
-PULANG SEKOLAH
Seperti biasa Aku ,Mei , dan Xelina berjalan menuju gerbang depan sekolah.
"Haii..." Ucap kak briyan sambil menyapa kami bertiga.
"Hai kak.."Ucao xelina menyapanya balik dengan senyuman.
kalian tau lah kalo ada kak briyan pasti ada kak nico dan kak vicko juga.
"Kamu pulang sama siapa?" Tanya nya kepada Xelina.
"Ohh...aku di jemput kak.tapi kok belum dateng ya.."Sambil melihat lihat sekelilingnya.
"Bareng gue aja.nggak papa kok. gue ambil mobil gue bentar.tunggu sini."Kak briyan langsung pergi dan menuju parkiran mobil.Xelina hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kalo elo pulang naik apa?" Tanya kak nico kepada mei.
"Emm.."Jawabnya bingung karna biasanya mei kan numpang sama xelina dan sekarang xelina malah nggak bawa mobil.
"Ya udah bareng gue aja tunggu ya." Ucap kak nico pergi juga mengambil mobil.mei juga senyum senyum sendiri nggak jelas.
"Lah lo pulang nya mau bareng sama kak vicko?"Tanya mei kepada ku.
"Nggak"Jawab kami bebarengan.
"Dih.."Ucap kak vicko yang masih tetap fokus dengan polselnya.
"Apa? Gue nggak minta di anter lo gue bisa sendiri."Aku langsung pergi ke parkiran motor.aku juga nggak sempet pamit sama mei dan xelina.Kak vicko mengangkat salah satu alisnya dan langsung pergi.
Tak lama kamudian kak briyan dan kak nico datang dan ya mereka pulang bareng.Aku pun segera keluar dari parkiran sekolah dan langsung melajukan motor kesayangan ku.
Perjalanan ku begitu lancar sama seperti biasanya.tapi tiba tiba motor ku mati...alias mogok di pinggir jalan.
"Ah...kenapa ini? Nggak biasanya.." Aku langsung membawa motorku ke tepi jalan.
"Dasar scoopy sialan." Sambil menendang ban motorku.
"Ah gimana ini..."
Aku membuka polselku.
Chat grup:
-CIWI CIWI-
Vreya DA :"Hei kalian tolongin gue motor gue mogok sekarang gue harus gimana dong?"
Tidak ada balasan.
"Ih dasar ya kalian....mentang mentang lagi berduaan.."dengus ku kesal.
Aku pun mencoba menelfon kak sanjaya.
tut...tut...tut...
Tapi hasilnya nihil...
Aku pun memutuskan untuk duduk di situ dan entah aku mau ngapain...saat itu aku cuma berharap ada orang baik yang mau nganterin pulang hehe...
Tak lama ada mobil yang lewat dan mobil itu pun berhenti.Aku nggak asing sama mobil itu. Yah ternyata benar saja itu mobil kak vicko lagi.
Kak vicko pun turun dari mobilnya..dan menghampiriku.
"Kenapa?"Tanya kak vicko dingin.
"Mogok."Jawabku singkat.
"Oh.."Jawabnya singkat dan langsung menuju mobilnya lagi.
"What?Cuma oh doang?Bantuin gue kek, Nggak punya hati banget."Jawabku kesal.
"Masuk."Menyuruhku masuk ke dalam mobilnya.
"Ha?.."Kataku masih bingung.
"Nggak mau ya udah."Jawabnya lagi.Tanpa pikir panjang aku masuk kedalam mobil mewah tersebut.Kak vicko pun langsung melajukan mobilnya.
"Motor gue gimana?"Tanya ku.kak vicko pun masih fokus menyetir.
"Gampang."Jawabnya tanpa melirik ke arahku sedikitpun.
"Demi apa?Ini orang bukan sih?Dingin bat dah."Ucapku dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian kami pun sampai di depan rumah ku.Aku keluar dari mobil kak vicko tapi ada ayah yang melihat kami berdua.dan ayah menghampiri kami.
"Ayah yaya pulang..."Sambil mencium punggung tangan ayah.Kak vicko pun turun dari mobil dan menyalami ayah.
"ya kamu siapa ya?." Tanya ayahkepada kak vicko.
