Oh My Senior

Oh My Senior
Apa yang terjadi?



***


"Vrey masak kemarin kakak lo kawin kita ngga di undang, kan lumayan gitu sekalian bolos sekolah." ujar mei, sekarang mereka sudah berada di kantin dan sedang menikmati makanan mereka masing masing.


"Ya mana gue tau, lo protes aja sendiri ama kak sanjaya." jawab vreya santai.


"Eh elo mah kaga asik."


"Serah lo dah, serah." vreya melanjutkan makannya.


"Ni yang lain pada kemana sih? Tumben banget ngga ke kantin." ujar xelina sambil melihat lihat se isi kantin.


"Bilang aja lo kangen ama kak briyan kan? " tebak mei.


"Ngga gitu me, tapi aneh aja gitu ngga biasanya." jawab mei.


"Iya juga ya."


"Vrey, lo coba telpon bang oxcel." suruh xelina.


"Males ah, kaya orang kaga punya kerjaan aja. Palingan mereka ngga kesini karna lagi ada latian basket, atau mereke pindah tempat tongkrongan." jawab vreya.


"Ya bener aja latian basket, mereka dua bulan lagi udah ujian sempet sempetnya mikirin hal yang ngga penting kaya gitu." cerocos xelina.


"Lo nyerocos mulu, pms? "


"Enggak vreyy gue khawatir lo kaya ngga tau gue aja." xelina memasang wajah melasnya.


"Ya in."


Mereka melanjutkan makannya. Hingga bell tanda masuk berbunyi dan mereka memutuskan untuk kembali ke kelas.


-Pulang sekolah.


"Ini orang pada kemana sih, tadi katanya mau nganteri pulang." omel xelina. Ia sedang menunggu kak briyan karna tadi pagi ia berjanji akan mengantarkan xelina pulang.


"Woiii, belom balik lo? " tanya vreya lalu ia mendekat ke arah xelina.


"Gue nungguin kak briyan tapi lama."


"Nunggu yang pasti pasti aja." ujar mei lalu tertawa.


"Bareng gue aja udah, gue anterian sampe depan kamar lo." tawar mei, hari ini mei memang sengaja menggunakan mobil yang sudah lama nganggur di rumah.


"Ngga mau, nanti pas gue pulang kak briyan dateng lagi, kan kasian." tolaknya.


"Ah elah lin, mau ampe kapan lo nunggu? "


"Iya lin, udah lo pulang aja ama mei nanti kalo gue liat kak briyan gue bilangin." sambar vreya.


"Lah elo ngga pulang?" tanya xelina kepada vreya.


"Nunggu oxcel, dia juga ngga keliatan dari tadi. Ni motor kalo gue bawa, nanti dia balik naik apa kan kasian gue."


"Yah, gue nunggu bareng ama lo aja ya vrey."


"Gue sih ngga masalah lin, tapi nanti kalo oxcel balik nya sendiri ngga sama kak briyan kan repot malahan."


"Em bener juga ya, ya udah nanti bilangin ama kak briyan gue duluan gitu."


"Ship dah." vreya mengacungkan ibu jarinya.


"Yuk me, " tanpa aba aba xelina langaung masuk ke mobil mei.


"Dih."


"Vrey duluan." mereka melambaikan tanganya.


Sudah lebih dari tiga puluh menit vreya menunggu di parkiran. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfon oxcel.


_telfon_


Vreya :"lo di mana sih lama amat."


Oxcel :"gue di rumah sakit lo ke sini sekarang."


Vreya :"Hah? rumah sakit yang bener aja lo."


Oxcel :"ngga usah banyak omong lo kesini sekarang, di rumah sakit X, sekarang."


Vreya :"lo bolos cel? "


Oxcel :"cerewet banget sih, lo kesini aja sekarang nanti gue jelasin."


Tuttt....


Oxcel memutuskan panggilan nya.


"Siapa yang sakit? " guman vreya. Lalu ia mengambil kunci motor yang ada di tasnya.


Ia segera melajukan motornya menuju rumah sakit yang di bilang oxcel tadi.


Ia menemukan oxcel yang menunggu di parkiran rumah sakit.


"Lama amet lo." sambar oxcel, vreya melepas helm nya setelah itu membenturkan helm nya ke kapala oxcel.


"Sakit gobl*k. " oxcel mengelus elus kepalanya.


