
Menerima sesuatu kenyataan lebih mudah dikatakan dari pada dilakukan, karena ada banyak hal di dunia ini yang sulit untuk diterima. Ingat dunia tak selebar luas mata yang memandang.
__________
Burung-burung berkicau di sepanjang atap dan pepohonan penghijauan cinta paru-paru bumi gerakan pemerintah, menemani perjalanan langkah menikmati segarnya pagi dengan berlari mengambil nafas, alangkah indah bertegur sapa dengan tetangga yang juga menikmati hari yang cerah ini.
Sepatu sport olahraga Ayah menjadi referensi utama beserta kostum jogingnya, bertukar nafas dengan embun pagi sambil mengenakan parasut Adidas, Sean memulai rutinitas baru.
Menyakukan alamat kantor cabang U.H.P South Korea di saku, ia terus berlari alih-alih berolahraga pagi, walau telah berlari lebih dari 20 km badannya tidak merasa lelah sama sekali. Bukti kekuatan tubuh baru ini memiliki power di atas rata-rata.
Lama dan semakin lama tubuhnya semakin memanas dan terus merasakan perkembangan, tidak terasa penat tapi makin ringan untuk digerakkan. Apa lagi rahasia di sebalik kekuatannya? jika ingin menjadi lebih kuat maka mau tidak mau Sean harus bisa memecahkan rahasia itu.
Sudah berlari sejauh 30km tanpa henti, alamat yang menunjukkan jalan makin ngawur, mendapati dirinya berada di tengah hutan tiada rasa hawa kehidupan di sekitar.
Kakinya sudah menginjak titik silang di peta surat, tapi ini ngaco sekali, benar-benar aneh. Mana manusia? Sean merasa dipermainkan oleh Bos Jin, apa ini penipuan kah.
Tanah yang di pijak tiba-tiba terbuka dengan perlahan, mengagetkan Sean yang tampak kebingungan dengan keanehan fenomena ini, dirinya ingin kabur tapi naas medan magnet di titik silang itu terlalu kuat, bergerak pun menjadi terhambat seperti kena stun.
Sean menerima nasib, apa yang akan terjadi jikalau dirinya jatuh kebawah? "Oaaaaaaa," teriaknya di sepanjang jalur lubang seperti seluncur wahana saja, mengarahkan kedasar bukit hutan yang antah berantah itu.
Suuuuung.
Badannya terlempar masuk ke dalam ruangan megah yang mana tubuhnya di sambut balon besar, matanya terbelalak sesaat ia mendapati pemandangan di bawah hutan ini, seperti ketiban perahu otaknya nyaris putus, bagaimana bisa ada usaha yang menciptakan tempat ini, apalagi di bawah tanah hutan antah berantah.
Kayak tipuan saja, sungguh betapa kerennya fasilitas yang tidak pernah ia duga seperti di film-film, pesawat raksasa bertengger di langit-langit yang sangat luas, apakah ini markas dari U.H.P benar-benar sesuai dengan reputasinya yang bisa menggaji agennya sampai ratusan juta dolar, semua hal yang ada dan tekhnologi canggih di luar imajinasi fantasi anak-anak jaman now ada disini, senjata yang mengeluarkan laser, ada juga yang lagi bereksperimen dengan olah labnya, "Waaau amazing."
Lihat ratusan para pekerja itu, mengenakan pakaian khusus berwarna kelabu sibuk dengan pekerjaannya dalam memproduksi berbagai senjata tingkat atas.
"Sudah selesai dengan kagumnya," sapa suara yang menghentakkan lamunan Sean yang fokus melihat kehebatan tempat itu. A whole new world.
"Ehem siapa kah anda?" tanya Sean sok profesional.
"Saya adalah pemandu orang noob seperti anda, yang mendapatkan undangan langsung, perkenalkan aku Angelina wanita asal Prancis, mendapatkan dinas di cabang Korea salam kenal," tatap dingin wanita pirang itu membuat siapapun lelaki tidak bisa mendekati. Ada rasa was-was jika berada di sekitarnya.
"Halo, aku Go Sean, apa kabar ...," Sean memberi senyuman salting.
"Ikut aku ..." hiraunya mengarahkan jalan.
Sepanjang jalan Sean penuh dengan rasa takjub dengan lingkungan di sekitarnya, kakinya menjinjit saat melewati lantai kaca transparan yang di bawahnya ada air mengalir deras. Matanya tak henti-henti menoleh kekanan dan kekiri karena banyaknya hal yang belum diketahui dan dikenalnya, kini rasa keingintahuan memuncak di seluruh saraf otak Sean.
Akhirnya Angelina menghentikan langkah di depan pintu besi yang terukir lambang elang bertinta emas, mata Sean tidak mampu beralih melihat betapa perkasanya gambaran elang itu.
Bufffth.
