
Viral kejadian antara Sean dan Xin yu menjadi topik terhangat di Akademi. Para fans demo ke kelas Bintang Biru minta Sean untuk tidak dekat sama Xin yu lagi. Aksi anarkis mereka mengacaukan pembelajaran bikin pusing para guru. Inisiatif, karena Xin yu iba melihat Sean jadi target top bullying oleh para fansnya, terpaksa harus menjaga jarak untuk beberapa hari terakhir.
Di sebuah tempat di Akademi, ruang bawah tanah yang tersuruk.
"Oi, Xiao Ge. Siapa tikus yang berani datang menganggu ketenangan istana kita."
Deretan sepuluh kursi duduk di meja bundar itu di bawah satu lampu buram, wajah mereka tidak terlihat jelas di dalam bayang kegelapan, tapi kursi itu terlihat ada yang kosong beberapa tempat.
"Entahlah, tuan putri kami Zhang Xin yu yang akan bersanding dengan sepupuku beraninya dia sentuh!!! Kampret." Memukul meja.
"Mana Xin yu?" suara perempuan.
"Hiyayaya, aku tak tahu dia dimana Senpai," ceringis tawa seorang gadis.
"El kau kan sudah ketemu sama dia. Gimana sih, tampan nggak dia?"
"Iya, El kau sudah ketemu dia, kan."
"Hah, dia sangat tampan, tapi apa gunanya kalau bukan dari kelas bangsawan seperti kita." suara imut itu terdengar congkak.
"Jadi apa gunanya kita berkumpul hari ini."
Seketika pintu masuk ruangan itu terbuka secara spontan, seorang wanita bermasker dengan rambut silver bergelombang muncul di sana. Berjalan dengan sombong duduk di tempat tertinggi dari kursi yang lain.
"Aku adalah Ratu di sini. Aku adalah Sang Queen. Siapa yang berani mengusik tempatku, apalagi bukan bangsawan, singkirkan dia secepatnya."
Berdiri secara serentak. "Kami mematuhi."
*
Di kelas nama Sean melambung naik dengan nilai akademik yang terbilang tinggi di antara anak kelas tiga. Cukup untuk bisa bersaing dengan para pemegang sepuluh kursi.
Sepuluh kursi Kaisar adalah istilah yang dinobatkan pada murid terbaik di Akademi dari tiga ribu siswa, atau terbaik dari yang terbaik dari seluruh orang yang ada di IU.
Mereka yang memegang tahta sepuluh kursi Kaisar memiliki hak hukum kedua di Akademi, untuk membantu para guru dan mengatur organisasi yang sudah ada. Mereka mempunyai kewajiban membangun, menetapkan, dan menegakkan peraturan.
Tak ada yang berani berhadapan dengan mereka, karena kalau seandainya melawan, kau nanti bisa saja dikeluarkan, atau eksekusi di tempat.
Dan ada sebuah peraturan untuk pengesahan pemilik kursi itu, dikenal sebagai Pertarungan Kaisar. Yang mana apabila si penantang bisa mengalahkan orang yang di tantangnya dari salah satu pemilik kursi maka ialah yang akan merebut jabatannya sesuai kursi mana yang dipilih. Tapi jika seandainya kalah, menurut peraturan IU rancangan sepuluh Kaisar tahun 1999 mereka harus dikeluarkan tanpa syarat.
Stadion Akademi.
Bangunan besar itu terbangun di bagian paling selatan, bercorak Romawi tapi memang bangunan ini dibangun dulu sekali oleh seorang arsitek dari bangsa Roma.
Tau pertandingan hidup mati yang diadakan oleh pemerintah Romawi sebagai hiburan, ya bentuk bangunan stadion itu persis seperti Koloseom, besarnya dapat menampung puluhan bahkan ratusan ribu.
Koloseom dulu dijadikan sebagai tempat pertarungan hidup dan mati demi kebebasan seorang budak, tapi sayang hal itu di jadikan bahan candaan dan hiburan oleh para bangsawan saudagar kaya untuk melelang dan bertaruh dalam hukum judi, Gladiator pilihan siapa yang akan menang dia yang akan meraup untung. Sungguh terlalu.
