
"Astaga Naga! buset kau cakap baru main."
Suara serak itu berbunyi dari speaker X1 smartphone super elang emas. Sean tengah asyik memainkan game online dengan temannya Hyuning. Game online yang mana marak dimainkan oleh semua golongan dan seru untuk dimainkan bersama.
Legendary, double kill, triple kill, meniac, savage, savage, savage, tak lama selepas itu. Victory.
Setelah bermain game berjam-jam mereka berdua pun beralih ke video call.
"Kalo macam gini bakat main kau, kita sering-sering aja mabar ya." Hyuning membesarkan hidungnya ke kamera.
"Ok siip kan ada babang." Sean memukul dada dengan sombongkan diri.
Di balik ekspresi senyam-senyum. "Hahaha, kalo ada cheat super semuanya rata."
"Woi, kita pergi main yuk, nanti kan malam tahun baru?" tanya Hyuning mengangkat dagunya. "Malam ini banyak event di pusat kota, ditambah ada konser terbuka dan ada juga wahana hiburan."
"Ok, dimana kita ketemuan?" Sean menyetujui ajakan Hyuning.
"Aku ngidam banget sama Chicken noodle soup-nya restoran Angkusu kan tidak jauh dari tempat tujuan kita," jelas Hyuning mengacungkan jempol.
"Siaaaap." Sean kasih dua jempol. "Ngomong-ngomong aku ajak Lisa dan Yuri."
"Makin banyak kan makin seru," sahut Hyuning menggambarkan kesetujuan dengan rekomendasi Sean.
°°°
Butiran-butiran putih yang telah turun dari langit menyelimuti segala hal yang ada diatas tanah terbuka. Kini warna putih itu lebih mendominasi dari semua warna.
Tampak anak muda yang tinggi dengan jas hangat menatap jam tangannya di depan pintu restoran. Menoleh ke kanan dan kiri akhirnya sosok yang ditunggu pun datang.
"Helo halo ha, bro." Mereka memainkan jabat tangan yang di akhiri mengadu bongkong dengan ****. Buat malu saja, lihat tuh Mama dari bocah yang lewat terpaksa menutup mata anaknya.
"Ayo Hyun mari masuk," ajak Sean menarik lengan sahabatnya.
"Kringing." Suara lonceng kecil terpasang di pasak pintu.
Di dalam sana sudah ada sosok Yuri dan Lisa duduk di meja empat kursi yang bersebelahan dengan jendela. Berbagai macam hidangan sudah ready tersusun di atasnya. Terkhusus mangkuk yang menjadi pelaku utama untuk keramaian di dalam restoran ini, aroma lezat tak tertahankan menari-nari sepanjang ruangan.
"Ah, ayo mari makan."
Menepuk tangan lurus dan rapat serentak mereka berempat berseru selamat makan.
Umm yummy, lidah mereka berpacu untuk menggeluti cita rasa kelezatan dari ilmu masakan peradaban maju manusia yang mana paham akan campuran rempah-rempah memberikan warna untuk bumbu pemercantik selera.
Kaldunya yang panas adalah sosok yang ditunggu-tunggu untuk berselancar di lidah, memberikan kehangatan serasa dibawa terbang ke angkasa. Membolak-balik otak yang terguncah menghilangkan rasa dingin dari musim dingin ini.
Sruuuup.
Gerak tangan cepat, Sean menghabiskan mangkok ketiganya. "Pak tambah lagi," serunya pada pelayan resto. "Oke mas."
Tring, dua mangkok kembali meluncur ke hadapan Sean. Alangkah bahagianya ia, eh salah. Alangkah bahagianya perut yang memiliki kapasitas bak spiteng ini.
Lagi, lagi, dan lagi hingga pada mangkok yang kesepuluh. "Waaah, enaknya." Sean menepuk-nepuk perut. Salting baru nyadar kalo semua orang pada menatapnya. Macam selera kuda nafsu nih anak curhat koki di dapur yang sudah mengerahkan kemampuan ekstra untuk menyelesaikan pesanan yang datang bertubi-tubi.
