Reborn Genius

Reborn Genius
Reborn Genius | Bab 42. Lisa (II)



...Lisa (II)...


# 15 September 2008


Pada pagi itu, Felix dan Lisa naik kereta menuju Metro Bandung untuk berjalan-jalan. Selama di kereta, Lisa terus bercerita tentang kisah-kisah nya disamping Felix yang mana kisah itu membuat Lisa tersenyum dan tertawa. Felix yang melihat itu, dia pun juga mengikuti nya.


Sampai pada cerita terakhir, Lisa terdiam. Felix yang melihat itu, dia mempertanyakan nya.


"Lisa ada apa?"


Pertanyaan Felix itu membuat Lisa tersipu malu dengan menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jarinya.


Sikap Lisa itu membuat Felix semakin khawatir, "Lisa, ada apa? Apakah kamu sakit?"


Lisa menggelengkan kepalanya. Lalu, dia pun berkata dengan pelan tanpa melihat Felix.


"Hei, Felix, bisakah kamu menjadi pacar sehari?"


Felix yang mendengar itu, dia pun terkejut. "Apa? Pacar sehari?"


Lisa menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.


"Seperti yang kamu ketahui dari buku itu. Umur ku sudah tidak akan lama lagi dan aku ingin merasakan apa itu pacaran. Juga ..." Lisa melihat kearah Felix. "Aku percaya kamu pria yang baik-baik."


Sebenarnya Felix terkejut bukanlah menolak keinginan Lisa namun, dia tidak menyangka bahwa perkataan itu akan diucapkan oleh gadis sepintar dan sepolos Lisa menurut pendapat nya.


Felix juga merasa bersalah jika dirinya dikatakan sebagai pria yang baik-baik bahwasanya Lisa tidak tahu, Felix bukanlah pria baik-baik. Maka Felix menjawab ...


"Lisa, sebenarnya aku bukanlah pria yang baik. Apakah kamu masih bersedia menjadi pacar sehari?"


Disaat yang bersamaan, sistem memberikan laporan.


Kling!


[Game Of Love: Target ketiga ditemukan bernama Lisa. Apakah anda ingin menambah nya kedalam target Game Of Love? Iya / Tidak.]


Felix tanpa ragu menjawab [Iya].


Kling!


[Game Of Love: Anda telah menambahkan Lisa sebagai Target. Semoga dia cinta sejati anda!]


Felix kembali melihat kearah Lisa yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Felix yang melihat jawaban itu, dia sontak mencium kening Lisa.


Kling!


[Game Of Love: Anda mendapatkan 1.000G dari mencium kening. Saldo: 105.164G]


Kecupan Felix itu membuat Lisa terkejut dan mendorong pelan Felix, "Apa yang kamu lakukan?"


Meski Felix terdorong namun, dia tidak marah melainkan tersenyum kecil begitu juga Lisa yang memalingkan wajah nya kesamping dan tersenyum.


Setelah membuat kesepakatan menjadi pacar sehari, Felix dan Lisa berjalan seperti sepasang kekasih yang dimana Lisa berjalan dengan memeluk tangan Felix seraya berjalan seirama.


Di kota itu, Lisa mengajak ke beberapa tempat wisata alam karena Lisa sangat menyukai pemandangan alam.


Felix sendiri ingin memberikan kesan kencan yang istimewa bagi Lisa.


Kling!


[Game Of Love: Total akumulasi bergandengan tangan mendapatkan 850G dan bonus 500G. Saldo: 106.514G]


Sore harinya, Lisa mengajak Felix untuk makan di restoran dengan pemandangan alam dan memesan banyak makanan.


Felix yang memahami kondisi Lisa, dia pun mempertanyakan nya.


"Lisa, kamu yakin makan disini?"


"Felix, tenang saja. Karena kamu pacar pertama ku. Aku ingin memberikan kencan yang istimewa dan aku selalu bermimpi untuk makan bersama dengan kekasih ku di tempat ini."


Mendengar itu, Felix dan Lisa saling bertukar senyum.


Malam hari nya, langkah Felix dan Lisa berhenti di depan hotel mewah.


"Ah, itu dia," ucap Lisa seraya menunjukkan hotel.


Lalu, Felix yang melihat itu. Dia terheran.


"Eh? Kita menginap di sana? Kamu yakin."


Lisa tersenyum kecil seraya menjawab, "Ku putuskan untuk menghabiskan tabungan ku sebelum aku mati." Lisa pun melanjutkan langkah nya. "Ayo buruan!"


Setibanya di Lobby, Felix menunggu Lisa yang sedang mengurus kamar nya namun, terlihat ada masalah.


Memahami itu, Felix pun menghampiri Lisa.


Lisa sontak menoleh kearah Felix, "Seperti nya ada kesalahan."


"Kesalahan apa?"


"Kamar yang sebelumnya ku pesan sudah terisi penuh," jawab Lisa.


