Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 33 | Membantu sesama tidak boleh setengah-setengah



...Membantu sesama tidak boleh setengah-setengah....


...# 2 September 2008 (Malam)...


Pada malam itu, Felix sedang berjalan sendiri pulang ke rumah nya dengan berjalan kaki.


"Ahuaaam ... Lelah!" Felix menguap dengan jalan yang malas.


Felix sebenarnya bisa saja ke sekolah dengan mengunakan mobil atau motor namun, dia tidak ingin memamerkan kekayaan nya di sekolah meski kebanyakan murid disana saling beradu kekayaan. Felix tetap tidak bergeming untuk tetap bersikap sebagai murid biasa yang bahkan Felix dianggap miskin oleh beberapa murid di sekolah nya.


Felix berjalan lemas seperti itu lantaran dia habis merayakan keberhasilan ekskul game nya dengan makan bersama di sebuah restoran yang tidak begitu mahal.


Saat Felix berjalan ke jalan yang sepi, dia pun berpapasan dengan pria pengemis tua yang kurus dan kotor bahkan saat berjarak dua meter saja, bau tidak sedap tercium. Pengemis itu sedang duduk melamun tidak melakukan apapun, dia hanya menatap ke depan.


Melihat sosok nya, Felix pun menjadi iba kepada nya. "Kakek yang kasihan," gumam Felix.


Sesaat mengatakan itu, sang kakek pengemis sontak melihat Felix dengan tatapan nya dengan mata melotot dan seakan-akan marah kepada Felix.


Mungkin orang umum akan takut di tatapan itu namun, tidak dengan Felix. Dia menghampiri dan bertanya kepada pengemis tua tersebut.


"Kakek, apa yang bisa ku bantu?"


Pengemis tua itu sontak memegang tangan dan menatap melotot. Meski begitu, Felix membalasnya dengan senyuman.


"Kakek?"


"Cu, berikan kakek makanan. Kakek sudah tiga hari tidak makan."


Felix yang mendengar itu, dia pun melihat dari atas sampai bawah kaki yang dimana sekalipun Felix memberikan makanan pada malam itu. Pengemis tua itu pasti tidak akan menemukan makanan lagi dihari esoknya lantaran penampilan nya. Memahami situasi itu, Felix pun memutuskan untuk membantu nya.


Hal ini berdasarkan pelajaran dari sang ayah bahwasanya membantu sesama tidak boleh setengah-setengah.


"Aku akan memberikan kakek makan namun, sebelum itu. Bagaimana kalau kakek membasuh diri?" jawab Felix dengan senyuman.


Melihat ketulusan Felix, sang kakek menjadi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah itu, Felix dan pengemis tua pergi ke POM bensin dan menyuruh sang kakek untuk memakai kamar mandi dan mandi disana.


Tidak hanya itu, Felix juga memberi beberapa alat mandi yang dibelinya di minimarket pom bensin. Lalu, Felix juga memberikan satu stel pakaian untuk sang kakek yang mana pakaian itu tersimpan di menu Inventori sebagai pakaian cadangan untuk bepergian.


Kling!


[S-Banking: 200.000 telah dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari. Saldo: 27.296.600.000 rupiah.]


Setelah itu, sang kakek pengemis sudah terlihat kakek pada umumnya sekeluarnya dari kamar mandi.


"Terimakasih, Cu. Kakek sudah lama tidak merasakan sesegar ini," ucap sang kakek pengemis dengan senyuman lebar.


"Sama-sama kek. Tapi, ini belum ke tujuan awal kita. Ayo kek! Kita makan."


Lalu, Felix pun mengajak sang kakek pengemis ke warung makan yang masih buka yang dimana warung itu sudah sepi pengunjung.


Setibanya disana, Felix dan sang kakek pengemis dihampiri pelayan restoran Padang.


"Selamat malam, Mas. Kakek! Mau makan apa? Disini atau dibungkus?"


Felix yang mendengar itu, dia menoleh kearah sang kakek pengemis. "Kakek, makan saja yang kakek mau dan boleh nambah sepuasnya?"


"Oh, iya," jawab sang Kakek.


Pelayan restoran yang mendengar itu, dia mempersilahkan sang kakek untuk memilih makanan dan sang kakek pun memesan banyak makanan dan menyantap nya dengan lahap.


Tidak hanya itu saja, sang kakek juga meminta beberapa nasi bungkus untuk dibawa.


Kling!


