Reborn Genius

Reborn Genius
Reborn Genius | Bab 48. School Party (I)



...School Party (I)...


Kehadiran Robert Wijaya telah merubah banyak tata tertib sekolah. Sekolah Utopia yang terkenal dengan disiplin nya kini telah berubah menjadi sekolah preman.


Para preman murid semakin nakal dengan memalang bahkan menaikkan uang palak mereka dan juga preman sekolah semakin banyak.


Kepala sekolah atau pun staff guru tidak bisa bertindak apa-apa. Mereka hanya lebih memilih diam.


...# 1 Oktober 2008...


Sesaat Felix berjalan hendak masuk ke gerbang sekolah. Dia melihat murid-murid dari kelas lain sedang berkumpul dan bully murid yang sama namun penampilan nya jauh lebih rapih dan terlihat culun sopan.


Melihat itu, Felix pun penasaran dan menghampiri mereka.


"Oi, Lu bilang apa tadi?" ucap salah satu perisak yang berbadan kurus tinggi seraya menjambak murid yang menjadi target pembullyan.


“Ja … ngan … merokok di .. see .. kolah,” ucap terbata-bata dari siswa berbaju rapih tersebut.


Dia Andy, teman dari Juan yang sebelumnya dibantu Felix.


“Begitu, jadi udah pahlawan sekarang ahh!!” ucap siswa berjaket merah yang berada disamping siswa kurus tinggi.


Lalu, siswa berjaket merah melepaskan pukulannya ke arah perut Andy hingga membuatnya jatuh ke tanah dan meringis kesakitan seraya memegang perutnya.


Serangan tidak berhenti disitu. Siswa kurus tinggi melanjutkan serangan dengan menendang perut Andy seraya mengumpat, "Dasar ajing!"


Tendangan tidak dilakukan sekali, kedua siswa dan pembully lain nya terus menendang dan memukul Andy itu berkali-kali hingga dia tergeletak di tanah seraya memegang kepala nya.


"Hahaha ... Mati Lu!" umpat salah satu pembully seraya tawa senang.


"Hahaha," tawa siswa yang lain.


Melihat itu, Felix pun hanya menghela nafas dan mengingat akan waktu sebelumnya. Lalu, memutuskan untuk menghentikan pembullyan tersebut.


"Hei, apa kalian tidak merasa jijik karena menindas orang yang lebih lemah dari pada kalian?" sindir Felix.


Mendengar ucapan Felix membuat aksi pembully terhenti dan mereka serempak melihat kearah Felix. Yang mana mereka tersenyum remeh melihat Felix.


"Wow, seperti nya sekarang ada aktor iklan yang mau jadi pahlawan?!" ucap remeh siswa kurus tinggi.


Ucapan siswa kurus tinggi itu membuat pembully yang lain tertawa. Sedangkan, Felix hanya tersenyum kecil.


Salah satu pembully pun menghampiri Felix seraya mengumpat, "Udah sana, ini bukan urusan lu lebih baik terusin iklan sabun!"


Seusai mengatakan itu, pembully mendorong pelan Felix namun, dia tidak bergerak sedikitpun yang membuat pembully itu terkejut dan Felix juga melakukan serangan balik dengan menangkap tangan pembully itu lalu melemparkan nya dengan teknik Judo.


Melihat perlawanan, Felix yang begitu cepat dan kuat membuat pembully yang lain terkejut. Meski begitu, mereka terkejut bukan lah takut malah membuat mereka marah.


"Gua tau Lu. Si Pengkhianat Felix!" umpat kesal siswa kurus.


Julukan itu didapatkan saat Felix memutuskan mengundurkan diri dari Murid Platinum setelah kehadiran Robert disana.


Felix yang mendengar itu, dia hanya tersenyum kecil dan mengucap remeh.


"Tetap saja kalian pecundang yang hanya bisa melawan siswa yang lemah."


Mendengar itu membuat siswa kurus tinggi semakin kesal. "Ta-i!" Siswa kurus melihat teman-teman nya dan memberikan perintah. "Kalian serang dia!"


Tanpa ada keraguan, teman-teman pria kurus tinggi menghampiri dan menyerang Felix dengan membentuk formasi melingkar


Serangan awal berupa pukulan dari sisi samping kanan Felix namun, Felix berhasil menghindarinya dengan mudah dan melesat serangan balik dengan menendang perut pembully.


Serangan selanjutnya datang dari belakang dan saat dia hendak melakukan serangan, Felix melakukan gerakan lebih cepat dengan menendang samping kaki pembully yang lain sehingga sebelum menendang, dia sudah terjatuh. Begitu juga pembully yang lain, Felix berhasil mengalahkan nya dengan mudah.


Melihat teman-temannya yang sudah dikalahkan. Siswa berjaket merah maju dan dia memasang kuda-kuda serta memamerkan teknik Taekwondo nya. Setelah itu, dia melesatkan serangan tendangan nya.


Meski mengunakan teknik Taekwondo namun, tendangan nya tidak terarah dan bertenaga sehingga membuat Felix dengan mudah menghindari nya dan Felix pun menunjukkan teknik Taekwondo yang sebenarnya dengan melakukan serangan balik berupa tendangan memutar dan tepat mengenai badan siswa jaket merah yang membuat nya terpental cukup jauh dan meringis kesakitan di tanah.