Gema suara pintu besi itu sangat berat, butuh tenaga kuat mungkin baru mampu untuk menggesernya, namun pintu itu memiliki fungsi otomatis terbuka saat password-nya di masukkan.
"Masuk." Sepatah kata Angelina singkat memberi isyarat kepada Sean.
Sean pun melangkah masuk kedalam, di sana sudah berkumpul beberapa orang yang mungkin juga para penerima undangan, karena diantara mereka ada yang berseragam sekolahan, memakai kostum ninja, pria kantoran dan wanita pelayan restoran.
Lampu ruangan yang semula redup tiba-tiba, boom, berubah menjadi terang benderang, sosok pria tinggi memakai topi pelaut berdiri di atas kursi yang kaki kursi itu panjangnya lima meter, pria itu layaknya bos dengan pangkat tinggi. Mata mereka berusaha menengadah ke atas untuk melihat penampilan sosok itu.
"Selamat datang para juniorku sekalian, aku sungguh amat berterima kasih atas kehadiran kalian yang mau berjuang menumpas kejahatan dan menegakkan kebenaran di bumi persada ini. Kalian akan di angkat menjadi agen khusus sesuai pertimbangan kami untuk mengabadikan diri pada perlindungan manusia di bumi United Human Protection, dan melenyapkan makhluk jahat abstrak yang akan merusak tatanan kedamaian dunia yang sudah dibangun oleh leluhur kita, bangsa manusia tidaklah lemah, terbukti dengan keberadaan kalian yang memiliki keajaiban dan kekuatan mematahkan hukum alam," ucapnya panjang lebar.
Kemudian pria tinggi itu memencet tombol di tangan meja yang timbul dilihat dari bawah, akibatnya rantai besi yang semula diam di tepi ruangan menjadi bergerak menarik sesuatu.
Keluarlah dari kandang besar seekor makhluk abnormal serigala raksasa tinggi tiga meter atau di sebut Kabold, merangkak berjalan keluar dengan lehernya tertarik rantai yang melingkar.
Gigi taringnya tajam dengan liur yang membludak, menyembur-nyembur seperti telah kelaparan berbulan-bulan, mungkin baginya manusia awam yang baru melihatnya adalah ayam goreng yang siap disantap.
Sean hanya phobia dengan anjing tidak dengan serigala, oleh karena itu Sean sama sekali tidak takut tapi masih merasakan hawa waspada terhadap makhluk itu.
"Siapa yang bisa bertahan melawan makhluk ini, resmi diakui sebagai agen kami dan mendapatkan pelatihan khusus sebagai prajurit yang akan menyelamatkan nyawa tidak bersalah dari makhluk-makhluk seperti ini. Ujiannya dimulai."
Rantai itu merenggang dan putus, pergerakannya mulai bebas, postur tubuh monster itu bergaya mengambil ancang-ancang langkah memangsa, "Koar" serigala besar itu melompat, mereka pun berlarian mencar dari titik kumpul itu.
Tapi bagi mental yang lemah tidak bisa lari dari sana, seorang wanita pekerja restoran berkemeja putih tertegun dengan membelalak, akan pasrah untuk jadi santapan pertama.
"Pelindung besi." teriak seorang pria melindungi wanita itu dari terkaman di ujung mata.
"Kalau kalian ingin selamat maka ayo kita bekerja sama!" teriak pria itu seperti leader yang bisa diandalkan.
"Minggir kalian semua, biar aku yang selesai kan ini." Seorang pemuda muncul dengan mimik bagaikan es, matanya fokus menatap dengan tajam. Rambut hitam pekat mewakili kharisma yang berbeda walaupun dia juga seumuran dengan Sean.
Bizzzzz.
Energi listrik yang menyengat menyebar kemana-mana, tubuhnya bercahaya putih biru, sekaligus matanya seperti Thor yang sedang marah, "Teknik petir sepuluh kali lipat!"
Tubaaaar.
kilatannya sangat ganas menyambar tubuh serigala abnormal itu. Bukan memberikan kerusakan tapi sebaliknya Kabold itu malah semakin kuat dengan meresap petir yang ditembakkan oleh pemuda itu.
Gerakannya makin lincah, Sang Kobold menerkam salah satu wanita muda berseragam memuncratkan darah. Sungguh mengerikan, orang-orang mulai panik.
Si serigala tampak bahagia melumatkan daging wanita itu dengan sekali telan, ia pun semakin candu dengan kelezatan tubuh manusia yang ia rasakan.
Serigala itu langsung melancarkan aksi berikutnya, menyerang pemuda yang bisa mengendalikan petir tadi. Sean yang berada di dekatnya tidak bisa diam saja seperti pengecut, melihat rekannya diterkam satu persatu.
"Apakah hidup tak berarti ini akan berakhir?" Batin pemuda itu mengguncah nyawa yang sudah berada di ujung taring.