"Hehehehe_"
"Aku tidak menyangka Sean makannya banyak uwuu imutnya. Yosss aku juga harus berjuang belajar masak," gumam Lisa membara.
"Aduh ada rasa mencekam." Batin Yuri gundah, setelah melihat kesamping akhirnya dia tahu dari mana itu berasal.
"Jadi apa acara kita sehabis ini?" tanya Sean dengan mulut blepotan.
"Hihihihi, Sean ini sapu tangan ku pakailah, ada sesuatu tuh dibibir mu, atau aku saja. Hihihihi." Lisa membersihkan noda makanan di wajah Sean.
"Cieee. Perhatian banget," goda Hyuning semarakkan suasana.
"Krak" Lisa mencengkram sapu tangannya dengan amarah dan malu emosi campur aduk. Savage, menyumpal kemulutnya.
"Ummmmmmm."
"Kalau begitu menurutku bagaimana kalau berkunjung ke Seoul Land?" ujar Yuri menyampaikan pendapat.
****
Langit kini sudah merombak masuk masa maghrib, keramaian kota Seoul dengan suasana penuh partisipasi masyarakat semakin terasa saat melihat dekorasi event terpasang di sekujur kota. Pohon-pohon beku yang tersusun rapi membuat lambang love terhias dengan kerlap-kerlip lampu pelangi.
Air mancur dengan tegnologi masa kini, dapat menari-nari dengan warna cahaya yang dipantulkan, itu sangatlah indah untuk dipandang.
Lihat anak-anak berlari kegirangan bersama Ayah dan Ibunya menikmati keseruan fasilitas hiburan dari pemerintah. Seoul Land, berbagai hal dapat kau coba untuk merasakan macam-macam yang menyeronokkan.
Taman yang satu ini menjadi salah satu favorite masyarakat Korea Selatan dan macanegara untuk bersenang-senang ketika liburan. Taman yang juga berlokasi di Gyeonggi-do seperti Everland, tepatnya di Gwacheon ini memiliki 40 wahana yang siap menyambut dan mengibur para pengunjung, seperti Black Hole 2000, Sky X, Columbia Double Loop Coaster, Crazy Mouse, Tikitoc Train, Tobot Train, dan masih banyak lainnya.
Sean, Lisa, Hyuning, dan Yuri akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke sana. Setelah mengambil voting mau main apa duluan akhirnya ide Hyuning mendapat vote terbanyak. Kemana mereka berempat pergi? ayo kita ikuti.
Oh, ternyata mereka mencoba untuk menaiki wahana ini satu persatu. Sungguh ide Hyuning ini benar-benar hebat. Sederhana kalau kayak gini tidak usah voting segala.
Hingga tidak terasa waktu menunjukkan jam 21.00 PM.
"Ayo kita kembali ke pusat kota, konser terbuka event akhir tahun akan segera di mulai," Lisa memberi peringatan untuk tidak terlambat ke acara yang paling dinantikan ini karena terlena.
"Ah, aku sudah tidak sabar melihat performa penyanyi yang akan tampil." Yuri memegang pipinya dengan menutup mata membayangkan seperti apa nanti.
Sean dan Hyuning terpaksa mengikuti dua gadis pencinta musik ini dari belakang menuju ke tempat konser terbuka malam tahun baru.
"Sean kau bisa nyanyi?" tanya Hyuning di sela-sela perjalanan mereka.
"Haa, belum pernah nyoba sih." Sean menggeleng.
°°°
Wonderful, kemegahan panggung benar-benar memberikan kesan akan peforma penampilan yang luar biasa nantinya. Orang-orang sudah pada ngumpul pada titik pusat kota ini. Apalagi para fans yang menunggu-nunggu penampilan idola mereka.
Sebelum acara dimulai, para staf pekerja menyalakan petasan yang banyak dengan satu waktu, bergemuruh di langit memberikan hiasan yang sangat indah walau hanya sementara.
"Waaau lihat itu indahnya." Lisa menunjuk ke langit sambil merangkul tangan Sean dalam pelukannya.
