
...Pesta para Jetset...
# 26 July 2008
Setelah lama chating dengan Irene, Felix pun akhirnya diundang untuk jalan bersama sekalian untuk membahas bisnis secara santai. Felix pun tidak mempermasalahkan hal itu maka, akhir pekan itu. Dia pergi ke rumah yang ditunjukkan oleh Irene yang mana Irene tinggal tidak lah di rumah melainkan di apartemen mewah yang berada di pusat kota Metropolis.
Setibanya di depan pintu masuk apartemen, Felix pun sudah melihat Irene yang sedang menunggunya. Felix pun menghentikan mobilnya didepan Irene.
Lalu, Felix keluar dari mobil yang membuat Irene tersenyum seraya melambaikan tangan nya.
"Hei, Felix."
"Hei, maaf. Aku sedikit terlambat," ucap Felix.
"Tidak apa-apa, Ayo kita langsung berangkat!" seru Irene.
"Iya," jawab Felix.
Felix pun berjalan ke sisi pintu lainnya dan membuka pintu dihadapan Irene dan mempersilahkan Irene untuk masuk seperti seorang putri.
"Silahkan!" seru Felix.
"Terima kasih," jawab Irene dan dia pun masuk kedalam mobil.
Sesuai itu, Felix menutup pintu dan kembali ke kursi supir lalu, melajukan mobilnya. Dalam perjalanan, Irene dan Felix mengobrol kecil.
"Ngomong-ngomong, Felix. Kamu ganteng banget hari ini," ucap Irene dengan menatap Felix.
Felix pun tersenyum dan melihat kearah Irene, "Kamu juga cantik malam ini," jawab Felix. Lalu, dia mengembalikan pandangannya.
"Irene, kita mau kemana?" tanya Felix.
"Jalan aja, Say. Nanti aku arahkan!" jawab Irene dengan nada pelan.
"Baik, tuan putri," jawab Felix.
Beberapa saat kemudian, Viki memberikan sebuah saran.
Kling!
[Tuan. Apakah anda ingin menambahkan Irene sebagai Target ketiga dalam Love Of Game? Iya / Tidak.]
Sebelum memilih, Felix menoleh ke arah Irene yang mana dia terpesona dengan kecantikan nya maka, tanpa keraguan Felix menekan ...
[Iya.]
Setelah memilih itu, muncul pemberitahuan yang lain.
Kling!
[Game Of Love: Irene telah ditetapkan sebagai Target Ketiga. Semoga dia cinta sejati anda!]
Felix yang melihat pemberitahuan itu, dia pun tersenyum kecil. Namun, Irene yang mencuri pandang kearah Felix turut tersenyum.
"Senyuman nya manis sekali," batin Irene.
Lalu, Irene memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan diawali batuk sengaja. "Hugh!"
Mendengar itu, Felix sontak menyadarkan lamunan nya dan kembali fokus menyetir.
"Jadi, kamu rencana akan invetasi apa?"
Sebelum nya di Chatting, Felix sudah mengatakan bahwa ingin meminta bantuan jasa Irene dalam investasi dan Irene dengan senang hati membantu yang tentu saja ada komisi nya.
Felix tersenyum lalu, berpura-pura mengambil sesuatu di belakang yang sebenarnya dia mengambil sebuah dokumen di menu Inventori nya. Setelah nya, Felix memberikan dokumen itu kepada Irene.
"Ini ..." ucap Felix seraya memberikan sebuah dokumen kepada Irene.
"Okey, aku baca dulu ya," jawab Irene seraya membaca dokumen yang diberikan Felix.
Melihat itu, Irene pun terkejut. "Ah, Felix. Apakah kamu Gila? Kamu ingin investasi ke YouTube. Jejaring video yang tidak jelas itu dan 5 juta US Dollar lagi!"
Felix yang mendengar nya hanya memberikan senyuman kecil lantaran dia yang sudah hidup di tahun 2023, dia tahu bahwa sejak tahun 2008 jejaring sosial YouTube akan terus meningkatkan dengan bantuan para kreator-kreator yang sangat kreatif dan itu menghasilkan saham di perusahaan meningkat tajam. Felix pun berencana meraih untuk besar dengan memasukan dana Investasi 5 juta US Dollar yang ditukarkan nya dengan 200 emas simpanan nya.
"Baik, apakah mau?"
