Over Power

Over Power
ZICO (King of fighter)



* Bandara Incheon


"O, baru aku pulang dari Amerika buat bantu yang disana karena tidak bisa melawan organisasi cecunguk, malah berani juga organisasi ini muncul di kampung halamanku. Hebat mereka ya."


Memegang iPhone di telinga ia nelpon sambil jalan, pria pakai kacamata reben dengan jaket kulit hitam dan rambut yang terlihat gondrong ini, nampak memiliki watak yang humoris lagi narsis. Senyumnya lebar seperti Joker.


"Gah, Ok siap boss ... jadi mana pesawat pribadi nya?"


Masih dalam panggilan.


"Mmmm. "


"Oooouh. "


" Ashiaap."


"Buset." menyarungkan iPhone.


Saat berada di halaman bandara malah di sambut pesawat pribadi elang emas yang bisa parkir di mana saja, karena bentuk fleksibel, layaknya mobil terbang, dan juga jelas pasti itu adalah produk yang canggih.


"Haha, siapa namamu?" Memukul pundak orang baru kenal.


"Baentuk senior ..." Menunduk pria berpenampilan office boy ini sangat hormat padanya.


"Mantap pula nama kau, kalau Mak kau yang ngasih tak percaya aku," ceplosnya ngomong.


" ... "


Masuk barengan ke dalam pesawat mobil terbang elang emas, pria berjaket kulit hitam ini lancang sambil menyalakan Marlboro. Di saat nyala api hampir membakar puntung rokok.


"Eeet, maaf senior tak boleh merokok di dalam." Memberi nasihat.


"Lanjutlah mantep kan, aku mau tau nih apa yang terjadi kalo ngerokok di dalam." Berbuat suka-suka hati ia berani mambakar rokok yang di pasang pada bibirnya walau dalam pesawat mini itu sudah jelas ada stiker peringatan tertempel di kaca jendelanya. No smoking.


"Tapi ..."


"Eeps," meletakkan telunjuk di bibir Baentuk.


"Kalo aku penasaran tidak boleh melarang ingat itu," ucapnya nada serius dengan senyum gila.


"Iya deh senior." Menutup pintu pesawat mini itu secara otomatis dengan menekan satu tombol.


"Keren pula keluaran terbaru U.H.P" seringainya menikmati mesin pijat di fitur tombol kursi.


"Uwu, uwu, uwu, beer senang banget di pijat kayak gini."


Baentuk tercengang melihat tingkah laku orang itu yang sangat aneh seperti kelebihan dosis makan obat. "Kok ada peringkat S di U.H.P kayak gini kelakuannya," gumamnya dalam hati.


Saat melihat Baentuk melamun melihat dia. "Ada apa? Naksir kau sama aku, sorry lah yau. Aku suka sama body Mama muda."


Malu, Baentuk pun salah tingkah untuk menghidupkan mesin agak kaku menekan-nekan berbagai tombol mobil terbang ini. Hingga mesin menyala, ada efek yang mendebarkan. Akibat rokok hidup punya kadar api bersentuhan gas murni yang di daur ulang mobil terbang membuat sambaran api besar meledak di rokok yang terpasang pada mulut buat seluruh kepala terbakar.


"Ouuuuuu, Wouuuuu ..." Pesawat mobil bergoyang-goyang.


Beberapa saat kemudian


Pesawat mobil itu bisa terbang di langit dengan kecepatan yang lebih apatis dan fleksibel meliuk-liuk. Keren sekali ini kendaraan anti macet terbaik di dunia.


"Yiiiihuuui."


Kepalanya berapi seperti ghost rider terbakar sehingga yang tampak hanyalah tengkorak yang senyam-senyum mengerikan. Rambut apinya terhembus oleh udara yang masuk lewat jendela yang di buka. Mengeluarkan kepala ia menikmati angin kencang yang menghembus daya api rambut.


