
"Makasih ya kak." nana melambaikan tangan nya dari luar mobil dan tersenyum.
"Iya nana, dadah. " vreya ikut melambaikan tanganya.
"Nana aku duluan ya." pamit ziva, kak vicko melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah nana.
"Kak kita mau kemana? " ziva menumpukkan tanganya di sandaran jok yang di duduki vreya dan kak vicko.
"Tanya sama kakak kamu." jawab vreya.
"Kak? "
"Emm, pulang." jawabnya enteng.
"Yahh, kakak ngga seru. Aku kan mau main sama kak vreya. Kita ke mall ya." ziva mengeluarkan puppy eyesnya.
"Ziva ijin sama tante ratna dulu ya. Ngga baik kalo langsung kelayapan." ujar vreya.
"Ya udah deh, tapi abis itu kita ke mall ya. "
"Tanya sama kakak kamu." ujar vreya lagi.
"Ya kak, pliss..."
"Emm." jawabnya singkat.
"Yes."
Sampai di rumah kak vicko.
"MAMA..." teriak ziva sambil memasuki rumah.
Vreya dan kak vicko mengikutinya dari belakang.
"Kebiasaan." ujar mamanya menghampiri ziva.
"Hehe. " ziva mencium punggung tangan mamanya.
"Mama, aku mau main sama kak vreya ya." ujar ziva lagi.
"Ya udah, kamu ganti baju dulu gih." suruh mamanya. Ziva mengangguk dan berlari menuju kamarnya.
Vreya, tante ratna dan kak vicko mengobrol di ruang tamu sambil menunggu ziva selesai mengganti pakaiannya.
Tak lama kemudian ziva turun lengkap dengan tas ransel kecil yang di bawanya.
"Yuk kak. " ziva menarik tangan vreya.
"Eh, tante vreya duluan ya." vreya membungkuk dan mengikuti ziva yang dari tadi menariknya.
"MA, ZIVA BERANGKAT." teriaknya.
Mama nya hanya menggeleng, sedangkan kak vicko masih duduk.
"Loh kak ngga berangkat? " tanya mamanya.
"Eh iya. Ma vicko duluan ya." ia mencium punggung tangan mamanya lagi dan menyusul vreya dan ziva yang sudah berada di mobil.
Ia segera memasuki mobil dan duduk di bangku depan.
"Kakak lama banget sih." protes ziva.
"Berisik banget sih lo." ujar kak vicko gemas.
"Manusia es." tegur vreya sambil menatap kak vicko datar.
"Huftt. " kak vicko membuang nafasnya kasar dan segera melajukan mobilnya.
Sampai di mall.
Ziva langsung mengajak vreya dan kak vicko menuju timezone.
"Kak kita main timezone ya."
"Iya." jawab vreya. Ia hanya pasrah jika ia di tarik tarik tangan nya oleh ziva.
"Dek, tangan nya jangan di tarik tarik. Kasian itu kak vreya nya. " tegur kak vicko.
"Emm, maaf ya kak. "
"Iya, yuk jadi main ngga." jawab vreya.
"Yukk.." jawab ziva lesu.
Vreya menyenggol lengan kak vicko.
"Gara gara lo ini, jadi ngga semangat lagi kan." bisiknya ke kak vicko.
"Lo ngga cape apa dari tadi di tarik tarik mulu." bisiknya balik.
"Ya ngga gitu juga."
Ziva mendengar bisikan antara vreya dan kak vicko menjadi semakin tidak bersemangat.
Vreya yang menyadari itu pun langsung menggenggam tangan ziva.
"Yuk." vreya kini menarik ziva ke arah timezone. Ziva tersenyum dan mengikuti vreya.
Kak vicko menggeleng dan mengikutinya dari belakang.
"Ziva mau main apa? Itu? Itu? Apa yang itu? " ujar vreya bersemangat.
"Emm ziva bingung. " jawabnya.
"Ya udah kita coba satu satu ya. " vreya menggandeng tangan ziva menuju ke sebuah permainan capitan boneka.
Kak vicko hanya diam sambil mengamati vreya yang dengan mudah membujuk ziva agar Bersemangat lagi.
***
"kak ziva udah ya. Kenyang. " ziva mengelus perutnya.
Saat ini mereka sedang berada di salah satu restoran yang berada di dalam mall tersebut.
"Di abisin ziva. " tegur vreya.
"Ziva kenyang kak, bener deh. "
melanjutkan makannya.
Selesai makan.
"Kita mau kemana lagi? " tanya kak vicko.
"Taman." jawab ziva bersemangat.
