Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 65 | Black Gold Card yang Hilang (Selesai)



...Black Gold Card yang Hilang (Selesai)...


Miranda Kyle, sosok wanita yang sangat terkenal di dunia hukum. Kariernya sebagai pengacara tidak di ragukan lagi.


Miranda sendiri dalam membela klien nya tidak pernah gagal maka dari itu, dia dikenal sebagai ratu hukum yang memiliki peluang kemenangan 90 persen.


Sesuai dengan kepopuleran nya, Miranda memiliki tarif pengacara yang sangat mahal namun, beberapa pejabat dan selebritis tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Dan, saat ini seorang pemuda biasa, Felix sedang pergi ke firma nya yang mana terletak di pusat kota metropolis.


Beberapa saat kemudian, Felix tiba di sebuah gedung kantor mewah berlantai 5 yang mana terdapat tulisan Kyle Firma.


Setelah itu, Felix pun masuk kedalam kantor dan pergi ke resepsionis.


"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.


"Aku ingin bertemu dengan Bu Miranda," jawab Felix.


"Apakah anda sudah ada janji?" ucap Resepsionis.


"Maaf, aku tidak buat janji."


"Mas, maafkan saya. Jika Mas tidak memiliki janji maka anda tidak bisa menemui Bu ketua Miranda."


Mendengar itu, Felix menghela nafas panjang. "Ahufu ... aku mengerti."


Disaat yang bersamaan, Ada seorang pria yang melangkah keluar dari lift dan menuju keluar. Lalu, dia melihat Felix yang sedang berbicara dengan resepsionis.


Sesaat kemudian, pria itu teringat perkataan atasan bahwa dirinya di utus untuk pergi ke bank BICA lantaran Miranda mendapatkan pesan bahwa Black Gold Card yang hilang telah ditemukan oleh seorang pemuda bernama Felix Megantara.


Pria itu pun melihat dengan seksama Felix.


"Sosok pemuda tinggi dan tampan serta terlihat sederhana." Pria itu pun menyadari sesuatu, "Mungkin kah, dia Felix?!"


Felix yang sudah berputus asa, dia pun berbalik badan dan melangkah keluar akan tetapi ditengah langkah nya seorang pria menghampiri Felix.


"Maaf, apakah anda Tuan muda Felix Megantara?" tanya pria.


Mendengar itu, Felix terheran. "Tuan Muda? Tapi, iya. Aku Felix Megantara. Ada apa?"


Pria itu pun tersenyum senang, "Syukurlah, aku tidak harus mencari jauh-jauh."


"Maaf, anda siapa? Dan, ada apa ya?" tanya Felix.


Pria itu pun memperkenalkan dirinya, "Saya Doni, salah satu pengacara di firma ini dan kamu telah ditunggu oleh Bu ketua Miranda!"


Mendengar itu, Felix sontak tersenyum lebar. "Benarkah?"


Doni pun mengangguk kepalanya, "Iya, sekarang ikutlah dengan ku!"


Sesudah itu, Doni bersama Felix masuk ke kantor dengan mengunakan ID Doni dan pergi ke ruangan Miranda.


Setibanya disana, Doni dan Felix melihat Miranda yang sedang sibuk dengan beberapa dokumen di atas meja.


Tanpa melihat Doni, Miranda memarahinya.


"Kenapa, Doni? ada yang ketinggalan?" tanya Miranda seraya mengerjakan dokumen.


"Bukan Bu ketua tapi, Tuan muda Felix ingin bertemu dengan anda."


Mendengar itu, Miranda menghentikan kegiatan nya dan melihat kearah Felix.


Felix pun memberikan senyuman dan anggukan kepala nya.


"Jadi kamu kah pemilik Black Gold BICA yang hilang," ucap sinis Miranda dengan tatapan tajam.


Meski begitu, Felix masih tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Melihat sikap tenang Felix, Miranda merubah ekpresi nya dan kembali tersenyum.


"Mari duduk!" seru Miranda yang beranjak diri dan memberikan kode tangan.


Felix pun menuruti nya dan duduk di sofa panjang.


"Doni, bawakan teh dan beberapa kue!" seru Miranda seraya melangkah ke sofa.


"Baik, Bu!" jawab Doni yang sontak berbalik badan dan meninggalkan ruangan


Lalu, Felix dan Miranda pun berbincang-bincang.


"Silahkan!"


"Darimana kamu mendapatkan kartu emas hitam itu?"


Mendengar itu, Felix pun membohongi Miranda, "Kartu ini milik mendiang ayah ku, Andika Megantara."


"Hmm ... Andika Megantara dan Felix Megantara. Ini masuk akal, apakah kalian keluarga konglomerat yang jatuh miskin?"


Wajar Miranda berkata seperti itu karena nama turunan memang digunakan dalam kalangan konglomerat dan orang biasa jarang berani untuk mengunakan tradisi itu terkecuali nama suku atau marga.


Felix pun menjawab hanya dengan senyuman kecil.