Gladiator (bahasa Latin: gladiator, "ahli pedang", dari kata gladius, "pedang") adalah petarung bersenjata yang melakukan pertarungan untuk menghibur para penonton di Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi. Mereka bertarung melawan sesama gladiator, binatang buas dan narapidana. Beberapa gladiator merupakan sukarelawan yang mempertaruhkan kehidupan sosial dan nyawa mereka di arena. Sementara sebagian besar gladiator direndahkan sebagai budak, dididik secara keras, terpinggirkan secara sosial, dan dipisahkan bahkan setelah mati.
Asal mula pertarungan gladiator tidak diketahui secara pasti. Ada bukti mengenai pertarungan ini dalam ritus pemakaman selama Perang Punisia pada abad ke-3 SM, dan setelah itu dengan cepat menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan politik di dunia Romawi. Ketenarannya membuatnya berkembang menjadi tontonan yang jauh lebih mahal dan mewah yang disebut "pertandingan gladiator."
Pertandingan ini mencapai puncaknya antara abad ke-1 SM dan ke-2 SM, dan mulai menurun pada awal abad ke-5 M setelah diterimanya Kristen sebagai agama negara pada tahun 390-an, meskipun perburuan hewan buas (venationes) terus dilakukan hingga abad ke-6 M.
***
Bangunan ini sengaja diletakkan pada bagian selatan Akademi, hal ini untuk dapat tersambung dengan dunia luar, jadi biasanya penonton tidak hanya berasal dari Akademi tapi juga dari luar Akademi atau kalayak umum. Hal ini juga bisa menjadi tambahan pendapatan masuk, karena jika itu orang luar haruslah wajib membayar karcis.
Fungsi stadion Koloseom bagi Akademi adalah untuk ajang perlombaan, menyelesaikan permasalahan antara dua pihak, tempat berlangsungnya pertarungan Kaisar demi memperebutkan sepuluh kursi, dan ajang penampilan bakat juga tentu pastinya untuk hiburan.
Untung bukan untuk hal-hal yang di gambarkan oleh tradisi Romawi. Karena Akademi tidak memperbolehkan pertarungan sampai cidera serius, kalo cidera juga tidak masalah karena para bidan dan medis yang telah disiapkan Akademi siap membantu kapanpun.
Perlu kita ketahui, Stadion Akademi ini dikelola oleh sepuluh kursi Kaisar, bukan pemimpin Akademi.
Terlihat di arena itu dua orang tengah mau mulai bertarung, pertarungan antara dua wanita yang tengah memperebutkan seorang lelaki.
"Kau wanita jelek, berani sekali mau merebut cintaku!!" giginya boneng kayak kelinci.
"Siapa lho, kamu itu tukang stalker cowok aku kan, ngaku-ngaku suami cowok aku. Emang kamu Nurani."- menoleh ke belakang-"Sayang kamu pilih aku apa dia??" mengarahkan pertanyaan pada salah satu penonton di antara lautan manusia di stadion.
"Ya, pilih kamu lah, sayang menangin ya. Aku sudah tidak sanggup!!." Cowok tampan itu menangis di tempat duduknya di temani sebuah tisu di tangan.
"Suamiku, tega kamu ya," bibirnya yang tebal melempem.
"Pemirsa duel legendaris diantara mbak pelakor dan mbak pacar asli dimulai!!!"
Sorak para penonton bisingkan telinga.
"Beraninya kamu berebut suami denganku, rasakan tinju hu lala, muah." Banyak gaya si Mbak pelakor berpose seperti seleb bikin muntah pemirsa.
"Alah, bacot doang, Shannarooo."
.
.
.
Nb: Ini hanyalah candaan ilustrasi misal aja.
.
.
.
BUAAAR!!!
"Oh no, mbak pelakor langsung nyerah angkat bendera putih, pemenangnya mbak pacar asli!! Huahahahahaha," gelak tawa sang MC melihat sosok itu terjungkal jauh.
"Terima kasih sayang, aku cinta kamu!!!" teriak kemenangan pria yang diperebutkan.