"Yuk." kak vicko kini menggandeng tangan adiknya. Vreya hanya tersenyum.
Mereka sampai di taman.
Mereka duduk di slaah satu kursi yang kosong.
"Ziva mau es krim? " tanya vreya.
"Mau, tapi pasti ngga boleh ama kakak." jawabnya.
"Kata siapa. Ni buat kamu. " kak vicko menyondorkan es krim ke arah ziva.
"Huaaa, Makasih kakak." ziva menerimanya dengan senang hati dan memakanya.
"Buat gue? " tanya vreya.
"Ngga ada." kak vicko sibuk dengan es krim nya sendiri.
"Jahat ah. " vreya merajuk.
"Baperan, nih buat lo. " kak vicko menunjukkan es krim rasa coklat kepada vreya.
"Hehe, thankyou manusia es." vreya tersenyum lalu memakan es krim nya.
Setelah memakan es krim kereka memutuskan untuk berjalan jalan keliling taman.
"Kak liat, " ziva menunjuk pada anak laki laki yang berumur sepantaran dengan ziva dan sedang mengumpulkan botol botol bekas.
"Kasian." ujar vreya.
"Bantuin yuk kak. Kasian taukk." ajak ziva.
"Yukk. " vreya menggandeng tangan ziva dan menghampiri bocah itu. Kak vicko lebih memilih untuk duduk di salah satu kirsi taman sambil menunggu vreya dan ziva.
"Haii." sapa ziva kepada anak laki laki itu.
"Emm." anak laki laki itu berbalik, melihat vreya dan ziva yang tersenyum manis ke arahnya.
"Hai. " jawabnya malu malu.
"Kamu lagi ngapain?" tanya ziva.
"Eh ngga ngapa ngapain kok. Aku duluan ya. " anak laki laki itu ingin pergi tapi di tahan oleh ziva. Vreya hanya diam sambil melihat ziva.
"Eh tunggu, kita belum kenalan." ziva tersenyum manis.
"Eh maaf, tangan aku kotor." ia mengingatkan karna ziva menggenggam tangan anak laki laki itu.
"Ngga papa kok, kenalin nama aku ziva." ziva mengulurkan tanganya.
"Aku marcell. " ia membalas uluran tangan ziva.
"Hai marcell, ini kak vreya. " ziva memperkenalkan vreya.
"Vreya. " ia mengulurkan tangan nya.
"Marcell kak." ia membalasnya, vreya tersenyum.
"Oh ya marcell kamu lagi ngapain? " tanya ziva lagi.
"Aku lagi nyari botol bekas buat aku jual, ibu ku sedang sakit." jawabnya.
"Oh ya boleh kami bantu? " ujar vreya.
"Ngga usah kak ini udah selesai kok." tolaknya.
"Beneran? " ziva melihat ke arah karung yang di bawa marcell memang sudah penuh.
"Iya." marcell tersenyum.
"Oh iya, marcell ini ada makanan buat kamu, di makan aja. Sama ini buat ibu kamu." ziva menyerahkan sebuah kantong plastik berisi roti dan air mineral yang ia beli tadi.
"Enggak usah ngga papa, ini aku mau beli sendiri." tolak nya.
"Enggak papa mercell, ini kakak juga punya sedikit uang buat beli obat ibu kamu." vreya mengambil uang nya.
"Enggak kok kak. Aku ngga papa kok nanti aku bisa beli pake uang yang aku sendiri. " tolaknya lagi.
"Udah ngga papa." ziva mengambil uang yang ada di tangan vreya, memasukan nya ke dalam plastik dan memberikan ke marcell.
"Ngga papa kok marcell." ziva tersenyum tulus.
"Makasih ya kalian baik banget."
Tiba tiba kak vicko datang.
"Ngapain sih lama amet." oceh nya.
"Kakak, kenalin kak ini marcell." ujar ziva.
"Vicko." ujarnya dingin. Vreya menyenggol lenganya.
"Marcell ini kakak aku. Dia orang nya emang gitu ngga usah di tanggepin." ziva berbisik.
"Hehe, ngga papa kok."
"Kita pulang, udah sore. " kak vicko pergi begitu saja.
"Ya udah, marcell kita pulang dulu ya. Dadahh semoga kita ketemu lagi." ziva melambaikan tanganya.
"Marcell kita pulang dulu ya." pamit vreya, mereka pun pergi.
marcell menatap punggung vreya dan ziva yang mulai menjauh. Ia tersenyum, "Terima kasih semoga kita bisa bertemu lagi, Ziva." ujar nya.
...