"Kamu tahu, kartu itu dan rekening sudah dibeku kan oleh bank lantaran kombinasi pin yang rumit dan tidak bisa di reset. Jika kamu berhasil membuka nya maka, hak waris memang ada di pemilik kartu itu," sambung penjelasan Miranda.


"Mungkin kah, aku ilegal memiliki rekening mengemung seperti ini?"


"Tidak. Seluruh pemasukan legal karena ini berdasarkan investasi berskala besar dengan keuntungan tinggi. Lebih tepat nya, rekening itu dana aman dalam tahun 98."


"Jadi, apa saran Bu Miranda?"


"Aku sarankan, anda memiliki payung hukum untuk melindungi dana itu dan izinkan aku melindungi nya."


Felix yang mendengar itu, dia pun sontak tersenyum dan langsung menjawab nya.


"Aku mengerti dan menyetujui nya. Aku percaya dengan reputasi Bu Miranda yang bukan pengacara biasa," ucap Felix dengan senyuman senang.


Mendengar pujian itu, Miranda tertawa kecil. "Terimakasih atas pujiannya dan." Miranda memberikan tangan nya. "Mohon kerjasama!"


"Aku juga mohon kerjasama," jawab Felix yang menerima tangan Miranda.


Lalu, Felix dan Miranda saling bertukar senyum sesudah itu, mereka menyantap makanan yang sudah tersedia di meja.


Sekembalinya di rumah, Felix yang penasaran dengan sumber dana uang itu, dia pun memeriksa nya dengan bantuan Viki.


Didapatilah beberapa informasi yang ditemukan nya salah satunya berasal dari bunga yang membengkak di akun rekening.


Tabungan pokok memang 11,10 Milliar USD dan setiap bulannya ada suku bunga sebesar 20 persen. Yang berarti, saldo akan bertambah 2,2 milliar USD yang berarti setiap tahunnya Saldo bertambah 26,4 Milliar USD.


Sedangkan, rekening itu dibuat saat Felix berumur 6 tahun yang berarti bunga sudah melewati 10 tahun di usia Felix yang ke 16 tahun.


Yang berarti total 450 Milliar USD sudah termasuk pokok tabungan dan rekening itu berada di bawah pengawasan Golden Apple Company.


Itulah kenapa Felix memberikan kartu hitam buatan Bank Indonesia kepada Miranda sejumlah 5 milliar USD yang dibuat sendiri oleh Miranda untuk membantunya.


Tentu saja Felix tidak menceritakan sejujurnya tentang hadiah Sistem. Dia hanya mengatakan keluarga menyimpan hanya 11 milliar USD.


Mendengar itu, Miranda pun bersenang hati membantu Felix apalagi dia merasa bangga kepada dirinya sendiri yang dipercaya memegang setengah harta warisan Felix.


Miranda pun tidak bisa menyimpannya sendiri maka dari itu, Miranda membuat perusahaan kertas bersama dengan Felix.


Lalu, Felix pun memberikan nama perusahaan nya, Sunshine.


Pengunaan Kartu Hitam Felix itu pun terdeteksi oleh Golden Apple Company yang berada di London, Inggris.


Salah satu pria bule itu melihat ada gerakan dana yang sudah mati 10 tahun yang lalu, pria itu pun langsung bergegas keluar dari sebuah bank menuju ke suatu tempat dengan mengunakan mobil sedan nya.


Laju mobilnya pun terhenti di sebuah gerbang panjang dengan penjagaan dari pria berjas hitam. Saat pria itu menunjukan identitas nya para penjaga mempersiapkan nya untuk masuk.


Pria itu pun melanjutkan mobil nya kedalam rumah yang sangat besar mirip seperti sebuah kastil kerajaan.


Setibanya di pintu rumah, pria itu bergegas masuk ke rumah yang dimana para penjaga di rumah itu mempersilahkan dirinya untuk masuk.


Sampailah pria itu disalah satu ruangan yang dimana terdapat seorang pria yang sudah dewasa mengenakan stelan jas mahal dan rokok cerutu di tangan. Dia sedang berdiri disisi jendela sambil melihat pemandangan.


Pria itu pun membuka pembicaraan dengan Bahasa Inggris.


"Tuan besar Wade, Dana di Black Gold Card yang hilang mulai bergerak!" ucap pria itu sambil sedikit membungkuk kan badan.


"Akhirnya sang pewaris muncul!" ucap pria yang bernama Wade sambil tersenyum melihat halaman rumahnya. "Terus awasi pergerakannya dan beritahu kepada 8 anggota lainnya. Pewaris sudah bergerak!" seru Wade.


"Baik, Tuan," jawab pria yang datang.


Sesaat kemudian, pria itu pergi meninggalkan ruangan Wade. Saat sudah sendiri, Wade menaruh cerutunya dan mengambil segelas Vodka yang ada di meja nya. Lalu, dia melihat kedepan.


"Seperti nya para Konstelasi mulai bergerak. Mungkin kah terjadi dalam beberapa hari ini. Aku jadi tidak sabar menyaksikan nya," ucap Wade sambil tersenyum lebar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...