"Membuat taruhan kepada saham yang baru. Sungguh menarik! Baiklah, aku akan membantu mu, say."
Felix tersenyum, "Terimakasih."
"Sama-sama."
Felix dan Irene saling bertukar senyum.
Beberapa saat kemudian, perjalanan mereka sampai disalah satu hotel bintang lima dan Felix menghentikan laju mobilnya di pintu masuk hotel.
"Irene, yakin disini?!" ucap Felix yang terpikir dan mengambil kesimpulan sendiri sambil menatap Irene.
"Kenapa memang? Kamu takut? Atau tidak mau?" jawab Irene dengan nada merayu.
"Bukan itu masalahnya tapi, kita kan baru kenalan juga aku tidak bisa melakukan itu dengan bukan wanita yang kucintai," jawab Felix yang menolak.
Irene pun tersenyum lalu, mendekati telinga Felix dengan berkata, "Maka, cintai aku," bisik Irene.
Felix yang mendengar itu langsung terbujur kaku dengan berekspresi panik seraya menelan ludahnya.
Irene yang sudah kembali ke kursinya, dia tertawa senang.
"Sumpah, Kamu lucu banget sih. Canda, nyantai aja." Irene menepuk pelan badan Felix, "Disini temanku ulang tahun. Aku yang jomblo ini otomatis nyari pasangan jalan," ucap Irene.
Felix pun menghela nafas lega. Saat mendengar jawaban dari Irene dan tidak lama, Felix dan Irene turun dari mobil lalu, menyerahkan kunci kepada Valet hotel disana.
Sambil merangkul lengan Felix, Irene dan Felix melangkah ke tempat diadakannya pesta.
Kling!
[Game Of Love: Anda mendapatkan 600 dari rangkulan tangan Target anda. Saldo: 8.060G.]
Tidak lama, Felix dan Irene tiba. Sebuah ruangan besar yang sangat gemilang dengan lampu kristal di atap, lantai berkarpetnya merah, meja bulat dan sampanye tower terlihat.
Tidak hanya itu, Felix juga banyak mengenal beberapa selebritis yang datang yang membuat Felix sedikit malu hadir di sana. Meski begitu, pesona dari Felix membuat semua tamu yang hadir teralih pada Felix terutama para pengunjung wanita.
Tiba Felix dan Irene, beberapa teman Irene langsung mendatangi Irene.
"Hello, Irene!" ucap teman perempuannya Irene sambil cepika-cepiki.
"Gue baru dateng," jawab Sofie. Lalu, dia melihat Felix dan memberikan senyuman, "Irene, siapa dia?" tanya Sofie.
Irene langsung melihat kearah Felix dan merangkul tangannya, "Dia Pacar ku yang baru, Felix," ucap perkenalan Irene.
"He, Pacar?" gumam pelan Felix.
Irene pun memberikan isyarat untuk mengikuti dramanya. Felix pun mengerti dengan isyarat itu dan memperkenalkan dirinya.
"Aku Felix, Salam kenal!" ucap Felix yang memberikan tangannya kepada Sofie.
Dengan senyuman, Sofie menerima tangan itu dan memperkenalkan dirinya juga, "Saya Sofie."
Felix dan Sofie saling bertukar senyum dan tidak lama, Irene batuk sengaja.
"Ghm!" batuk Irene.
Felix dan Sofie pun langsung melepaskan tangan mereka.
Tidak lama kemudian, seorang pria yang lebih tua dibandingkan Felix dan Irene menghampiri mereka. Dia terlihat sangat elegan dengan kemeja birunya sambil membawa sampanye.
"Irene, gue udah lama nunggu Loe!" ucap pria itu sambil sambil cepika-cepiki.
"Jo, Selamat ulang tahun ya!" ucap Irene setelah dia melepaskan cepika-cepiki nya.
"Terima kasih, Irene. Lalu, mana hadiahnya?" ucap Jonathan.
Irene pun mengambil bingkisan kado kecil dari tasnya.
"Ini!" ucap Irene sambil memberikan kado.
"Kayanya berharga, gue simpen dulu ya!" pandangan Jonathan teralih pada Felix, "Siapa ini?"
Felix pun langsung memperkenalkan diri, "Saya Felix," ucap Felix sambil memberikan tangannya.
"Jonathan Wijaya, anak sulung dari keluarga Wijaya," ucap bangga Jonathan yang menerima tangan Felix.
