Over Power

Over Power
War on Busan



Di sebuah atap gedung kantor cabang U.H.P Busan.


"Lapor, Glutotian dua puluh lebih meter, lima ekor tiba-tiba muncul Jendral setelah kami memastikan tadinya sudah memberantas habis mereka."


Tunduk seorang prajurit pada Jendral Kaja penuh penghormatan, memberikan informasi terkini terkait pertempuran. "Umm ada yang tidak beres." Jendral Kaja pun menggerakkan jari, gestur memberikan instruksi selanjutnya. Kemudian berkata;


"Pakai teknologi terbaru kita, Plasma Y7. Muak aku melihat rupa Glutotian sekarang, habisi sampe ketulang-tulang."


"Siap Jendral." Woosh, menghilang seketika.


°°°


Lima senjata rakitan super di giring sekaligus oleh sebuah truk pengangkut alat berat. Mengarahkan pada Glutotian raksasa yang juga berjumlah lima, agar sekali tembak menjadi sekali tangkap memudahkan pemusnahan makhluk abnormal itu.


Cuuuuung, pengisian energi sedang berlangsung.


"40 ... 50 ... 60 ... 70 ... 80 ... 90 ... 💯 persen, tembakan siap diluncurkan Jendral."


Melalui walkie talkie yang di genggamnya Jendral Kaja sampaikan aba-aba. "Tembak!!"


Zuuuuuuf


Lima energi nuklir yang di padatkan satu titik dengan teknologi plasma meluncur tembus perut badan raksasa besar dua puluh lebih meter, besarnya kekuatan itu lelehkan tubuh Glutotian tapi tidak mengakibatkan ledakan besar sehingga manusia di kota Busan yang masih hidup tidak terkena dampak negatif pemakaian senjata canggih U.H.P ini.


"Misson complete."


°°°°


Triiiiiiiing, duk duk duk duk.


Bising sebuah helikopter hinggap secara khusus pada base pendaratan di atas gedung tepat dekat dengan lokasi Jendral Kaja berdiri membagikan tugas-tugas pada para ketua kelompok pasukan.


Jin dan Ayana turun bersama anggota agen khusus U.H.P lainnya, hadir atas permintaan dari Jendral Kaja itu sendiri.


"Kami datang memberikan kontribusi Jendral."


Serentak para agen itu bersama Jin dan Ayana melapor atas kehadiran mereka ke Busan. Salam hormat prajurit di haturkan untuk menghormati seseorang yang telah berpangkat Jendral.


"Agen Jin ... tidak, Letnan sungguh kehadiranmu sangat buatku senang, kami betul-betul membutuhkan bantuanmu," ucap Jendral Kaja merasa kini ringan beban atas kehadiran Jin di Busan.


"Baiklah bicarakan persoalan intinya Jendral," datar Jin bicara seperti biasa, ia adalah sosok yang serius jika itu permasalahan tugas atau misi yang ia emban untuk di selesaikan.


"Bawa jasad itu ke sini," perintah Jendral Kaja pada salah satu perwiranya.


Sreeeet, seret orang berseragam militer itu menarik sosok mayat dengan jubah hitam seperti yang di kenakan oleh Alex bersama seniornya. Buat mata Jin melebar akan pengelihatan itu.


"Jadi ini semua memang ulah mereka!"-Jin berlari mendekati Jasad kemudian memegang kepala mayat itu dengan tangannya maksud mengaktifkan kemampuan pembaca ingatan miliknya-"Tidak salah lagi mereka ada di sekitar sini." Jin memastikan dengan meletakkan tulunjuknya di dahi Jendral Kaja transfer apa yang ia lihat di dalam ingatan musuh.


Seketika raut wajah Jendral Kaja murka.


"Black Demond lagi, Black Demond lagi Kepa*rat!!! mau di Korea di Amerika selalu saja ada Black Demond."


Jendral Kaja pun berjalan ke tepi atap gedung itu, di bawah gedung yang di pijak nampak lah pasukan gabungan militer Nasional dengan U.H.P yang bekerja sama menjadikan jumlah prajurit kota saat ini terkumpul lebih dari seribu orang.


"Black Demond sudah menyatakan Perang!!!"


Hoooooooooo, sorak para prajurit penuh rasa dendam, karena ulah Black Demond mereka kehilangan rumah, ulah Black Demond mereka kehilangan anak, istri, sahabat, dan keluarga. Karena Black Demond mereka harus menderita, apa mereka adalah penguasa Bumi? Katakan tidak.


"Lenyap kan organisasi terkutuk itu!!" Sorak Sorai para prajurit silih bergantian.


Sebuah serangan melesat ke arah Jendral Kaja, dengan mudah di tangkis olehnya. Jangan main-main sama Jendral Kaja ia punya gelar tangan besi tak terkalahkan.


"Oi pak tua, sok jadi pemimpin sekali kau, 'ha'." Sombongkan diri, walau begitu dia tidak seperti Alex yang sombong tapi tong kosong.


