Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 40 | Juan (III)



...Juan (Selesai)...


# 10 September 2008 (malam)


Malam hari yang dingin karena hujan, Felix pergi ke minimarket namun, disana terjadi penganiyaan terhadap penjaga toko atau Juan.


Maka, dia pun memutuskan untuk membantu nya.


Saat Victor melesatkan pukulan kearah Juan yang tidak melawan sedikit pun. Lalu, Felix pun menahan pukulan tersebut.


Victor yang penasaran dengan sosok yang menghentikan nya dia sontak menoleh ke belakang dan terlihatlah sosok yang tidak asing bagi Victor.


"Apa yang kamu lakukan, Bedebah?!"


"Itu pertanyaan ku, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu ingin mengutang tapi tidak bisa."


Mendengar makian itu, Juan membuka mata dan terlihat lah sosok pemuda tampan yang tidak asing baGinya.


"Felix?"


Felix pun memberikan senyuman kecil lalu, mendorong Victor dari atas Juan hingga membuat nya tersungkur.


"Bdebah! Beraninya kamu ikut campur. Aku akan menghabisi mu," ucap Victor seraya beranjak diri kembali.


Felix tersenyum kecil, "Coba saja."


Melihat sikap Felix itu, Victor semakin terprovokasi dan melanjutkan serangan nya.


Felix pun memasang kuda-kuda boxing untuk menyambut serangan Victor.


Dan, Victor pun melepaskan pukulan kearah Felix. "Mati kau!"


Felix pun tersenyum seraya menghindar kesamping dan menyerang balik dengan pukulan lurus yang mana kemampuan itu didapatkan dari Jin Seong.


Buk!


Sebuah pukulan keras tepat mengenai ulu hati hingga membuat Victor terduduk dengan memegang dada nya dan geram kesakitan.


"Bedebah!" seru kesal Victor yang melihat kearah Felix dengan menahan rasa sakitnya.


Felix pun juga menatap tajam Victor seraya berkata.


"Aku harap kamu tidak menganggu orang yang sedang bekerja. Kamu mengerti?"


Setelah itu, Felix menoleh kearah Siska yang dimana dia sedang terpesona dengan Felix.


"Kak Siska, bantu pacar mu ini untuk pergi dari sini!"


Saat mendengar seruan Felix, Siska pun tersadar. "Iya."


Siska sontak menghampiri Victor dan membantu nya berdiri lalu, mereka pun pergi meninggalkan Felix dan Juan.


Felix pun bernafas lega karena permasalahan sudah selesai. Lalu, dia berbalik badan dan memberikan tangan nya.


"Juan, kamu baik-baik saja?"


Juan tidak menerima tangan Felix malah dia merebahkan diri di tanah dengan menghadap langit yang diguyur hujan dan membentang kan kedua tangan nya.


"Felix, kenapa kamu selalu membantu ku? Asal kamu tahu, aku berbeda dunia dengan mu."


Felix yang mendengar itu, dia menarik tangan nya lalu, tersenyum.


Setelah itu, duduk disamping Juan dan ikut rebahan ditanah. "Aishh ... Apa maksud mu kamu di dunia berbeda. Kita sama-sama di bumi dan yang membedakan hanya kamu menyerah kepada diri mu sendiri."


Juan yang mendengar itu sontak termotivasi dan menoleh kearah Felix. Namun, Felix masih melihat ke langit.


"Dahulu, aku juga menyerahkan dalam hidup dan lebih melarikan diri dari semua nya. Namun, berakhir dengan penyesalan. Lalu, aku mendapatkan kesempatan kedua dan bertekad untuk tidak menyerah dalam hal apapun."


Felix menoleh ke arah Juan dengan memberikan kalimat terakhir nya, "Maka dari itu, tidak ada alasan untuk membantu teman."


Juan tersenyum kecil, "Teman? Kalimat yang sudah lama tidak kudengar. Tapi, terimakasih, Felix."


"Sama-sama."


Setelah itu, Felix dan Juan kembali ke minimarket. Felix membeli beberapa makanan ringan dan minuman. Lalu, pergi meninggalkan Juan.


Juan yang termotivasi dengan perkataan Felix. Dia pun memulai olahraga seusai dengan saran dari Om Olahraga atau Felix dewasa.


Meski memiliki tekad yang membara, fisik Juan yang gemuk tidak mengikuti tekad nya. Dia akan ingin push up kesulitan untuk mengangkat lagi badan nya bahkan ...


Pret!


Suara kecil keluar dari pntat Juan.


Dan, disaat yang bersamaan. Juan mendengar suara tawa kecil dari seorang wanita.


Menyadari itu, Juan sontak melihat kedepan yang dimana dia melihat ada gadis cantik dengan pakaian mewah sedang berdiri dihadapan nya. Juan pun tersipu malu dengan wajah yang memerah.


Lalu, Juan menenangkan diri dan bangkit berdiri dengan sikap siap menyambut gadis cantik tersebut.


"Selamat datang!" sapa tegas Juan.


Gadis cantik itu tersenyum kecil dan berjalan kembali menunju barang yang ingin dibeli nya. Sedangkan, Juan kembali ke meja kasir.