Mendengar itu, Felix sontak mengerutkan keningnya yang dimana dirinya terkejut bahwa pria yang ada dihadapannya kakak dari Hassan. Meski begitu, Felix masih bisa menutupi ekspresi nya dengan senyuman.
"Harus, ya! Memperkenalkan nama keluarga," sindir Sofie kepada Jonathan yang melipat tangannya.
"Ya perlu lah, siapa tahu dia membutuhkan bantuan dan mudah mengenaliku," jawab sombong Jonathan.
"Cihh ... " gumam Sofie.
Felix dan Irene hanya tersenyum mendengar percakapan mereka.
Lalu, Jonathan kembali melihat Felix.
"Felix, nama Lu ngak asing di keluarga Gue."
"Kenapa?"
"Ada yang nama nya Felix juga dia sudah memukul adik Gue. Jujur, Gue gak terima. Jika ada kesempatan, rasa nya Gua ingin menghajarnya sendiri. "By the Way, Lu siapanya Irene?"
Felix yang belum bisa menjawabnya sontak di potong Irene.
"Dia pacar gue, ya gak yang?!" ucap Irene yang langsung merangkul lengan Felix.
Felix pun mau tidak mau harus mengikuti terus drama Irene.
"Hm," gumam Felix sambil menganggukkan kepala nya.
Jonathan yang mendengar itu, dia pun tidak percaya kepada ucapan Irene.
"Gak percaya gue, coba buktiin!" tantang Jonathan.
Saat mendengar itu, Irene tersenyum Lalu, dia menarik wajah Felix dan mencium bibir Felix didepan umum yang membuat semua tamu termasuk Sofie dan Jonathan terkejut.
Kling!
[Love Of Game: Anda mendapatkan 1.000G dari ciuman Irene. Saldo: 9.060G]
Felix tidak begitu menanggapi pemberitahuan itu lantaran Felix hanya pasrah terbujur kaku. Bagaimana tidak? ciuman itu merupakan ciuman pertama dicuri oleh gadis yang baru dikenal nya dan itu didepan orang banyak.
"Oke. Oke, Gue percaya! Dan, hentikan ciuman itu di pesta gue!" ucap Jonathan sambil tersenyum.
Irene pun melepaskan ciumannya dan menatap Felix dari dekat dengan tersenyum dan menaikan satu alisnya.
Felix tidak bisa berkata apapun saat itu. Lalu, Jonathan menepuk Felix dan memberikan peringatan kecil.
"Felix, berhati-hatilah sama mantannya!"
Felix tidak menjawab malah Irene yang menjawabnya.
"Apa sih Loe? nyebelin tau gak?!" ucap Irene.
Jonathan tidak marah dan dia hanya memberikan senyuman. Lalu, dia meninggalkan Irene dan Felix.
Sesudah itu, Irene membicara pelan, "Sorry, Aku melakukan nya secara mendadak."
"Aku ngerti kok," jawab Felix.
Irene pun melihat kearah Felix sambil tersenyum dan Felix pun juga demikian.
Didepan Jonathan mengangkat gelas Sampanye nya dan memberikan sambutan.
"Terima kasih kepada semua yang hadir disini dalam acara ulangtahun gue yang ke 20. Sekarang angkat gelas kalian dan semoga gue dan kalian diberikan panjang umur!" ucap Jonathan.
Pelayan pun memberikan segelas Sampanye kepada Felix dan Irene. Lalu, mereka pun mengangkat gelasnya begitu juga tamu yang lain.
"Bersulang!" seru Jonathan dan sampanye itu langsung di minumnya.
Begitu juga Felix dan Irene serta tamu lainnya mengangkat gelas dan meminumnya.
Awalnya Felix tidak bisa minum alkohol namun, berkat bantuan Viki membuat nya bisa minum alkohol tanpa mabuk yang tentu saja dengan bayaran Golden.
Di sisi pojok ruangan itu, ada seorang pria yang menatap tajam Felix hingga tidak mengangkat gelasnya.
Jonathan yang melihat pria itu dia sontak tahu bahwa Felix pacar Irene adalah Felix yang menghancurkan reputasi adiknya, Hassan.
Karena sosok yang melihat Felix adalah Hassan itu sendiri. "Tidak akan Gua maafkan! Bang-sat!" gumam kesal Hassan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...