benda tumpul sedang bergerak masuk ke dalam dirinya. Lisa menjerit begitu merasakan milik Felix berhasil masuk ke dalam.
Setiap gerakan Felix membuat Lisa menggila sampai dibuat basah beberapa kali.
"Owh... lebih cepat Felix!"
Setelah puas di kamar, Felix dan Lisa melanjutkan kenikmatan nya di kamar mandi. Meski hanya beberapa menit Namun, Lisa dengan cerdas mampu mengikuti ritme Felix sebelum.
Dengan duduk di atas pinggang Felix yang sedang bersandar dipinggiran bathup. Kini Lisa yang mendominasi permainan, dia terus bergerak dengan perlahan membuat Felix mendsah.
Felix membantu Lisa mempercepat gerakannya dengan memegang kedua pinggang Lisa dan membantunya bergerak. Lalu, menyerang dua buah melon Lisa yang meloncat-loncat karena gerakan Lisa yang begitu cepat.
Lisa memperlambat gerakannya dan sedikit membungkukan badan membiarkan Felix mengisap buah da-da nya. Lisa memeluk kepala Felix yang terus melahap dua bulatan di dadanya itu.
"Ohh Felix!"
Lisa kembali mempercepat gerakannya di atas pinggang Felix, menciptakan gelombang air di dalam bathup terus ikut bergerak-gerak sampai ada yang tumpah ke luar bathup .
"Arggghhtt... " Keduanya mengerang secara bersamaan saat sama-sama menumpahkan sesuatu di diri mereka.
Felix memeluk tubuh Lisa yang sedikit melemas karena sudah mencapai pelepasannya.
Setelah selesai bercinta, mereka pun mandi bersama di dalam bath up.
"Makasih Felix, aku senang melakukannya dengan kamu, baru kali ini aku merasakan bagaimana nikmatnya bercinta."
Felix memeluk Lisa yang sedang duduk di pangkuannya, "Iya sama-sama, Lisa. Aku juga senang melakukannya bersama kamu.
"Dan, seperti perjanjian. Kita anggap ini hanya kenangan indah dan tidak ada hubungan kedepan nya nanti."
"Iya. Aku mengerti. Karena saat ini aku hanya pacar sehari mu."
"Sekali lagi, terimakasih, Felix."
Seusai mengatakan itu, Lisa tidur dengan pulas disamping Felix. Hal itu wajar karena melakukan itu merupakan momen pertama bagi Lisa.
Lepas dari itu, Felix beruntung karena memiliki menu Inventori karena dia bisa menyimpan alat pengaman tanpa harus terlihat oleh siapapun setiap saat.
Tanpa lama kemudian, Felix pun melihat beberapa pemberitahuan yang dia abaikan sebelum nya.
[Love Of Game: Anda mendapatkan total 8.000G dari akumulasi French Kiss dan bonus 2.000. Saldo: 116.514G]
[Love Of Game: Anda mendapatkan total 30.000G dari akumulasi s3x dan bonus 5.000. Saldo: 151.514G]
[Love Of Game: Anda mendapatkan total 50.000G dari target yang masih pera.wan dan bonus 15.000. Saldo: 216.514G]
[Love Of Game: Anda mendapatkan 25.000G dari bonus lain nya. Saldo: 272.514G.]
Felix bangun dari rebahan. Lalu, memegang pinggang Lisa yang mana lokasi dari pankreas.
"Viki, gunakan Recovery!" seru batin Felix.
Kling!
[Service: Dalam pengguna Recovery, anda dikenakan biaya 50.000G. Apakah anda ingin menindaklanjuti nya? Iya / Tidak]
Tanpa ada keraguan, Felix menekan [Iya]
Kling!
[S-Banking: 50.000G dikeluarkan untuk jasa Recovery. Saldo: 222.514G.]
Seusai pemberitahuan itu, tubuh Lisa mengeluarkan butiran-butiran cahaya hijau terutama pada bagian perut nya yang mana Felix yakin itu merupakan proses dari penyembuhan kanker.
Selain itu, kulit wajah Lisa lebih bersih bersinar bahkan noda hitam dari sengat matahari juga hilang sehingga membuat Lisa lebih cantik dan menawan. Felix pun lebih terpesona dengan nya.
"Wuahh ... Lisa lebih cantik dari sebelumnya."
Setelah beberapa menit, cahaya itu menghilang dan proses pun usai.
Felix pun tersenyum dan mengecup dahi Lisa. "Lisa, kamu tidak perlu khawatir dengan penyakit mu lagi."
# 16 September 2008 (Pagi/ Felix 15)
Felix dan Lisa pun pulang ke Metropolis Jakarta dengan perasaan yang senang dan mereka bersikap biasa seakan-akan kejadian semalam tidak ada.
# 20 September 2008 (Sore)
Felix dan Lisa bertemu janji di halaman belakang sekolah yang mana Lisa mengatakan sesuatu kepada Felix.
"Lisa, ada apa? Kenapa kamu mengajak ku ke sini?"
Lisa pun tersenyum seraya menitihkan air mata.
"Felix, Tuhan mendengar doa ku!"
"Eh, ada apa memang?"
"Kanker ku ... Sembuh!" seru senang Lisa.
Felix yang mendengar itu, dia pun tersenyum. "Selamat, Lisa! Aku senang mendengar nya!"
Respon Felix itu membuat Lisa sangat senang dan langsung berlari memeluk Felix dengan erat. Lalu, menangis di badan nya. Felix pun menerima nya dengan erat.
Didalam pelukan itu juga Lisa mengatakan sesuatu yang mengejutkan Felix.
"Felix, bolehkah aku jadi pacar sungguhan kamu?"
Felix sontak terkejut dan melepaskan pelukannya Lisa.
"Lisa, kamu bicara apa?"
Wajah Lisa memerah dan memalingkan nya.
"Felix, aku sama sekali tidak bisa lupa kejadian malam itu dan rasa ini ingin selalu berada didekat mu."
Felix pun menelan ludah nya lantaran selama hidup nya baru kali ini ada gadis yang menyatakan cinta kepada nya. Meski, Felix pernah tidur dengan Irene. Itu bukan rasa seorang kekasih melainkan rekan bisnis begitu juga Lisa yang dimana Felix memanfaatkan untuk mendapatkan Golden.
Maka dari itu, Felix merasa bersalah kepada Lisa hingga membuat Lisa benar-benar jatuh cinta. Namun, pelajaran dari ayah nya bahwa seorang manusia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.
"Lisa, sebenarnya aku bukan pria yang baik. Kamu yakin mau jadi pacar ku?"
"Manusia itu tidak ada yang selalu baik. Apakah kamu pikir aku juga wanita yang baik-baik?" jawab santai Lisa.
Mendengar jawaban itu, Felix pun tersenyum begitu juga Lisa.
"Baiklah, Lisa. Ayo kita pacaran sungguhan!"
"Iya. Terimakasih."
Kling!
[Love Of Game: Anda mendapatkan 5.000G dari menyatakan rasa cinta. Saldo: 227.514G.]
Dibalik gedung dekat Felix dan Lisa, terlihat Karina yang sedang menguping yang mana seusai mendengar semua percakapan itu, dia pun menangis dan memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.
Lisa (III) - Selesai
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...