
Hari ini adalah hari pernikahan kak sanjaya dan kak angel. Sekarang kak sanjaya sudah sah menjadi suami kak angel begitu juga sebaliknya.
Mereka telah mengucapkan janji suci dan meminta restu kepada kedua orang tua mereka.
"Wihhh kakak gue kawin. " vreya menyenggol bahu kakak nya. Mereka masih ada di atas panggung dalam acara salam salam an dan memberi selamat kepada pengantin baru.
"Cepet nyusul dekk." goda kak sanjaya.
"Gue santet lo." jawabnya sinis. Vreya berjalan menuju ke arah kak angel.
"Huhu embakk." vreya menangis sambil memeluk kak angel.
"Selamat mbak, semoga embak betah ya jadi istri kakak laknat gue." ujar vreya.
"Vreya kamu ini ada ada aja." kak angel menggelengkan kepalanya.
"apa lo. " mendengar namanya di panggil kak sanjaya tiba tiba menyambar.
"Dih galak amat lu, mentang mentang udah nikah." vreya menjulurkan lidahnya lalu turun dari panggung.
Vreya duduk di salah satu kursi sebelah oxcel.
"Ngapa lo senyum senyum gitu? " vreya melihat ke arah oxcel yang dari tadi tersenyum sendiri seperti orang gila.
"Woii." vreya menepuk bahu oxcel.
"Eh, apa?" oxcel kaget.
"Lo kesambet? " tanya vreya penuh selidik.
"Jan ngaco lo."
"Terus tu ngapa senyum senyum sendiri? " tanya vreya lagi.
"Gue lagi ngebayangin, kalo gue yang ada di posisi bang sanjaya. Gimana ya rasanya." jawabnya sambil tersenyum.
"Halu. Sekolah belom kelar sok sok kawin, mau di kasi makan apa bini lo? " ejek vreya.
"Sembarangan."
Setelah selesai bersalaman, diadakan pesta kecil kecilan. Semua orang bernyanyi sambil berjoget joget ria. Sang pengantin baru tampak sedang bardansa dengan mesra nya.
"Janco drama apa lagi yang gue liat." ujar vreya saat melihat kak sanjaya mencium bibir kak angel.
Dengan sigap oxcel menutup mata vreya.
"Anak di bawah umur di larang melihat adegan tersebut." ujar nya.
"Oxcel, astaga." vreya mencoba melepaskan tangan oxcel.
"Gila lo ya? " tanya nya.
"Lo yang gila, itu adegan di bawah umur. Jangan jangan lo sering ya nonton yang begituan? " oxcel selidik sambil menyipitkan matanya menatap vreya.
"Oxcel. Gila, mesum. Sejak kapan lo jadi mesum kek gitu? " tanya vreya.
"Gue ngga mesum, gue cuma mau membela mana yang benar dan mana yang salah." oxcel berusaha membela dirinya.
"Dan, lo tadi juga liat kan? " vreya menaikka salah satu alis nya.
"Hah, emm itu. Gue cuma sedikit liatnya." oxcel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sama aja, goblokk."
"Ngegas."
Vreya merasa lelah menggunakan gaun yang cukup berat untuk nya. Walaupun ia hanya menggunakan gaun berwarna putih yang sedikit tebal di tambah hiasan manik manik di bagian dada dan pita di bagian pinggang. Gaun yang di gunakan vreya memang khusus untuk keluarga. Ya bisa di bilang spesial.
Vreya sengaja memilih gaun yang panjang nya 15 cm dari mata kaki. Dia kata biar kalo jalan ngga ribet. Dan gelungan di bagian rambut dengan sedikit sisa anak anak rambut yang membuat vreya semakin anggun.
"Ini baju berat amat dah. Mana sendal nya tinggi banget lagi." ujar vreya.
"Ngeluh mulu lo jadi orang. Liat no kak angel yang bajunya ampe kemana mana, b aja. " sambar oxcel.
"Gue jadi pengen pake jas biar sama kek elo." jawab vreya.
"Yaya plis lo waras dikit napa, ya kali lo cewek pake jas."
"Ya ngga papa dong, emang ada yang ngelarang? "
"Terserah lo, " oxcel pasrah. Ia berfikir percuma jika ia berdebat dengan vreya yang selalu tidak mau kalah.
"Ya, selamat menikmati hidangan kalian. Semoga kalian suka." ujar pembawa acara.
"Sambil mengiringi waktu makan kalian, kita akan memanggil seseorang untuk menyumbangkan sebuah lagu untuk kita semua . "
"Kita sambut nona vreya, adik kandung dari mempelai pria kita." ujar pembawa acara itu.
Vreya yang merasa namanya di panggil ia tersedak karna sebelumnya tidak ada yang memberitaunya sama sekali.
"Cel kenapa gue? " tanya nya berbisik kepada oxcel.
"Gue juga kaga tau, udah lo naik aja, lo jago nyanyi kan." oxcel mendorong pelan vreya agar naik ke atas panggung.
Vreya mengambil gitar dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Vreya menarik nafasnya dalam dalam. Ia tidak ingin membuat keluarganya malu. Yang datang ke acara pesta pernikahan itu bukan lah orang biasa. Melainkan orang orang dengan jabatan tinggi dan terhormat.
Ia mulai menggenjreng gitarnya.dan....
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt, suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday, waiting for you
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything, take away
What's standing in front of me
Every breath, every hour has come to this
One step closer
I have died everyday, waiting for you
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed, I would find you
Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years
I'll love you for a…
Dengan suara merdu akhirnya lagu vreya selesai. Ia membungkuk lalu tersenyum . Dan turun dari panggung. Semua orang yang mendengarnya terpaku akan suara vreya.
Vreya turun dari panggung di iringi dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
"Wahh tak di sangka suara nya sangat merdu di telinga kita. Sekali lagi beri tepuk tangan kepada nona vreya. " ujar pembawa acara.
Suara tepuk tangan kembali terdengar. Vreya duduk di kursinya lagi.
"Keren lo. " oxcel mengacungkan ibu jarinya.
"Gue gitu loh." jawab vreya.
"Nyesel gue muji lo."
Vreya hanya tertawa.
acara terus berlanjut hingga pukul 22.30.dan acara pun selesai. Semua tamu undangan sudah pergi meninggalkan gedung tersebut.
Sedangkan keluarga pengantin sudah berada di rumah masing masing.
Vreya dan anggota keluarganya sedang barada di ruang keluarga. Malam ini kak sanjaya dan kak angel memutuskan untuk menginap di rumah kak sanjaya.
Sedangkan keluarga kak angel sudah pulang dengan di antar oleh supir pribadi mama vreya.
"Sudah lah kalian tidur saja ini sudah malam.
" ujar ayah vreya.
"Uhh badan yaya pegel semua. Yaya ke kamar dulu ya." pamit nya.
"Selamat malam sayang." ujar mama vreya.
"Malam ma." jawab vreya sambil berjalan ke arah kamarnya.
Mereka mengobrol sebentar hingga mereka memutuskan untuk tidur.
...