"Jin ??" Pupil mata orang ini berfokus pada pengelihatan ada Jin di samping Jendral Kaja.


Bukan kaleng-kaleng auranya saja jadi mencekam saat melihat sosok Jin di atas gedung itu. Awan-awan dan langit berkumpul jadi hitam legam menutupi cahaya malam purnama, serasa dunia ini akan menjadi gelap selamanya.


"Karena ulah mu! Karina mati!! Ya, untung kamu datang ke sini jadi tamu tak di undang, aku bisa bunuh kau sekarang juga." Kerutan wajah tuan muda Black Demond itu penuh dengan kebencian.


"Asyura kau tidak tahu sebenarnya siapa yang telah membunuh Karina. Kau salah paham bukan aku yang membunuhnya!" teriak Jin menjelaskan sesuatu yang belum jelas dari atas gedung itu. Agar orang yang di panggilnya Asyura ini paham akan peristiwa yang sebenarnya, nada suaranya tidak terima akan fitnah yang mengatakan kalau ia yang telah membunuh wanita yang bernama Karina.


"Alah bacot lho aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," bungkam pernyataan Jin. Asyura masih tidak percaya.


"Nak jangan gegabah, jangan sampai kota Busan hancur lebur karena kamu. Kamu harus mendapatkan yang kita cari terlebih dahulu."


Suara telepati dari seseorang merasuki gendang telinganya, Asyura langsung terdiam saat mendengar suara itu buat amarahnya jadi langsung menciut.


"Dasar tua bangka ... cih," kesal Asyura dalam batin.


"Baiklah aku akan mengambil itu terlebih dahulu urusanku dengan Jin nanti akan aku selesaikan. Kubunuh dia, kan kucincang dia."


Asyura menjawab suara itu dengan mengirimkan telepati juga pada sosok yang telah menghubungi nya, dengan pernyataan tak tersirat orang itu pastilah mengawasi Asyura.


"Sepertinya agak sulit nih terlalu banyak lawan, Steve panggil mereka semua," ucap Asyura perintahkan Steve kirim sinyal bala bantuan supaya rencana jadi makin mulus.


"Siap tuan muda."


Mengarahkan tangannya ke langit ucapkan mantra bisik-bisik, ciuuu. Muncul cahaya terbang ke langit lalu meledak di awang-awang seperti mercun. Anehnya ledakan itu membikin sebuah percikan api pink lambang love begitu besar di langit Busan.


"Hahahaha, berapa kali pun aku melihat itu. Aku sama sekali tidak pernah bosan," ujar Asyura merasa terhibur. "Kocak banget sihir buatan lo Steve." Pukul-pukul pundak Steve. sambil tertawa.


"Demi kesenangan anda yang mulia."


Gerombolan orang-orang berjubah hitam terbang mengitari kota Busan, sangat banyak seperti lebah yang berterbangan. Juga berbagai makhluk hidup mitos seperti ular naga mengisi pemandangan pengepungan itu.


"Oh tuhan ..." hati prajurit gusar akan musibah yang melanda kota Busan ini, barisan mereka di serbu dari berbagai penjuru. Diangkat naga kelangit ketika sudah berada di ketinggian barulah di lepas oleh cengkramanya. "Buk." Tubuhnya pun remuk di atas aspal.


"Aaaaaaa." Teriak para prajurit tiada perlawanan menghadapi serbuan pasukan Black Demond.


Sedikit demi sedikit banyak korban dari U.H.P dan militer Nasional. Yang di banggakan mereka seperti alat-alat canggih sama sekali tidaklah mempan melawan sihir yang diluncurkan pasukan Black Demond. Serta senjata alat berat seperti tank dan lain-lain juga di angkat terbang oleh naga yang sudah mereka jinakkan. Kesempatan untuk menang turun menjadi sepuluh persen.


"Baiklah sekarang mana batu itu di sembunyikan." Seringai Asyura memeriksa dengan melihat kesekeliling pemandangan kota Busan yang hancur.


To be continued


.


.


.


_________________________


Apa kabar kakak semua? Salam hangat dari bang asyura author Over Power untuk kakak yang sudah mampir ke sini 😍. Selaku author saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kakak semua yang telah mendukung karya ini. Semoga urasan kakak di mudahkan yang maha kuasa dan sukses dalam mencapai impian✌️🤓. Aamiin.



Asyura sosok karakter baru hadir perkenalkan diri pada Bab ini sebagai orang yang memimpin pasukan Black Demond untuk menguasai kota Busan karena suatu alasan demi mendapatkan sebuah batu. Ternyata Asyura ini kenal dengan Jin tapi kesannya sangat buruk karena ia menyebut Jin adalah pembunuh wanita yang ia cintai bernama Karina. Kebencian yang begitu gelap punya ambisi untuk membunuh Jin setiap kali bertemu.