Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 66 | Sunshine Crew (I)



...Sunshine Crew (I)...


Pada pagi ini, Aziz kakak nya Michelle mengadakan pertemuan dengan Felix berumur 28 sedangkan tubuh asli nya dibiarkan tidur di rumah keluarga lantaran hari itu weekend.


Setibanya didalam, Kak Aziz terkagum-kagum dengan rumah yang didesain oleh Felix.


"Om Felix, anda memang pintar mendesain ruang interior rumah. Saya tidak menyangka kalau rumah berhantu seperti ini bisa dibuat bagus seperti ini."


"Iya, ya. Terimakasih. ngomong-ngomong, kamu sudah sarapan?"


"Sudah om, tidak perlu repot-repot."


"Yasudah. Mungkin kamu terburu waktu. Ayo kita mulai rapat nya!"


"Baik, Om!"


Setelah itu, rapat pribadi pun dimulai. Aziz memberikan laporan tentang pembelian dan pengalihan nama rumah yang ditempatinya saat ini.


Kling!


[S-Banking: 2.500.000.000 rupiah telah digunakan untuk membeli rumah. Saldo: 25.563.750.000 rupiah.]


Proposal selanjutnya, Felix yang ingin mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang kontra dengan Wijaya Group. Dia pun membantu masalah keuangan nya dan salah satu orang itu ialah Aziz.


Yang mana, Aziz sedang menangi kasus apartemen sengketa dengan Wijaya Group yang berusaha mengambil paksa dari para penghuni nya dan perang uang terjadi.


Wijaya Group memberikan penawaran 500 milliar rupiah tanpa kompensasi maka dari itu, Aziz berjuang melawan Wijaya Group dengan harga penawaran 1,5 triliun sudah termasuk kompensasi.


Maka dari itu, Aziz meminta bantuan Felix untuk ikut dengan nya bertemu pemilik apartemen sengketa dan Felix pun tidak mempermasalahkan serta ikut pergi ke lokasi.


Ditengah perjalanan, Aziz menerima panggilan telepon.


"Halo, ada apa?" sapa Aziz.


Sesaat kemudian, Aziz terkejut. "Apa? Oke, Saya akan kesana."


Felix pun penasaran dengan informasi di telepon itu.


"Kak Aziz, ada apa?" tanya Felix.


"Maaf, Felix. Sepertinya kita harus bergegas ke rumah pemilik apartemen. Dia didatangi oleh utusan dari Wijaya Group," ucap Aziz.


"Apa? Ayo! kita bergegas!" seru Felix.


Aziz pun mempercepat laju mobilnya menuju rumah pemilik apartemen.


Beberapa menit kemudian, Aziz dan Felix pun tiba yang dimana rumah pemilik apartemen sudah di parkiri oleh mobil Van hitam juga beberapa orang yang berwajah sangar. Mereka adalah para preman dari Wijaya Group.


Melihat itu, Aziz memarkirkan mobil nya sedikit jauh.


"Felix, sepertinya kita tidak bisa masuk," ucap Aziz.


Felix tersenyum dan melihat Aziz, "Entahlah, kita belum mencobanya," jawab Felix.


Tidak selang lama, Felix dan Aziz pun keluar dari mobil dan melakukan peregangan tangan.


"Let's Party!" seru Felix.


Aziz pun tersenyum lebar.


Sedangkan, kepala preman bersama dengan beberapa anak buahnya sedang menyandra Gunawan yang duduk berlutut ditanah dalam kondisi memar dan berdarah.


Gunawan sendiri merupakan pemilik apartemen yang sedang Aziz perebutkan. Dia bersih kukuh untuk tetap tidak menjualnya kepada siapapun.


Istri dan putrinya pun berada disamping sedang berlutut paksa oleh anak buah preman.


"Oi, Nyet!" kepala preman menjambak Gunawan dan memaksanya untuk melihat nya, "Cepat, tanda tangan atau gua habisin istri dan anak Lu, Ngerti Loe!" ancam kepala preman.


Gunawan tidak bisa berkata apapun, dia hanya melihat anak dan istrinya yang sedang di sandera. Maka dia mau tidak mau mengambil pulpen dan menandatangani dokumen.


Sesaat kemudian, Gunawan dan kepala preman mendengar suara gemuruh perkelahian di luar rumah.


Hal itu membuat jengkel kepala preman dan melihat ke luar, "Siapa bjingan yang membuat kerusuhan?" ucap kesal kepala preman.


Lalu, Kepala preman pun menyuruh beberapa anak buahnya yang didalam untuk keluar dan memeriksa keadaan. Namun, sebelum sampai keluar. Para preman sudah langsung dilumpuhkan tepat didepan mata kepala preman dan dia pun melihat Felix dan Aziz yang melumpuhkan anak buahnya.


Kepala preman pun beranjak dari sofa dan menunjukkan jari kearah kearah Felix dan Aziz.


"Siapa kalian bedebah?" umpat kesal kepala preman.


"Ohh, jadi lu ya bjigan Ta*i yang mengganggu bos! ucap kesal kepala preman.


"Tidak tahu, aku hanya ingin apartemen milik pak Gunawan tidak, itu milik ayah ku," ucap pamer Aziz.