Seperti itulah murid Akademi menyelesaikan permasalahan-permasalahan diantara mereka. Ada kesan tak baik langsung maju berduel. Dah kelar, kan. No repot-repot no tikung-tikung.
Sejenak suara MC hening, ia berfokus pada panggilan dadakan dari staff stadion. Membuat para penonton bertanya-tanya.
Setelah selesai dengan panggilan itu, ia pun mengangkat mic untuk bicara, lalu kemudian ia berkata, "Hah, pemirsa aku tidak menyangka, hari ini ternyata ada pertarungan Kaisar! Masih semangat semuanya?"
Trompet menggema.
Dari balik stainless ujung atas stadion muncul Boby dan Kanmu yang juga ikut bergabung untuk menonton pertandingan apik dari penantang yang serius berani melawan salah satu sepuluh kursi kaisar.
Karena mereka berdua telat, yah jadi terpaksa harus memilih bangku belakang tertinggi pojok itu, tapi jangan khawatir karena stadion Koloseom IU mempunyai layar lebar raksasa di tepi dinding yang dapat menampilkan cuplikan streaming sehingga para penonton sekalian nggak bakal ketinggalan adegan keren.
"Aku nggak bisa berkata-kata Bob, ternyata di Akademi ini ada yang beginian," kagum Kanmu menatap ke sekeliling.
"Mantap, sangat luar biasa orang-orang dapat berkumpul seperti ini, tak bisa diremehkan." Boby menyatakan dengan tegas kalau hal yang sedang disaksikannya terbukti spektakuler.
"Bob, aku penasaran seperti apa itu kekuatan para pemegang gelar kursi kaisar," ujar Kanmu sambil menyodorkan sebuah kotak berisi popcorn.
Tanpa sungkan-sungkan Boby mengambil. "Katanya sangat kuat di antara para murid."
Kriuk-kriuk! Pecah suara popcorn di kunyah gigi Boby.
*
Sorak-sorai para pendukung tak sabar menonton aksi Idola mereka, siapa lagi itulah dia yang keluar dari balik pintu sebelah timur.
Seorang cowok dengan tindik di hidung dan telinga, berlagak paling keren menyapa para penonton yang hadir dalam acara tersebut.
"Inilah dia, kursi ke sembilan IU. Long Jai."
"Kyaaa. Long Jai, Long Jai, Long Jai."
Lalu, dari pintu sebelah barat muncul sang penantang, umur mungkin sepantaran dengan Kanmu. Wajahnya penuh dengan amarah.
"Kau sudah lancang memperkosa kakakku, dia tidak melakukan apapun padamu, kan."
"Bleeek, emang gua pikirin. Salah dia kenapa cantik." Long Jai mencibir penuh rasa tidak bersalah sama sekali.
"Anjing kau!!"
Mereka berdua saling beradu tatap dengan wajah dingin, sama-sama mengeluarkan aura membunuh. Membuat para pengunjung berdebar-debar.
"Tak perlu menunggu lama lagi. Yah mari kita hitung sama-sama '1 .. 2 ... 3' mulai!!"
"Dasar bocah nakal, sifat keras kepala itu tak usah dilebih-lebihkan. Kamu salah paham, mengerti tidak!!"
BUSSS, terjadi ledakan menyilaukan. Mata para penonton tidak bisa melihat dengan jelas, apa yang sebenarnya terjadi.
Baku hantam itu selesai dalam waktu singkat, yang terjadi adalah, sang penantang Long Jai dengan kata lain adik pacarnya terlihat berdiri diam kaku.
"Aku nggak menyangka, padahal dia orang paling kuat di kelas kita bukan," komen Boby melihat pertarungan itu.
"Kau benar, aku yang sekarang tidak mungkin bisa mengalahkannya, kalau tidak salah namanya Arata. Tapi dihadapan kursi sembilan saja langsung kalah, jika itu aku bagaimana jadinya." Kanmu tanggapi komentar Boby barusan.
Long Jai tersenyum manis pada Arata, ia menggerakkan tangannya lalu ....
karena Arata ketakutan ia terpaksa menutup mata, tapi dia tidak tahu bagaimana hati Long Jai yang sebenarnya.
Tangannya jatuh di atas rambut Arata ia mengelus seperti seorang Kakak.