"Dasar nenek sihir."
"Dasar pria kadal."
Acara pun dimulai panampilan demi penampilan ditontonkan kehadapan publik, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, jadwal sudah berada di penghujung acara. Suara MC pun kembali muncul bersorak-sorai memeriahkan.
"... Masih semangat? ..." ucapnya dengan pengeras suara menggema.
"Masih!"
"Baiklah sebagai penutup acara kita akan menampilkan panggung khusus untuk penyanyi kita dengan judul lagu Miracle in December, siapa itu cekidot."
Semua para fans berteriak histeris ketika kemunculan oppa mereka naik dengan lantai otomatis, dan itu adalah beberapa member EXO hadir sebagai bintang tamu acara ini, mendapatkan panggung khusus menyanyikan lagu mereka Miracle in December.
🎵 Piano berbunyi mengharmoniskan suasana.
🎤🎶
[D.O] Mencoba menemukanmu, kau yang tidak dapat kulihat lagi
Mencoba mendegarmu, kau yang tidak dapat kudengar lagi
[Baekhyun] Dan saat aku melihat semuanya, mendegar semuanya
Karena setelah kau beranjak pergi, aku mendapatkan satu kekuatan baru
[Chen] Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri yeah…
Kejamnya aku, yang tidak menyadari semua perasaanmu
Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini
[D.O] Cintamu senantiasa mengubahku
[Baekhyun] Hanya dengan memikirkannya, duniaku seketika penuh denganmu hmmm…
Karena setiap salju yang turun, adalah air matamu
[D.O] Satu hal yang tidak bisa aku lakukan, membawamu kembali padaku
Aku hanya bisa berharap, ([D.O/Baekhyun] bisa menghilangkan semua perasaan ini) uhhh..
[Chen] Keegoisanku, yang hanya memperdulikan diri sendiri
Kejamnya aku, yang tidak menyadari semua perasaanmu
Aku bahkan tidak percaya, bisa menjadi seperti ini
[Baekhyun] Cintamu senantiasa mengubahku
[All] Kuhentikan waktu ([D.O] dan mencoba kembali padamu)
[All] Kuingat kembali dirimu ([D.O] dalam setiap lembar memoriku)
[All] Ketika aku berada disana, ([Baekhyun] Ow hooo) ([Chen] disana bersamamu)
[Chen] Cintamu, sebentuk manusia kecil dan lemah
[Baekhyun] Namun mampu merubah semuanya, ([D.O] Seluruh hidupku)
[Baekhyun] Aku berubah ([D.O] Seluruh isi duniaku) hooo uwoo…
[Baekhyun] Aku tidak tahu bagaimana cara berterimakasih atas cintamu hoo..
[Chen] Aku fikir, semua akan berhenti hanya dengan aku berhenti memikirannya ohh..
Tetapi hari demi hari, aku memperbaiki diri ini agar kau kembali
[D.O] Sepertinya cintaku kembali bersemi tanpa batas
[All] Kuhentikan waktu ([D.O] dan mencoba) kembali padamu ([Chen] kembali padamu
[All] Kuingat kembali dirimu [(Chen] setiap hari) dalam setiap lembar memoriku
([Baekhyun] Ketika aku berada disana), ([D.O] musim dingin waktu itu)
[D.O] Mencoba menemukanmu, kau yang tidak dapat kulihat lagi
Mencoba mendegarmu, kau yang tidak dapat kudengar lagi🎤🎶
Berakhirnya Miracle in December, maka begitupun tahun ini, jam sudah menunjukkan pukul 12.01 AM.
Mendengar lantunan dari lagu itu, air mata Sean sempat mengalir dalam kegelapan malam. Ayah dan Ibunya berada dalam bayang kelopak mata, serta Yuning yang masih hilang muncul dalam pikiran. Ia harus segera hendak melangkah maju, membongkar segala hal misteri dibalik kematian Ayah dan Ibunya.
"Seandainya aku bisa memutar waktu."
To be continued