
-Rumah Kak vicko
Kak vicko memasuki rumahnya sambil memegang luka di pelipisnya.Ia tiba tiba tersenyum mengingat yang terjadi beberapa saat lalu.
"Eh anak mama udah pulang.Eh kamu kenapa kok bonyok gini?"Mama kak vicko.
"Berantem itu."Saut papanya.
"Emm..."jawab kak vicko singkat.
"Kenapa?Vreya di ambil orang?" Tanya papa nya tersenyum menggoda.
"Paa..."Kaka vicko menatap papanya datar.
"Terus ini kenapa?"Tanya mamanya.
"Jatoh di sekolah."
"Masak?"
"Huff...Berantem ama mantan elis." Ucap kak vicko.
"Kok bisa?kamu masih berhubungan lagi ama elis?" Tanya mamanya tegas.
"Enggak ma.Mantan elis itu abis pulang dari luar negri.Dia ngira aku masih pacaran ama elis.Pas mau di jelasin eh malah dia nonjok ya udah vicko bales."
"Halah kaya ngga ada kerjaan aja tu anak." jawab mamanya kesal.
"Udah lah ma lagian ngga penting juga."
"Emmm...terus ini yang ngobatin siapa?" Tanya mamanya lagi lagi dan lagi.Papanya hanya menyimak ria saja.
"Emm..."
"Vreya itu..."Papanya menyambar.
"emang iya?"
"iya mama...Udah lah vicko mau ke kamar." kak vicko pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih senyum senyum sendiri.
Kak vicko masuk ke dalam kamarnya dan segera menuju kamar mandi.Selesai mandi ia membaringkan tubuhnya di kasur dan menatab langit langit kamarnya.
"Ah gue jadi mikirin tu anak."
"Apa gue telfon aja ya?"
"Enggak ah ngapain coba."
"Tapi..."
"Bodo ahh..."Kak vicko berbicara pada dirinya sendiri.
Ia akhirnya mengambil polsel dan menelfon vreya.
-Rumah vreya
Drttt...Drttt...Drttt
"Ngapain tu bocah telfon gue."Vreya yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk di kepalanya pun mengangkat telfon kak vicko.
_Telfon_
Vreya :"Emm.."
kak vicko :"Emm.."
Vreya :"Kenapa?"
Kak vicko :"Ngga papa cuma mau bilang thanks aja."
Vreya :"Tadi perasaan udah."
Kak vicko :"Emang iya?"
Vreya :"Aneh lu.Hahahahaha"
Kak vicko:"Lucu?"
Vreya :"Ya enggak sih hehe.Tapi tumben aja gitu lo telfon gue.Kenapa? kangen ya?"
Kak vicko :"Sejak kapan lo jadi narsis gini?"
Vreya :"Sejak barusan.Eh iya luka lo gimana?"
kak vicko :"Ngga gimana gimana.Masih sama."
Vreya :"Lo di tanya apa ama bokap lo?"
kak vicko :"Ya gitu..."
Vreya :"Di marain?"
Kak vicko :"Enggak."
Vreya :"Kok bisa?"
Kak vicko :"Ya bisa.Orang gue bilang yang ngobatin lukanya elo."
Vreya :"Nah kan gue lagi."
Kak vicko :"Lah kan emang elu."
Vreya :"hemm aja deh."
Kak vicko :"Hahahahahahah"
Vreya :"Udah lah lo cuma mau bilang makasih doang kan ya udh gue matiin ya?"
Kak vicko :"Ehh bentar."
Vreya :"Apa lagi?"
Kak vicko :"Gue mau balas budi ama lo.Gue ini pinter.Kalo lo minta di ajarin ngerjain tugas gue bisa."
Vreya :"Dih narsis.Iya entar gue liat dulu"
Kak vicko :"Oke lah.Gue matiin."
Tuttt.....
"Dih..." ucap vreya ketus.ia meletakkan polselnya di atas laci dan mengeringkan rambutnya.
-19.45
Vreya sedang makan malam dengan keluarganya di ruang makan.
"Emm...Yaya udah selesai.Yaya ke atas ya." Vreya beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju kamarnya.
sampai di kamar ia berniat untuk menonton drakor tapi setelah ia membuka polselnya ada panggilan tak terjawab dari mei dan xelina.
Chat.
-CIWI CIWI
Vreya DA:"Kenapa lu pada?"
Meilinda Putri :"Enggak kita cuma mau ngingetin ada tugas dari bu ainun."
Vreya DA :"Gue nyalin punya lo ya me?"
Meilinda Putri :"NO!!!!!"
Vreya DA :"Nah kan pelit."
Meilinda Putri :"Off."
Vreya DA :"Xelina...."
Vreya DA :"yuhu....."
Xelina Anggraini :"Off."
Vreya DA :"DASAR LAKNAT!!!"
Ia meletakkan polselnya kembali.
"Aduh gimana ini?"
"MATEMATIKAAAA......"
