Over Power

Over Power
Akhir dari Season 1



Akademi kini telah berubah semenjak Sean berhasil merevormasi sistem yang dahulunya berpusaka kepada status keluarga sekarang terbuka untuk menghargai semua kalangan dalam visi setara.


Jadi mengurangi penindasan terhadap kaum yang bukan bangsawan sehingga untuk tahun-tahun kedepannya bakal banyak kalangan umum dapat bergabung ke Akademi IU tanpa takut mengkhawatirkan masalah diskriminasi lagi.


“Waw jadi ini asrama baru kita!” lega hati Kanmu meletakkan barang bawaannya.


“Sungguh, tempat ini yang akan kita tinggali mulai sekarang, ya. Mantap. Uhahaaaaa. Sofanya empuk banget.” Oval melompat lalu berguling, biasa anak kaum rebahan.


“Tak ada yang melewati garis terlarang ini mengerti!” Yoona antusias sudah menguasai lantai dua, ia memasang garis merah dengan semangat yang luar biasa.


“Jadi mau nikmatin pemandangan indah di atas sana sendirian ya,” sindir Zack yang baru sampai di bibir pintu.


“Lihat asrama baru kita, begitu elegan dan mempesona!!!” Ester bertingkah dengan versi bancinya saat baru sampai di dalam asrama megah itu.


“Baiklah teman-teman hidup kita mulai dari sekarang akan damai sentosa.” Boby membuka kulkas lebar dengan 2m dan tinggi 5m yang penuh dengan persediaan makanan.


“Ini semua berkat tuan muda kita.” Zack menepuk bahu pria tinggi 185cm dengan stylish reben hitam.


“Okey, mari kita hirup udara baru ini.”


*


“Ha! maksud paman aku harus pulang ke kediaman keluarga sekarang!! Emangnya ada apa ya?” Sean lagi menerima panggilan dari Paman Xiao Chen.


“Ya, ada hal yang sangat besar terjadi di sini. Kamu harus pulang!”


“Oke baiklah.” Sean mematikan smartphone nya.


“Kamu mau kemana?” Zack bertanya.


“Ada urusan mendesak dari keluarga,” jawab Sean.


“Bukannya kita lagi ngadain pesta nobar nih kak, emangnya ada urusan apa?” Boby bicara sambil ngemil makanan ringan super di pangkuannya.


In focus menembakkan sinar yang berfungsi memperlihatkan tayangan film di layar tancap, nampak sekeluarga asrama megah itu emang lagi merayakan kehidupan baru mereka.


“Aku juga tidak tahu, makanya harus ke sana. Nikmati saja kehidupan baru kalian ini, aku pergi dulu ya,” ujar Sean bergegas menuju motor moge yang terparkir di luar gedung asrama.


“Hati-hati di jalan.”


Ngebut. Motor yang dikendarai Sean bermerek Neiman Marcus Limited Edition Fighter sangat cepat melaju di jalan raya. Meliuk-liuk seperti pembalap profesional.


Kediaman keluarga Xiao.


Kakek Sean berada di suasana canggung yang luar biasa menghadapi dua pemimpin keluarga besar sekaligus. Dengan dua putri mereka yang juga panas bertengkar mulut dalam satu ruangan pertemuan itu.


“Asal kamu tahu ya, kami sudah di tunangkan dari kami lahir!” Xin yu meluapkan semua emosinya dalam ucapan itu.


“Ha? Emangnya gua pikirin. Dia adalah orang yang aku cintai, ciuman pertamaku yang membuat dia mendapatkan hak pewarisan es absolut keluarga Wen yang mana dalam tradisi keluarga dia wajib untuk menikahi aku!” Wen Qing tidak mau tahu.


Melihat dua putri itu berdebat, membuat dua Ayah yakninya keluarga Zhang dan Wen geleng-geleng kepala. Hanya diam membisu, menyaksikan debat panas itu.


“Tuan muda datang!” teriak suara pengawal dari luar sana, sampai terdengar ke dalam ruangan pertemuan.


Wen Qing dan Zhang Xin Yu terpaksa menjeda perdebatan mereka terlebih dahulu.


“Akhirnya kamu tiba.” Paman Xiao Chen yang baru habis pulang kerja menyambut kedatangan Sean.


