Over Power

Over Power
Frankenstein



Tap ... tap ....


Deru langkah cepat pria bermasker hitam masuk kedalam hotel lewat pintu belakang saat salah satu pegawai hotel tengah membuang sampah, ia sama sekali tidak menyadari ada orang lain yang masuk setelah ia membuka pintu belakang itu.


Santai tangannya menggarap seragam putih pelayan hotel penghidang makanan tergantung di gayutan pintu depan WC dapur. "Syuuuut" resleting seragam naik. Sekilas keluar dari dapur sosok dirinya berubah dengan masker putih, siap mengantar kan pesanan lantai tujuh tempat acara pesta berlangsung.


"Hei yang disana!" teriak koki gendut. Apakah dia ketahuan?


Pria yang menyamar ini pun mengambil langkah sok akrab. "Ada apa pak?" ucapnya dengan berhati-hati tidak memperlihatkan sesuatu yang akan menimbulkan kecurigaan.


"Macam mana kau, ... obat pesanan dari boss Kim lupa kau bawa. Jangan sampai ketahuan siapa-siapa. Cepat berangkat." Bisik koki itu penuh kerahasiaan.


Sekali dayung dua pulau terlampaui, pria itu tak tahan ingin tertawa terbahak-bahak. Kalau seperti ini ceritanya bakal sukses besar.


Masih berakting rekan kerja, dia mengambil obat itu. "Terima kasih." Lekas pergi dengan terburu-buru sambil mendorong kereta keranjang makanan hidangan mewah hotel Frankenstein.


Rencana yang sangat berjalan dengan mulus, si penyamar mendorong kereta itu penuh rasa pendalaman karakter seperti sudah terbiasa dengan pekerjaannya sebagai pelayan hotel.


Tingnung.


Bel kecil lift yang dinaiki berbunyi setelah sampai di tempat tujuan, lantai tujuh. Jeludup! si Kim sudah menunggu kedatangan orang pesanannya pengantar obat keji. Sudah bersekongkol, Kim Soo Hyun ini mempunyai jaringan yang luas, sampai ke Koki hotel Frankenstein. Pria itu langsung mendapati sosok Kim yang menunggu karena Koki yang ada dibawah telah menghubungi bahwa obat pesanan akan segera tiba.


Dirinya merasa berada pada kesuksesan untuk mencelakai Lisa namun sebaliknya, ia sama sekali tidak sadar Sean sudah mengawasi dan lebih berencana untuk dirinya atas niatan busuk.


"Tuan ini gelas untuk nona, dan ini gelas untuk tuan, silahkan dinikmati hari indahnya," sodor pria itu menyerahkan dua gelas berisi air anggur hasil fermentasi yang bisa memabukkan.


"Hei bro yang gelas ini kan." Kim Soo Hyun minta kepastian dengan nada suara berbisik.


"Betul Boss."


Kim Soo Hyun langsung beranjak kegirangan kedalam aula pesta, mencari target dan memulai aksi busuknya sebagai pria yang tak ada akhlak. Tidak dapat perempuan yang diinginkan karena nafsu, berani mengambil langkah iblis untuk menyelesaikan, pikirnya setelah hal itu terjadi nanti nasi sudah menjadi bubur, Lisa pasti tak bisa berdalih lagi, dan tidak akan bisa lepas dari genggamannya.


"Helo Lisa, apa kabar?" sapa si Kim dengan senyum palsu.


"Jangan ganggu waktuku." Balas sinis Lisa melanjutkan bersosialisasi dengan teman artis wanitanya.


"Minum ini aku tak akan ganggu lagi, apa salahnya menerima tawaran dari teman, kan." Alisnya naik sebelah memberi isyarat pada salah satu teman artis wanita yang habis bertegur sapa dengan Lisa.


Wanita itu pun menanggapinya."Iya Lisa, apa salahnya meminum tawaran teman."


Ragu-ragu Lisa menggerakkan jemarinya menerima gelas dari Kim Soo Hyun. "Hanya minum ini saja, kan."


"Iya hanya minum itu saja," ucap Kim Soo Hyun mempersilahkan, di balik hatinya. "Haha, akhirnya karir kau akan jatuh Lisa dibawah pijakan ku."


"Mari bersulang ..." ajak Kim Soo Hyun pada artis yang berkumpul disekitar sana.