Seekor burung elang menabrak wajahnya, buss. Hangus seketika. Menangkap paha elang panggang itu ia langsung kembali ke dalam, sambil mengudapi.


"Enak juga cita rasa elang panggang bakar di wajah sendiri."


"Nyam-nyam."


Si supir tidak bisa berkata apa-apa, melihat saja dengan wajah keheranan lalu kembali fokus mengemudi tujuan Busan dalam kecepatan tinggi.


"Oi, itu foto siapa?" ujarnya setelah melihat ada gambar wanita cantik tergeletak di dekat setiran.


"Dia lstri aku. Cantik tidak?" Wajah Baentuk seketika berubah ketika membahas tentang istrinya.


" Tapi ...."


"Kenapa kau, ada apa?" Tanya pria itu saat melihat raut wajah Baentuk menjadi lesu saja.


"Dia sudah selingkuh dengan adikku. Ini terjadi ketika aku belum bergabung jadi supir pribadi agen khusus U.H.P bagian mobil terbang, dia bilang aku itu miskin dan tidak tampan . Sekarang dia minta balik sama aku karena gaji tinggi yang aku dapatkan di U.H.P"


curhatan hati seorang laki.


"Haduih ... perempuan itu ketika mengkhianati sangat menyakitkan juga ya." Responnya mengurut punggung Baentuk.


"So, aku mau nanya ... trus apa gunanya foto dia di pajang di sini?" tanya agen S ini karena jadi penasaran.


"Itulah Senior kau tak tahu rasa kebahagiaan yang aku rasakan ketika sukses punya banyak mobil mewah dan mobil terbang seperti ini. Melihat fotonya setiap pagi adalah jadwal penghibur untuk mengawali pekerjaanku," ujar Abang Baentuk ini penuh dengan rasa bangga.


🎶 Nada dering BTS


I'm so sick of this


Fake love, fake love, fake love


I'm so sorry but it's


Fake love, fake love, fake love


🎶🎶🎶


"Nah kan, senior dia video call." Menunjuk ke arah smartphone X1 dengan pemanggilan sedang berlangsung oleh si dia.


"Angkat, angkat."


🎶/ 'tuth'


Mobil terbang stop sejenak.


Layar smartphone Baentuk menampilkan wanita itu dengan bentuk raut muka tidak senang, minta balikan sama Abang yang sudah sukses ini.


"Aaabang. Kamu masih sayang kan sama Betty?" Suara wanita itu menggeleger telinga Senior agen S ini karena sangat memalukan.


"Ha, ngapain kau panggil-panggil aku lagi, kita sudah tidak ada hubungan. Minta di tampolin mulut kau Betty." Baentuk memperlihatkan kepada kamera sekeliling pemandangan mewahnya mobil terbang.


"Kau lihat, siapa aku sekarang." Mulut Baentuk semelindiran mengucap-ngucap di dekat speaker smartphone. Hingga berhenti pada sosok wajah terbakar seram.


Ia melambaikan tangan. "Hai Betty."


"Aaa ..." Si Betty terperanjat di kamera, membuat kedua pria ini ngakak tertawa secara bersamaan.


"Super Hero saja jadi penumpang aku." Pandai berlagak Bang Baentuk ini.


Mengelok mobil terbang ke arah pulau kecil tidak berpenghuni nan asri dan wonderful pemandangannya. Baentuk mengarahkan kamera video call ke sana.


"Abang nikah sama aku lagi kan." Manis tutur katanya seperti wanita suci.


"Cih ... bedebis!! Mana mungkin, kau tahu bagaimana penderitaan aku tak kunjung move on selama setahun. Jadi mimpi saja sono. Aku lanjut kerja dulu ya, tatah."


"Abang ... 'truth'." Menutup panggilan video call.


"Baiklah, Senior ayo kita beraksi," ujar Baentuk dengan semangat baru.


"Apa maksudmu?" raut tengkorak terbakar itu jadi tidak merasa enak.