"Siapa yang sakit?" pertanyaan pertama yang ada di pikiran vreya.


"Masuk dulu nanti gue jelasin." oxcel menggandeng vreya masuk ke rumah sakit tersebut.


Sampai oxcel membawa vreya ke salah satu ruang VIP yang ada di rumah sakit. Di depan sudah ada kak vicko, dan kak nico.


Mengapa mereka menunggu di luar?


"Ini kenapa? " tanya vreya. Melihat kak vicko dan kak nico yang dari tadi menunduk.


"Kak briyan kenapa?" tanya vreya lagi.


"Duduk dulu vrey." oxcel menarik vreya agar duduk di sebelahnya.


"Apa yang terjadi?" vreya menatap semuanya dengan tatapan penuh penekanan. Seolah matanya berkata gue ngga suka di boongin.


"Jadi gini vrey tadi pas jam istirahat kita mau ke belakang sekolah-."


"Belakang sekolah? Yang bener aja? " potong vreya.


"Dengerin dulu,"


"Tadi itu kita mau ke belakang sekolah karna ada janji, kita janjian ama geng motor yang dulu pernah mau ngejambret xelina. Gue ngga tau sih ceritanya gimana, tapi gue tadi cuma di ceritain katanya gitu. Lah jambretnya itu ternyata anak geng motor, dia ngga terima karna dulu briyan ngabisin salah satu anggotanya, lo tau lah semacam balas dendam gitu."


"terus tadi di belakang sekolah briyan di kroyok ama geng motor itu, karna awalnya mereka nyuruh si briyan dateng sendiri tapi kita memutuskan untuk ngikutin dari belakang dan sayang nya kita kelat dateng, kita dateng pas si briyan udah ngga berdaya dan mereka ninggalin briyan gitu aja." jelas oxcel panjang lebar.


"Geng motor? Balas dendam? Ada ada aja sih kalian, kalian ini kan dua bulan lagi udah mau ujian, ngga usah aneh aneh deh." omel vreya.


"Dan lo pada kok bisa telat katanya ngikutin dari belakang gimana sih." omel vreya lagi.


"Ya kita juga ngga tau, " bela oxcel.


"Terus keadaan kak briyan sekarang gimana? " tanya vreya lagi lagi dan lagi.


"Cidera kaki, tangan patah, dan mukanya bonyok. Untungnya yang patah tangan yang kiri jadi masih bisa ikut ujian dia,"


"Untung gimana? Ya ngga ada untung nya lah." vreya beranjak dari duduk nya dan menelfon seseorang.


_telfon_


Vreya :"lin ke rumah sakit X sekarang."


Xelina :"Kenapa? Siapa yang sakit?


Vreya :"lo kesini aja sekarang gue tunggu sekalian mei di ajak."


Xelina :"Vrey siapa yang sakit? Elo? Apa jangan jangan lo jatuh dari motor lagi? Apa jangan jangan-"


Vreya :"kak briyan."


Xelina :"HAH?"


Tutttt.....


Xelina memutuskan panggilannya.


Vreya kembali ke arah oxcel.


"Lo barusan nelfon siapa?" tanya oxcel.


"Xelina." jawab nya cuek. ia sedikit marah kepada oxcel dan kak vicko. Bisa bisa nya mereka tidak mengabarinya dari tadi.


"Yaya, lo marah ama gue? Ya maap tadi kita ngga ngabarin karna kita panik." ujar oxcel ia seolah mengerti apa yang ada di fikiran vreya.


"Kalian ngga usah aneh aneh lagi, banyakin belajar udah mau ujian malah bikin ulah. Kalo guru tau gimana coba? Kalian mau di skor ngga boleh ikut ujian? " omel vreya.


"iya vrey iya gue juga minta maaf, kita semua dah minta maaf." kak nico akhirnya buka suara.


"Gue juga." ujar kak vicko.


Vreya beralih duduk nya di samping kak vicko.


"Lo juga kenapa ngga ngabarin gue sih manusia es."


"Gue panik key, lo tau kan orang panik tu gobl*k nya kek gimana?"


"Huftttttt........."


Tak lama kemudian xelina , mei dan...


________________________________


Jangan lupa like, komen, and vote. Mon maap ye kalo banyak typo nya hehe :) selamat membaca semoga ngga bosen. ❤