
Hari ini adalah hari minggu.dan vreya merasa dirinya sudah agak membaik.Artinya besok vreya memutuskan untuk berangkat ke sekolahnya.
Vreya sedang menonton TV di ruang tengah sendiri.Karna ayah dan mamanya ada acara di luar sedangkan kakak nya sedang mempersiapkan pernikahan untuk dirinya sendiri.
Tiba tiba ada pesan masuk dari polsel vreya.Vreya langsung mengambil polselnya yang berada di meja.
-Chat.
Manusia es
Lo di rumah ngga?
Vreya DA
Em.Kenapa?
Manusia es
Temen temen lo mau main ke rumah lo.
Vreya DA
Kenapa ngga chat gue langsung?
Manusia es
Ngga tau.
Vreya DA
Ya udah gue tunggu.
(Read)
____________
Vreya langsung meletakkan polselnya dan melanjutkan menonton tv.Vreya tidak berniat untuk ganti baju atau pun sebagainya.Walaupun vreya tau akan ada kakak kelas mereka tapi vreya tetaplah tidak peduli.
Dengan memakai celana pendek yang tertutup kaos vreya yang kebesaran dan rambut di gelung asal asalan yang meninggalkan banyak rambut yang belum ikut terikat.
sedangkan di sisi lain.
"Kenapa harus gue sih.Kan kalian bisa chat sendiri."Protes kak vicko setelah selesai membaca pesan terakhir vreya.
"Udah lah kak sekalian PDKT."Saut mei sambil cengengesan.
"Cih.siapa juga yang mau sama dia."Tolak kak vicko.
"Jangan gitu vic.Nanti lo malah jatuh cinta beneran lo."Sambar kak briyan.
"terserah."
Mereka pun langsung menuju ke mobil kak briyan.Sedangkan kak vicko memutuskan untuk memakai motor miliknya yang belum lama ia beli dari uangnya sendiri.Kak vicko bahkan mengembalikan mobil yang selama ini ia pakai kepada papanya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah vreya.Mereka memarkirkan mobil mereka dan segera menuju pintu rumah vreya.
Salah satu dari mereka mengetok pintu rumah vreya.Agak lama mereka menunggu akhirnya pintu terbuka.Terlihat vreya yang masih seperti tadi tanpa berubah sedikitpun membuka pintu rumahnya.
Semua menatap vreya dengan detail.Walaupun vreya kini berantakan tapi dia tetap terlihat cantik dan sexy.
"Lo ngga siap siap?Kita udah dateng lo."Sambar xelina satelah melihat penampilan yang begitu apa adanya di depan mereka.
"Emang kita mau pergi?"Tanya vreya santai.Merepa pun menggeleng kompak.
"ya udah.Ayo mau masuk ngga cape gue nunggu nya."oceh vreya lagi.Mereka pun berjalan menuju ruang tv.Tv yang dari tadi di tonton vreya belum pindah chanel.
"Lo nonton tom and jerry?"Tanya kak nico bingung.
"Iya.Udah nikmatin aja bagus kok."Jawab vreya yang fokus pada film nya.
"Eh iya gue lupa.Gue bikinin minum dulu ya.Kalian mau minum apa?"Tanya vreya.
"Terserah aja deh vre."Jawab mei vreya mengangguk dan segera menuju ke dapur.
Setelah beberapa saat kemudian vreya datang dengan membawa minuman untuk teman temannya dan membawa sedikit cemilan.
"Sendiri aja lo?"Tanya mei.
"Iya pada sibuk sama urusan masing masing."
Jawab vreya duduk kembali tanpa mengalihkan pandanganya dari tv.Dan hanya mendapat anggukan dari mei.
Tak lama kemudian film vreya pun habis.Dan teman teman vreya sedang sibuk masing masing.
"Kita ke atas yuk?"ajak vreya.
"Yaudah ayuk."jawab mereka.
"Gue suruh embak bawa minuman kita ya?" Ucap xelina.
"Eh no.no.no.Tangan kalian masih normal kan? Kalian bisa lah bawa sendiri."Jawab vreya.
"Lah kita kan cuma minta tolong vre."Mei kini ikut menyambar.
"Nggak! kalo kalian ngga mau bawa ya tinggal aja gampang kan."
"Vreya mah gitu ngga mau ngerepotin orang lain.Dia orangnya ngga tegaan."Ucap mei lirih.
Mereka pun mengikuti vreya menuju atap rumahnya.Vreya sangat suka tempat itu nyaman dan tenang.
Vreya dan yang lainnya mulai mengobrol kecuali kak vicko yang dari tadi belum mengeluarkan suara sedikitpun.Kak vicko asik dengan game online nya.
"Eh kalian tau ngga kalo vreya itu bisa nyanyi?" Xelina di tengah tengah pembicaraan mereka.
kak vicko yang mendengar pembicaraan itu pun langsung menyambar.
"Emang bisa?"Tanyanya dingin.
"Suara vreya itu bagus banget kak...Uhhh jangan di ragukan lagi."Jawab mei.
"Masa?"kak vicko masih belum mengalihkan pandangannya dari polselnya.