"Kau tahu kenapa aku bisa bergabung menjadi supir bagian mobil terbang. Itu adalah karena skill tingkat dewa kui ...."


FLASH!!!


Melaju kencang di udara mobil terbang buatan U.H.P melebihi kecepatan jet tempur USA. Menembus awan-awan yang kini sudah terlihat memutih karena sang mentari sudah terbit. Lihai meliuk-liuk di udara.


"Aaaaaaa." Teriak Senior peringkat S ini, karena tidak tahan dengan kecepatan tinggi mobil terbang yang di kemudi oleh Baentuk.


* Tengah kota Busan


Tersinari matahari pagi, kota yang sudah hancur menjadi tanah datar itu masih punya pertarungan kecil di dalamnya antara Sean dengan seorang samurai legendaris dengan katana hitam tepian bermata merah yang tajam.


Sekali tebasan mematikan dengan pasif skill yang membahayakan orang ketika sudah di kenainya. Teknik pedang tingkat tinggi, teknik Pedang Bulan. Mengakibatkan lengan Sean putus tepat di tangan yang memegang Batu Garnet.


Kini Sean juga terluka sangat parah itu di akibatkan oleh skill pasifnya. Terkapar lemah dengan tubuh tercabik sayatan dan bajunya juga kembali koyak, padahal baru di pake.


"Bernafas!"


Asap regenerasi sel mengepul di tubuh Sean yang terluka, lengannya kembali tumbuh secara perlahan namun itu sangatlah perih dan sakit menyiksa. Bisa di lihat lewat wajah Sean yang menyeringit ketika menahannya.


Luka-luka yang tersayat juga ikut memulih dengan sendirinya. Membuat pria Samurai bernama Seiji terkagum dengan keahlian Sean yang sudah mencapai tahap itu di waktu muda.


"Tidak salah lagi, itu adalah teknik tingkat tinggi penyembuhan dan pengobatan yang di warisi keturunan keluarga Xiao, siapa kau sebenarnya bocah."


Sean tutup mulut fokus pada penyembuhannya. Berjongkok sambil menahan lengannya yang perlahan tumbuh dari versi bayi sampai menyesuaikan diri dengan ukuran tangan kirinya.


"Kalau tidak mau bilang ya sudah."


Samurai itu berjalan ke arah tangan yang tergeletak kaku dengan batu Garnet di genggamannya. Mengambil dengan santai lalu wajah psikopat nya yang suka membunuh tanpa ampun bangkit.


"Hehe." Lidah terjulur. Ia menggesekkan ujung katananya di tanah sambil berjalan perlahan ke arah Sean. Mempletukkan leher sambil menyeringai.


"Terimalah takdir kematianmu hari ini anak muda. Mati jomblo lah kau, tidak bisa merasakan nikmatnya menikah." Membesarkan mata.


"Astaga, tubuhku sekarang berada pada batasnya tidak dapat mengaktifkan gerbang pertama dari mode Over Power."


Sean pun cemas memikirkan apa kemungkinan yang dapat menyelamatkan dirinya. Tak di sengaja ia memandang ke atas langit biru itu. Nampaklah olehnya sebuah pesawat seperti mobil berhenti disana tepat di atas mereka berdua.


* Disaat yang sama


"Senior, apa tidak apa-apa kamu loncat dari sini?" tanya Baentuk kecemasan pertama kali lihat orang ahli dalam hal yang beginian.


"Everything it's oke aja," ujarnya sudah berada di bibir pintu yang terbuka dan di terpa angin pagi duha yang menyejukkan.


"Senior aku ingin tahu namamu!" teriak Baentuk menghentikan langkah pria kepala terbakar sedari tadi.


Merentangkan kedua tangannya lalu menoleh kepala sedikit ke arah belakang.


"Namaku Zico." Serak suara ketika manusia kepala tengkorak terbakar bicara.