“Oh, paman bukannya lagi sibuk akhir-akhir ini,” sapa Sean.


“Syukurlah hari ini tugas saya selesai, jadi cepat pulang.”


Xiao Chen menepuk pundak Sean dengan tatapan iba. “Kuatkan dirimu mulai dari detik ini. Ikut paman!”


“Ha? Emangnya ada apa paman?”


Sean mulai kebingungan. Ia mengikuti langkah Xiao Chen kemanapun mengarah pergi di kediaman keluarga hingga berhenti di depan sebuah pintu dari bangunan tradisional China yang awet.


”Ada apa sih kok bulu kudukku tiba-tiba merinding di depan pintu ini?”


“Kamu kenapa? Masuklah duluan,” ucap Xiao Chen mempersilahkan.


Ketika pintu itu terbuka Sean pun terkejut langsung disambut dengan pertanyaan dari dua putri kasta brahmana.


“Kamu pilih siapa?” Serentak Xin yu dan Wen Qing.


“Apa apaan ini.”


Dirundung dalam kepanikan menghadapi dua Ayah dua putri dalam satu ruangan, keringat dingin mulai membanjiri dada.


Duduk satu sofa dengan dua wanita berebut cinta. Bagian kanan Zhang Xin Yu lalu kemudian bagian kiri Wen Qing.


Sean pusing dengan dua pilihan itu. Setelah duduk mengobrol bersama kakek, pemimpin keluarga Wen dan pemimpin keluarga Zhang. Akhirnya Sean paham dengan situasi.


“Nak, coba kamu pikirkan ini adalah masalah keturunan keluarga kami yang dipertaruhkan,” sahut Paman Wen dengan raut wajah cemas.


“Nak, apa kamu tidak menghargai keputusan ibumu dan kesepakatan keluarga kami?” ucap Paman Zhang dengan ekspresi yang sama.


Dua ayah calon mertua mendadak saling menatap satu sama lain dengan aura mengintimidasi. Membuat Sean makin pusing dengan keadaan.


“Harap tenang dulu, ya.”


Paman Xiao Chen tiba-tiba nimbrung di perdebatan panas itu.


“Kalau begitu kenapa kita tidak menikahkan mereka bertiga saja sekaligus.”


Xin yu dan Wen Qing saling menatap dengan ekspresi terkejut.


Ucapan dari Xiao Chen membawa kepada titik terang dalam masalah ini. Seakan mendapatkan hidayah secara bersamaan, Ayah mertua Wen dengan Ayah mertua Zhang sama-sama mengatakan. “Benar juga ya.”


“Hahahahahaha.” Kakek tua Xiao tertawa terbahak-bahak yang langsung diikuti dua pimpinan keluarga besar itu.


Canda tawa mereka mengisi ruangan sembari menikmati teh jamuan Bibi Ziyun.


“Keputusan sudah bulat diantara kami bertiga, bagaimana nak Sean?”


Sekarang semua keputusan akhir diserahkan kepada Sean. Semua mata orang di ruangan itu tertuju hanya kepadanya.


Berfikir dua kali Sean menanyai dirinya dalam diam. Larut dalam keresahan Sean tahu kalau perjalanan pernikahan istri dua pasti tidak akan berjalan mulus semulus satu istri.


Yang satu karena perjodohan sejak dulu dan itu keputusan Ibu. Ia merasa tidak mungkin akan mengecewakan keinginan ibunya yang sudah tiada dan yang kedua nasab keturunan keluarga Wen dipertaruhkan dan oleh karena itu nyawanya terselamatkan.


“Baiklah, aku memutuskan ....”


Suasana semakin tegang, greget. 'Gluk' Membuat ketua mafia menarik lidah.


“Aku tidak akan ....”


Cemberut mulai terlihat di wajah semua orang saat ada kata tidak.


“Tidak akan menggugat hasil keputusan.”


Melepas nafas lega, semuanya menerima hasil keputusan itu dengan damai.


“Jadi keputusan sudah benar-benar bulat kalau kalian bertiga akan menikah,” ucap Kakek Sean.


“Mari kita bersulang.” Ayah Wen Qing pecahkan suasana dengan mengajak ketiga pemimpin keluarga itu bersulang.


“Bersulang!”


