Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 73 | Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (V)



...Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (V)...


Beberapa saat kemudian, Felix yang sudah jauh meninggalkan Lisa, dia berhenti di sebuah gedung kecil yang terlihat disana hanya warung internet biasa.


Felix mengetahui lokasi itu pada saat dia mengambil kartu nama dari dompet disalah satu orang yang menyerangnya.


Dalam kartu nama itu, tertulis pijat plus-plus maka dari itu, Felix masuk kedalam gedung tersebut.


Diluar terlihat biasa, tapi ada satu pintu yang dijaga oleh seseorang dan dia sangat yakin bahwa bisnis tercela itu ada dibalik pintu tersebut.


Felix pun melangkah ke pintu itu dengan mengambil mouse di salah satu komputer warnet.


Lalu, Penjaga pintu itu pun melihat gerakan Felix yang mencurigakan maka dari itu, dia beranjak dari kursinya dan menghadap Felix.


“Maaf, kami belum buka!” ujar penjaga dengan tangan yang menghentikannya.


Felix tersenyum dengan memiringkan kepalanya lalu, dia dengan cepat memukul leher penjaga itu dengan mouse yang dipegang nya. Lalu, penjaga pintu itu pun tumbang.


Penjaga warnet dan beberapa orang yang menyamar sebagai penyewa komputer ikut berdiri.


Lalu, Mereka pun menyerang Felix secara bersamaan.


Felix yang memiliki teknik tinggi beladiri dengan mudahnya menumbangkan mereka satu persatu.


Sesudah itu, dia masuk kedalam, didalam sana tercium wangi yang sangat kuat dan ruangan itu memiliki banyak ruangan kecil dengan lampu remang-remang berwarna merah.


Satu persatu, Felix memasuki ruangan tapi tidak menemukan pengelolanya hanya pengunjung yang sedang melakukan tidak senonoh dalam ruangan.


Lalu, disalah satu ruangan, ada manager yang mengelola tempat itu sedang duduk santai di kursi besar sedang menghitung uang dan dia terkejut saat Felix masuk keruangan nya.


“Siapa kamu?” teriak manager dan dia menodongkan pistol kearah Felix


Felix tidak gentar akan hal itu dan dia terus melangkah kehadapan manager. Lalu, menyabet tangan orang itu dengan pisau yang didapatkan dari penjaga sebelum nya hingga membuat pistol terjatuh dan tangan nya bercucuran darah.


“Ahhh!!!” teriak orang itu dengan memegang tangannya yang kesakitan.


Felix mendorong badan manager hingga menempel meja.


“Siapa yang mengutus kalian?” tanya Felix dengan pisau yang didekatkan pada wajahnya untuk mengancam manager toko tersebut.


Manager itu ketakutan dengan ancaman Felix. Manager itu pun menutup matan dan kedua tangannya menutup kepalanya. “Ku … to … Sewu,” jawab manager dengan terbata-bata.


Manager itu terbujur kaku dilantai karena ketakutan yang dia alami.


Felix yang sedang berjalan keluar, dia pun menelepon seseorang.


Kring … Kring.


Katsuo yang sudah berada di mobil bersama dengan Lisa menghentikan laju mobilnya untuk mengangkat telepon.


“Iya, halo!” ucap terima Katsuo.


“Lokasi ….,” jawab Felix dengan cepat lalu, terputus.


“Halo! Halo! Ini siapa?” seru Katsuo yang menerima telepon misterius tersebut.


Setelah itu Katsuo berpikir sejenak dan dia memutar arah ke lokasi yang disebutkan di telepon itu.


Felix keluar dari gedung tersebut. Lalu, dia membuang ponsel yang diambilnya dan melanjutkan perjalanannya.


Katsuo yang pergi ke lokasi yang ditujukan oleh penelepon misterius menemukan tempat terlarang. Meski mencurigakan namun, dia mengenal suara dari Felix maka dari itu, dia pun percaya dengan informasi itu.


Setibanya disana, Katsuo pun menangkap seluruh staf yang berada digedung itu ditemani oleh polisi disekitar nya untuk membantu penangkapan.


Setelah berhasil melakukan penangkapan Katusuo pun keluar dari TKP.


“Pak!” hormat salah satu polisi ke katsuo saat melihat Katsuo keluar dari TKP.


Saat di luar, Katsou sedang bertolak pinggang seraya menghela nafas panjang. Lalu, dia melihat Lisa yang masih melamun didalam mobil. Melihat itu, membuat Katsou bernafas lega.


Setelah itu, Katsuo memberikan perintah kepada anak buahnya untuk membawa semua orang yang terlibat ke kantor polisi dan mereka pun menuruti nya.


Sesudah itu, Katsuo kembali ke mobilnya.


“Maaf ya, Lisa. Paman tidak langsung pergi ke rumah ibumu,” ucap Katsuo yang baru masuk ke mobil.


“Tidak apa-apa,” jawab Lisa yang mengelengkan kepalanya.


Setelah itu, Katsuo melajukan mobilnya ke rumah persembunyian nya.


Bersambung Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (VI)