
...Peringkat adalah segalanya....
# 11 Agustus 2008.
Sistem Kurikulum dan Platinum Student telah menetapkan perubahan peraturan di kantin sekolah.
Hal itu membuat sebuah antrian panjang murid. Felix sedikit bingung namun, dia pun mengikuti barisan dan bertanya kepada murid yang ada dibarisan depannya.
"Barisan apa ini?"
Murid yang ada didepan Felix menoleh kebelakang, "Ini barisan untuk mengambil jatah makanan kantin dan antrian ini berdasarkan peringkat."
"Peringkat?"
"Benar, peringkat pertama sampai sepuluh akan mendapatkan jatah makanan lebih banyak begitu pun sebaliknya jika kamu peringkat rendah maka, kamu akan mendapatkan makanan lebih sedikit."
Tidak lama kemudian, ada 10 murid yang langsung naik keatas salah satunya ketua Platinum Student, Hirano Hirano dan dia pun masuk kedalam kantin dengan mudahnya.
Felix pun terheran dengan kelompok itu, "Kenapa mereka bisa masuk dengan mudah nya?"
"Ah, mereka Murid Platinum yang memiliki fasilitas tersendiri disini."
"Murid platinum? apa maksudnya?"
Siswa itu pun membisikan jawabannya, "Mereka para murid konglomerat juga terbaik di kelas 12 Utopia High school."
Felix yang mendengar itu tersenyum masam, "Sistem yang membosankan."
Seusai menjawab itu, siswa itu pun berkenalan dengan Felix. "Ngomong-ngomong, Saya Roman kelas 12 - 1 biasa."
"Aku Felix. Kelas 11- D."
Mendengar nama Felix, Roman pun terkejut. "Apa kamu Felix Megantara dari kelas Internasional?"
"Iya, aku ada di kelas 11 - D."
"Tunggu, berarti kamu peraih peringkat pertama dalam tes ujian masuk itu?" tanya Roman dengan suara keras hingga terdengar oleh murid lainnya hingga semua mata tertuju kepadanya dengan berbagai macam ekspresi.
Felix pun mengingatkan daftar nilai kelulusan yang dimana Felix mendapatkan peringkat pertama sedangkan untuk peringkat Kedua dipegang oleh Hirano dan peringkat ketiga dipegang oleh Kim Ha Neul. Mereka berdua merupakan murid platinum dari sekolah Utopia yang baru saja Felix lihat.
Felix pun menjawab nya dengan santai, "Iya, kebetulan saja aku mendapatkan peringkat pertama."
Selain itu, Roman juga mengingat sesuatu, " Tunggu! kamu juga yang duduk di sampingku, bukan? Mungkinkah kamu juga yang menyelesaikan rubik ku."
"Hehehe ... itu hanya iseng saja."
Roman pun sontak terkagum-kagum. "Bro, biarkan saya jadi fans pertama mu.
Guru yang sedang mengawasi barisan masuknya kantin melirik dan melihat kearah Felix yang saat itu masih dibawah. Lalu, dia melihat daftar peringkat yang dimana Felix menduduki peringkat pertama dalam tes. Maka, Guru itu pun sontak menghampiri Felix.
"Kamu Felix Megantara?" tanya pak Guru.
"Iya, pak."
"Masuklah, kamu mendapatkan kan prioritas untuk masuk lebih awal ke kantin."
Felix pun memasukan kedua tangannya di kantong celana nya dan menjawab dengan Santai, "Tidak perlu. Saya ikut mengantri saja."
Guru pun tersenyum remeh, "Siswa Felix, ini sudah ketentuan. Jadi, kamu harus masuk terlebih dahulu." ucap paksa pak Guru.
"Jika begitu, izinkan dia!" Felix menunjuk kearah roman. "Dan, dia." Felix menunjuk kearah barisan paling belakang yang mana disana ada Karina.
Karina pun terkejut dan menunjuk kearah dirinya sendiri.
"Tapi ...?"
"Dia Karina. Siswi yang mendapat kan peringkat 10 di tes ujian masuk. Sedangkan, Roman. Dia teman baik ku. Bagaimana? apakah aku bisa mengunakan hak prioritas ku?"
