Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 38 | Juan (I)



...Juan (I)...


# 8 September 2008 (Felix 15 ).


Sudah beberapa pekan Felix sekolah di Utopia namun, dia sama sekali tidak menyangka di sekolah Elit seperti ini tingkat pembullyan juga tinggi.


Uang, kekuatan dan Kecerdasan adalah hal yang terpenting di sekolah ini jika tidak memiliki salah satu dari tiga hal itu maka dirinya akan dibully.


Di kantin tiba-tiba Felix dikejutkan dengan salah satu siswa yang menendang siswa gendut.


"Tendangan maut."


Buk!


Siswa gemuk itu terpental hingga terbentur kursi di dekat nya.


"Hahahaha ..."


Siswa yang menendang itu berasal dari Eskul musik, siswa yang selalu mengenakan kacamata hitam dia bernama ...


"Dia Bondan," ucap Rachel yang tiba-tiba muncul disamping Felix dengan tatapan kesal.


Rachel yang datang secara tiba-tiba membuat Felix terkejut namun, dia cepat tenang kembali bertanya.


"Siswa itu bukan kah ..." tanya Felix yang mengarahkan pandangan ke arah siswa gemuk.


"Iya, dia Juan. Siswa kelas biasa yang mendapatkan beasiswa dan bekerja paruh waktu di minimarket. Lalu, aku dengar dia juga terancam dikeluarkan," jawab Rachel dengan tatapan iba.


Juan yang dibully, dia pun mengambil paket makanan untuk Bondan.


"Hahaha ... Hei, bawakan kami makanan!" seru Bondan.


"Iya."


Juan pun mengambil makanan untuk Bondan dan kelompok nya.


Felix yang merasa iba terhadap Juan, dia pun menghampiri nya.


Rachel yang melihat itu, dia pun terheran. "Felix, apa yang kamu lakukan?"


Felix tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman kecil. Lalu, dia pun mengajak Juan.


"Juan, ayo kita makan bersama!" ajak Juan.


Juan yang melihat Felix, dia sontak teringat akan permintaan maaf Jin Seong di Minimarket yang mana dia melihat Felix disana.


"Kamu bukan kah yang di minimarket?"


Felix tersenyum, "Iya, aku Felix. Murid kelas 11-D."


Mendengar itu, Juan pun terkejut. "Kamu peringkat pertama kelas 11 internasional?"


"Iya, kurang lebih seperti itu."


Beberapa murid yang ada disekitar Felix dan Juan, mereka saling berbisik-bisik negatif lantaran Felix sosok pria tampan dan pintar mau berkenalan dengan sosok murid yang seperti Ba-bi.


Juan yang mendengar itu, dia menundukkan kepalanya dengan ekspresi pasrah.


Felix yang memahami situasi itu, dia pun menghela nafas panjang. Lalu, Felix menengahi nya.


"Ayo ambil makanan mu! Kita makan bersama."


Juan sontak melihat Felix, "Ta-tapi ... Aku harus ..."


Felix mengerti dengan situasi Juan maka, dia sontak mengambil satu nampan milik Bondan dan meletakkan kembali di meja kasir kantin.


"Aku rasa dia bisa ambil sendiri makanan nya," ucap Felix seraya menoleh kearah Bondan dengan tatapan tajam.


Bibir Bondan pun gemetar karena kesal dan melihat kearah Felix.


"Oi, memang nya siapa kamu? Hah!"


Felix yang mendengar itu, dia sontak menghadap Bondan dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku.


"Aku adalah teman nya Juan. Kenapa kamu melakukan ini?"


Melihat sikap sombong nya Felix, Bondan beranjak diri dan menghampiri Felix dengan kepalan tangan.


Sesaat kemudian, Felix dan Juan mendengar suara pemuda yang membela mereka juga.


"Oi, Bondan. Apakah kamu tidak memiliki kaki dan tangan untuk mengambil sendiri?!"


Mendengar itu, Felix dan Juan sontak menoleh kearah sumber suara yang mana suara itu berasal dari Jin Seong dan kelompok kecil nya yang berhenti disamping Felix dan menghadap Bondan.


Bondan yang melihat Jin Seong, dia pun sedikit tidak yakin akan pertarungan nya apalagi yang dia hadapi sosok murid yang terkenal kuat dengan mengalahkan Victor. Dia juga mengalahkan Jin Seong dalam sekali serang.


