Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 22 | Sebuah pilihan



...Sebuah pilihan....


# 28 July 2008 (Tengah malam)


Siapa sangka ditengah malam yang gelap dengan hujan deras yang turun terlihat seorang pemuda yang berdiri di tengah sebuah kecelakaan dan itu tidak lain, Felix.


"B 7777 RBT. Jeep Wrangler Rubicon," gumam Felix seraya mengepal keras tangan nya


Beberapa jam sebelumnya ...


# 28 July 2008 (Pagi)


Pada hari ini, Felix keluarga berencana untuk pergi keluar. Semua keluarga berkumpul dan mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan kedalam mobil besar ayahnya.


Yang mana terlihat Felix sedang menyusun rapih bagasi mobil nya. Tak lama kemudian, Andika menghampiri Felix.


"Bagaimana? Bisa masuk semua?"


"Iya, bisa. Hanya perlu sedikit di press saja," jawab Felix dengan senyuman lebar.


Melihat senyuman Felix, Andika pun juga ikut tersenyum lalu, dia menepuk pelan punggung nya.


"Felix, terimakasih. Akhirnya mimpi ayah terkabul."


Felix tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tidak lama kemudian, Sarah, Nova dan Renaldy datang dengan beberapa barang yang dibawa mereka.


"Ayah, ayo berangkat!" seru Sarah.


"Yasudah, ayo!" jawab Andika yang langsung melangkah ke kursi kemudi.


Lalu, Sarah melihat kearah Felix. "Ayo, Felix!"


"Iya, Bu!"


Dan, mereka pun masuk satu persatu dengan posisi Andika yang mengemudi, Sarah didepan, Felix dan Nova di tengah sedangkan Renaldy di kursi paling belakang.


Dalam perjalanan, mereka di iringi oleh musik dan saling bertukar cerita sampai Sarah mempertanyakan sesuatu kepada Felix.


"Felix, apakah kamu sudah punya pacar?"


"Eh? Itu ..."


Felix yang mendengar itu, dia pun menjalani gelagapan lantaran ingatan sontak berpindah pada adegan ranjang bersama Irene meski begitu, dia bukanlah pacar namun, ada rasa bersalah telah membohongi ibunya.


Nova yang melihat ekpresi Felix, dia pun meledeknya. "Ibu, seperti nya Felix sudah punya pacar?"


"Oh, benar kah. Dia gadis seperti apa?" tanya semangat Sarah.


Felix menundukkan kepalanya dengan tersenyum kecil seraya mengusap-usap pelipis nya.


"Eh ... Itu belum jadi pacar. Hanya dekat saja."


Mendengar itu, Renaldy sontak menyambung pembicaraan.


"Aish ... Itu pasti karena kamu kuper, Lix. Action lah dan ungkap kan saja perasaan mu. Kan tidak ada larangan buat kita pacaran, iya gak Bu?!"


"Iya, tapi jangan kelewatan batas ya. Sebelum kalian dewasa, jangan macem-macem!"


Felix yang mendengar itu, dia sontak merasa tersinggung dan merasa bersalah. Kejadian tidur dengan Irene yang berdasarkan naf-su bira-hi dan keuntungan membuat nya merasa semakin bersalah dan malu menghadapi keluarga sendiri namun, ego menutupi nya yang memutuskan untuk tetap merahasiakan nya.


"Tunggu, Bu. Aku akan sudah 22 tahun, otomatis sudah bebas donk, Hehehe ..." ucap bangga Renaldy.


"Hush! Kamu tuh kalau bicara!" seru kesal Sarah namun, diakhiri dengan senyuman kecil.


Mendengar ucapan itu, Felix, Andika dan Nova juga tertawa kecil.


Sampai beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di sebuah pantai yang luas yang mana Nova dan Renaldy sontak berlari kearah laut.


"Hoaa ... Laut!" seru senang Nova.


"Yeee ..." sambung Renaldy yang menyusul dibelakang nya.


