
...Lisa dan Eskul game...
...# 21 Agustus 2008 (Sore)...
Saat ini Felix sedang berada di perpustakaan namun, dia tidak sedang baca buku melainkan membuat program untuk game yang dibuat nya.
Ditengah itu, Lisa datang dengan membawa buku-buku yang hendak dikembalikan nya dan ditengah langkah nya, dia melihat Felix yang sibuk depan laptop nya.
Lisa yang melihat Felix, dia sontak menghentikan langkah nya dan bergumam sendiri. "Bukan kah itu, Felix? Sedang apa dia?" gumam Lisa yang penasaran dengan pekerjaan Felix.
Lisa yang penasaran, dia pun menghampiri Felix. Sedangkan, Felix sedang serius mengembangkan game ciptaan nya sendiri sampai-sampai Felix tidak menyadari bahwa Lisa sedang berdiri disamping Felix sedang melihat apa yang dikerjakan oleh Felix.
Melihat Felix sedang membuat game, Lisa tersenyum kecil seraya berkomentar.
"Oh, kamu sedang membuat game. Menarik nya dan lucu."
Felix yang mendengar suara Lisa, dia pun menghentikan ketikannya sejenak dan menoleh kesamping yang dimana Felix terkejut melihat Lisa yang sedang melihat layar dan wajahnya sangat dekat dengan nya.
Lisa pun menoleh kearah Felix dan tersenyum kepadanya.
"Ehh ... Kamu Lisa, bukan?" ucap Felix yang sedang mengingat nama gadis disampingnya.
Lisa yang mendengar itu, dia pun tersinggung dan sontak mengembalikan posisi badan nya dengan berdiri serta melipatkan kedua tangan nya.
"Wuahh, kejam nya kamu telah melupakan ku. Aku Lisa. Waktu itu kita bertemu di lorong dan berkenalan selain itu..." Lisa menujukan jarinya kepada Felix, "Kamu telah merebut peringkat ku!"
Felix menghela nafas panjang dan kembali fokus ke layar laptop untuk mengetik sambil menjawab santai.
"Oh, begitu. Maaf."
Lisa pun tersinggung lagi dengan sikap Felix tersebut.
"Ge, kamu mengabaikan ku."
Melihat keseriusan Felix kepada pembuatan game nya, Lisa pun menjadi ikut tertarik.
"Sudah berapa persen pembuatan nya?"
Felix pun menjawab dengan pandangan masih fokus pada layar.
"Sudah 85 persen."
Lisa pun semakin tertarik dengan pekerjaan Felix terlebih lagi Lisa terkagum dengan Felix yang mengerjakan pembuatan game itu dengan ketikan cepat.
Maka dari itu, Lisa sontak duduk disamping Felix dan mengajukan diri nya.
"Felix, boleh aku bantu?"
Mendengar itu, Felix menghentikan pekerjaan sejenak dan menoleh kearah Lisa.
"Tapi, ini pekerjaan yang merepotkan. Kamu yakin?"
Lisa dengan senyuman kecil menjawab nya. "Jangan remehkan aku, bocah!"
Mendengar perkataan Lisa itu, Felix pun tertawa kecil. "Iya. Ya. Maaf."
Lisa pun juga ikut tertawa kecil seraya mengambil laptop dari ransel nya.
Lalu, mereka pun mengerjakan pembuatan game itu bersama-sama dan Lisa yang ahli dalam menggambar membuat pekerjaan Felix lebih cepat.
...# 21 Agustus 2008 (Malam)...
"Ahh, akhirnya selesai," gumam Felix dengan menyadarkan badan nya ke belakang kursi dan mengambil nafas lega.
Lisa pun tersenyum mendengar itu dan menoleh kearah Felix.
"Benarkan, kalo dikerjakan berdua pasti lebih cepat."
Felix sontak menoleh kearah Lisa, "Iya. Terimakasih, Lisa."
"Aishh ... Aku melakukan ini tidak gratis. Tapi, ada bayaran nya," jawab Lisa.
"Apa bayaran?" sambung tanya Felix.
Felix pun juga ikut tersenyum, "Baiklah. Apapun itu selama masih aku bisa, aku akan membayar nya."
"Terimakasih."
Felix dan Lisa saling bertukar senyum.
Dan, keesokan harinya. Ekskul game dikejutkan dengan sosok Lisa yang dimana Roman serta anggota yang lain merasa beruntung kedua dengan kehadiran dua murid Peringkat TOP berada dihadapan mereka.