Felix yang mendengar itu, dia hanya tersenyum lebar.


"Banyak Bcot, Lu! Mati, Lu!" kepala preman memberikan isyarat untuk menyerang Felix dan Aziz.


Para preman yang didalam pun tidak ragu untuk menurutinya dan perkelahian didalam rumah terjadi dan mereka pun saling jual beli pukulan serta tendangan.


Namun, Aziz dan Felix berhasil menumbangkan para preman satu demi satu.


Ada satu preman yang terlihat kuat, dia selalu memutarkan pisau dengan senyuman lebar seperti orang gila.


Disaat semua preman yang didalam tumbang. Pria pemegang pisau datang dan Felix maju selangkah untuk melawan pria pisau tersebut.


"Gue cincang, Lu. Njing!" umpat pria pisau.


Felix tersenyum kecil, "Coba saja!"


Setelah mendengar jawaban dari Felix, pria itu melesat serangan pisaunya. Pergerakan pisau dari pria itu sangat cepat, dia terlihat profesional meski begitu, Felix mampu mengimbanginya.


Felix terus menghindar dan mencari kesempatan hingga Felix melihat celah pertahanan yang terbuka. Felix pun langsung menangkap tangan yang memegang pisau lalu, Felix dengan sikunya mematangkan persendian lengan pria berpisau hingga dia pun kesakitan dan melepaskan pisau yang dipegangnya dan tanpa membuang waktu Felix melesatkan pukulan keras tepat di jantungnya hingga pria itu terjatuh dan muntah darah.


Kepala preman yang melihat pertarungan Felix menjadi ketakutan. Bagaimana tidak? pria pisau itu merupakan preman terkuat di kelompoknya.


Sedangkan, Aziz tersenyum senang melihat kemampuan perkelahian yang dimiliki oleh Felix.


"Siapa kalian sebenarnya?" ucap kepala preman yang terbata-bata.


"Katakan kepada, Tuan mu. Saya Aziz pasti memenangkan hak milik gedung. Camkan itu!" ancam Aziz.


"Dan, sekarang pergi dari sini!" ucap Felix.


Kepala Preman yang ketakutan, dia pun memerintahkan anak buahnya untuk mundur sedangkan untuk anak buahnya yang pingsan. Rekan premannya pun membopong nya.


Dan, para preman itu pun pergi meninggalkan rumah Gunawan. Melihat preman sudah pergi, Aziz membebaskan ikatan tangan Gunawan, istri dan putrinya. Lalu, mereka pun saling berpelukan.


Felix dan Aziz pun saling bertukar senyum melihat momen mengharukan tersebut. Tidak selang lama, mereka melepaskan pelukannya dan Gunawan melihat Felix dan Aziz.


"Terimakasih pengacara Aziz, anda tepat waktu dan," Gunawan melihat kearah Felix, " Kenapa Masnya."


"Sama-sama, apa kalian baik-baik saja?" ucap Felix.


"Iya," jawab Gunawan.


Putri dan istri Gunawan pun menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian, Gunawan mengambil nafas panjang dan membuat keputusan. Lalu, dia berdiri dari berlutut nya dan menghadap Felix dan Aziz.


"Pengacara Aziz, aku telah memutuskan untuk menjual apartemen itu kepada Anda!" ucap Gunawan seraya memberikan tangan kepada Aziz.


"Terima kasih, Pak Gunawan. Itu keputusan yang tepat dan secara kebetulan pembeli dari apartemen itu bukanlah Saya melainkan," Aziz melihat ke Felix. "Tuan Felix, dia Boss dan Sahabatku," ucap Aziz.


Gunawan yang keluarganya sedikit terkejut. Dia pun membuka matanya melihat Felix dan tangannya pun dialihkan kepada Felix.


"Tuan Felix, maafkan saya tidak mengetahui identitas anda dan terimakasih atas semuanya," ucap Gunawan sambil memberikan tangan kearah Felix.


Felix pun menyambutnya dengan senyuman dan menerima tangan tersebut.


"Tidak ada yang salah, aku memang menyembunyikan identitas ku juga terimakasih dan maaf juga karena membuat keluargamu terlibat dalam permasalahan ini," ucap Felix.


Felix dan Gunawan pun saling bertukar senyum.


Pada hari itu juga, Felix dan Gunawan melakukan transaksi dengan harga yang di sepakati yaitu 1,5 Trilliun Rupiah disertai kuasa hukum Aziz.


...Kling!...


...[Trade: 2.000.000.000 US Dollar telah berhasil di tukar ke rupiah. Saldo: 448.210.565.700 US Dollar.]...


...[S-Banking: Anda mendengar 22.000.000.000.000 rupiah dari penukaran US Dollar. Saldo: 22.027.064.750.000 Rupiah.]...


...[S-Banking: 1.500.000.000.000 telah dikeluarkan untuk pembelian apartemen. Saldo: 20.527.064.750.000 Rupiah.]...


Proses jual beli pun selesai dan Felix berhasil memiliki apartemen yang sedang diperebutkan oleh Aziz dan Wijaya Group.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...