Oh My Senior

Oh My Senior
Teman



Vreya membaringkan tubuhnya di kasur miliknya. Sekarang ia sudah berada di kamarnya. Tadi setelah sampai di rumah kak vicko ia memutuskan untuk langsung pulang karna hari sudah petang.


"Yayaaa..." oxcel masuk ke kamar vreya.


"Emm.. " vreya menjawab sambil memejamkan matanya.


"Lo tau ngga? Tadi gue di rawat ama nisa demi apapun. " ujarnya. Entah ia berniat pamer atau memberi tau tapi vreya malas untuk mendengarnya.


"Lebayy."


"Yaya, gue serius. Demam gue langsung turun. Gila besok gue mau sakit lagi aja lah."


"Terserah."


Oxcel ikut berbaring di sebelah vreya. Vreya masih menutup matanya.


"Lo kenapa sih? " tanya oxcel.


"Cape gue. "


"Abis dari mana lo? "


"Main."


"Ama vicko? "


"Emm."


"Gimana hubungan lo ama dia?"


"Pertanyaan lo aneh."


"Hemm lah, gue paham kok. Abis ini jalan jalan? " ajak nya.


"Gue cape."


"Gue traktir."


"Ya udah gue siap siap dulu." vreya langsung beranjak dari tidurnya dan segera mengganti baju.


"Masalah traktir aja cepet." oxcel menggelengkan kepalanya melihat tingkah vreya.


Setelah bersiap vreya dan oxcel turun.


"Yaya mau kemana lagi? " tanya mama nya.


"Yaya mau jalan ama oxcel, dia mau traktir yaya."


"Ya udah, oxcel jagain yaya nya. " ujar mamanya.


"Siap bunda." akhirnya mereka pergi setelah bersalaman dengan mama vreya.


"Motor or mobil? " tanya oxcel.


"Motor biar mesra." jawab vreya.


"Jancoo."


Oxcel mengeluarkan motor milik kak sanjaya.


"Naik."


"Ngga usah di suruh juga gue naik."


Oxcel melajukan motornya. Sampai di salah satu kedai coklat. Oh ya sekarang pukul 19.30.


Oxcel dan vreya duduk di pojok belakang bangku yang kosong. oxcel memesan minum dan makanan ringan.


Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang.


"Cell? "


"Emm." jawab oxcel sambil meminum kopi miliknya.


"Lo mau kuliah di mana?"


"Tiba tiba banget lo nanyain kek gituan. "


"Lo kuliah di prancis ya, plisss." ujar vreya memohon.


"Gue ngga bisa yaya. Gue mau di indonesia. " jawab oxcel.


"Oxcel pliss. Kalo semisal lo kuliah di prancis gue pasti di bolehin ama ayah gue. "


"Gue ngga bisa yaya."


"Oxcell. Lo tau kan gue pengen banget kuliah di prancis. Dan lo juga tau kan kalo gue ngga di bolehin ama ayah gue. Pliss lahh cel bantuin gue." vreya merengek.


"Gue akan berusaha bujuk ayah. Tapi gue ngga bisa kalo harus kuliah di prancis."


Vreya membuang nafasnya kasar, sambil meminum coklat panasnya.


"Gue ngga punya harapan lagi kalo lo ngga berhasil ngebujuk ayah." ujar vreya lemas.


"Gue bakal usahain yaya. Lagi pula di indonesia juga ada kan jurusan ekonomi." jawab oxcel.


"Gue juga mau kuliah sastra cel."


"Lo mau ambil dua jurusan? "


"Em."


"Lo ngga kasian ama otak lo?"


"Gue bisa pikirin itu nanti."


"Iya gue tau."


hening.


vreya merasa kesal dengan oxcel tapi mau gimana lagi, ia tidak bisa memaksa nya begitu saja.


Tiba tiba seseorang menghampiri meraka.


"Oxcel?"


Oxcel dan vreya melihat ke asal suara.


"Andre? "


"Wowww, ini beneran lo, kapan lo ke indonesia? "


"Duduk dulu bro." oxcel menarik bangku kosong yang ada di sebelahnya.


"Thanks, haha kapan lo ke sini? " ujar pria yang bernama andre itu, sambil memapankan dirinya untuk duduk.


"Udah lumayan lama lah, lo kapan ke sini? " tanya oxcel balik.


"Kemaren, oh iya lo ama siapa cewek lo? " pandangan andre tertuju pada vreya yang dari tadi membuang muka sambil meminum coklat panasnya.


"Haha, sepupu gue. " jawab oxcel santai.


"Wowww sejak kapan lo punya sepupu cantik kaya gini? " vreya hanya memutar bola matanya malas.


"Bro jangan modus lo. Gue udah punya calon adik ipar."


"Wee santai. Oh iya kenalin gue andre temen oxcel waktu di prancis. " andre mengulurkan tanganya.


Vreya melirik ke arah andre, " vreya." ujar nya tanpa membalas uluran tangan andre.


"Dingin banget bro." protesnya.


"Haha, dia emang gitu." oxcel tertawa kecil.


"Cel temen lo yang di prancis pada pindah ke sini semua? " tanya vreya tiba tiba.


"Santai aja gue ngga lama kok di sini." jawab andre.


"Oh." vreya mengangguk.


Mereka akhirnya mengobrol hingga pukul 20.30.


"Bro gue duluan ya." oxcel berpamitan dengan andre.


"Ati ati bro. "


Oxcel hanya mengangguk dan pergi meninggalkan andre sendiri.


"Cel besok kita ke sekolah naik apa? " ujar vreya sedikit berteriak.


"Naik motor aja. Tapi kita tetep berangkat bareng."


Vreya hanya mengangguk.


Sampai di rumah.


Vreya langsung menuju ke ke kamar nya.


Polsel vreya bergetar.


Chat.


Manusia es


Lo barusan keluar ama oxcel?


_______________


Vreya mengerutkan dahinya.


Chat.


Vreya DA


Lo tau dari mana hemm?


Manusia es


Gue peramal, oh iya tadi cowok yang satunya lagi siapa?


Vreya DA


Temen oxcel.


Manusia es


Oh.


(Read)


____________________


"Ciri ciri orang gabut ya gini. Ngga jelas. "


Vreya meletak kan polselnya dan memposisikan dirinya untuk tidur.


Tak lama kemudian ia menuju ke dalam mimpinya.


...