Oh My Senior

Oh My Senior
Persiapan



Waktu berlalu begitu cepat.Tak terasa lomba basket pun akan di mulai besok di sekolah tetangga.


Aku yang sudah lumayan bisa karna bantuan kak vicko dan kak sanjaya pun menjadi lebih mudah untuk memelajari trik trik nya.bahkan kami sempat latihan barsama.


"Eh gue ke lapangan bentar ya,Gue ada latian hari ini."Ucapku kepada mei dan xelina yang sedang duduk di kelas.Mereka hanya mengangguk.Aku pun segera menuju ke lapangan.


Aku pun mengikuti barisan tim basket putri di bagian paling belakang.ya mungkin karna aku adalah junior mereka jadi wajarlah , lagi pula aku kan bukan pemimpin tim mereka.


Pak sandi pun menyuruh kami latihan basket bersama di sekolah.tim basket putri di bagi menjadi 2 kelompok.ya itu cuma sebagai latihan saja.Dan benar saja musuhku adalah kak celsi.kalian ingetkan kak celsi.centil dia selalu saja menggunakan pakaian yang ketat dan sexy.


Sedangkan tim basket putra hanya duduk menunggu giliran mereka sambil melihat kami bermain.


Prit.......


Suara pak sandi membunyikan peluitnya.


Aku segera merebut bola dari kak celsi.dia memang pandai dalam basket.tapi aku nggak mau kalah sama dia.Aku merebut kembali bola tersebut dan mengoperkannya pada kak nisa.


Kak nisa orangnya baik.dia cantik, dan juga cerdas,Hanya saja dia takut dengan kak celsi.


Kak nisa menerima bola tersebut dan langsung memasukkan nya ke dalam ring akhirnya poin saru untuk tim kami.Kak celsi sangat marah dan itu keliatan dari raut wajahnya.


Kami melanjutkan latihan kami dan yang benar saja tim ku berhasil mengalahkan tim nya kak celsi walaupun skornya cuma beda dikit.


"Bagus sekali vreya tidak sia sia bapak menyuruh vicko untuk mengajarimu." Ucap pak sandi Sambil menepuk punggungku.


"Heh iya pak..." Jawabku sambil tersenyum.


"Awas kau..."Ucap kak celsi lirih.dia baru pertama kali di kalahkan apa lagi dengan adek kelasnya sendiri mungkin popularitasnya bisa menurun.haha....


dan sekarang adalah giliran tim basket putra yang akan latihan.Sama seperti kami tim basket putra juga di bagi menjadi 2.


Tidak usah di tanyakan lagi siapa pemenangnya.Pasti lah timnya kak vicko.Di tim latihannya juga ada akak briyan dan kak nico yang tak kalah jagonya dengan kak vicko.


uhh dia terlihat sangatlah tanpan.dengan keringat yang bercucuran di lehernya membuatnya semakin berkarisma.Tapi sayangnya dia begitu dingin.dia tak pernah memerdulikan apapun kecuali dirinya sendiri. dan aku tau itu semua dari tante ratna.


Selesai latian tim basket putra semua tim pun di anjurkan untuk kembali ke kelas masing masing untuk beriatirahat.Aku melihat kak celsi bersama dengan kak vicko.


"Hei vicko...ini di minum dulu kamu pasti haus kan."Tanya kak celsi sambil menyondorkan minuman ke arah kak vicko.


"Ga perlu."Ucapnya langsung pergi meninggalkan kak celsi sendiri.


"Haha rasain manusia es mau di deketin." Ucapku cengengesan dan aku langsung kembali ke kelas.


"Gila gue capek banget demi apa..... huhff...." Ucaku menghampiri mei dan xelina yang masih duduk sambil memainkan polselnya.


"Gue nggak di ajak?.."Ucap mei ketus.


"Iya udah ayukk...."Xelina merangkul ku dan mei.kami pun segera munuju ke kantin.


Kami duduk di tempat biasa.memesan makanan seperti biasa dan mengobrol seperti biasa.


Tak beberapa lama kemudian kak briyan dan kak nico datang.tapi mereka hanya berdua saja.Mereka pun langsung duduk di tempat biasa pula.


" Tumben cuma berdua doang manusia es kemana?"tanyaku santai.sambil memakan bakso.


"Lo kangen ya..."Ejek xelina


"Ih jijik....kangen sama manusia es kayak dia...dih berasa beku badan gue..."Ucapku...


Aku tidak tau kalo kak vicko sudah berdiri di belakangku.


"apa?"Tanyanya singkat.aku pun langsung menoleh ke belakang dan benar saja kak vicko sedang melihatku dengan tatapan datarnya.


"Eh Manusia es nya dateng duduk aja nanti kena matahari bisa cair lagi lo..."Ucapku berusaha santai.


Kak vicko pun langsung duduk dan memesan makanan.


"dasar."Ucapnya ketus.


"Udah lah kalian ini,jangan begitu, nanti jadian lo..."Ucap kak briyan dengan nada meledek.Yang lainya pun hanya tertawa.


"Ogah...."Ucapku berbarengan dengan kak vicko.Mereka pun langsung cekikikan.


Aku melihat ke arah kak vicko dan kak vicko juga melihat ke arahku.


"Dih...."Ucap kami berbarengan lagi...


"Owww...jangan jangan kalian jodoh beneran lagi.."Ucap kak nico meledek dan sekali lagi yang lainya hanya ketawa.


Aku mendenguskan nafasku dan melanjutkan memakan bakso.sampai istirahat berakhir dan bel sekolah pun berbunyi menandakan waktunya pulang.


-DI RUMAH


Selerti biasa rutinitas pulang sekolah.aku mandi mengganti pakaian ku dan merebahkan badanku di kasur hingga menjelang pagi....


-MAKASIH-


😊😊😊