[S-Banking: 500.000 telah dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari. Saldo: 27.296.100.000 rupiah.]


Setelah itu, Felix dan sang kakek yang sudah kenyang keluar dari warung makan.


"Terimakasih, Cu. Kakek tidak akan melupakan kebaikan ini yang bahkan kebanyakan orang takut dengan kakek."


"Iya, kek. Sama-sama. Kakek tinggal dimana? Mau saya antarkan?"


"Tidak usah. Kakek sudah banyak merepotkan kamu dan Kakek merasa lega kemampuan kakek sudah menemukan pewaris nya."


Felix tidak mengerti dengan ucapan sang kakek, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Lalu, sang kakek berbalik badan dan berjalan meninggalkan sang kakek pengemis. Begitu juga Felix yang berjalan kearah berlawanan menuju rumah kontrakan nya.


Felix kembali menginap di kontrakan rumah putih lantaran ibu nya sudah sehat kembali dan bisa ditinggal oleh Felix.


Setelah beberapa langkah pulang, Felix pun teringat untuk memberikan uang bekal untuk hidupnya.


"Ah, iya. Uang sang kakek, belum aku berikan!"


Memahami itu, Felix sontak berbalik badan untuk memanggil sang kakek akan tetapi kakek itu sudah menghilang dan Felix yang mencoba sang kakek, dia tetap tidak menemukan.


"Kemana si kakek ya?" gumam Felix seraya melihat sekeliling namun, dia tidak menemukan nya.


Lalu, Felix pun memutuskan untuk kembali pulang dan beristirahat.


Sesaat Felix menutup mata nya. Dia membuka mata kembali dengan tubuh yang lebih segar dan semua rasa lelahnya hilang.


Felix pun bangun dengan keadaan setengah sadar dan tanpa busana sehelai pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Seusai itu, Felix pun bercermin dan ada sesuatu yang mengejutkan dirinya.


"Eh? Wajah ini bukan kah ...." gumam kaget Felix seraya memeriksa wajah.


Sebuah pria dewasa yang berbadan gemuk, tinggi 160, rambut yang gondrong dengan kumis serta janggut tipis. Sosok tubuh yang sudah lama tidak dilihat nya. Tubuh Felix yang berumur 28 tahun di masa waktu sebelumnya.


"Kenapa? Wajah ini sosok diriku di waktu sebelumnya!" Felix yang panik, dia pun bertanya kepada Viki. "Viki, apa yang terjadi kepada ku?"


Kling!


[Tuan, anda telah mendapatkan kemampuan khusus Double Body. Biaya Konsultasi: 10G. Saldo: 119.364G]


Felix pun teringat akan komik yang pernah di baca yang mana memiliki dua tubuh yang sama dengan satu kesadaran hingga membuat Felix sontak berbalik kembali ke kamar nya.


Setibanya disana, Felix pun benar-benar terkejut bahwasanya tubuh Felix di waktu ini sedang tertidur pulas diatas kasur nya.


"Yang benar saja." Felix mengangkat tangan kanan yang gemuk. "Aku benar-benar memiliki dua tubuh dan terlebih lagi, tubuh ini bukan lah tubuh yang sempura seperti di komik melainkan tubuh ku diwaktu sebelumnya yang meninggal dunia di laut."


Felix yang masih panik sontak menenangkan diri dan dia coba mengingat-ingat penyebab kejadian tubuh ganda dan teringat lah kejadian disaat Felix menolong sang kakek pengemis lalu, sebelum pergi kakek itu mengatakan ...


"Kakek merasa lega kemampuan kakek sudah menemukan pewaris nya." Felix pun mendapatkan kesimpulan. "Yang berarti, kakek itu juga memiliki dua tubuh."


Di Amerika Serikat, terlihat gedung pencakar langit dan disalah satu ruangan seorang Pria yang sudah paruh baya mengenakan jas, dasi dan meski, Pria itu sudah paruh baya. Tubuh nya masih terlihat gagah dan wajah nya masih berkarisma yang mana saat ini dia sedang duduk di tengah depan dengan puluhan eksekutif nya di sisi kanan dan kirinya.


Lalu, Pria paruh baya itu tersenyum kecil. "Aku tidak menyangka masih ada pemuda yang begitu baik dan sampai kurang kerjaan seperti itu. Aku harap pemuda itu bisa memaksimalkan potensi nya," batin pria paruh baya dengan senyuman kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...