Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 30 | Bad Genius Girl, Lisa



...Bad Genius Girl, Lisa....


# 15 Agustus 2008.


Di pagi yang cerah, bu Anastasia masuk kelas dengan membawa setumpuk kertas ujian di tangannya lalu, setibanya di meja guru. Bu Anastasia menaruh buku tersebut.


"Semua nya. Ujian Minggu pertama dimulai!" seru Bu Anastasia dengan tatapan tajam.


Salah satu lagi sistem kurikulum gila di sekolah Utopia yaitu setiap senin akan diadakan Ujian 3 mata pelajaran dan bila mana seorang murid di Kelas Internasional mendapatkan nilai dibawah 75 lebih dari tiga kali ujian maka murid itu akan dikeluarkan.


Mendengar ucapan Bu Anastasia, semua murid pun terdiam dan mempersiapkan mental nya sambil membagikan kerta ujian.


"Ujian Dimulai!" seru Bu Anastasia.


Felix dan lainnya pun memulai mengisi kertas ujiannya. Ujian pertama merupakan ujian Matematika dan dia pun dengan mudah menyelesaikan nya dalam waktu kurang dari satu jam.


Begitu pun kedua ujian lainnya, Fisika dan Kimia. Bagi Felix mengerjakan ujian merupakan sesuatu yang mudah namun, berbeda dengan beberapa murid yang mana ada diantara mereka yang mendapat contekan dengan beragam cara.


Felix yang melihat itu, dia pun membiarkan nya. Namun, dia tidak tahu bahwa di sekolah itu memiliki perdagangan kunci jawaban yang didalangi oleh murid terpintar di sekolah Utopia, Lisa.


3 Tahun yang lalu ...


Di Tokyo, Jepang sedang diadakan olimpiade matematika terlihat disana seorang wanita berambut pendek perwakilan New Indonesian sedang mengerjakan soal-soal nya.


Sebuah alat tulis gabungan pulpen dan pencil yang digunakannya untuk menjawab soal-soal nya. Gadis terlihat lebih muda dibandingkan peserta lainnya.


Bagaimana tidak, gadis itu masih berumur 14 tahun namun dengan mudahnya mengerjakan soal-soal yang mungkin berada di tingkat Sekolah menengah atas juga tingkat mahasiswa kejuruan Matematika.


Tidak hanya itu saja, Gadis itu pun mengerjakannya 100 soal yang diberikan hanya dalam waktu sejam saja dari satu jam empat puluh menit.


Disaat sudah selesai, gadis itu pun memberikan kepada pengawas ujian dan beberapa hari kemudian, pengumuman pemenang pun diberitahukan bahwa peraih medali emas dalam olimpiade matematika berasal dari New Indonesian, Lisa.


Berkat penghargaan itu, Lisa mendapatkan beasiswa di Sekolah Utopia.


Lisa pun tidak mudah bergaul dan pada hari pertama nya, Lisa berkenalan dengan Han Neul. Saat itu, Han Neul ingin masuk club drama namun persyaratan untuk masuk club drama harus memiliki nilai rata-rata 8.5 sedangkan Han Neul jauh dari nilai itu.


Lisa yang sudah merasa dekat dengan Han Neul dan secara kebetulan Lisa serta Han Neul satu kelas. Lisa pun menawarkan untuk memberikan contekan.


Han Neul tentu sangat senang dan pada hari ujian, Han Neul mengunakan penghapus untuk menulis semua jawaban dan memberikan kepada Han Neul.


Han Neul pun sontak menulis semua jawaban nya dan dia pun masuk ke dalam club drama.


Sesudah itu, Han Neul memperkenalkan Lisa kepada pacarnya, Hirano.


Hirano yang sebelumnya sudah mendengar tentang kemampuan Lisa. Dia pun menawarkan untuk membeli jawaban dari Lisa 5 juta rupiah setiap ujian nya.


Lisa yang hidup hanya dengan mengandalkan ibunya yang membuka usaha rumah makan kecil sontak dia pun menerimanya.


Sejak saat itu, Lisa pun memberikan contekan kepada Han Neul dan Hirano yang kali ini bukan dengan penghapus namun dengan gerakan Lisa di setiap menitnya sesudah Lisa menyelesaikan jawaban dalam waktu sejam.


