Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 74 | Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (VI)



...Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (VI)...


Saat ini Felix sedang berada di rumah putihnya dan membuka laptop kecil. Setelah itu, dia mengambil flashdisk kecil dari dompet dan memasangnya di laptop.


Dengan hanya beberapa ketikan saja, Surya telah meretas data profil di BIN (Badan Inteligent Nasional). Lalu, mencari nama ‘Kuto Sewu’ dalam data tersebut. Proses yang cukup lama membuat Felix meninggalkan laptopnya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh diri.


...Kling!...


...[Hacking: Mencari data personil Kuto Sewu. Biaya 10G. Saldo: 194.710G]...


Seusai membasuh diri, dia pun menyandarkan badannya di sofa panjang. Dia mengingat ucapan dari Lisa saat mereka berada di gudang.


“Felix, Aku merasa bersalah kepada teman-temanku. Andai punya kekuatan dan keahlian, aku ingin membalas dendam,” ucap Lisa yang sedang menatap kosong tong didepannya.


“Lisa, jangan membalas dendam! Itu akan menambah musuhmu dan serahkan itu kepadaku,” jawab Felix yang mencoba menenangkan Lisa.


“Tapi ..." bantah Lisa seraya melihat Felix.


“Lisa, Aku kasih tahu. Kehidupan itu semuanya berharga jika seseorang menghargainya tapi jika seseorang tidak menghargainya maka, kehidupan dirinya juga tidak berharga,” ucap Felix.


Kling!


Lamunan Felix tersadar saat mendengar bunyi pemberitahuan dari laptop.


Dia pun mengambil laptop yang ada di depannya dan disana terlihat data seluruh aset Kutosewu. Lalu, Felix memulai menganalisa data itu untuk mencari lokasi persembunyian dari targetnya tersebut.


Kutosewu, satu satu target yang harus dieliminasi oleh Felix. Data itu diterimanya dari Jeremy.


Felix yang memiliki keahlian dalam mencari lokasi, dia pun tidak sampai satu jam berhasil menyimpulkan dan kemungkinan terbesar lokasi persembunyian dari Kutosewu.


Felix pun bergegas mengambil jaket dan pistol redam nya yang disimpannya dalam kloset. Pistol itu pemberian dari Jeremy sebelum nya.


Setelah itu, Felix mengunakan motor besarnya untuk pergi ke lokasi.


Katsuo dan Lisa pun tiba di rumah persembunyian tempat Ibunya berada.


“Ibu!” teriak Lisa yang berlari ke pelukan Ibunya.


“Lisa!!” jawab lega dan air mata Indah saat melihat putrinya yang pulang dan baik-baik saja.


"Ibu, aku lapar!” seru Lisa yang menarik pelukannya dan tersenyum kepada Ibunya


“Iya, ya. Ibu akan masakan sesuatu,” jawab Indah yang membasuh air matanya dan beranjak pergi ke dapur.


Setelah Katsuo melihat Indah yang sudah tenang. Dia melihat Lisa.


“Iya, paman,” jawab Lisa dengan senyuman dan setelah itu, dia pergi ke kamar mandi.


Pada saat di bathtub, Lisa yang sedang berendam. Dia melamun dan mengingat kejadian yang menimpah dirinya bersama teman-temannya juga kebersamaannya dengan Felix.


Tok … Tok …


“Lisa, kamu masih lama. Makanannya sudah siap, tuh!” teriak Indah yang mengetuk dari luar.


Lisa sadar dari lamunannya, “Iya, Bi!” jawab Lisa.


Lisa pun mempercepat mandinya dan makan bersama dengan Ibunya. Di ruang makan itu terdapat Lisa, Ibu nya beserta Katsuo yang sedang makan bersama.


Lisa sendiri tidak malu-malu, dia melahap dengan cepat makanan yang ada diatas meja.


“Pelan-pelan, Lisa! Masih banyak ini,” seru Indah yang melihat Lisa yang makan secara terburu-buru.


Setelah itu, Katsuo, Indah, dan Lisa berada di ruang santai.


“Lisa, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Indah.


Pada awalnya, Lisa sempat terdiam lama dan berat untuk mengatakannya tapi karena merekalah satu-satunya keluarganya dan tidak ingin kehilangan mereka maka, Lisa memutuskan untuk menceritakan semuanya.


“Begini …” Lisa pun memulai ceritanya.


Dalam menceritakan kejadian yang dialami berlahan Lisa meneteskan air matanya dan Ibunya tidak tinggal diam, seusai cerita dia memeluk erat anaknya agar menangis di pelukannya.


“Seperti yang aku duga,” gumam Katsuo yang menghela nafas serta menyandarkan badannya di sofa.


Tidak lama kemudian, Lisa mulai tenang dan dia mengambil sesuatu dari tasnya.


“Paman Katsuo, aku berikan ini! Mereka semua menginginkan ini,” ucap Lisa yang memberikan formula yang selalu dibawanya kepada Katsuo.


“Ini!” ucap kaget Katsuo saat menerimanya.


Katsuo dan Indah pun saling bertatap muka dan memberikan kode untuk menyimpannya dengan baik.


“Baik, paman akan simpan dengan baik!” ucap Katsuo dengan tegas.


“Terima kasih, paman Katsuo!” jawab Lisa dengan senyuman.


...Bersambung ... Kegiatan Gelap Wijaya Farmasi (VII)...