Sejak itu, eskul game menjadi perhatian banyak murid terutama game mereka yang luar biasa saat di demonstrasi kepada murid lainnya.
Akan tetapi hanya satu siswi yang tidak senang dengan hadiran Lisa yakni Karina terlebih lagi kedekatan nya dengan Felix.
Sampai hari Festival tiba ...
...# 1 September 2008....
Beberapa saat kemudian, seluruh anggota ekskul game dari sekolah utopia pun tiba di festival game indie yang dimana Felix serta lainnya disuguhi oleh banyaknya orang disana.
"Luar biasa, aku tidak menyangka akan banyak yang hadir disini," kagum Lisa.
"Selain ada pameran game indie, hari juga banyak acara lainnya seperti live musik, kosplay dan masih banyak lagi," jawab Roman.
"Ayo kita masuk!" potong Felix sambil membawa beberapa barang.
Lisa menatap heran Felix, "Kenapa dengan dia?"
"Aku rasa dia gugup," jawab Roman.
"Mungkin saja," ucap Lisa yang tertawa kecil.
Tidak lama kemudian, Lisa dan lainnya pun masuk. Tim dibagi menjadi dua, Karina dan Tae Won bertugas menjaga serta merapihkan stand bazar. Sedangkan, Felix, Roman dan Lisa pergi ke ruang pertemuan yang mana acara presentasi game pun dimulai.
Kedua puluh peserta maju satu persatu termasuk tim Felix. Setelah beberapa peserta memberikan presentasi nya. Kini giliran tim Felix dan teman-teman nya, Juri beserta pengunjung yang ada di ruang pertemuan terkagum-kagum melihat game buatan tim ekskul game.
Melihat ekspresi para Juri dan penonton lainnya terlihat senang. Felix, Lisa dan Roman saling bertukar senyum.
Sesaat kemudian pengujian pun usai dan host kembali ke panggung.
"Mari kita sambut! Ketua dari tim Nexus, Roman! Silahkan naik keatas panggung!" seru Host.
Mendengar itu, Roman pun menghela nafas panjang untuk menenangkan ketegangan nya. Felix pun memegang bahu Roman dan menganggukkan kepalanya begitu pun Lisa, dia pun memberikan semangat.
"Semangat, Roman. Kamu pasti bisa," ucap Lisa.
Roman pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu, naik keatas panggung dan menerima mic yang diberikan oleh Host.
"Selamat pagi, Aku Roman. Ketua dari tim eskul game sekolah Utopia."
Sesudah perkenalan itu, salah satu juri meminta Roman untuk menjelaskan rincian dari game itu dan Roman pun menjelaskan semuanya. Lalu, salah satu juri ada yang meragukan keaslian dari game Roman tersebut.
"Bagaimana kamu bisa membuat game secepat itu bahkan membuat grafik dengan tipe seperti itu? Bukankah itu sesuatu yang rumit dan mahal! Tolong jelaskan padaku!" tanya salah satu Juri.
Lisa dan Felix itu sontak terkejut dengan pertanyaan menjebak seperti itu. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan Lisa sendiri hanya bisa memanjatkan doa.
Sesaat kemudian, Roman tersenyum dan menjawab nya dengan penjelasan bahwa dirinya memiliki AI Game yang merupakan AI ciptaan tim mereka sendiri disertai beberapa penjelasan lainnya hingga presentasi Roman pun berakhir
Mendengar itu para juri pun terkagum-kagum serta stand applause diikuti oleh semua penonton. Roman pun tersenyum dan membungkukkan badannya.
Sesudah itu, Roman kembali ke belakang panggung. Felix yang ada disana mengacungkan satu jempol begitu juga Lisa bahkan mengacungkan dua jempol kepada Roman disertai senyuman.
Roman pun membalasnya dengan senyuman.
Beberapa saat kemudian, pemenang pun diumumkan yang mana tim eskul sekolah Utopia menjadi juara pertama dalam festival game indie tahun 2008 dan mendapatkan 50.000 USD.
Tidak hanya itu saja, game The Lost Fighter Saga di beli hak cipta nya oleh Jewelcool yang akan berubah menjadi Lost Saga dengan harga yang Roman tidak sangka.
Selain itu juga klub game berhasil dipertahankan yang membuat Hirano kesal hingga melempar semua buku dan dokumen diatas meja.
"Sial! Ini semua karena pria rendahan si Felix itu!" geram kesal Hirano yang juga mengepalkan tangannya dengan kuat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...