Sean mengambil posisi ancang-ancang memfokuskan energi ke kaki seperti lari seratus kilo, "Zuffff" retakan dipijakan saat melompat dengan sekuat tenaga. Tubuhnya melesat cepat bagaikan membelah udara.
"Setidaknya tangan ini bisa untuk menolong yang membutuhkan!"
Buuuum.
Dentuman pukulan Sean melekat di tengkorak Serigala raksasa sampai membanting jauh tubuh tigs meter ke dinding besi yang melapisi ruangan pengujian. Membuat semua orang terkejut takjub dengan pria muda yang bisa membuat pukulan seperti itu.
"Sepertinya Korea tidak kekurangan bakat," gumam pria topi pelaut itu dari tempat duduknya yang tinggi.
Sudah beberapa menit berlalu tubuh besar itu tidak bergerak lagi terkulai membujur lidahnya mati sekali hantam. Namun kerena hukum sebab akibat tangan Sean yang masih belum cukup untuk menahan power tadi mengakibatkan cidera yang cukup parah. Tangan kanannya luka robek dengan tulang tersumbur kaku. Dirinya tidak kuasa menahan rasa sakit.
"Aaaaaaaagh, hiks-hiks. Aaaaaaaagh!!!"
"Cup, cup, cup anakku tidak usah bersedih." Datanglah seorang wanita memakai jas dokter ke tempat Sean yang sedang merintih kesakitan. Ia merapalkan mantra ke tangan Sean, hingga memancarlah energi suci yang begitu murni.
Perlahan kerusakan tangan yang diderita Sean berangsur membaik, tulangnya bergerak sendiri masuk dan memperbaiki letaknya ke seperti semula, sungguh kekuatan itu sangat menakjubkan hawa kasih sayangnya melenyapkan rasa khawatir dan kepedihan. Selang lima menit tangan Sean kembali utuh seperti tidak ada goresan sedikitpun.
Sebutir air mata tersisa di bibir mata Sean, wanita itu tidak sungkan langsung menyapunya, "Anakku panggil aku Big Mother."
"Saya sangat berterima kasih kepada anda." hormat Sean bersujud dikakinya, bagaimana tidak hawa kehadiran Ibu terasa pada sosok yang menyuruhnya untuk dipanggil Big Mother. Kasih sayang yang selama ini ia rindukan datang dari wanita itu, kesedihan yang ia emban kini terasa perlahan sirna.
Wanita itu tersenyum manis mengelus-elus rambut Sean yang halus lagi pendek.
°°°
"Nama yang tidak terpanggil aku harapkan untuk pergi ke ruangan isolasi penghilang ingatan. Kemudian bagi yang terpanggil kalian adalah juniorku yang sangat kusayangi, Hoon Jun, Daud Kim, Lee Zack, dan Go Sean."
"Hadeeeh," murung para peserta yang gagal karena harus kiss bye dengan uang yang dijanjikan yaitu sepuluh ribu dolar per bulannya. Mereka dipandu oleh Angelina menuju ruangan isolasi penghilang ingatan, untuk dipulangkan kembali.
Tinggallah mereka berempat berdiri rapi didepan pria bertopi aneh itu, untuk mendengarkan instruksi selanjutnya.
"Panggil aku Jendral Kaja, aku yang akan menjadi coach kalian selama masa pelatihan, paham," terus terang Jendral Kaja memperkenalkan diri.
"Jenderal bagaimana dengan wanita yang dimakan serigala tadi?" Zack pemuda petir memotong pembicaraan yang mungkin ia adalah teman dari wanita itu.
"Dia sama sekali tidak meninggal, aku yang memberikan ujian dan aku jugalah yang memberikan keamanan pada kalian, keluarlah," petik jari Jenderal itu mengeluarkan sosok wanita tadi, badannya masih utuh dan sama sekali tidak ada luka. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Tidak usah bertanya level kalian masih terlalu rendah untuk mengerti dan juga pelajar perempuan ini aku luluskan karena kami membutuhkan bakat komputer sepertinya, ingat tadi itu bukanlah darah yang dikunyah tapi saus kok. Sekian untuk hari ini. Pelatihan akan aku adakan bulan mei mendatang jadi jangan sampai terlambat, oh ya karena kalian telah resmi menjadi agen magang ikuti Angelina untuk verivikasi selanjutnya." Salam Jendral itu pergi meninggalkan ruangan.
"Hei bro, terima kasih atas bantuannya. Zack tidak akan pernah melupakan hutang budi." Pemuda itu merangkul tangan Sean untuk berjabatan. Sean terdiam keheranan menatap pemuda itu. "Sopan sekali padahal tadi kupikir dia adalah sosok pemuda yang pendiam."
Pertemuan akan menghasilkan perpisahan, tapi sekarang adalah pertemuan Sean mendapatkan teman barunya untuk berjuang bersama di U.H.P rekan yang akan selalu mendukung dalam suka dan duka.
To be continued