
***
"Yaya bangun....udah jam berapa ini? di depan ada temen temen kamu...udah dari tadi nungguin kamu!!!"Teriak mama yang mulai membuka pintu dan menarik selimutku.
Aku bangun dan langsung melihat ke arah jam beker tepat di atas laci dekat kasurku.
"What??Udah jam segini?Mama kok nggak mbangunin aku sih:("jawabku.
"Terserah.cepetan mandi gih udah di tungguin Mei sama Xelina tu ada lagi sih tapi siapa mama juga nggak tau..."ucap mama sambil berjalan ke luar dari kamarku.
"Ha temen temen ku?perasaan aku belum ngabarin Mei dan Xelina buat main ke rumah kak vicko?"kataku dalam hati.
Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan menuju kamar mandi.selang beberapa menit kemudian aku keluar kamar mandi sudah menggunakan baju ganti.aku duduk di kursi riasku untuk menyisiri rambutku yang basah.
Selesai sudah aku turun untuk menyambut mereka..aku turun dari tangga dan menghampiri mereka yang sedang asik mengobrol di ruang tv sambil ngemil.
"Hai tumben ke sini ada apa?Loh ada kak briyan sama kak nico juga?"ucapku Aku terkejut karna kak briyan dan kak nico ada di sini dan mereka terlihat sangat akrab.
"Iya vre...rencananya kita mau jalan gitu jadi kita ngajak elo.mau kan vre? jalan dimana aja deh selah lo!"ucap mei sambil tersenyum ke arahku.
"Iya vre mau ya?Sori juga ni nggak ngabarin lo dulu."Kata Xelina sambil cengengesan.
Ide bagus muncul di dalam otak ku.
"Berhubung kemaren aku udah janji sama ziva buat ke rumahnya"kataku dalam hati sambil tersenyum.
"Gue mau ikut tapi terserah gue mau kemana?"Jawabku dengan senyuman.
"Iya deh..."Kata Mei pasrah sedangkan xelina , kak briyan , dan kak nico hanya mengangguk.
"Kita pergi ke rumah kak vicko yuk.soalnya kemaren gue udah janji sama adeknya buat main ke sana dan gue bilang ngajak lo semua.nggak papa kan."Jawabku sambil cengengesan.
"Apa? nggak salah lo?"Jawab Xelina terkejut tidak percaya dengan perkataan ku.
"Iya ya plis... kan kalian sendiri yang bilang terserah gue...hehe"ucapku dengan nada memohon.
"Boleh juga tu...."jawab kak nico santai
"Iya boleh...Gimana kalian? kalo iya gue telfon dulu si vicko nya.."Jawab kak briyan melirik ke arah mei dan xelina.
"Kalo aku sih ayo ayo aja.kalo elo me?"Ucap Xelina sambil melirik ke arah mei.
"Serah deh..."jawabnya pasrah.
"Yess...."Ucapku dengan wajah sumringah
-DI TELFON
Kak briyan :"Broo..."sapanya..
Kak vicko :"Hem...."
Kak briyan :"Kita boleh main ke rumah lo nggak?"tanya nya..
Kak vicko :"Ngapain gak ah ga usah."
Aku langsung merebut polsel dari tangan kak briyan.
Aku :"Heh lo cowok resek kita main ke rumah lo bukan buat ketemu lo kalik kita mau ketemu ziva."
Kak vicko :"Loh kepala batu lo kok bisa..."
Belum sempet selesai bicara...
Aku :"15 menit lagi kita sampe rumah lo."
Aku langsung menutup telfonya...
Aku memberikan polsel kak briyan.
"Eh nggak papa emang?"Tanya Xelina sedikit khawatir.
"Udah nggak papa kemaren gue juga udah ijin sama mamanya juga kok.ya udah gue ambil tas dulu ya."Ucapku dan aku pun langsung menaiki anak tangga menuju kamar dan mengambil tas ransel ku.mereka hanya mengangguk.
Tak lama kemudian aku turun sambil membawa kunci motor ku.
"Nggak mau bareng aja vre?"Tanya Mei melihatku yang sudah membawa kunci motor.
"Nggak ah gue nggak mau jadi obat nyamuk."jawabku cengengesan.secara kan mereka hanya memakai 1 mobil saja yaitu mobil kak nico.
Kami pun berpamitan kepada mama dan segera berangkat.
tak lama kemudian kami sampai di rumah mewah milik kak vicko...Dan terlihat seorang perempuan paruh baya yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya.ya siapa lagi kalo bukan tante ratna.....
SELAMAT MEMBACA
-MAKASIH-
😊😊😊