"Jangan khawatir, mulai sekarang kamu adalah adikku."
Membuka mata, Arata melihat sosok tulus wajah Long Jai, hati Long Jai berbeda dengan penampilannya.
"Arata!!!" Perempuan itu datang ke atas arena membawa dua buah buku, merah dan hijau. Ia memperlihatkan itu pada Arata dengan senyuman.
Mengerti, air matanya berlinang menyeka, tapi keluar lagi. "Hiks-hiks," Isak tangisnya membuat baper suasana. MC pun juga ikut terhanyut. Long Jai mendekap Arata penuh perhatian, kakak Arata pun juga datang ikut berpelukan.
"Mulai sekarang aku yang akan melindungi kalian berdua."
"Arata, jangan berburuk sangka lagi."
Terenyuh, semua orang di stadion sepakat untuk menghormati dengan diam, melihat harmoni drama itu.
Arata sangat menyayangi kakak perempuannya seorang, yang mana Ayah dan Ibunya telah gugur di medan perang melawan Black Demond beberapa Minggu yang lalu, jadi baginya Kakak perempuannya adalah satu-satunya keluarga tersisa.
Ia sangat marah ketika mempergoki kakak dan Long Jai berduaan di dalam kamar. Hal itu ia tumpahkan semua kesalahan dan salah pahamnya pada Long Jai, tapi sebenarnya mereka berdua memang sudah memutuskan akan menikah.
Ceritanya ada sudah lama, Long Jai dari awal saat berjumpa dengan Atria sudah cinta pada pandangan pertama, dan selalu jadi cinta pertama baginya. Mereka sudah saling kenal dan dekat dari kelas satu.
Mendengar keluarga Shin (keluarga Arata) akan runtuh dari gelar bangsawan akibat kehilangan Ayah dan Ibu mereka, dan dari mana uang bisa mereka hasilkan. Long Jai hadir menyatakan cinta pada kakaknya, dengan bantuan tetap mempertahankan gelar bangsawan untuk keluarga Shin.
Lamaran itu diterima dengan sepenuh hati. Hanya saja ada sedikit kesalahan tanggapan dari Arata.
"Huaaa, berakhir. pertarungan ini dinyatakan batal. Pertarungan ini menciptakan keluarga baru. Sedikit informasi mari kita menghadiri pasangan muda yang akan menikah pada tanggal 30 mendatang, jangan lupa ya. Apalagi itu pernikahan seorang kursi sembilan."
Long Jai mendapatkan wawancara televisi nasional saat kejadian itu telah berkahir.
"Baiklah, sesuai dengan peraturan, saya memutuskan untuk menanggalkan gelarku di IU Akademi. Kursi ke sembilan aku berikan pada adik ipar ku."
Wajah Long Jai di siarkan langsung di mana-mana.
"lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini," tanya seorang reporter.
"Saya keluar dan akan melanjutkan karier sebagai agen khusus untuk UHP China."
"Jadi pemirsa, jangan suka menilai seseorang dari sampulnya doang ya. Lihat bang Long Jai ini, dia walau tatoan dan tindikan tapi sangat baik dan tidak suka dengan kejahatan, terima kasih atas informasinya idola kami semua."
"Sama-sama." Senyum Long Jai dan Atria menghiasi layar televisi.
Kembali ke ruang bawah tanah nan gelap.
"Queen, Long Jai keluar, dia adalah Kaisar terkuat di antara kita. Bagaimana ini."
"Jangan remehkan aku, berbagai cara bisa kita lakukan untuk menghapus namanya dari sekolah ini."
*
Sean sekarang lagi ada di dekat kolam tersembunyi, sudah malam tapi dia masih tetap berlatih dengan buku kuno pemberian Zico. Berlatih tidak kenal waktu.
Di saat yang sama, Xin yu datang mengintip dari balik sebuah pohon besar yang lebat, mengendap-endap. Pipi indahnya merona, sangat senang sekali setiap menatap Sean.
"Ummm apakah itu Xin yu. Biarkan sajalah." Sean menyadari tapi dia pura-pura tidak tahu, dan fokus melanjutkan latihan.
To be continued