"Oh, begitu. Jadi, bagaimana?"


"Seperti nya kita harus mencari hotel yang lain," jawab Lisa dengan senyuman kecil.


Lalu, resepsionis yang mendengar pembicaraan itu sontak menundukkan kepalanya, "Mohon maaf ini kelalaian kami."


Felix pun mengalihkan pandangannya kearah resepsionis.


"Apakah benar-benar tidak ada yang kosong?"


"Sebenarnya kamar VVIP kosong namun memiliki harga yang cukup mahal permalam nya."


"Aku pesan kamar itu dan ..." Felix mengambil kartu ATM nya dan memberikan nya kepada resepsionis. "Gunakan ini!"


"Baik."


Kling!


[S-Banking: Anda telah mengeluarkan 10.000.000 rupiah untuk keperluan pribadi. Saldo: 27.123.100.000 rupiah.]


Lisa yang melihat itu, dia pun menjadi sedikit kesal.


"Ah, kenapa kamu yang bayar sih? Ini kan-"


Sebelum menyelesaikan Felix sontak memotong nya. "Sudah sewajarnya seorang kekasih membantu kekasih nya yang sedang kesulitan."


Lisa sontak memerah saat mendengar ucapan Felix dan dia pun menerima tindakan Felix tersebut.


Sesaat kemudian, mereka pun naik ke kamar nya yang dimana kamar itu sangat luas yang t terdiri dari dua ruangan.


"Wuahh ... Luas nya! Katanya ini kamar yang paling bagus! Bahkan ada ruang tamu dan meja makan!" Lisa pun berjalan kearah jendela. "Indahnya."


Setelah itu, Lisa menaruh tas nya dan melemparkan diri diatas kasur. "Wuahh ... Empuk banget."


Felix yang melihat kesenangan Lisa, dia pun ikut tersenyum kecil.


Lalu, Lisa melihat kearah Felix yang masih diatas kasur. "Karena tahu kita akan tidur seranjang. Rasanya itu jadi mendebarkan, kan?"


Felix tersenyum kecil, "Sedikit. Kalau kamu?"


"Ah, aku .... Berdebar-debar. Hihi."


Lalu, Lisa pun beranjak dari kasur nya.


"Baiklah, aku sekarang mau mandi! Mau mandi!" ucap Lisa seraya memancing Felix.


Felix yang mendengar itu, dia pun tersenyum kecil. "Iya, duluan saja."


Lisa pun tersenyum dan melangkah ke kamar mandi. Lalu, didalam kamar mandi. Dia pun bernyanyi dan mandi berendam di bathtub.


Felix pun beranjak duduk di sofa menunggu Lisa dan tidak lama kemudian, Lisa keluar dari kamar mandi.


Lalu, Felix menoleh kebelakang seraya bertanya, "Lisa, ka-" ucapan Felix berhenti saat melihat Lisa yang berdiri disamping Felix hanya dengan mengenakan handuk melilit tubuh nya dan tersenyum.


"Felix, mau kah kamu melakukan itu dengan ku disini?"


"Eh?" kaget Felix.


Seusai mengatakan itu, Lisa memalingkan wajah merah nya kesamping.


Felix yang memiliki jiwa dan ingatan umur 28 tahun sontak paham dengan maksud perkataan Lisa tersebut.


Felix juga sadar, tubuh dan wajah yang diberikan oleh sistem merupakan sosok pria yang sempurna dan pasti nya banyak gadis yang akan bersikap agresif kepada nya terutama teman sendiri. Namun, keputusan ada di Felix yang sebelumnya dia tidur dengan Irene karena alasan kontrak.


Kini, apakah Felix harus tidur dengan gadis hanya alasan agar dia mendapatkan pengalaman pertama sebelum meninggal dunia? Meski begitu, Felix mengerti hal yang akan dilakukan untuk menyembuhkan penyakit diri nya dengan mengunakan sistem. Bukan karena naf-su.


Felix pun beranjak dari kursi dan menghampiri Lisa. Lalu, memegang kedua bahu Lisa.


"Lisa, kita baru kenal dan aku bukan lah pria baik-baik. Apakah kamu yakin?"


Lisa yang wajah nya memerah, dia mengangguk kepalanya. Lalu, melihat kearah Felix dengan menitihkan air mata dia berkata, "Felix, izin aku menjadi wanita dewasa untuk semalam saja. Karena aku tidak mungkin bisa meras-"


Sebelum menyelesaikan ucapannya, Felix menutup bibir nya dengan ciuman. Lisa yang awalnya terkejut, dia pun akhirnya menerima kecupan lantaran pesona Felix sungguh luar biasa, apalagi ciuman Felix begitu membuatnya melayang dan hasrat Lisa bangkit, membuatnya menikmati ciuman mereka malam ini. Bahkan ingin melakukan lebih dari sekedar ciuman.


Bersambung ... Lisa (III)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...