"Eh manusia es lo ngga percaya?Oke gue buktiin ya.Jangan sampe ngiler lu."Jawab vreya kesal.Vreya pun turun menuju kamarnya untuk mengambil gitar kesayangannya.Tak lama kemudian vreya datang dengan membawa gitar berwarna putih dengan motif yang membuat gitar tersebut terlihat elegan.
"Manusia es.Ni lagu buat lo.Khusus buat lo.Lo harus dengerin.Gue mau buktiin ke elo kalo gue itu bisa nyanyi."Ucap vreya sombong
"Cih.."Kak vicko yang masih sibuk dengan game nya.
Vreya mulai menggenjreng gitarnya.alunan musik yang di ciptakaan vreya mampu membuat kak vicko mengalihkan pandanganya.Vreya mulai bernyanyi dan menghayati setiap liriknya.
(Bila nanti saat nya tlah tiba...)
(Ku ingin kau menjadi milikku...)
(Berjalan bersama mu dalam terik dan hujan)
(Berlarian ke sana ke mari dan tertawa..)
Semua melihat vreya yang nampak anggun saat memetik gitarnya dan di iringi oleh suara merdu miliknya sendiri membuat diam diam kak vicko terpesona olehnya.
(Namun bila saat berpisah tlah tiba)
"Ah udah lah gue ngga mau pisah pisah.Hehe..." Vreya menghentikan nyanyiannya dan tertawa tanpa dosa.
"Bagus kan suara gue..."Sambarnya lagi menaik turunkan alisnya dan tersenyum. Walaupun hanya sedikit tapi mereka mengakui kalo suara vreya benar benar bagus.
"Nggak."Jawab kak vicko berbohong.Bahkan kak vicko sempat terpesona dengan vreya.Tapi dia gengsi kalo mengatakan yang sejujurnya.Dan itu dapat membuat vreya besar kepala.
"Bagus benget suara lo demi apa..."Kak briyan mulai memuji vreya.
"Iya dong gue...."Ya seperti yang ada dalam fikiran kak vicko.Vreya mulai besar kepala.
"Lo belajar sama siapa?"Tanya kak nico.
"Sendiri buat gabut gabutan aja.Eh ngga taunya bisa."
"Mau di ajarin dong..."Ucap kak briyan dan sukses mendapat tatapan tajam dari xelina.
"Nggak ah cewek lo matanya udah mau keluar.Gue takut kalo keluar beneran." Vreya melirik ke xelina.
"Siapa?"Xelina mengerutkan dahinya.
"Tu...Antena yang ada di belakang lo."Jawab vreya santai.Xelina langsung membalikkan badannya.Dan yang benar saja memang ada antena di belakang xelina.
"Vreyaaaaa....."Xelina geram.Yang lainnya hanya cekikikan.
hari pun semakin larut.Semua teman teman vreya sudah pamit pulang ke rumah masing masing.
-PUKUL 19.36
Vreya sedang berada di kamarnya.Mama ayah dan kakaknya belum pulang dari tadi siang.Vreya merasa cacing perutnya bergejolak ia pun memutuskan untuk turun dan menunggu mereka pulang.
Makanan sudah rapi di tata oleh mbak lia.Vreya menunggu semua datang.Tapi nihil sekarang jam sudah menunjukkan pukul 23.45.
Vreya masih setia menunggu.Mbak lia yamg sudah berkali kali menawarkannya makan tetapi vreya menolak.Ia ingin makan bersama keluarganya.Hingga vreya tidak sengaja tertidur di meja makan.
00.15.Ayah mama dan kak sanjaya pulang entah dari mana mereka tetapi mereka benar benar sudah lupa waktu.Akhir akhir ini memang semua mulai sibuk dengan urusan masing masing.Hingga mau makan malam pun sangat lah tidak memungkinkan.
Selama vreya sakit pun mama ayah dan kak sanjaya kurang memperhatikan vreya.Vreya sering di tinggal di rumah sendiri sampai larut malam.
mereka menghampiri vreya di meja makan. mereka pun merasa bersalah dengan vreya yang selalu menunggunya di meja makan sampai tertidur.
"Sayang bangun nak...Mama udah pulang.Kita jadi makan kan?"Ucap mama vreya lembut.
vreya terbangun dan mulai mengumpulkan nyawanya.Ia melihat jam yang sudah tengah malam.Vreya benar benar melakukannya lagi.
"Mama sama yang lainya kemana aja?"Tanya vreya.
"Ayah sibuk kerja.Ayah lagi mempersiapkan cabang perusahaan baru.Kamu ngerti kan?" Jawab ayah vreya.
"Mama lagi mempersiapkan pernikahan kakak kamu."Mama vreya lembut.
"Mama sama yang lainya udah makan?"Tanya vreya lagi.
"emm...Udah tadi tapi..."ucap mama vreya terpotong
"Kalo udah makan ngapain ngajak yaya makan lagi.Yaya ngantuk yaya mau tidur." Vreya beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju kamarnya.
"Udah.Kita jelasin aja besok pagi."Ayah vreya mengelus pundak istrinya.
"Ya udah ma yah sanjaya juga ke kamar ya." Mama dan ayah vreya mengangguk.Kak sanjaya berlalu menuju kamarnya dan berada tepat di samping kamar vreya.
Ayah dan mama vreya pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan istirahat.Benar benar hari yang melelahkan.
...