Oh My Senior

Oh My Senior
Gara gara lo



Setelah melihat matahari tenggelam di pantai kak vicko mengantarkan vreya pulang.


Vreya memasuki rumah dengan perasaan bahagia, entah apa yang membuat vreya menjadi seperti ini.


Ia langsung menuju kamarnya dan mandi, setelah selesai membersihkan diri ia pergi menuju kamar oxcel.


"Oxcel gue masuk ya." ucap vreya dari depan kamar oxcel.


Tidak ada jawaban ia langsung masuk ke kamar oxcel. Vreya melihat oxcel yang sedang tertidur.


"Tidur ternyata, ngga biasanya dia tidur jam segini." ujar vreya, sekarang menunjukkan pukul 19.00.


akhirnya vreya memutuskan untuk turun ke bawah.


"Kak." vreya berteriak.


"Paan jangan teriak teriak sakit kuping gue." kak sanjaya telah duduk manis sambil menikmati makanannya di meja makan sendiri.


"Hehe maap, oxcel tidur dari tadi? " tanya vreta. Vreya menghampiri kakaknya dan duduk di sebelah kakaknya.


"Emm, kayaknya gue juga ngga tau." ujarnya sambil makan.


Vreya hanya mengangguk dan mengambil buah apel untuk ia makan sendiri.


Di sisi lain.


Kak vicko memarkirkan motornya di garasi dengan hati yang berbunga bunga. Ia terus berjalan menuju kamarnya dengan perasaan yang sangat bahagia. Ia bahkan sering senyum senyum sendiri.


"Kamu kenapa kaya orang gila gitu? " tanya mamanya tiba tiba.


"Eh mama, ngga papa ma, vicko lagi seneng aja." jawabnya sambil tersenyum lebar.


"Udah baikan? " tanya mama nya lagi. Kak Vicko memang sudah menceritakan semuanya kepada mamanya.


"Iya ma." jawab kak vicko sambil mengangguk.


"Baguss, kapan kapan ajakin main ke rumah lagi. Bilang aja ziva kangen." goda mamanya.


"Apaan ni bawa bawa nama ziva." ziva tiba tiba muncul entah dari mana.


"Kamu mau main lagi ngga ama kak vreya? " tanya mamanya.


"Eh kak vreya? Mau dong ma. Kapan kak vreya kesini lagi? " tanya ziva balik.


"Tanya lah sama kakak kamu."


Pandangan mama kak vicko dan ziva tertuju kepada pria yang sedang tersenyum itu.


"Besok, " kak vicko berjalan menuju kamarnya sambik tersenyum.


"BENER YA BESOK, ZIVA TUNGGU. BOONG TRAKTIR NGGA MAU TAU." teriak ziva sedangkan mama nya hanya menggelengkan kepalanya.


-pagi.


Ngga seperti biasanya vreya menuju meja makan tapi hanya ada kak sanjaya saja disana.


"Kak, oxcel kemana?" tanya nya kepada kak sanjaya.


"Ngga tau, telat kali." jawabnya santai.


"Tumben, yaya liat dulu ah." vreya beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar oxcel.


Sampai di kamar tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk.


Di lihatnya oxcel yang masih tertidur pulas dengan selimut yang meyelimutinya hingga menutupi kepalanya.


Vreya menghampiri oxcel.


"Cell bangun sekolah." vreya menggoyangkan tubuh oxcel.


"Emm." oxcel membuka selimutnya. Dilihat oleh vreya wajah oxcel yang begitu pucat.


"Cel lo kenapa? " tanyanya.


"Enggak." jawabnya lemah.


"Le demam ya? Apa jangan jagan gara gara kemaren lo ujan ujan? " tanya vreya lagi.


"Enggak yaya, ijinin gue aja. Gue ngga masuk bilang aja sakit."


"Lo emang sakit ogeb. Ya udah nanti gue ijinin. Gue suruh mbak lia panggil dokter aja ya. Lagian nanti siang mama ama ayah balik kok." ujarnya.


"Emm." oxcel kembali tertidur.


Vreya keluar dari kamar oxcel dan segera kembali ke meja makan.


"lo yang nyuruh dia ujan ujan kan? "


"Enak aja bukan gue. " vreya menghampiri mbak lia yang sedang mencuci piring di dapur.


"Mbak panggilan dokter ya. Oxcel demam." ujar vreya.


"Eh non vreya. Ya udah abis ini embak panggilin dokter." jawbanya ramah.


"Eh iya mbak hari ini mama ama ayah pulang." ujarnya lagi.


"Eh nanti saya akan siapkan makanan buat nyonya."


"Oh ya udah mbak yaya berangkat dulu ya." vreya meninggalkan mbak lia. Mbak lia hanya tersenyum.


"Kak gue berangkat." ia mencium punggung tangan kakak nya.


"Biar gue anter."


"Ngga ah, males satu mobil ama lo. Gue naik motor aja." vreya pergi meninggalkan kakaknya.


Ia mengambil helm dan motornya dan segera menuju ke sekolah.


Sampai di sekolah seperti biasa vreya di sambut oleh kedua sahabatnya. Vreya memang kemaren sudah bilang kalo ia akan masuk sekolah.


"Vreyaaaa......" xelina berteriak dan memeluk vreya.


"Aduhh lin sakit kuping gue." mei menggosok telinganya.


"Biarin." xelina menjulurkan lidahnya...


"Kalian kenapa? " ujar vreya bingung sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Lo kemaren ngga masuk kenapa? Kita khawatir taukk." ujar xelina.


"Iya vre, kalo lo ngga masuk bilang dong ke kita jangan tanpa keterangan kaya kemaren." sambar mei.


"Terus gue kemaren di tulis apa? " tanya vreya.


"Tanpa keterangan lah." jawba mereka berbarengan.


Vreya hanya mengganguk mengerti.


"Eh btw lo sendiri? Bang oxcel mana? " tanya mei.


"Oxcel ngga masuk, demam tu anak kayaknya. " jawba vreya.


"Kok bisa? " tanya xelina.


"Bisa lah. "


"Ya udah yuk kelas," mei menggandeng kedua sahabatnya.


"Vreyaa." suara yang tak asing lagi bagi vreya. Vreya dan teman teman nya membalikkan badan.


"Kak nisa? Kenapa kak? "tanya vreya.


"Eh, lo sendiri? Oxcel mana? " tanyanya.


"Cieee kak nisa udah move on nii..." goda mei.


"Cieee nanyain bang oxcel." goda xelina.


"Apaan sih kalian." kak nisa tertawa.


"Ciee kak nisaaa, becanda kak. Oxcel demam sekarang dia ngga masuk. Kak nisa boleh dong main ke rumah. Jengukin gitu si oxcel siapa tau abis di junguk kak nisa langsung sembuh tu bocah." vreya bercanda.


"Jangan mulai deh vre. Ya udah gue duluan ya. Oh iya vre minta alamat ocxel dong." ujar kak nisa.


"Mau di jenguk beneran nii..."


"Cieeee...." ujar mereka bertiga berbarengan.


"Ya udah deh ngga jadi..." kak nisa sambil tersenyum.


" becanda kak. Nanti alamatnya gue chat aja ya. Jangan lupa dandan yang cantik biar oxcel cepet sembuh." goda vreya lagi.


"Terserah kalian deh. Gue duluan ya." kak nisa meninggalkan mereka bertiga.


"Oke kak." ucap mereka bertiga berbarengan. Mereka menatap satu sama lain secara bergantian.


"Ciee barengan." ujar mereka bertiga bersamaan lagi. Mereka pun tertawa sambil berjalan menuju kelas.


...