"gue ngga bisaaaaa...."
"Ha...Kak vicko."
"Uh mantabbb..."
"Tapi gue gengsi."
"Ah bodo dari pada di hukum lagi."
"Bodo gue ngga peduli."
Vreya menyiapkan buku di meja belajarnya dan meletakkan polselnya.Setelah mendapatkan posisi yang pas ia memulai panggilan vidio dengan kak vicko.
Kak vicko yang sedang memainkan game nya pun berhenti karna mendapatkan panggilan vidio dari vreya.
_Panggilan Vidio_
Kak vicko :"Emm..." Kak vicko menyandarkan polselnya di bantal.
Vreya :"Hehe ee...."
Kak vicko :"Iya gue udah tau.Udah yang mana biar gue bantuin."
Vreya :"Kok lo bisa tau?"
Kak vicko :"Gue peramal."
Vreya :"Huhhh sabar vreya demi matematika." ucap vreya lirih tapi maaih terdengar oleh kak vicko.
Kak vicko :"Udah mana buruan."
(Membantu belajar vreya.)
Vreya :"Manusia es pelan pelan napa.Gue ngga paham beneran dah."
Kak vicko :"Lo sih lola banget jadi orang."
Vreya :"Huhhhh...."
Kakak vreya masuk kamar.
Ngeekkk...
Kak sanjaya menghampiri vreya.
"Weee anj*r lagi pacaran."Kak sanjaya menyambar di sela sela pembicaraan mereka. vreya menoleh.
"Apaan sih lo.Ngetok dulu kalo masuk."
"Bodo amet gue ngga peduli."Duduk di samping vreya.
"Kak apaan sih."
Kembali ke panggilan.
Kak vicko :"Eh bang."
Kak sanjaya :"Uyy...ngapain lo tumben telfon adek gue." vreya masih asik menulis rumus.
Kak vicko :"Bukan gue bang yang telfon duluan tapi adek lo."
kak sanjaya :"Lah yang bener lo?"
Kak vicko :"Emm.."
"Ganjen bangat jadi cewe.Main telpon telpon orang sambarangan."Sambar kak sanjaya kepada vreya yang masih sibuk menulis rumus.
"Ngacoo.....Gue suruh dia ngajarin tugas gue. lagian dia tadi yang nawarin."
Kembali ke panggilan lagi.
Kak sanjaya :"Ohhh kirain adek gue ganjen.Lo bilang aja ama gue kalo adek gue ganjen ama lo."
Kak vicko :"Hahaha....Ngga mungkin lah bang."
Kak sanjaya:"Lah?"
Kak vicko :"Bang lo kan abangnya masak lo ngga tau.Vreya ngga doyan cowok."
Vreya :"Yang ini gimana?"Vreya mengarahkan soal ke kak vicko.
Kak sanjaya :"Iya ya lupa gue."
"KAKK!!!!BISA DIEM NGGA SIH INI SUSAH." vreya menunjukkan soal ke arah kak sanjaya.
mama vreya masuk.
"Yaya ngapain teriak teriak."Ujar mama vreya.
"Tau tu ma...sakit kuping sanjaya."Sambarnya.
"Ma kak sanjaya ngangguin yaya lagi ngerjain tugas juga."
"Ehh?Ada vicko." Pandangan mama vreya tertuju pada polsel vreya.Kak vicko yang dari tadi hanya menyimak pun tersenyum.
"Mama....Kakak keluar...."Vreya mendorong mamanya dan kakaknya keluar dari kamar.
"Ma...kak...Yaya mau belajar."Vreya menutup pintu.
Vreya kembali duduk.
Kak vicko :"Durhaka lo.."
Vreya :"huhh..."Kambali menulis
(Vreya melanjutkan mengerjakan tugasnya.)
-23.55
Tugas yang vreya kerjakan tidak banyak tapi vreya yang dari tadi tidak mengerti.Jadi ia menghabiskan banyak waktu.Kak vicko juga sudah banyak kali menghembuskan nafasnya.
Vreya :"Hoammm...."
Vreya :"Tinggal satu lagi manusia es."
Kak vicko :"Huh...Bisa bisa selesai jam 1 ini mah."
Vreya :"Manusia ess..."Mengucek ucek matanya.
Kak vicko :"Lo tidur aja gih."
Vreya :"Nggak ah bisa bisa di jemur besok gue."
Kak vicko :"Huh..ya udah sini.."
Vreya melihatkan soalnya.
-00.05
Vreya tertidur saat kak vicko sedang menjelaskan.
Kak vicko :"Yeee tidur orangnya."
Vreya :"Zzzz.."
Kak vicko :"Oyyy...Bangunnn....."
Vreya :"Emm apaan sih Udah lah gue mau tidur."
Vreya beranjak dari duduknya dan tidur.Ia juga tidak mematikan panggilannya.Kak vicko menyusul tidur.Panggilan masih berlanjut.
...