Reborn Genius

Reborn Genius
Reborn Genius | Bab 54. Kenakalan yang tidak wajar (II)



...Kenakalan yang tidak wajar (II)...


# 20 Oktober 2008.


Sudah beberapa hari penjualan obat-obatan berjalan lancar dan tersembunyi. Meski Felix mengetahui pergerakan mereka. Dia tidak ingin bertindak mempedulikan nya dan Felix sendiri sangat tidak suka sifat naif dan heroik yang tidak menguntungkan apa-apa. Sampai suatu hari, Lisa menghampiri Felix dengan wajah yang cemas dan khawatir.


"Felix, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan?" ucap Lisa seraya melihat sekitar nya.


"Apa?" jawab Felix dan disisi lain, Felix terheran lantaran ucapan Lisa yang lebih sopan dibandingkan sebelumnya. Namun, Felix mengabaikan nya.


Mendengar jawaban Felix, Lisa sontak menarik tangan Felix dan membawanya ke sisi kelas yang mana ada taman kecil.


"Felix, aku minta tolong kepada mu?!" pinta Lisa dengan panik.


"Meminta tolong apa?"


Mendengar itu, Lisa lagi-lagi melihat sekitar dan mengambil ponselnya lalu, dia menunjukkan sebuah video transaksi yang dilakukan oleh murid besar yang juga mantan pacar Lisa.


"Video ini darimana kamu dapatkan?" tanya Felix.


"Karina yang mengirimkan nya dan pagi ini saat aku sedang teleponan dengan nya tiba-tiba terputus dan aku mendengar suara beberapa pria yang menghampiri nya. Jadi, aku mohon untuk mencari nya!" ucap cemas Lisa.


Lisa yang terlihat gelisah dan panik, Felix pun mencoba menenangkan nya dengan memegang kedua bahu Lisa.


"Lisa, kamu tidak perlu cemas mungkin saja, Karina sedang ada urusan keluarga dan dijemput oleh sanak saudara nya. So, kamu tenang saja!" ucap Felix dengan senyuman.


"Tapi ...."


Melihat Lisa yang masih cemas, Felix mencolek hidung Lisa. "Jika pun terjadi sesuatu serahkan kepada ku!" ucap Felix.


Sikap dan ucapan Felix itu membuat Lisa tersipu malu dan menundukkan kepalanya. Lalu, Lisa pun sudah menjadi lebih tenang.


Di jarak cukup jauh dari pembicaraan, Yeon Jin melihat Felix dan Lisa dengan kekesalan dan penuh rasa cemburu.


"Dasar placur!" gumam kesal Yeon Jin.


Menurut dugaan Felix, hilangnya Karina ada hubungannya dengan pengedaran obat-obatan di sekolah dan target yang paling mudah untuk mencari informasi dari walikelas nya sendiri, Pak Edi.


Maka dari itu, Felix pergi ke ruang guru saat jam istirahat dan terlihatlah pak Edi. Lalu, dia pun menghampiri nya.


"Pak Edi, apakah anda sibuk? Ada yang harus aku tanyakan!" ucap Felix.


Pak Edi yang mendengar sapaan Felix, dia pun menoleh kearah Felix. "Ada apa, Felix?"


Pak Edi yang mendengar itu, dia pun mengerutkan keningnya dan menduga muridnya itu mengetahui pekerjaan sampingan nya.


"Sudah aku katakan sebelumnya, aku sudah berhenti!" ucap tolak Pak Edi.


Mendengar jawaban itu, Felix mendekatkan di samping telinga nya dan berbicara pelan.


"Bapak tidak akan bisa berhenti semudah itu tapi, aku akan menolong bapak!"


Pak Edi yang mendengar bisikan Felix membuatnya tertarik akan bantuan Felix lalu, Pak Edi dan Felix pergi ke atap gedung sekolah. Disisi berbeda, seorang anggota Murid Platinum melihat kepergian Felix dan Pak Edi dan dia pun melaporkan nya kepada Robert.


Lalu, setibanya di atap gedung sekolah. Pak Edi dengan wajah serius menatap Felix dan memulai pembicaraan.


"Jadi, apa maksudmu dengan membantuku?"


Felix tersenyum kecil seraya memasukan kedua tangan nya.


"Pak Edi, aku tahu bapak telah melakukan perubahan nilai, prestasi dan peringkat," jawab Felix.


"Cihh, di sekolah ini sudah rahasia umum bahkan kepala sekolah tahu tapi tenang saja, aku akan memberikan data yang kumiliki kepada polisi dan aku akan berhenti untuk itu aku tidak butuh bantuan mu," ucap percaya diri pak Edi.


Mendengar itu, Felix tersenyum remeh. "Apakah bapak yakin dengan keselamatan bapak?"


"Apa maksudmu?" ucap gelisah Pak Edi.


"Aku akan membantumu untuk hidup kembali dengan nama yang baru di luar negeri," jawab Felix.


Mendengar itu, Pak Edi pun merasa tertarik dengan ucapan Felix, "Aku mengerti. Tapi, apa bayaran nya? Tidak mungkin kamu menawarkan itu secara gratis," ucap pak Edi.


"Berikan data itu kepada ku!" jawab Felix.


"Tapi ..." ucap ragu pak Edi.


"Tenang saja, aku akan menangkap mereka," ucap Felix.


"Ada uang, ada barang!" ucap Pak Edi.


Felix pun tersenyum akan hal itu dan menyetujui nya. "Baiklah," jawab Felix.


Ditempat yang berbeda, Robert didatangi oleh anggota murid Platinum yang melihat Felix bersama Pak Edi dan dia pun melaporkan nya yang membuat Robert curiga bahwa Pak Edi akan berkhianat dan meminta bantuan Felix meski begitu, Robert memerintahkan anggota Murid Platinum untuk tetap mengawasi Felix dan Pak Edi lantaran, Robert pun memiliki rencana lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...