Oh My Senior

Oh My Senior
Sunday Best



tak lama kemudian kami sampai di rumah mewah milik kak vicko...Dan terlihat seorang perempuan paruh baya yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya.ya siapa lagi kalo bukan tante ratna.....


Kami masuk dengan menggunakan satu mobil dan satu motor.setelah pintu gerbang di buka kami segera masuk ke pekarangan besar dan mewah milik kak vicko.melihat kami datang tante ratna menghentikan kegiatannya dan menyambut kami.kami memarkirkan kendaraan dan segera menghampiri tante ratna.


"Tante...."sapaku kepada tabte ratna dan aku langsung mencium punggung tangan tante ratna.dan di ikuti oleh mei , xelina , kak briyan , dan kak nico.


"Kamu beneran dateng?"tanya tante ratna sambil tersenyum ke arahku.


"Iya tante aku kan kemaren udah janji sama ziva."Jawabku sambil Tersenyum balik ke arah tante ratna.


Mereka merasa bingung dengan ku yang sudah begitu dekat dengan tante ratna.bahkan kak briyan dan kak nico pun heran secara mamanya kak vicko ini sangat sulit untuk beradaptasi dengan orang baru.


Apalagi mereka yang sudah lama berteman dengan kak vicko itu benar benar tau sifat tante ratna yang sebenarnya.


"Loh ada briyan dan nico juga toh?"Tanya tante ratna dengan nada sedikit bingung.


"Iya tante...."Ucap kak nico sambil Tersenyum ke arah tante ratna.


"Iya dong tante masak kita nggak ikut..kan ngga asik"ucap kak briyan sambil cekikian.


"Terus ini siapa?pacar kalian?"ucap tante ratna lagi menunjuk ke arah mei dan xelina.


"Belum tante baru calon"Sambil melirik ke arah xelina.Aku langsung mengangkat salah satu alisku dan bingung dengan apa yang di katakan mereka.


"oh jadi ini yang kemaren di bilang kak vicko .emmm..."Ucapku dalam hati.


sedangkan xelina hanya tersipu malu.


"Halo tente nama saya mei temennya vreya."Ucap mei tersenyum ramah ke arah tante ratna.


"Kalo saya xelina tan temennya vreya juga."ucap Xelina memperkenalkan diri nya kepada tante ratna.


"Oh oke oke.Mei dan Xelina!" Ucap tante ratna sambil tersenyum.mei dan xelina membalas senyuman tante ratna.


"Tan zivanya ada?"tanya ku kepada tante ratna.


"Zivanya lagi keluar sebentar katanya mau beli cemilan buat nanti kalo kamu dateng.ya udah nunggu zivanya didalem aja."Ucap tante ratna sambil merangkul ku dan membawa kami masuk ke rumah.dan kami hanya mengangguk.


Kami berada di ruang tamu sambil menunggu ziva.tak lama bukannya ziva yang datang eh malah kakaknya.


"Eh bro..."ucap kak briyan kepada kak vicko sambil salaman ala ala anak laki laki.


"dari mana aja lo.bukanya di sambut eh malah cuma di cuekin aja."Ucap kak nico sambil cekikikan.aku , mei , dan xelina hanya melihat ke arah mereka.


"Ngobrolnya jangan di sini di tempat biasa aja."Ucap kak vicko sambil berjalan menuju keluar rumah.


"Ayo ikut semua malah pada diem."Ucap kak briyan mengajak kami. kami langsung berdiri dan berjalan di belakang kak briyan dan kak nico karna kak vicko sudah berjalan duluan.


Kami sampai di sebuah ruangan yang cukup besar dan di situ ada sofa, tv dan lain lain.bahkan ada kulkas juga.rumah itu terletak di belakang lapangan basket.dan yang selalu di sebut dengan beskem mereka bertiga.


"Duduk."Ucap kak vicko meminta kami duduk dengan tatapan dingin.


"Santai aja bro tatapannya." Ucap kak briyan sambil cekikian.kak nico pun ikut cekikian.kami duduk di sofa dan mereka juga ikut duduk di sofa.


"kenapa kalian bawa mereka ke sini?" tanya nya dingin.mengarah ke pada kami bertiga.


"Ah elo mah sensi banget dah..."Ucap kak briyan dengan nada bercandanya.


"Gue ga nyaman."Ucap kak vicko singkat.


"biarin aja lah kita yang ajak kok ya lagi proses ini..."Ucap kak briyan melirik ke arah mei dan xelina.membuatku semakin bingung.


