
"Gue boleh ikut? "
Serentak semua pandangan langsung tertuju pada sumber suara..
"Ohhh boleh dong, sini duduk. " oxcel menepuk kursi di sampingya.
Kak nisa langsung duduk di samping oxcel. Kak vicko menatap kak nisa dengan tatapan tajam, sedangkan yang lainnya hanya
menatap enggan.
"Emm sebenernya gue mau minta maaf ama kalian soal kejadian kemarin, kalian pasti udah tau kan? Sori ya gara gara gue vreya jadi kabur." kak nisa menunduk.
Mei dan xelina merasa tidak enak kepada kak nisa, secara kak nisa sangat baik kepada mereka.
"Udah ngga usah di pikirin, besok gue jemput lo di rumah." ujar oxcel. Kak nisa mengangguk dan melanjutkan ucapanya.
"Emm mei xelina gue mau minta maaf ya sama kalian, gue ngga bermaksut emm.."
Karna pemikiran mei yang sudah dewasa, "ngga papa kok kak, kita ngerti keadaan kakak kemaren kaya gimana. Lagi pula kita kan udah tau vreyanya ada di mana. Jadi santai aja." mei memotong ucapan kak nisa dan tersenyum.
"Wihh pinter bini gue." sambar kak nico.
"Bini lo dari hongkong. Jadian aja belom sok sokan mau jadi bini." sambar oxcel.
"Syirik aja lo," ujar kak nico.
" udah lah ini adegan serius kalian malah bercanda." tegur xelina.
semua pun langsung diam dan kembali serius.
"Emm dan satu lagi gue mau minta maaf ama lo, " ka nisa menunjuk ke arah kak vicko.
Kak vicko tidak merespon ia malah fokus dengan polselnya.
"Gue mau minta maaf ya sama lo, gue janji gue bakal bikin lo sama vreya kaya dulu lagi."
Kak vicko masih tidak merespon.
"Oh ayo lah vic, lo ngga mungkin kan diem aja kaya gini. Lo tinggal maaf in aja apa susahnya sih." ujar oxcel.
kak vicko masih tidak merespon.
"Gue minta maaf vic, gue ngga sengaja kemaren, gue bener bener kelepasan. " kak nisa menunduk lemas.
"Lo mau biarin cewek nangis cuma gara gara ngga dapet maaf dari lo? " oxcel tegas.
"Cih. " kak vicko dingin.
"Dia udah janji bakal bantuin lo kaya dulu lagi ama yaya," ujar oxcel lagi. Kak nisa semakin merasa bersalah.
Kak vicko masih tetap tidak merespon. Pandanganya tetap tertuju ke arah polselnya.
"Vic ayo lah." kak briyan menepuk bahunya.
"Kak udah lah maafin aja, kita yakin kok vreya ngga akan ngejauhin kakak." ujar xelina.
"Vic gue bener bener minta maaf, gue janji gue bakal buat lo sama vreya kaya dulu lagi. GUE JANJI." kata kak nisa lagi. Ia sedikit menekan kata bagian akhir.
"Oke gue tunggu janji lo." kak vicko menatap oxcel dan kak nisa bergantian dengan tatapan super tajamnya dan pergi.
"vicko emang kaya gitu." ujar kak nico.
"Ya gue tau," oxcel mengangguk.
"Gue jadi bener bener ngga enak sekarang." kak nisa masih menunduk.
Mereka melanjutkan makan mereka.
"Oh iya lupa gue mau ngabarin bang sanjaya dulu." ujar oxcel. Ia mengambil polselnya dan menghubungi kak sanjaya.
_Telfon_
Kak sanjaya :"paan? "
Oxcel :"galak bener. "
Kak sanjaya :"hemm kenapa? "
Oxcel :"gue mau kasi kabar soal yaya. "
Kak sanjaya :" yaya kenapa? "
Oxcel :"yaya ngga kenapa napa, sekarang dia ada di rumah nenek lin. "
Kak sanjaya :" nanti lo susulin ya, gue ngga bisa soalnya mau ngurus acara gue. "
Oxcel :"kata nenek lin gue suruh kesana besok."
Kak sanjaya :"ngapain nunggu besok? "
Oxcel :"bang yaya itu butuh penenang, gue yakin yaya di sana bisa ngelupain masalahnya."
Kak sanjaya :"sok bijak."
Tutt....
"Yee abang laknat." oxcel meletakkan polselnya kembali.
"Kenapa? " tanya kak briyan.
"Oh ngga papa. Cabut yuk. " ajak oxcel.
Sedangkan di sisi lain.
Vreya sudah berada di rumah nenek nya dan lilis juga sudah pulang ke rumah nya.
Ia sekarang sedang duduk sambil memeluk lututnya.
"Kamu kenapa lagi? " tanya nenek lin.
"Eh, ngga papa nek."
"Kamu ngga mau cerita sama nenek? " nenek lin duduk di samping vreya.
"Yaya bingung nek, yaya pengen banget cerita sama nenek tapi ini urusan pribadi yaya."
"Cerita aja, mungkin nenek bisa bantu." nenek lin mulai membelai rambut yaya.
"Jadi nek yaya punya masalah gitu, nenek tau kan urusan anak muda... " vreya menceritakannya secara detail kepada nenek lin.
".... Yaya sekarang bingung harus gimana." vreya menunduk lemas.
"Ya ya, nenek paham. Nenek paham posisi mu dan nenek pahan posisi gadis itu." ucap nenek lin.
"Jadi yaya harus gimana? "
"Kalo menurut nenek, masalah kaya gini ngga usah di perbesar. itu bisa buat kamu stres, nenek ngga mau kamu stres cuma gara gara masalah sepele kaya gini."
"Ya jadi? "
"Kamu pasti tau apa yang harus kamu lakukan, berbijaklah dalam bertindak. Nenek percaya sama kamu." nenek lin tersenyum dan pergi meninggalkan vreya.
Vreya terdiam dan mengingat ingat ucapan neneknya. Tapi suara kak nisa masih terus menggema di telinga vreya.
"Gue harus gimana? " ucap vreya lirih. Kemudian dengan lesu ia berjalan menuju kamarnya.
Ia mencoba mengecek polselnya. Sinyal Tiba tiba muncul di polselnya.
Ada banyak pesan pesan dan panggilan tak terjawab dari kak vicko dan yang lain nya.
**Chat.
Manusia es**
Key lo dimana?
Manusia es
Key lo kenapa sih?
Manusia es
Key lo ngga marah kan sama gue?
Manusia es
Key ayo lah....
Manusia es
Gue minta maaf sama lo, gara gara gue lo jadi di hina kaya gitu kemaren.
Manusia es
Keyy...
99+
_________________________
Dan yang lain nya.
Ia berniat untuk memberitau kakaknya.
_telfon_
Vreya :"kak..."
Kak sanjaya :"hemm gue tau, lo ada di rumah nenek lin kan sekarang? Lo jangan ngrepotin dia ya kasian, nenek udah tua."
Vreya :"gue minta maaf ya kak."
Kak sanjaya :"buat? "
Vreya :"gue ke sini ngga bilang dulu sama lo."
Kak sanjaya :"ya ya gue paham, istirahat gih. gue ada miting. Jaga diri baek baek. "
Vreya :"iya kak. "
Tutt..
Vreya meletakkan polselnya kembali. Ia tidak berniat membalas satu pesan pun yang di kirimkan teman temannya terutama kak vicko.
Ia kini sedang berfikir keras.
"Apa yang harus gue lakuin? "
...