Memahami situasi nya itu, Bondan memutuskan untuk menghindari pertarungan.


"Iya. Ya. Gunakan ba-bi itu semau kalian." Bondan berbalik badan dan meninggalkan ruangan.


Felix yang melihat perubahan Jin Seong, dia menoleh dan memberikan senyuman kecil.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Jin Seong.


Felix menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Tidak apa-apa."


Cindy yang ada dibelakang Jin Seong sontak tersenyum melihat perubahan Jin Seong.


Setelah itu, Felix dan Juan makan bersama. Lalu, ditengah itu Juan bertanya sesuatu kepada Felix.


"Kenapa kamu bersikap baik dengan ku? Apakah karena kasihan? Jika begitu, hal itu tidak perlu."


"Karena aku juga merasakan apa kamu rasakan," jawab Felix.


Mendengar itu, Juan tersenyum kecil. "Merasakan yang ku rasakan. Sungguh bicara omong kosong." Juan sontak beranjak diri dan meninggalkan kursi makan nya. "Aku bisa melalui ini sendiri."


Setelah itu, Juan meninggalkan Felix dan lainnya keluar kantin.


"Apa-apaan sikap nya itu?!" gumam kesal Jin Seong.


...# 8 September 2008 (Malam)...


Ditengah malam, Juan terus memikirkan kejadian di kantin lantaran hal itu melihat tangan nya.


"Sebenarnya, apa yang sudah kulakukan? Bodoh. Kenapa aku menyalahkan orang lain yang iba kepada ku? Bodoh!"


Beberapa saat kemudian, datang Felix umur 28 yang dimana dia memakai baju olahraga satu stel dan lari malam. Namun, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak ke minimarket tempat Juan bekerja.


Juan yang melihat Felix masuk, dia pun sontak menyambut nya. "Selamat datang!"


Felix yang hanya memberikan senyuman kecil dan pergi ke mesin pendingin untuk membeli minuman. Lalu, kembali ke kasir dan memberikan barang yang ingin dibelinya.


"Semua nya 5 ribu."


"Iya, sebentar." Felix pun mengambil dompet nya dan memberikan 100 ribu kepada Juan, "Ini."


"Kemb-"


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Felix sontak memotong nya. "Kembalinya buat kamu saja berobat."


Juan yang mendengar itu, dia pun terkejut dan terheran. "Eh? Apa maksud paman?"


Felix tersenyum dan mengalihkan topik, "Untuk pengobatan mu waktu itu."


Mendengar itu, Juan sontak teringat akan kasus pencurian yang mana itu dilakukan oleh Jin Seong dan kelompok namun, mereka juga sudah meminta maaf atas perbuatannya.


"Ini tidak perlu paman, aku sudah jauh lebih sehat," ucap Juan yang masih terus ingin menolak.


"Aishh ... Kamu itu. Setidaknya, gunakan untuk makan enak."


Juan yang mendengar itu, dia sontak teringat akan adik perempuan nya, Yui yang mana dia dan adiknya hanya makan telur dan mie seharian. Maka dari itu, Juan pun menerima nya.


"Terimakasih."


Felix pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Lalu, beranjak meninggalkan kasir.


Akan tetapi, Juan yang mengingat kemampuan dari Felix dan postur tubuh nya yang hampir mirip. Dia pun memutuskan untuk meminta sesuatu.


Lalu, Juan beranjak dari kursi dan memanggil Felix.


"Paman, aku ingin kuat seperti paman. Tolong ajari aku! Aku mohon!" pinta Juan dengan membungkukkan badannya.


Felix pun terkejut dan menghentikan langkah saat ingin membuka pintu. "Eh? Mengajar? Bagaimana bisa? Semua kemampuan ku itu kan berkat sistem?" batin Felix yang langsung panik.


Sesaat kemudian, Felix pun teringat akan anime yang pernah di tonton nya pada masa waktu sebelum nya serta misi yang diberikan sistem.


Felix menoleh kebelakang seraya menjawab dengan ekpresi tenang, "Coba lah latih diri mu setiap hari dengan Push up 100x, Sit Up 100x, Squat 100x dan lari 10 km."


"Baik, aku akan laksanakan!"


Felix yang menjawab asal, dia hanya tersenyum paksa dan bergegas keluar meninggalkan minimarket.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...