Satu jam berlalu Kakek Xiao serta dua Ayah mertua memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu. Dengan titah mereka bertiga kalian tidak boleh meninggalkan bangunan itu semalaman. Wajib karena ada yang pengawal yang mengawasi di sekeliling bangunan itu.


Xin yu menatap wajah Wen Qing dengan tersenyum begitu juga dengan Wen Qing. Tangan Sean di gandeng dengan erat oleh Xin yu begitu juga dengan Wen Qing, semakin erat dan semakin erat.


Sean hanya bisa menerima nasib dengan mengambil nafas dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan. Hilangkan stres ini dengan cara pelan dan damai.


“Sean apa pendapatmu terhadap kami?” Xin yu memulai percakapan antara mereka bertiga.


“Apa kamu tidak ingin menikahi kita bardua? Kok kamu terlihat tidak senang?” Wen Qing menatap serius.


“Jika bukan karena kalian berdua, mungkin sekarang aku sudah tiada. Aku sangat senang dengan hasil keputusan ini.” Sean tersenyum.


“Benarkah?” Serentak.


“Ha .... emmmm. Iya. Benar. Ya benar sekali, ha, haha," agak hambar mas Sean menanggapinya.


Melihat raut dua wajah wanita itu kurang yakin, Sean pun berdalih. “Ehem ... ehem.”


“Menikahi dua bidadari sekaligus, apakah surga sedang berpihak kepada ku?”


“Ara, ternyata calon suamiku bisa nge gombal ternyata ya,” goda Wen Qing.


“Belajar dari mana?” gurau Xin yu.


“Sejak takdir mempertemukan ku dengan kalian berdua.”


“Yang bener.” Wen Qing mengambil inisiatif untuk memeluk Sean.


“Hei curang!!” Xin yu yang keberatan mendorong Wen Qing.


“Aduh, kamu iri ya.” Wen Qing mencibir Xin yu.


“Siapa bilang?” Xin yu mencium pipi Sean.


“Waaaah, apa apaan itu. Mencari kesempatan dalam kesempitan ya kamu!”


“Bleeeek. Queen yang dingin kok bisa-bisanya cemburu aneh?”


“Apa katamu!”


Sean pun hanya bisa diam melihat pertengkaran tiada ujung itu berlangsung. Sambil pasang raut wajah sebal. “Sungguh rintangan yang berat.”


“Seandainya tidak ada pertemuan ini kamu pilih siapa!” ujar mereka berdua serentak.


“Ha????”


.


.


.


.


Sebuah tempat antah berantah dengan langit hitamnya menyelubungi daratan bagaikan dunia lain. Entah bagian bumi apakah ini?


“Garnet, Ekposidos, Ber-nyat. Baru cuma segini yang baru terkumpul??” Suara makhluk itu sungguh mengerikan, sosok di luar nalar. Iblis!


“Maaf paduka, anak buah kami yang membawa lima batu yang sudah terkumpul tertangkap di China.”


“Kalau begitu kumpulkan semua pasukan kita untuk menyerang China!” Tatap tajamnya seakan bisa mencabut nyawa.


“Ba-baik paduka Raja ...” Makhluk aneh yang menghadap kepadanya berlari ketakutan keluar dari kastil.


“Ummmm, setelah semua batu terkumpul. Maka tidak akan ada lagi yang bisa mengalahkan aku!”


To be continued : bersambung ke Season dua



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Salam hangat untuk para readers Over Power dari Author.💖


Terima kasih atas dukungannya juga sudah menyempatkan diri untuk membaca karya ini, saya sungguh sangat bahagia dengan kehadiran kalian. 🤓


Untuk melanjutkan ke S2. Mungkin butuh banyak pertimbangan lagi mengingat peforma karya ini.


Maaf sebesar-besarnya jikalau selama ini saat anda membaca ada beberapa hal yang membuat anda kurang nyaman. Mohon dimaklumi ini adalah karya tulisan tangan saya yang pertama.


Tolong berikan kritikan dan saran kalian, sehingga saya dapat berubah pada S2. Juga ceritakan lah kesan baik maupun buruk kalian kepadaku tentang novel ini, saya akan dengan senang hati mendengarkan.


Paling penting dan wajib untuk para readers setia seri novel ini berikan adalah komentar kalian apa alasan untuk melanjutkan karya S2 nya.


Happy day and happy reading 🤓


Terima kasih semuanya.