Reborn Genius

Reborn Genius
Bab 76 | Kegiatan Gelap Wijaya Group (Akhir)



... Kegiatan Gelap Wijaya Group (Akhir)...


Lisa yang mengetahui bahwa temannya, Tiara dilarikan ke rumah sakit. Maka, dia pun pergi kesana.


Krekkk!!


Pintu terbuka dan Tiara melihat dari balik pintu itu Lisa yang datang.


“Tiara!” teriak kencang Lisa yang berlari lalu, memeluk Tiara.


“Lisa!!” jawab Tiara yang menangis saat melihat temannya tersebut.


Lisa pun juga tidak kuasa menahan air matanya dan mereka menangis bersamaan. Lisa datang tidak sendirian, dia bersama dengan pamannya, Katsuo. Dan saat melihat itu Katsuo tersenyum senang.


“Bagaimana keadaanmu, Tiara?” tanya Katsuo.


“Sudah lebih baik, Om,” jawab Tiara.


“Mungkin, ini bukan waktu yang tepat. Tapi, bagaimana kamu ada disana?” tanya Katsuo yang sedang melakukan interogasi.


“Jangan memaksakan dirimu, Tiara!” ucap Lisa yang memegang tangan Tiara.


Tiara menjawabnya dengan senyuman dan menganggukkan kepalanya.


“Begini …” Tiara pun mulai bercerita kronologis dirinya.


Pada awalnya Tiara tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Hirano yang ditemuinya saat berangkat sekolah. Hirano dengan bujuk rayu meminta Tiara mengikutinya. Saat dia dibawa ke dalam mobil, seseorang ada yang membiusnya dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.


Disaat Tiara membuka mata, dirinya terkejut bahwa dia ada disebuah ruangan dengan beberapa alat laboratorium dan dia disuntik pada tulang ekornya untuk diambil kromosom DNA nya yang membuat dirinya menderita.


Setelah itu, dia dikurung dengan beberapa gadis seumurannya. Setiap hari, mereka pun bergantian untuk diambil kromosomnya.


Bahkan, beberapa penjaga ada yang memaksa satu dari mereka dipaksa untuk melakukan hal tidak senonoh.


Saat menceritakan itu, Tiara yang sudah tenang. Dia menangis kembali dan Lisa memeluknya. Dan Katsuo menghela nafas panjang.


“Jadi, begitu ya. Tenanglah, Tiara! Kami akan menangkap dalang dari semua ini,” ucap Katsuo dengan wajah yang serius.


Kring … Kring.


“Sebentar, paman keluar dulu ya!” pamit Katsuo.


Lisa menoleh ke pamannya dan dia menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Katsuo keluar ruangan dengan mengangkat teleponnya.


Disaat Katsuo keluar, Tiara melanjutkan ceritanya dan dia pikir cerita ini tidak boleh diketahui oleh Katsuo.


“Lisa, kamu tahu siapa yang membunuh mereka semua dan menyelamatkan kami sebelum polisi?!” ucap pelan Tiara yang ingin memberitahu sesuatu.


“Siapa?” tanya penasaran Lisa.


“Felix,” jawab Tiara dengan tegas.


“Begitukah,” ucap senang Lisa dan tersenyum.


“Kenapa kamu tidak kaget Lisa?” tanya heran Tiara.


“Tidak, aku terkejut,” ngelak Lisa.


Tiara pun menceritakan pertemuannya dengan Felix. Disaat itu, mereka yang berada didalam ruangan terdengar suara keributan bahkan mereka mendengar suara tembakan disertai dengan jeritan. Hal itu membuat diri mereka ketakutan dan saling memeluk satu sama lain serta pasrah untuk mati pada saat itu.


Beberapa saat kemudia, suara-suara itu berhenti dan seseorang membuka pintu ruangan mereka.


Tiara dan lainnya mendengar suara dan melihat seseorang yang membuka pintu membuat mereka lebih ketakutan.


Tapi, saat seseorang masuk, Tiara terkejut bahwa sosok yang dikenalnya yang datang.


“Felix!” kaget Tiara.


Disaat Felix melihat salah satu teman sekelas nya dan beberapa gadis muda lainnya. Dia menghampiri mereka dan mereka ketakutan dengan kedatangan Felix


“Tenang aku bukan orang jahat, Kalian baik-baik saja?” ujar Felix yang menatap para gadis tersebut.


“Felix, kenapa lu bisa disini?” tanya heran Tiara.


“Aku tidak bisa menceritakannya dan yang jelas, kalian tetaplah disini. Pihak yang berwajib akan segera kesini dan aku mohon kepada kalian untuk tidak memberitahukan kepada siapapun,” ujar Felix.


Tiara dan lainnya pun menganggukkan kepala dan meninggalkan mereka.


Tiara pun menyelesaikan ceritanya dan dia menceritakan itu semua karena Lisa sahabatnya juga orang yang bisa menjaga rahasia. Namun, dari balik ruangan depan Katsuo mendengar semua cerita Tiara.


Katsuo yang sudah mendengar tidak menceritakan tentang Felix, dia pun masuk kembali kedalam ruangan dan Lisa dan Tiara berbincang seperti biasa. Katsuo yang melihat mereka sudah tenang dan terlihat senyum tawa dari Tiara. Dia pun memutuskan untuk meninggalkan mereka.


“Lisa, Tiara. Paman pergi dahulu ya. Ada pekerjaan yang harus paman kerjakan,” pamit Katsuo.


Lisa dan Tiara menjawab dengan anggukan kepala. Setelah itu Katsuo pergi meninggalkan mereka.


Beberapa jam pun berlalu, obrolan mereka tidak terasa sudah sore hari.


“Maaf ya, Lisa! Padahal malam ini adalah malam tahun baru,” ucap Tiara.


Lisa menggelengkan kepalanya.


“Tidak apa-apa, aku lebih memilih disini bersama sahabatku,” jawab Lisa dengan memegang kedua tangan Tiara.


“Kamu memang sahabat terbaik,” ucap Tiara dengan memeluk Lisa.


“Tapi, tetap saja ini sudah sore. Tenang aku sudah tidak apa-apa,” sambung Tiara yang melepaskan pelukannya.


“Yakin?!” ucap ledek Lisa.


Tiara menganggukkan kepalanya dan tidak lama kemudian, Lisa berpamitan dengan Tiara serta meninggalkan ruang rawat Tiara.


Pada saat diluar, langka Lisa terhenti di pintu masuk rumah sakit karena dia melihat Felix yang sedang tersadar di mobil hitam dengan tangannya dimasukan kedalam saku celananya serta tersenyum kepadanya.


Felix yang melihat langkah Lisa yang terhenti. Dia pun menghampirinya.


“Lisa, bagaimana keadaanmu?” tanya Felix dengan memegang bahu kanan Lisa.


“Sudah lebih baik, Felix,” jawab Lisa malu dengan memalingkan wajahnya kebawah kiri.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?” tanya Felix dengan tersenyum.


“Ehh, maksud kamu kita kencan?!” jawab Lisa yang melihat Felix yang berpikir bahwa Felix bercanda


“Ya, kurang lebih seperti,” jawab santai Felix


Lisa pun menjadi tersipu malu dan dia menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Setelah itu, Felix menggenggam tangan Lisa ke arah mobil serta membukakan pintu mobilnya untuk Lisa. Setelah itu, mereka pun pergi.


Kegiatan Gelap Wijaya Group (Selesai)