Melihat kesakitan dari pembully, Felix pun bergumam. "Seperti nya aku telah berlebihan."


Semua pembully telah dikalahkan dan meringis kesakitan di tanah. Kecuali siswa kurus tinggi yang mana dia semakin kesal dengan Felix.


"Bjingan!" teriak siswa kurus seraya melesatkan pukulan kearah Felix.


Sebelum serangan nya sampai kepada Felix, dia melesatkan serangan tapak nya kearah dada siswa kurus tinggi hingga dalam sekejap dia tidak sadar kan diri dan pingsan ditangan Felix. Lalu, Felix pun melepaskan nya.


"Ahh, lagi-lagi aku berlebihan," gumam Felix seraya menatap tangan nya.


Disisi lain, Andy mengumpulkan tenaga nya dan berdiri. Lalu, dia terkejut melihat semua pembully sudah tergeletak di tanah. Sesudah itu, dia melihat kearah Felix dan berteriak. "Terimakasih, Felix!"


Felix hanya memberikan lambaian tangan di atas nya tanpa menoleh ke belakang. Lalu, pergi meninggalkan Andy.


Saat jam istirahat, Felix melakukan aktifitas seperti biasa di sekolah dan hendak ke kantin bersama Lisa.


Sesaat kemudian, Felix di datangi oleh seseorang.


"Felix!" suara pria memanggil Felix.


Mendengar itu, Felix menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang yang mana Felix melihat sosok siswa yang sebelumnya menjadi korban bully.


"Oh, kamu. Ada apa?" tanya dingin Felix.


"Felix, saya ingin mengucapkan terimakasih karena kamu telah menyelamatkan saya. Saya Andy," ucap Randi yang diakhiri dengan memberikan tangan nya.


Felix hanya tersenyum lalu, pergi meninggalkan nya.


Lisa yang sedang berjalan memeluk lengan Felix, dia pun terheran dengan sikap dingin Felix.


"Felix, kenapa kamu bersikap dingin," tanya Lisa.


"Agar dia tidak dekat dengan ku dan menjadi target pembullyan yang lebih parah lagi."


"Oh, begitu."


Disisi lain, Andy tidak marah, dia hanya tersenyum senang melihat langkah Felix.


Setelah itu, Felix berpapasan dengan Karina namun, saat Lisa melambaikan tangan dan Felix memberikan senyuman. Dia berbalik badan dan meninggalkan Felix dengan tatapan dingin.


Melihat sikap Karina itu membuat Felix terheran, "Kenapa sikap Karina seperti itu?"


Lisa pun tersenyum kecil lantaran dia tahu alasan sikap dingin Karina namun, dia lebih memilih diam agar dirinya tidak kehilangan Felix.


Lalu, disudut lain tiga siswa sedang melihat kearah Felix dan salah satunya menunjukkan jarinya kearah Felix, "Man, itu orang nya!"


Kedua siswa lain nya mengikuti arah pandang nya dan melihat kearah Felix dengan senyuman remeh.


"Baiklah, lebih baik kita laporkan kepada ketua murid Platinum dahulu," jawab salah satu siswa.


Disisi yang berbeda di ruangan kepala sekolah ada seorang siswa yang berpakaian rapih dengan pin perak yang dikenakan nya duduk berhadapan dengan kepala sekolah.


"Robert, sekolah kami sangat beruntung memiliki ketua Murid Platinum yang baru seperti mu dan meski kamu sudah kelas 12 tapi masih dipercaya untuk menjadi ketua Murid Platinum," ucap bangga kepala sekolah.


Robert tersenyum sombong, "Aku tidak bisa seperti ini tanpa bantuan bapak."


"Lalu, Robert. Bagaimana keadaan ayahmu?" tanya kepala sekolah.


Robert tersenyum remeh, "Iya, ayah ku baik-baik saja."


Lalu, mereka pun berbincang kecil dan beberapa menit kemudian, Robert pun keluar ruang kepala sekolah dan setelah menutup pintu, Robert menoleh ke belakang.


"Dasar tua Bangka! masih saja menjilat kepada ayah!" gumam pelan kesal Robert.


Setelah itu, Robert pun melangkah menuju ruang murid Platinum dan sosok Robert sangat dihormati oleh murid yang dilewati nya dengan menundukkan kepalanya.


Ditengah langkah nya, Robert didatangi oleh tiga siswa yang mana kedua dari siswa itu merupakan siswa pembully Andy.


Langkah mereka pun terhenti didepan Robert dengan menundukkan kepala dan seruan secara serempak, "Ketua!"


Melihat mereka langkah Robert pun terhenti dan menatap dingin ketiga siswa tersebut.


"Ada apa kalian menghadap ku?" ucap dingin Robert.


Setelah Robert menjawab sapaan mereka, ketiga siswa itu mengembalikan posisi badan mereka dan salah satunya ada yang melaporkan kejadian pagi tadi.


Robert pun tersenyum senang, "Menarik! jika memang begitu, hal ini akan menjadi lebih mudah," ucap Robert.


Ketiga siswa itu juga saling bertukar senyum mengikuti Robert.


Hirano dan Yeon Jin mengawasi pergerakan Robert dari kejauhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...