Oh My Senior

Oh My Senior
Key?



Vreya menyusul kak vicko yang belum jauh.


"Oyyy main tinggal tinggal aja." vreya berteriak.


"Lo utang penjelasan ama gue."


"Halah lebay lu."


"Ikut gue."


Vreya mengikuti kak vicko. Mereka memberhentikan motornya di salah satu kedai coklat.


"Mau ngapain gembel." vreya sambil melepaskan helm nya.


"Gue udah bilang lo utang penjelasan ama gue." kak vicko dingin.


Vreya menghembuskan nafasnya kasar. Ia masuk mengikuti kak vicko. Setelah memesan makanan kak vicko mulai mengintrogasi vreya.


"Maksud lo tadi apa? " tanyanya langsung.


"Yang mana manusia es?"


"Kenapa tadi lo suruh gue ngenterin pulang nisa? Lo tau kan motor gue itu..." ucapan kak vicko berhenti.


"Belum pernah di naikin cewek kecuali lo." lanjutnya dalam hati.


"Motor gue itu? " tanya vreya mengulangi ucapan kak vicko.


"Motor gue itu anti buat cewek." lanjutnya mencoba tenang.


"Lah kemeren gue kan naik motor lo."


"Lah emeng lo cewek?"


"Sialan!! " vreya mendengus.


"Nisa tadi ngomong apa sih sama lo." tanyanya lagi.


"Manusia es sejak kapan lo kepo urusan gue. Plis deh ah..." jawab vreya alay.


"Jijik anjeng."


"Bodo wlekk...." vreya menjulurkan lidahnya.


Hening sejenak.


"Manusia es tanya dongg... " ucap vreya.


"Apaan?" jawabnya dingin.


"Manusia es semisal ni ya ada gitu orang yang naksir ama lo dan udah lama gitu naksirnya terus pendapat lo gimana?" tanya vreya serius.


"Tanyanya kenapa soal beginian? " batin kak vicko.


"Kalo gue sih tergantung orangnya."


"Maksudnya? "


"Ya tergentung orangnya, gue sayang juga nggak ama tu orang kalo gue ngga sayang ya gue ngga peduli." jawab kak vicko santai.


"Tapi kan dianya udah cinta ama lo dari lama."


"Iya gue tau, tapi kan perasaan ngga bisa di paksain."


"Ya iya sih...ya udah deh." vreya mengangguk mengerti.


"Kenapa lo tanya soal begituan?lo naksir ya ama gue?" kak vicko menaik turunkan alisnya.


"Eh ngarang. Amit amit gue naksir ama cowok narsis kaya lo." jawab vreya.


"Masak? Kalo naksir beneran gimana? " goda kak vicko.dan mulai mendekatkan wajahnya ke arah vreya.


"Manusia es apaan sih? " vreya kesal. Ada rasa bahagia di hatinya. Vreya belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


"Hahahahahahaha......astaga muka lo merah." kak vicko tertawa terbahak bahak.


"Ha? masak?" vreya mengambil polselnya dan membuka kamera.


"Boong lu." ucap vreya sambil mengaca dan memegan seluruh bagian wajahnya.


"Hahahahahahah....." kak vicko masih tertawa.


"Astaga pengen gue tabok." vreya memasukkan polselnya kembali.


Hari semakin sore walaupun tadi udah sore.


"Pulang nggak? " tanya kak vicko. Mereka maaih berada di kedai coklat.


"Lo pulang aja sendiri." jawab vreya.


"Kenapa? "


"Gue sendiri di rumah. Mama sama ayah gue kan ke luar kota. Dan kakak gue lembur."


"Olh ya udah." kak vicko beranjak dari duduknya. Dan pergi meninggalkan vreya sendirian.


"Lah di tinggal beneran kan gue cuma becanda. Ah bodo gue bisa pulang sendiri." melihat kepergian kak vicko.


Vreya sedang asik menikmati coklat panas nya dan menikmati lagu menggunakan earphonenya.


-17.30


Vreya memutuskan untuk pulang. Ia saat mengemasi barangnya seseorang menghampiri vreya.


"Astaga lo belum pulang? " kak vicko orangnya. Ia seperti sudah mandi dan segar.


"Emm kenapa lo kesini lagi? " tanya vreya ketus. Ia kesal dengan kak vicko yang meninggalkan ia sendiri di kedai coklat itu. Ya walaupun ia tadi tidak mau pulang.


"Nyusulin elo lah. Gue tadi udah ke rumah lo, kata mbak lia lo belom pulang. Gila ya lo? Ini udah hampir magrib. Kalo lo pulang melem sendiri terus lo kenapa napa gimana?" kata kak vicko panjang lebar.


"Astaga ini manusia es kenapa lagi. Gila kali ya? " batin vreya.


"Nyerocos mulu kerjaan lo." vreya pergi meninggalakan kak vicko dan menuju parkiran. Tak lama kak vicko menyusul.


