
...Kencan....
Seusai janji Felix kepada Lisa, pada malam ini Felix dan Lisa pergi ke taman ria.
Banyak pengunjung yang datang kesana, gemuruh kembang api telah meramaikan festival itu serta berbagai macam permainan dan juga berbagai macam pedagang tersedia disana.
"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Felix dengan senyuman kecil.
"Sebenarnya aku ingin sekali pergi ke rumah hantu, tapi aku sangat penakut." Lisa mengatakannya dengan ragu-ragu.
Felix segera menarik tangan Lisa, "Ya sudah, ayo kita pergi kesana."
"Tapi aku takut, Felix."
"Kan ada aku, kamu gak perlu takut."
Lisa pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah hantu setelah Felix membeli dua karcis untuk mereka.
...Kling!...
...[S-Banking: 100.000 digunakan untuk membeli karcis. Saldo: 20.527.064.650.000 Rupiah.]...
Begitu sampai ke dalam rumah hantu tersebut, Lisa dibuat beberapa kali menjerit begitu melihat hantu-hantu palsu disana pada gentayangan.
"Ah Felix, aku takut." Lisa langsung memeluk Felix.
Rasanya seperti rejeki nomplok, Felix mendapatkan pelukan dari Lisa. Apalagi Lisa memeluknya begitu erat.
"Kamu jangan takut, disini ada aku, Lisa." ucap Felix mencoba untuk menenangkan Lisa.
Padahal menurut Felix hantu-hantu palsu disana sama sekali tidak menakutkan, dia berjalan membawa Lisa untuk terus menyusuri rumah hantu tersebut, Lisa sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya.
Ternyata rasa takut Lisa terbawa sampai ke Villa, Felix dan Lisa baru tiba di hotel.
Felix nampak menguap, mungkin karena sudah pukul 12 malam, membuatnya sangat ngantuk.
"Lisa, aku ngantuk, aku duluan ke kamar ya." pamit Felix.
Namun tiba-tiba Lisa menahan lengan Felix, "Jangan dulu tidur, Felix. Kamu harus bertanggungjawab gara-gara kamu suasana mencengkam disana masih terasa sampai kesini." Lisa merasakan bulu kuduknya merinding.
Felix jadi ingin menjahili Lisa, "Makanya kamu harus berhati-hati, Lisa. Malam kemarin di kamar mandi aku melihat..."
"Felix!" Lisa malah membentak Felix, dia semakin ketakutan.
Felix malah tertawa, "Aku melihat ada sabun di kamar mandi, makanya dengerin dulu aku ngomong apa."
Lisa yang mendengar itu sontak memasang wajah cemberut.
Melihat reaksi Lisa yang cemberut seperti itu, Felix malah senang dan melanjutkan menggoda nya.
"Waktu itu aku baru bangun dari pingsan, aku mendengar suara seseorang mengajakku bicara..."
Lisa menutup mulut Felix dengan tangannya, "Jangan diteruskan, Felix."
Namun, Felix masih saja meneruskan perkataannya, dia memegang kedua tangan Lisa. "Suara itu awalnya membuat aku merinding, karena aku sama sekali gak pernah melihat wujudnya..."
"Felix."
Lisa tidak tau bagaimana lagi agar Felix tak melanjutkan bicaranya karena kedua tangannya dipegang oleh Felix.
"Suara itu malah... mmh."
Lisa terpaksa harus menyumpal mulut Felix dengan mulutnya agar Felix berhenti bicara.
Mata Felix membulat, dia sama sekali tidak menyangka Lisa akan mencium bibirnya.
Lisa terlihat malu sekali saat melepaskan ciuman, entah mengapa saat bibir mereka menempel, getaran kecil menyerang seluruh syarat-syaraf Lisa, membuat jantung berdegup kencang.
Felix rasa sepertinya ini moment yang tepat untuk memberikan kencan terbaik nya. Maka dari itu, Felix menarik pinggang Lisa, menyatukan bibir mereka kembali.
Lisa tak dapat menolak, pesona Felix sungguh luar biasa, apalagi ciuman Felix begitu membuatnya melayang, padahal baru juga berciuman, tapi naluri kewan*itaan Lisa bangkit, membuatnya menikmati ciuman mereka malam ini. Bahkan ingin melakukan lebih dari sekedar ciuman.
Pintu kamar terbuka dengan kasar, Felix dan Lisa masuk ke dalam kamar sambil berciuman dengan penuh naf-su.