"Mari ..." (mengucap serentak)


Melihat semua orang disekitar bersulang dan meminum bir yang mereka pegang, hal ini memberikan doktrin dorongan untuk Lisa meminum bir pemberian Kim Soo Hyun.


Selepas Kim Soo Hyun minum, semua yang menghormatinya pun juga ikut berhenti, begitu pun Lisa juga berhenti minum dan meletakkan gelasnya di atas meja pesta.


Tampak dari kejauhan, sosok pria bermasker putih itu melepaskan penutup wajahnya dengan menengadah tersenyum licik lurus kepada Kim Soo Hyun yang lagi bersuka ria di tengah pesta ini. Dia lah Sean.


"Waaah, ini cocok sekali jadi artis model perusahaan aku! Lebih tampan dari semua pria yang pernah kulihat," teriak kagum batin wanita karir yang sedang duduk santai dimeja, tepat bersampingan dengan Sean yang lagi meneruskan aktingnya sebagai pelayan pengantar hidangan menyuguhkan makanan kemeja-meja.


"Ukh ... apa apaan ini, kenapa badanku panas?" Kim Soo Hyun mulai resah mendapati rasa aneh menjalar kesekujur badan, pikirannya melayang-layang penuh dengan nafsu birahi yang memuncak.


"Hei kau kenapa, minum sedikit anggur saja sudah K.O dimana letak wajah seorang Kim Soo Hyun?" humor salah satu artis mendekat menepuk bahunya dengan menertawai hal yang sedang dialami Kim Soo Hyun


"Minggir kau bren*sek." Lantang suara Kim Soo Hyun emosional, membuat semua orang menatap kearahnya dengan tatapan tidak suka.


"Aku dikerjai sama pelayan itu!" Murka Kim Soo Hyun, tergopoh-gopoh keluar dari aula pesta sembari dibantu salah satu anak buah nya yang menunggu.


"Kau kenapa Boss?"


Kim Soo Hyun menggocek smartphone yang ada di saku lalu kembali menelepon Koki tadi.


"Hei kau, siapa orang yang sudah kau kirim?" bentaknya di telepon.


"Maaf Boss, kejadiannya tidak disadari ada penyusup ..." terus terang koki itu dan menjelaskan segala hal yang telah terjadi selepas koki itu mendapati pegawainya yang kesusahan mencari seragam tergantung.


"Cari dia!" Perintah Kim Soo Hyun kepada ketua koki.


"Haaaaaah, sial!! Antar aku ke kamar!" lanjut memerintah pada anak buah yang sedang membopongnya.


****


Sean yang terancam, mengambil langkah pasti untuk kabur dengan keluar dari tempat ramai itu, dengan santuy membuang seragam pelayan hotel dan beralih ke mode normal dengan jaket dan masker hitam sembari mencari jalan keluar. Sayangnya wanita karir yang sudah lama memperhatikan gerak-gerik Sean ikut mengikutinya dengan bawaan dua bodyguard. Apakah ini akan mendatangkan hal baik atau buruk?


Tingnung.


Lift untuk kebawah terbuka, Sean segera masuk kedalam lift begitu juga dengan wanita itu bersama dua bodyguardnya, tidak disadari Sean bahwa sebenarnya mereka mengikutinya dari aula pesta.


Tingnung, lift menunjukkan lantai satu. Sean pun keluar dengan gerakan bergegas. "Oi, mau kabur ya." Suara itu menghentikan langkah Sean. Di depan sana jalan sudah dihambat oleh para petugas hotel.


Wanita yang mengawasi Sean dari tadi akhirnya paham apa maksud dengan gerak-gerik dari cowok sasarannya ini, ia pun mengambil inisiatif pendekatan awal, beraksi seolah-olah menyelamatkan Sean.


"Maaf pak, dia ini salah satu bodyguard ku, anda salah paham." Wanita itu maju angkat bicara pada petugas.


"Apakah anda adalah direktur PJ entertainment! Putri pemilik Hotel ini, kan." Hormat petugas itu. "Maaf nona kami salah paham, awalnya kami kira ada penyusup seperti yang dikatakan oleh kepala koki," lanjutnya dengan penuh permintaan maaf.


Sean kebingung kenapa perempuan ini menyelamatkan dirinya? Lantas apa motif dari wanita berlevel tinggi ini mau turun tangan untuk orang berlevel rendah sepertinya.


To be continued