Vreya melajukan motornya di ikuti kak vicko dari belakang.


Sampai rumah vreya kak vicko jiga memarkirkan motornya.


"Ngapain lo ngikutin gue. Gue udah nyampe rumah." ucap vreya.


"Yakin lo mau nyuruh gue pulang? Sebenernya gue mau ngajak lo makan, eh malah di usir."


Mata vreya langsung berbinar mendengar kata makan. Dari tadi ia hanya meminum coklat panas saja di kedai.


"Eh... Enggak masuk yuk gue mandi dulu." vreya menarik tangan kak vicko.


"Ehh bentar....." vreya tidak memperdulikan ucapan kak vicko. Ia masih setia menarik tangannya.


"Ni minum. Gue mandi bentar." vreya meninggalkan kak vicko yang masih memakai helm. Ia tidak sempat melepasnya karna vreya.


-18.30


Vreya selesai bersiap siap. Ia turun dan menghampiri kak vicko.


"Lama lahhh...." keluhnya.


"Namanya juga cewek. Jadi ngga laper gue. Gue juga udah bilang sama mbak lia kalo ngga usah masak."


"Ya udah." kak vicko beranjak dari duduknya.


"Eh bentar. Mbak yaya keluar bentar ya." ucapnya kepada mbak lia.


"Iya non hati hati." jawabnya sopan.


"Ship. " vreya mengacungkan ibu jarinya dan segera pergi. Setelah kak vicko berpamitan ia pergi menyusul vreya.


"Lo bawa helm? " tanya vreya.


"Iya. Ni pake. " kak vicko menyondorkan helm kuning pilihan vreya.


"Gue pake punya gue aja. "


"Ini motor gue, jadi lo pake helm gue."


"Hemm. "Vreya mengambil helm itu dan naik ke motor kak vicko. Kak vicko segera melajukan motornya.


"Makan di mana? " tanya kak vicko.


"Terserah yang penting enak."jawab vreya.


Kaka vicko melajukan motornya. Tak lama kemudian mereka sampai di salah satu penjual bakso.


Kak vicko memarkirkan motornya, dan segera turun dari motor.


"The best emang." vreya mengcungkan ibu jarinya dan masuk ke dalam warung tersebut. Kak vicko menyusulnya dari belakang, sambil sesekali tersenyum.


Setelah memesan, mereka duduk di bangku yang kosong.


Krukk....krukk... (Suara perut vreya.)


"Laper banget ya lo? " tanya kak vicko sambil tertawa.


"Sok tau. " jawabnya ketus.


"Perut lo bunyi. Astaga hahaha..." kak vicko tertawa.


"Iya cacing gue udah pada demo." ujar vreya. Membuat kak vicko kembali tertawa lepas.


Sesaat kemudian pesanan mereka datang.


"Uwuwww bakso..." dengan cepat vreya langsung melahab bakso tersebut.


"Pelan pelan ogeb. Ngga ada yang mau minta punya lo." ucap kak vicko.


"Ogen apaan? " tanya vreya smbik melahat mie.


Kak vicko tak menghiraukan ucapan vreya ia malah sibuk menikmati baksonya dengan santai.


Drettt.... Drettt.... Drett....


Polsel vreya berbunyi. Vreya segera mengangkat panggilan tersebut.


_telpon_


Vreya :"hemm. "


Kak sanjaya :"kemana lo? "


Vreya :"makan. "


Kak sanjaya :"sama? "


Vreya :"manusia es. "


Kak sanjaya :"ya udah."


Tutt.....


Panggilan terputus vreya melajukan makanya.


Setelah makan mereka memutuskan untuk pergi ke taman.


-taman.


Duduk di bangku taman.


"Mau es krim nggak? " tanya kak vicko.


"Enggak ah kenyang gue. " vreya memegang perutnya.


"Ya udah."


Mereka menikmati angin malam berdua.


"Kok lo bisa di panggil yaya? " tanya kak vicko.


"Nggak tau."


"Emm gue boleh panggil lo key?" tanya kak vicko hati hati.


"Key?"tanya nya bingung.


"Nama gue Vreya Diva Ananta. Key ada di mananya? " lanjut vreya.


"Ya ngga ada sih tapi simpel aja gitu kalo gue panggil elo key. Kalo gue panggil kepala batu kan kepanjangan." jawab kak vicko.


"Ya udh deh terserah."


Saat mereka sedang asik mengobrol seseorang tiba tiba menghampiri mereka.


"Vreya? " tanya seorang pria tersebut.


Lantas vreya membalikkan badannya mencari sumber suara itu.


Perasaan bahagia vreya memuncak malam itu setelah melihat orang yang memanggilnya. Segera ia bangun dari duduknya dan memeluk pria tersebut.


Kak vicko membulatkan matanya. "Apa apaan ini? Siapa dia? Kenapa mereka begitu akrab?" batin kak vicko.


Kak vicko terus memperhatikan mereka yang masih berpelukan.


...