
-kantin
Vreya dan teman teman nya sedang asik makan bakso tak lupa juga kak vicko dan teman temannya yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Lo kemaren ke mana vre?" tanya mei sambil meminum es tehnya.
"Iya vre main tinggal tinggal aja." xelina ikut menyambar.
"Yang harusnya tanya itu gue.Kalian pada kemana kemaren?"
"Ya kita jalan lah"ucap mei santai.
"Tuh kan.Jelas jelas kalian yang ninggalin gue."
"Hehe..."
"Oh iya vic , kemaren bokap lo telfon gue." Ucap kak briyan.
"Hemm.."Asik dengan game nya.
"Ya gue bilang aja kalo lo jalan ama vreya. lo ngga di introgasi?"
"Nggak."
"Ya elah vic.Ya maap hehe..." kal briyan cengengesan tanpa dosa.
"kak Lo beneran bilang gitu?" tanya vreya.
"iya..."
vreya mengingat cerita kak vicko semalam
dengan cepat vreya segera mengambil polselnya.Vreya ingin mengirimkan pesan kepada seseorang.
Chat.
Vreya DA
Demi apa?
________
Klonteng...
polsel kak vicko berbunyi ia sedang asik memain kan game nya kini mengerutkan dahinya dan melirik ke orang yang ada di hadapanya tersebut.
Semua teman vreya juga langsung melihat ke arah mereka berdua.
Chat.
Vreya DA
Notif lu di kecilin beg*.
_______
Melihat ada notif lagi di polselnya ia langsung memberhentikan game nya dan berniat membalas pesan tersebut.
Chat.
Manusia es
Apa?
Vreya DA
Lo ngga di tanya apa apa kan sama bokap nyokap lo?
Manusia es
Dikit.
Vreya DA
Terus lo bilang apa?
Manusia es
Jalan ama elu
Vreya DA
Dih beg*!!!
Menusia es
ha?
Vreya DA
Malu gue oon
Manusia es
Sejak kapan lo punya malu.
Vreya DA
serah.
(Read)
__________
"Ekhemm...."
"Apaan sih vre..." xelina mencoba merebut polsel vreya.
"Apaan sih..."Vreya merebut kembali polselnya.
"Gue ke UKS." Vreya langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju UKS.
Teman teman vreya heran sambil melihat punggung vreya yang mulai menjauh.
"Kenapa dah?" tanya mei.
"Entah...Ya kali marah cuma gara gara gue rebut polselnya." jawab xelina.
"Emang lo liat apaan di polselnya." Tanya mei lagi.
"Kaga liat apa apa."
"Ya udah lah.Palingan cuma ngantuk tu anak." Ucap kak briyan.Semua hanya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.
Tak lama kemudian kak vicko beranjak dari tempat duduk nya.
"Mau kemana bro?" Kak nico sambil melihat kak vicko.
"Pergi." kak vicko pun segera melinggalkan teman temannya di kantin.
-UKS
Vreya segera menuju ke salah satu kasur yang ada di UKS.
"Kak vreya ya?" tanya adik kelas vreya.
"Ya?"
"Ngga papa kak cuma mau absen aja.Kak vreya sakit apa?"
"Emm...bilang aja sakit perut." Jawab vreya.
"Oh ya udah kak.Kalo gitu saya mau ke ruang bu bebis sebentar.Kak vreya ngga papa kan sendiri?"
"iya ngga papa." adek kelas tersebut mengangguk dan segera keluar dari UKS.
Vreya mulai memejamkan matanya dan segera tidur.Untuk kali ini ia berniat untuk bolos pelajaran.Tak lama kemudian bel sudah berbunyi tapi vreya masih tetap tidur.Hingga akhirnya pintu UKS terbuka.
"Vreya mau bolos pelajaran lagi...?" Suara yang terdengar sangat familiar di telinga vreya.Vreya pun segera membuka matanya lebar lebar.
"Aduh bu...vreya sakit perut bu.Beneran dah..."Ucap vreya kepada bu bebis.ya yang memasuki UKS adalah bu bebis.
"Alah ibu ngga percaya.Alesan aja mau bolos bolos segala."
"Bu tapi ini beneran..." vreya kini berekting memegang perutnya.
"Udah lah vreya ngga usah drama.Setiap ke UKS pasti bilang sakit perut.Kamu di hukum bersihin WC pulang sekolah nanti."
"Lah bu...tapi ini be...."Belum sempat selesai bicara bu bebis kembali menyambar.
"Ngga ada penolakan."Bu bebis pun keluar dari UKS.
"Hadeh nasib nasib." vreya pun melanjutkan tidurnya.
-Pulang sekolah.
"Mau kemana lo?" tanya mei.
"Gue di hukum bu bebis." jawab vreya
"Lo ngga marah ama gue kan?" tanya xelina.
"Ngapain marah coba.Udah lah gue duluan kalian ati ati pulangnya."vreya langsung pergi meninggalakan mei dan xelina.
di toilet vreya segera melaksanakan tugas bu bebis.
Suara air mengalir.