Dan, setahun pun berlalu. Lisa sudah kelas 11 yang kali ini, Lisa meminta penambahan klien dari kelas lain dan Hirano pun menyetujuinya.


Karena banyak nya klien hingga Lisa membuat kelompok yang bernama kelas piano Lisa dan saat ini, dia menempati kelas 11-B.


Sewaktu jam pulang sekolah, Felix yang ingin pulang ke rumahnya. Dia melihat sebuah buku yang terjatuh.


"Lisa. Nama yang unik," ucap pelan Felix.


"Hei, itu buku milik ku." suara gadis menegur Juan.


Felix pun menoleh arah asal suara dan melihat seorang gadis berambut pendek yang tersenyum kepadanya.


"Oh, iya. Maaf," jawab Felix seraya berjalan menghampiri Lisa. Lalu, saat sudah ada didepan Lisa. Felix pun memberikan buku itu kepada Lisa, "Ini bukumu."


"Iya, terimakasih. E..." ucap Lisa yang terputus seraya melihat Felix.


"Aku Felix. Siswa kelas 11-D kelas internasional," ucap Felix yang memberikan tangannya.


"Seperti yang dibuku. Aku Lisa. Siswi kelas 11-B High Elite Class," jawab Lisa yang menerima tangan Felix dan memberikan senyuman.


"Salam kenal ya, Lisa."


"Salam kenal juga Felix."


Felix dan Lisa pun saling bertukar senyum.


...#18 Agustus 2008...


Pada saat ini seluruh berkumpul untuk melihat hasil ujian mingguan mereka yang terpampang di majalah dinding besar sekolah.


Para murid ini berantusias karena hasil itu menentukan peringkat ke kantin semakin tinggi peringkat maka makanan yang dijadikan akan semakin enak dan begitu juga sebaliknya.


Salah satu murid yang berkumpul ialah Lisa dan Han Neul yang dimana menampilkan Felix peringkat pertama sedangkan, Lisa menduduki peringkat kedua dengan hasil ujian yang sempurna namun perbedaan di nilai olahraga yang berbeda satu poin saja.


Hasil itu tentu membuat Lisa tersenyum sendiri, "Ehh ... aku tidak menyangka akan ada seseorang yang bisa mengalahkan ku." Lisa pun mengingat kejadian sewaktu dirinya bertemu di lorong sekolah dan berkenalan dengan Felix. "Felix kah seperti nya dia pria yang menarik."


"Iya, dia juga menduduki peringkat pertama dalam ujian tes masuk kelas internasional," sambung Han Neul yang saat itu sedang berada disamping Lisa.


"Oh, begitukah. Aku jadi penasaran dengan nya," jawab Lisa yang tersenyum lebar.


"Cie ... sepertinya ada yang jatuh cinta nih," ledek Han Neul.


"Tidak, aku hanya senang bertemu dengan saingan yang membuatku bersemangat."


Han Neul menyenggol dikit Lisa, "Alah, alasan saja. Wajar kok jatuh cinta dengan Felix. Dia tampan dan pintar. Semua siswi disini banyak yang terpesona dengan nya."


"Yee, apa sih. Lagipula aku suka cowo yang kegantengan kaya dia. Pasti dia tuh playboy," jawab Lisa.


"Aku yakin kamu akan jatuh ke pelukan nya juga," sambung ledek Han Neul.


"Apa coba," jawab kesal Lisa yang berbalik dan meninggalkan Han Neul.


Lisa terus melangkah menuju perpustakaan untuk mengoreksi jawaban-jawaban sebelum nya dan setibanya disana, ada yang membuat langkah nya berhenti yakni adanya Felix yang sedang belajar bersama seorang siswi yang sedang tidur disamping Felix. Siswi itu tidak lain Rachel yang terus menempel pada Felix. Meski begitu, Felix tidak terlihat terusik dengan kehadiran nya.


Melihat Felix yang sedang membaca buku, Lisa sontak tersenyum seraya melipatkan kedua tangan nya.


"Dia memang sosok pria sempurna namun, aku tidak akan kalah dari nya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...