Andika yang sedang mempersiapkan alas dan payung serta beberapa makanan dan peralatan lainnya bersama Sarah dan Felix. Namun, Sarah menegur Felix.


"Felix, kenapa kamu tidak bergabung dengan kakak-kakak mu disana? Biarkan ayah dan ibu yang mengatur disini."


"Iya, Ibu," jawab Felix yang sontak berlari kearah kakak-kakak yang sedang bermain air laut.


Tak lama kemudian, Felix juga bergabung dengan mereka.


Di pantai itu, Felix sekeluarga menghabis waktu disana dengan penuh suka cita dan berbagai permainan disana sampai langit berubah menjadi Jingga dan mereka memutuskan untuk kembali pulang.


...# 28 July 2008 (Malam)...


Malam pun menjelang diiringi dengan hujan deras saat kepulangan dari mobil yang Felix dan keluarga nya hendak pulang.


Nova, Renaldy dan Sarah yang sudah tidur sedangkan, Felix masih terjaga dengan fokus ke BlackBerry nya begitu juga Andika yang masih fokus menyetir.


Ditengah menyetir, Andika melihat spion tengah untuk melihat Felix yang masih fokus dengan ponselnya. Karena Felix masih terjaga, Andika pun memulai pembicaraan.


"Felix."


"Hm," gumam santai Felix yang masih terus melihat layar ponsel.


"Felix, ada yang ingin ayah sampaikan?"


"Apa?" tanya santai Felix.


"Jika, ayah sudah tidak ada. Tolong jaga Ibu dan kakak-kakak mu."


Mendengar itu, Felix langsung menghentikan ketikan ponselnya dan mengerutkan keningnya nya. Untuk sepintas, dia teringat akan masa waktunya yang dimana sebelumnya kecelakaan. Ayahnya juga menyampaikan sesuatu dari balik pintu.


"Felix. Ayah harap kamu mendapatkan kekuatan mental kembali untuk menjalani hidup ini jika suatu hari nanti ayah meninggalkan mu. Ayah harap kamu bisa memiliki kekuatan untuk menjaga diri mu sendiri dan kakak-kakakmu."


Mengingat itu, Felix menitihkan air mata nya namun, dia langsung mengusap nya dan menjawab ...


"Ayah, bicara apa? Ayah juga harus menjaga kami juga termasuk aku dan ibu."


Andika tersenyum kecil, "Hehehe ... Benar juga."


Sesaat kemudian, mobil keluarga Felix berhenti di lampu mereka perempatan jalan raya dan saat lampu berubah hijau, mobil keluarga melaju namun ....


Sebuah mobil sport dengan kecepatan tinggi melaju terus dari sisi arah kanan jalan dan ...


BUK!


Sebuah tabrakan hebat terjadi yang dimana mobil yang dinaiki oleh Felix keluarga terpental jauh dan berguling-guling.


Kling!


Mendengar itu, Felix sontak menyadarkan diri dan membuka mata yang dimana mobil sudah hancur serta seluruh keluarga nya tidak sadarkan diri dengan darah yang mengucur di sekitar tubuh mereka.


Melihat keadaan mereka, perasaan Felix bercampur aduk namun, lebih dominan dengan kemarahan nya. Maka dari itu, Felix coba membuka pintu dengan manual namun tidak berhasil. Lalu, Felix pun menendang pintu dan keluar dari mobil.


Karena jalanan sepi, Felix pun yakin bisa melihat mobil yang menabrak mereka.


"B 7777 RBT. Jeep Wrangler Rubicon," gumam Felix seraya mengepal keras tangan nya


Sesaat kemudian, sebuah pemberitahuan datang dari sistem.


Kling!


[Limited Quest: Saat ini anda sedang berada di garis takdir. Tentukan takdir anda!




Membiarkan keluarga anda meninggal dunia dan anda bisa hidup sendiri dengan bebas sesuka hati. Hadiah: Kotak Ekslusif total hadiah satu triliun rupiah.




Menolong semua anggota keluarga dan menyembuhkan mereka. Hadiah: tidak ada.]