" Saya temannya vreya om..."Jawabnya sopan
"Oh masuk dulu saja om mau bicara sama kamu..."Jawab ayah.
"Apaan sih yah...." Ucapku ketus.
Kak vicko hanya mengangguk.ayah merangkul kak vicko menuju ke dalam rumah.
Aku membuka pintu ada mama yang lagi membaca majalah di ruang tamu.di ikuti ayah dan kak vicko di belakang.
"Ma yaya pulang..."Ucapku lemas.dan mecium punggung tangan mama di ikuti dengan kak vicko.
"Tante..."Sapanya ramah.
"Oh ada tamu toh...Duduk sini nak."Ucap mama dan memlerailahkan kak vicko untuk duduk
Kak vicko pun langsung duduk di sebelah mama dan ayah.sedangkan aku langsung masuk ke kamar.
"Namanya siapa nak?"Tanya mama ramah.
"Vicko tante.."Sambil tersenyum ke arah mama.
"Oh jadi ini toh yang nama nya vicko. Tampan sekali..."Jawabnya
"Hehe..."tersenyum manis.
Kak vicko , mama , dan ayah pun berbincang tentang banyak hal sedangkan aku berada di kamar dan berbaring sambil memainkan polselku.Masih tidak ada jawaban dari Xelina dan mei dari tadi.Apa mereka ke enakan ya..
Waktu pun semakin sore aku bangun dari tidurku yang singkat.aku turun dalam ke adaan rambut acak acakan dan aku belum cuci muka.Baju yang tergulung dan ya semacam itu lah.
"haaahhhh......Ma ayo makan yaya laper..." Ucapku menuruni tangga.Ternyata kak vicko masih ada di situ.dan malah keliatan akrab lagi sama kak sanjaya.
Aku mah bodo amet.Aku melewati mereka begitu saja tanpa rasa malu sedikitpun.
"Gila anak siapa lo?"Ucap kak sanjaya kebingungan.Mungkin karna aku terlalu berantakan.
"Ahh....terserah...." Jawabku langsung duduk di meja makan.kak vicko melihatku heran.
Aku melanjutkan tidurku di meja makan.
"Yaya....itu masih ada temen kamu kok.Mandi sana..."Ucap mama sambil menyiapkan makanan.
"Uahhhhh....ma yaya masih ngantuk..mandinya nanti aja ya...."
Mama pun hanya menggeleng nggelengkan kepalanya.
Sebelum makan malam aku pun memutuskan untuk mandi.Karna badanku terasa lengket.
Makan malam pun tiba .aku menggunakan baju piamaku dan masih ada handuk di kepalaku.Aku tau masih ada kak vicko tapi aku mah nggak peduli.
Makan malam di iringi oleh ocehan ocehan dari ayah , mama , dan kak sanjaya.aku hanya diam dam menikmati makanan ku sedangkan kak vicko hanya mendengarkan pembicaraan mereka.sampai makan malam pun berakhir.
"Tante , om , kak , saya pamit dulu ya terima kasih makan malam nya." ucap kak vicko ramah.Sambil mencium punggung tangan mereka.
"Baiklah hati hati ya....."ucap mama sambik tersenyum manis.
"Mampir lagi bro...Kapan kapan kita main bareng..."Ucap kak sanjaya dan Kak vicko hanya mengangguk sambil tertawa kecil.
"Hati hati..."Ucap ayah sambil menepuk punggung kak vicko.kak vicko pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Oh iya...Yaya kamu antarkan vicko sampai depan ya.."Ucap mama melirik ke arahku.
"Emmm..." Jawabku malas.aku masih menggunakan handuk di kepalaku...
Aku dan kak vicko pun keluar.aku mengantarkan kak vicko sampai gerbang.
"Lo nggak malu kayak gitu di depan gue?"Ucapnya sebelum sampai mobil.
"Enggak..ngapain juga malu.Kita itu harus selalu bersikap apa adanya." jawabku santai.
"Emm.." sambik mengangguk.
"Dih.."
Kami sampai di mobil kak vicko.kak vicko langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Makasih tumpangannya." Ucapku Sambil melambaikan tanganku.Kak vicko membunyikan klakson mobilnya dan langsung pergi meninggalkan pekarangan rumahku.Aku pun menutup kembali pintu gerbang.
-MAKASIH-
😊😊😊