Agen peringkat S ini pun membuka jaket kulit hitam yang terpasang tahan dari api walau tubuhnya terbakar sedari tadi, lelehan dan kobaran api tengkorak badan jelas nampak tapi orang ini masih belum mati. Lalu dengan santai ia melempar jaket itu seperti barang murah.


Merentangkan kedua tangannya lalu menoleh kepala sedikit ke arah belakangnya.


Tik, menjentikkan kedua tangannya yang di rentangkan.


Wooof.


Api disekujur badan menghilang, tubuhnya kembali seperti semula.


Maka kau lihat ia sekarang bertelanjang dada dengan kalung elang emas menjuntai di leher. Lengan kanannya ada tato lambang naga perkasa yang mengitari dari bahu hingga pergelangan. Lekuk tubuh cobra yang kekar di pinggangnya seperti Hercules merenggang dengan roti sobeknya yang perfect.


Baentuk terkagum melihat punggungnya yang kekar ada tato tengkorak topi jerami yang khas. Sosok pria bertindik di telinga ini pun tersenyum lalu ia berkata, "Ingat itu partner."


"Tuk." Ia melompat ke bawah di ketinggian seribu kaki tanpa rasa takut.


"Waaau. Fuiih..." Menghela nafas hanya karena menyaksikan hal itu.


Di pertarungan yang sedang berlangsung Sean sudah berada pada batas kemampuannya untuk saat ini. Samurai kampret menjulurkan lidahnya dengan katana yang menggores di tanah seiring ia berjalan mendekat pada Sean, begitu menjijikkan. Niat membunuh profil psikopat.


Tiba-tiba jaket hitam jatuh dari atas menimpa kepalanya.


"Sialan!!!"


Membuang jaket itu lalu kembali berjalan mendekati Sean untuk memenggal kepalanya menggunakan katana yang ia genggam.


"Uhui, double dapat gaji nih. Membunuh anak keturunan keluarga Xiao dan membawa pulang Batu Garnet."


Sean menutup matanya ketika katana itu mengarah tepat pada leher.


"Rasakan teknik Pedang Bulanku."


Ketajaman yang dapat membelah apapun, apa lagi itu hanya kepala manusia, nyawa Sean berada di ujung tanduk. Serentak seseorang jatuh di tengah-tengahnya. Membuat kepulan debu yang menutupi pandangan.


Tapi teknik Pedang Bulan tidak bisa dipermainkan, setelah pedang itu menebas sesuatu yang ada di dalam kepulan debu itu semuanya jadi tertebas hingga batu besar jaraknya yang jauh ikut terbelah dan karena tekananya membuat debu yang mengepul langsung tersapu hilang di tiup angin tebasan pedang.


Sean masih belum ditakdirkan untuk mati. Pria bertato naga dilengannya itu menahan katana sang Samurai hanya dengan dua jari tanpa melukai kulitnya.


Mata sang Samurai terbelalak takut melihat sosok orang berkekuatan monster di hadapannya ini. Sangat mengerikan auranya adalah aura seorang raja yang menundukkan siapapun yang berani berhadapan dengannya.


"A,aak. Z-z-Zico!!!"


"Yo, ketika aku tidak ada di Korea kalian berani menampakkan diri ke atas Bumi, ya."


BOOM!!!


Pukulan seorang raja petarung berat mencapai 1000 ton melayang dengan kecepatan suara, SMASH, Wuuuf. Segalanya menjadi lenyap tidak ada yang bersisa ketika berhadapan dengan pukulannya.


Sean tercengang melihat bukit dan bekas reruntuhan di depan sana ikut hancur dan tanah pun mencekung lenyap seperti ada jejak pukulan raksasa.


Pria misterius yang datang dari langit seperti super Hero ini menoleh ke belakang, tepatnya ia menoleh ke arah Sean yang berjongkok dengan tubuh babak belur.


"Yo, siapa kah engkau anak muda."


To be continued


_____________________________


Zico S Rangking