Ucap Felix yang menantang guru itu. Guru pun tersenyum dan menolak pinggang dengan tatapan tajam kearah Felix.
Roman pun tersenyum senang begitu juga Karina dan, mereka pun masuk kedalam kantin.
Setibanya didalam, kelompok murid platinum mendengar perdebatkan Felix yang membuat Hirano menatapnya.
"Siapa dia?" tanya Hirano.
"Dia Felix Megantara yang mendapat kan peringkat pertama di tes ujian masuk dan dari rumor yang berjalan, dia berasal dari Metropolis Jakarta juga di Sky high school," ucap siswa platinum yang lain.
"Mungkinkah, dia pria sempurna yang dirumorkan itu," sambung siswi lainnya.
"Ternyata dia lebih tampan jika dilihat langsung," sambung Ha Neul.
"Jadi, dia kah Felix Megantara," gumam Hirano dengan mengepal keras tangan nya.
...# 12 Agustus 2008...
Pada hari itu di jam istirahat, Felix yang sedang makan di kantin. Dia dihampiri oleh tiga murid yang memiliki emblem Platinum Student.
Platinum Student sendiri merupakan sebuah kelompok resmi di sekolah yang memiliki wewenang penuh dalam pengurusan murid. Platinum Student sendiri memiliki struktur kerja sama seperti Osis namun, yang membedakan adalah uang dan kecerdasan.
"Kamu Felix Megantara?" tanya salah satu siswa platinum.
Felix yang sedang makan bersama Rachel dan beberapa rekan nya, dia sontak melihat kearah siswa tersebut.
"Iya, ada apa?" tanya Felix.
"Bisa ikut kami ke ruang Platinum Student?!" seru siswa platinum yang lain.
Sebenarnya Felix malas untuk menurutinya namun, dia juga tidak ingin membuat masalah apalagi dengan orang kaya seperti Murid Platinum maka, hal itu membuat Felix menghela nafas panjang.
"Baiklah, aku akan ikut kalian."
Sesaat kemudian Felix pun memutuskan untuk pergi ke ruang Platinum Student bersama ketiga murid platinum.
Dan, Felix pun tiba di ruang Platinum Student namun ruangan itu berbeda dari ruang OSIS pada umumnya sekolah. Ruang Platinum Student di Utopia High school lebih mirip seperti ruang istana yang berada di Eropa lengkap dengan benda-benda klasik bahkan ada sebuah grand piano berwarna putih disisi ruangan.
Lalu, Felix melihat Hirano Hirano sedang duduk di kursi sofa besar bersama dengan Ha Neul yang berada di sofa samping nya.
"Jadi, kamu Felix Megantara?" tanya Hirano.
"Iya, ada apa memanggil ku?" tanya datar Felix.
Hirano tersenyum sambil melipatkan jarinya dengan membentuk segitiga di tangan nya yang menempel bibir nya.
"Saya tidak suka bertele-tele dan langsung ke inti nya. Felix bergabunglah di Platinum Student."
"Alasannya?" jawab dingin Felix.
Ha Neul yang berada disampingnya tertawa kecil, "Hahaha ... pria yang menarik! Hei, Felix! banyak murid disekolah ini berebut untuk masuk ke Platinum Student. Tapi, kamu seakan-akan meremehkan. Hahaha ..."
Hirano yang mendengar itu, dia hanya tersenyum kecil lalu menjawab pertanyaan Felix.
"Sederhana saja. Karena kamu peringkat ke peringkat pertama yang bahkan bukan dari sekolah ini ataupun luar negeri dan itu sangat membanggakan New Indonesian."
Felix pun tersenyum kecil dan sekilas, dia pun mendapatkan sebuah rencana yang mana jika dirinya masuk OSIS maka dirinya akan hidup nyaman disekolah.
"Begitukah, aku terharu mendengar nya dengan senang hati dan terima kasih telah mengundangku."
Hirano pun tersenyum lalu, dia pun beranjak dari kursinya dan menghampiri Felix. Lalu, memberikan tangannya.
"Kedepannya mohon kerja samanya."
"Iya, mohon kerjasama nya juga," jawab Felix seraya menerima tangan Hirano dan mereka pun saling berjabat tangan.
Sejak saat itu, Felix pun secara resmi menjadi anggota Platinum Student.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...