Lisa membuka seluruh kancing di kemeja yang dipakai oleh Felix, sehingga tubuh sixpack Felix terlihat dengan begitu nyata, membuat Lisa semakin terpesona.
Felix menghentakkan tubuh Lisa ke dinding, ciuman panas mereka tak sekalipun mereka lepaskan.
Felix mer3mas-r3mas buah dada Lisa, dia menenggelamkan kepalanya ke leher Lisa, memberikan banyak kecupan disana.
"Owh... Felix!"
Tak berhenti disana, Felix segera membuka baju Lisa, kemudian dia membuka bra yang menutupi buah dada milik Lisa, sehingga terpampang begitu menggoda bulatan indah yang kenyal itu.
Felix langsung melahap bagian pucuknya dan memainkan lidahnya disana membuat Lisa mendes-ah kenikmatan dan menekan kepala Felix, semakin terbenam melahap bulatan kenyal itu.
"Owh..."
Felix menghisap pucuk di dada Lisa dengan sangat rakus seperti bayi.
Kemudian Felix berjongkok, masuk kedalam rok selutut yang di pakai Lisa, dia membuka kain segitiga milik Lisa.
Felix tertegun melihat pemandangan yang sangat indah itu, Felix langsung membenamkan wajahnya dibawah perut Lisa, dia melahap sumber kenikmatannya, memainkan lidahnya dengan sedikit menengadah.
"Felix... hhh..!"
Lisa nampak kegelian tapi begitu membuatnya melayang.
Felix membuka kakinya dengan sedikit lebar membuat Felix lebih leluasa menyusupkan lidahnya ke bagian terdalam, lalu mengi*sapnya.
"Ahhh... Felix."
Lisa merasakan ada yang tumpah dibawah sana, dia menekan kepala Felix agar semakin memperdalam lu-ma-tannya. Badannya bergetar seakan tersengat aliran listrik.
Felix melepaskan semua pakaian Lisa, dia menggendong gadis cantik dan membaringkannya di atas kasur.
Felix membuka celananya, sehingga nampak senjatanya yang begitu gagah dan berotot.
Felix memposisikan dirinya berada di atas Lisa, Lisa nampak menegang saat merasakan ada benda tumpul sedang bergerak masuk ke dalam dirinya.
Lisa menjerit begitu merasakan milik Felix berhasil masuk ke dalam, namun bukan Felix namanya jika tak bisa membuat wanita melayang.
Setiap gerakannya membuat Lisa menggila, pria itu pintar sekali membuat Lisa terbawa mencapai nirwana, dia telah dibuat basah beberapa kali.
"Owh... lebih cepat Felix!"
Bukan hanya dilakukan di kamar, mereka juga melakukannya di kamar mandi.
Lisa duduk di atas pinggang Felix yang sedang bersandar dipinggiran bathup. Kini Lisa yang mendominasi permainan, dia terus bergerak dengan perlahan membuat Felix mende-sah.
Felix membantu Lisa mempercepat gerakannya dengan memegang kedua pinggang Lisa dan membantunya bergerak.
Felix menyambar buah semangka Lisa yang meloncat-loncat karena gerakan Lisa yang begitu cepat.
Lisa memperlambat gerakannya dan sedikit membungkukkan badan membiarkan Felix menyesap buah da da nya. Lisa memeluk kepala Felix yang terus melahap dua bulatan di dadanya itu.
"Ohh Felix!"
Lisa kembali mempercepat gerakannya di atas pinggang Felix, menciptakan gelombang air di dalam bathup terus ikut bergerak-gerak sampai ada yang tumpah ke luar bathup .
"Arggghhtt... " Keduanya mengerang secara bersamaan saat sama-sama menumpahkan sesuatu di diri mereka.
Felix memeluk tubuh Lisa yang sedikit melemas karena sudah mencapai pelepasannya.
Setelah selesai bercinta, mereka pun mandi bersama di dalam bath up.
"Makasih Felix, aku senang melakukannya dengan kamu, baru kali ini aku merasakan bagaimana nikmatnya kencan ini seperti orang dewasa."
Felix memeluk Lisa yang sedang duduk di pangkuannya, "Iya sama-sama, Lisa. Aku juga senang melakukannya bersama kamu."
Felix dan Lisa pun saling bertukar senyum dan kencan pun berakhir.