Tak lama kemudian, gadis cantik itu kembali ke meja kasir dan membayar belanjaan nya. Setelah itu, salah satu belanjaan isotonik diberikan untuk Juan.


"Ini untuk mu. Semangat ya olahraga nya!"


Juan pun tersenyum malu apalagi mengingat pertemuan nya yang kurang menyenangkan namun, dia menerima nya. "Terimakasih."


# 11 September 2008 (malam / Felix 28)


Pada malam itu Felix yang bertubuh dewasa sedang lari malam untuk menurunkan berat badan dan membentuk otot nya. Lalu, suatu malam Felix berkunjung ke minimarket untuk istirahat dan disambut oleh Juan.


"Selamat datang, Om!"


"Oh, penjaga kasir. Bagaimana kabar mu?"


"Baik, Om," jawab Juan dengan semangat.


Felix tersenyum seraya berjalan ke barang yang ingin di belinya yakni minuman segar. Ditengah membeli itu, Felix melanjutkan pertanyaan nya.


"Bagaimana olahraga nya lancar?"


"Hehehe ... Lancar, Om," jawab Juan dengan tawa kecil yang membuat Felix tidak yakin dan menghela nafas.


"Ahuufuu ..."


Meski Felix sebenarnya tidak memiliki pengalaman melatih seseorang namun, berkat kemampuan Photography memories nya. Felix teringat akan beberapa komik yang pernah dibaca nya.


"Seperti nya, aku bisa melakukan itu kepada Juan. Mungkin, aku harus melakukan sedikit drama."


Lalu, Felix mengambil beberapa barang yang diperlukan nya dan pergi ke meja kasir.


"Felix, apakah kamu ingin bisa cepat kuat? Om punya solusi nya."


Mendengar itu, Juan menjadi bersemangat saat mendengar nya. "Benarkah, om. Bagaimana cara nya?"


"Menjadi Operator."


Juan terheran dengan ucapan Felix, "Operator? Orang yang jaga warnet?"


"Bukan. Tapi, seseorang yang dibayar saat menjalankan Quest atau misi tertentu."


Mendengar itu, Juan pun tidak percaya dengan perkataan Felix. "Aishh ... paman jangan bercanda memang nya ada hal-hal seperti itu. Sekalian aja memiliki kekuatan super."


"Jika kamu memiliki bakat itu tidak menutup kemungkinan," jawab santai Felix.


Saat Felix menjawab nya dengan santai, Juan semakin penasaran. "Eh? Apakah benar-benar ada?"


"Jadi, bagaimana? Apakah kamu mau?"


Juan pun mengingat tentang keadaan adiknya dan kebutuhan nya yang kekurangan. Maka dia pun bertanya kepada Felix.


"Kepada siapa aku menjadi operator? Berapa bayaran?"


Lalu, Felix pun memberikan cincin kepada Juan. "Gunakan ini!"


"Apa ini?" tanya Juan seraya menerima cincin pemberian Felix.


"Ring Of Quest. Jika mengunakan ini, aku akan memberikan mu Quest yang kamu harus menyelesaikan dan aku akan membayar mu. Tentu nya. Lalu, tenang saja. Aku tidak akan memberikan perintah untuk melakukan kejahatannya atau tindakan tidak manusiawi. Lagipula, jika kamu tidak berkenan. Kamu bisa menolak nya."


"Baiklah, aku terima."


"Dan, satu lagi. Aku akan meminjamkan 10 juta rupiah sebagai modal awal dan kamu bisa melunasi nya dengan menjalan misi. Apakah kamu mengerti?"


"Iya, saya mengerti. Tapi, saya belum tahu nama paman."


"Aku Felix. Mohon kerjasama, Juan!"


"Iya, pak. Mohon bimbingannya juga!" jawab Juan.


Setelah itu, Felix pun mengambil barang yang dibeli nya dan meninggalkan minimarket.


Melihat Felix yang sudah berjalan jauh, Juan pun menghela nafas panjang. "Ahufuu ... Kenapa orang yang nama nya Felix itu aneh-aneh ya?"


Juan pun melihat kearah cincin hitam dengan garis biru dan mengingat perkataan Felix.


"Jika, kamu siap menjadi operator, kenakan cincin ini! Maka Asisten System akan membantu mu."


Juan tersenyum sendiri, "Mungkin kah hal itu ada seperti film-film saja. Tapi, lebih baik aku mencobanya."


Juan pun mengenakan cincin itu dan tiba-tiba sebuah suara wanita muncul didalam jiwa.


Kling!


[Operator System telah terinstal .... Selesai.]


[ID: OP002. Juan telah terdaftar.]


Juan terkejut saat mendengar nya. Namun, lambat laun Felix pun mengerti dengan operator System dan Juan Anggota pertama dari kelompok Operator terbentuk yang dibuat oleh Felix sendiri.


Dan, Operator 001 sendiri ialah Felix dengan tubuh remaja nya.


^^^Juan (Selesai)^^^


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kling!


[S-Banking: 10.000.000 rupiah telah dikeluarkan untuk Operator 01. Saldo: 27.133.100.000 rupiah.]


Kling!


[15.000 digunakan untuk pembelian Operator System. Saldo: 104.164G]