Melihat itu, Felix tersenyum kecil dan melihat tangan nya.


"Sebuah pilihan yang sangat menggoda. Namun, aku bersyukur sampai saat ini bisa bersama ayah dan ibu ku lagi. Maka dari itu, Maaf. Meski hadiah nya menjadi dewa tertinggi sekalipun tidak akan bisa mengantikan keluarga ku!"


Maka tanpa ragu, Felix memilih ...


[2. Menolong semua anggota keluarga dan menyembuhkan mereka.]


Setelah itu, Felix berbalik badan dan memulai eksekusi penyelematan keluarga nya.


"Viki, telepon ambulan dan polisi tentang kejadian ini!


Kling!


[Tuan, sudah saya laporkan biaya 3G. Saldo: 140.107G.]


Felix tidak begitu mempedulikan lantaran dia sedang mengendong Nova ke luar Mobil dan merebahkannya di sisi jalan. Lalu, kembali ke mobil dan ingin menyelamatkan ibunya dari pintu sisinya akan tetapi pintu sudah penyok dan tersangkut membuat pintu sulit terbuka.


"Viki, bisakah kamu memberikan kekuatan super?"


Kling!


[Bisa. Apakah anda ingin mengunakan Power Booster selama 10 menit dengan biaya 10.000G?]


Felix pun menjawab dengan dingin tanpa perhitungan lagi.


"Lakukan."


Kling!


[Tuan, Power Booster telah aktif dalam waktu 10 menit anda mendapatkan kekuatan super. Saldo: 130.107G.]


Melihat itu, Felix sontak menarik pintu besi yang tersangkut dan yang awalnya susah kini mudah terbuka seperti menarik kertas.


Felix yang memahami kemampuan nya itu, dia dengan cepat mengeluarkan satu persatu keluarga nya hingga disisi jalan seluruh keluarga nya berhasil di keluarkan.


"Selanjutnya," gumam Felix seraya menghampiri ibunya.


Lalu, Felix memegang kepalanya.


"Viki, aktif kan Fast Regeneration."


Kling!


[Fast Regeneration telah diaktifkan ..]


Dalam proses itu seluruh luka yang diderita oleh Sarah tertutup kembali.


Kling!


[Proses selesai.]


Melihat itu, Felix tersenyum senang. "Syukurlah, Fast Regeneration bekerja."


Seusai Felix menyembuhkan ibunya, Felix beralih ke Nova dan Renaldy. Ditengah proses itu, beberapa mobil yang melewati Felix berhenti dan berusaha membantu namun, Felix tidak menanggapi mereka karena fokus mengobati keluarga nya.


Fast Regeneration pun berhasil mengobati ketiga anggota keluarga namun, saat ingin mengunakan nya kepada Andika, ayahnya sistem memberikan laporan.


Kling!


[Fast Regeneration gagal menyembuhkan.]


"Kenapa?!" ucap kaget Felix.


Kling!


[Kondisi luka dalam terlalu parah dan sudah meninggal dunia. Biaya Konsultasi 5G. Saldo: 130.102G]


Felix yang mendengar itu, dia sontak menangis.


"Hei, System. Viki. Kalian memiliki kemampuan luar biasa. Adakah cara untuk bisa menyelamatkan ayah?" batin kesal Felix.


Kling!


[Sungguh minta maaf. System tidak bisa menghidupkan yang mati. Biaya Konsultasi 5G. Saldo: 130.097G]


Melihat jawaban itu, Felix sontak menangis tersedu-sedu dengan kepala di dada sang ayah.


"Kenapa?! Kenapa?! Kenapa?!" teriak Felix yang terus-menerus seraya memukul dada ayahnya dengan kedua tangannya.


Beberapa saat kemudian, polisi dan ambulan datang menolong Felix sekeluarga dan saat itu, dokter ambulan juga sudah mengatakan bahwa Andika, ayah nya Felix sudah tidak bisa tertolong lagi.


Dan, pada akhirnya semua pilihan Event Quest memiliki bayaran sebuah kematian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...