"Tapi gue nggak nyaman."Ucap kak vicko dengan nada tegas.


"Ya udah kalo lo nggak nyaman kita keluar.lagian kita ke sini bukan mau ketemu sama lo tapi kita ke sini mau ketemu ziva." jawabku beranjak dari tempat duduk mengajak mei dan xelina keluar.


"Oke lah bagus kalo gitu."Ucap kak vicko sambil memain kan polselnya.


sampai di depan pintu ruangan itu tiba tiba ziva datang.menyambutku dengan senyuman dan memelukku dengan erat.


"Iya ya udah yuk kita kesana aja jangan di sini."ucapku mengajak ziva pergi.


"Main nya di dalem aja sama kak vicko. ada temen kakak juga kan? terus aku tadi tanya sama mama katanya kakak kakak ini pacarnya kak briyan sama kak nico."Menujuk ke arah mei dan xelina.mereka hanya tersenyum.


"Hah....??"ucapku terkejut.


"Kenapa kak?"


"emmm...enggak....oh iya ziva ini namanya kak xelina kalo yang ini namanya kak mei."Ziva mengangguk


"Hai kak nama aku ziva..."ucap ziva sambil memperkenalkan dirinya dengan senyuman yang sengat manis kepada mei dan xelina.


"Hai cantik!!!"Ucap mei


"Hai juga...."Ucap xelina sambil mengacak acak lembut rambut milik ziva.ziva tersenyum dan menyeretku masuk ke dalam ruangan itu lagi.


"Ziva jangan disini yuk mainnya ini kan buat anak laki laki...." kataku.


"ziva maunya disini main sama kakak kakak semuanya..."jawab ziva polos...


Semua beralih menatap ziva.yang sedang merengak ke arahku.


"Boleh ya kak....pliss...sekali ini aja kita main bareng bareng..."ucap ziva dengan mata berkaca kaca.kak vicko mengangguk dan tersenyum kepada ziva.kami akhirnya duduk di sofa.


Ziva mengeluarkan cemilan yang ia beli tadi dan mengeluarkan sebuah permainan ULAR TANGGA.


"Oke kakak kakak ku yang cantik dan ganteng.kita sekarang mau main ular tangga. berhubung kita ada 7 orang dan hanya ada 3 yang buat main gimana kalo kita buat kelompok.kakak sama kak vreya.kak briyan sama kak xelina terus kak mei sama kak nico gimana? terus aku nanti yang bakal ngehukum tim yang kalah gimana?"ucap ziva lagi dengan lanjang lebar.


"Setuju....."ucap mereka bersamaan.


"Hah...."ucapku dan kak vicko bersamaan.


"Gini aja mending kalo ziva aja yang main sama kak vicko terus kak vreya yang ngehukum gimana?"Jawabku.


"Aaaaaa......gamau......"Jawabnya sambil merengek...


"Eh iya ....udah...."Jawabku pasrah


"Gimana kak vicko mau kan?"Ucao ziva sambil menatap kakaknya


"hemmm..oke..."jawabnya sambil mengangguk.


"Oke langkah pertama kalian harus duduk berdekatan dengan tim masing masing."Ucap ziva .Mei ,Xelina dan yang lainnya sangat senang dan terus menerus tersenyum ga jelas.


"ziva udah lah gini aja..."Ucap kak vicko.


"udah turutin aja apa kata adek lo."Ucap kak bruyan sambil cengengesan ke arah xelian.


" pokoknya harus."Ucap ziva dengan tatapan tajam mengarah kak vicko.


akhirnya semua berpindah tempat dan yang pasti berdekatan dengan tim masing masing. semua terlihat sangat bahagia kecuali aku dan kak vicko.aku hampir tidak habis fikir aku bisa satu kelompok dengan cowok resek nan super dingin itu.


"Padahal cuma main ular tangga kenapa jadi gini.mana si mei sama si xelina senyum senyum terus lagi dari tadi.oke untuk membahagiakan orang"batinku kesal.


Kami pun memulai permainnan kami.kerja tim? ya yang di maksud adalah satu yang mengocok dadu satu lagi yang menjalankan permainannya.


Ziva sangat senang karna apa yang dia inginkan akhirnya tercapai...


Sudah cukup lama kami bermain.Xelina dan kak briyan bahkan sudah memenangkannya.


tinggalah tim ku dan timnya mei....


-MAKASIH-


😊😊😊