"Itu apaan dah perasaan semua udah pada pulang." Ucap vreya yang sedang mengepel lantai toilet.
"***** merinding gue..."
"ah tau ah."
Dengan tergesa gesa vreya menyelesaikan tugas bu bebis.
-16.30
Vreya melajukan segera melajukan motornya dan segera pulang.Di tengah tengah perjalanan ia pun melihat orang yang sedang berkelahi.Ia pun memutuskan untuk melerai nya.
"Manusia es?" ucap vreya saat melihat kak vicko yang sedang menghajar seorang pria.
Kak vicko dan pria itu pun menoleh ke arah vreya.Kak vicko segera bangkit pergi meninggalkan pria yang tersungkur lemah di aspal dan memberikan sesuatu pada pria tersebut.
"Ngapain lo di sini." ucap kak vicko sambil menahan sakit di bagian pelipis dan mulutnya.
"oh..Ngga papa tadi gue liat orang berantem eh ternyata elo.Ya udah pulang gih, nanti tante ranta nyariin lagi." Jawab vreya.
"Gue ngga mau pulang."Jawabnya.
"Lah kenapa?"
"Gue ngga mau mama kawatir ama gue. ya kali gue pulang kaya gini."
"Oh iya ya.Eh gue ada obat merah di tas.Kita ke halte itu aja.Bawa motor lo gue obatin tu bonyok."Kak vicko mengangguk.
Mereka memarkirkan motor mereka masing masing dan segera duduk di halte yang sepi tersebut.
"Eh iya gue lupa.Lo tunggu sini bentar gue beli tisu dulu."Ucap vreya.Ia beranjak dari duduknya dan segera menuju warung yang tak jauh dari halte bis.Tak lama kemudian vreya kembali dengan membawa dua air meneral , perban dan tisu.
"Ni minum." kak vicko menerima air mineral yang di berikan vreya.Vreya mengeluarkan obet merah yang ada di tas nya.Tapi sebelum itu vreya membersihkan luka kak vicko dengan air mineral yang satunya.
"Aww..." kak vicko merintih.
"Alah lebay lo.Lagian tadi siapa sih?" tanya vreya sambil membersihkan luka kak vicko.Kak vicko hanya memperhatikan vreya.
"Emm...Ya udah deh lupain aja.Gue tau itu urusan laki laki." ucap vreya lagi yang mulai memakaikan obet merah.
"Rian Mantan elis."Jawab singkat kak vicko.
"Elis?" vreya menaikan salah satu alisnya.
"Hemm elis mantan gue yang nikah itu.Dia ngira kalo gue masih pacaran ama dia.Gue udah bilang kalo dia udah nikah pas gue mau nunjukin undanganya malah ngajar gue ya udah gue bales."
"Ohh..."Vreya mengangguk mengerti.
"Lo baru pulang?" tanya kak vicko.
"Emm.."Vreya yang masih fokus mengobati luka kak vicko.
"Kenapa?"
"Di hukum."
"Kok bisa?"
"Bisa lah orang gue bolos pelajaran.Eh ketauan bu bebis ya udah deh."
kak vicko tersenyum mendengar jawaban vreya dan kembali melihat ke arah vreya yang masih fokus mengobati lukanya.
"Udah tu.nanti minta tolong tante ranta buat di ganti perbannya.Bilang aja lo jatuh." lanjutnya dan segera memasukan obat merah tisu dan perban ke tasnya..
"Emm..."Jawab kak vicko masih menatab vreya.
"Pulang yuk."Vreya beranjak dari duduknya tapi di hentikan oleh kak vicko.
"Nanti aja gerimis." ucap kak vicko.
"Halah berantem aja berani masa ama gerimis takut." vreya tertawa kecil.Kak vicko tersenyum segera bangkit.
"Thanks." ucapan singkat dari kak vicko sambil mempermanis senyumnya.
"***** senyumnya...Jangan senyum manusia es pliss diabetes nanti gue ampe rumah." Batin vreya.
"Oyy...." suara kak vicko memecahkan lamunan vreya.
"Eh..oh oke no problem." jawab vreya.
mereka segera menuju ke motor masing masing.Dan mereka pun melajukan motornya di tengah tengah gerimis.
"Balapan kuyy..." Ucap vreya sedikit teriak ke arah kak vicko.
"Oke siapa takut." kak vicko menambah kecepatanya meninggalkan vreya di belakang.
"Wahh curang loo.." Teriak vreya.Ia pun menyusul kak vicko.
Akhirnya mereka berbalapan yang diiringi gerimis di sore itu.Mereka sesekali berteriak dan tertawa bersama untuk menghilangan kepenatan di otak mereka.Terlihat jelas bahagia yang terukir di wajah kak vicko maupun vreya.
Hingga sampai di pertigaan jalan mereka berpisah vreya ke arah kanan sedangkan kak vicko ke arah kiri.
"Gue duluan..."Vreya teriak ke arah kak vicko dan melambaikan tanganya.
"Shippp..." kak vicko juga melambaikan tanganya.
...