Oh My Senior

Oh My Senior
Di Labrak



MASIH AUTHOR POV


***


"DASAR CEWEK MURAHAN!" Seorang perempuan dengan membawa dua anak buahnya dan dengan penuh amarah membetak vreya yang masih tersungkur di lantai berusaha mengumpulkan nyawanya.


Vreya pun mencoba berdiri dengan keadaan kaki yang masih sakit dan di tambah lagi dengan dorongan dari kak celsi yang membuatnya jatuh dari kasurnya.


"Maksud kakak apa?"Tanyanya lantang tanpa mempunyai rasa takut sedikitpun.


"Lancang benget lo?"Kak celsi mengisyaratkan teman temannya untuk melakukan sesuatu kepada vreya.dari arah belakang vreya di guyur dengan air es yang sagat dingin.


"Mau kakak apa sih?"Vreya kini yang tak bisa menahan rasa dinginnya mencoba menguatkan dirinya untuk menghadapi seorang yang tidak tau maksud dan tujuannya tersebut.


"Masih nanya lagi.Gue mau lo jauhin vicko."Kak celsi pun tersenyum licik ke arah teman temanya.


"Maksud kakak apa?bahkan saya tidak dekat dengannya sama sekali."Vreya yang kini kehilangan kesabarannya mulai menanggapi semua dengan serius.


"Ga usah sok formal lo.lo itu cuma cewek murahan yang ga punya sopan santun dan udah ngerebut pacar orang terlebih lagi gue senior lo.lo harusnya bisa mikir.Sadar diri dongg..."


"Maaf kak jika saya lancang.Bukankah yang seharusnya berfikir itu kakak?Kakak yang terlalu berharap lebih dari nya bahkan sampai ia tidak mengakui kakak hidup pun kakak masih berusaha untuk mendapatkannya.apakah kakak tidak mempunyai malu?Apakah kakak tidak mempunyai martabat sebagai seorang perempuan?Dan satu lagi kak.Dengan ucapan kakak yang mengatakan bahwa kakak seorang senior tidak akan membuat saya takut sedikitpun dengan kakak."Jawab vreya dengan penuh emosi dan penekanan.


"BILANG APA LO BARUSAN?"Kak celsi bertariak karna tidak terima dengan perkataan vreya.


"Bukankah kakak tau apa itu cinta?Apakah kakak tidak sadar semala ini kakak mendekati kak vicko bukan karna cinta?Kakak hanya teropsesi dengannya.Kakak hanya ingin ketenaran karna telah mendapatkan kak vicko.Apakah kakak tidak sadar selama ini?"


"Lancang banget lo.Gue ngga tau apa itu cinta.Cinta itu ngga ada dalam kehidupan gue.Dan perlu lo inget gue ngga akan segan segan bunuh lo kalo sekali lagi lo lancang sama gue."


"Saya tidak takut dengan semua ancaman kakak.Kalo kakak mau bunuh saya ya bunuh saja saya sekarang mengapa harus saya berbuat lancang satu kali lagi?"


"Lo bisa diem ngga?Gue yang lebih berpengaruh disini."Kak celsi benar benar marah dan tak tahan lagi dengan sikap vreya yang semena mena denganya.


"Kakak memang belum cukup dewasa.Hal sekecil ini pun harus di selesaikan dengan cara seperti ini.Apakah kakak tidak mengerti cara menyelesaikan masalah dengan benar?"Vreya yang dari tadi menahan dingin mukanya mulai pucat dan air yang berada di rambutnya masih menetes.


Kak celsi yang kehilangan kesabaran,kini mendorong vreya hinga tersungkur di lantai.Vreya semakin pucat dan tersungkur lemah.Balutan perban yang menutupi lukanya kini terbuka.Tanpa rasa kasian kak celsi menginjak injak kaki vreya yang masih sakit berulang kali.Kini darah yang tadi sempat berhenti pun keluar lagi bahkan lebih banyak dari sebelumnya.


Kedua teman kak celsi memegangi tangan vreya supaya vreya tidak bergerak.sedangkan kak celsi terus menginjak injak kaki vreya.Vreya yang dari tadi menahan dingin di tambah rasa sakit yang bertubi tubi itu pun hanya pasrah dan tak bisa melawannya lagi.


Di luar UKS terdapat seorang siswa yang kebetulan satu kelas dengan kak vicko pun melihat adegan tersebut.Siswa itu tau bahwa tadi pagi cewek yang sedang di buli berangkat bersama dengan kak vicko.Siswa itu juga  mengira bahwa itu pacar kak vicko.


Tanpa fikir panjang dia menghampiri kak vicko yang sedang duduk di atas meja dan memainkan game online.Karna kebetulan jam nya sedang kosong.Dia berlari ke arah kak vicko dan mulai mengatur nafasnya.


"Kenapa lo?"Tanya kak vicko tanpa melirik ke arah siswa itu.


Kak briyan dan kak nico yang berada di sampingnya merasa bingung dan mungkin ada yang tidak beres denganya.


"Lo kepana bro?Tegang gitu!"Kak briyan kini mulai menyambar pembicaraan mereka.


"Gawat kenapa?Jelasin?"Kak nico mulai penasaran karna tidak biasanya siswa yang satu kelas denganya sepanik ini.


"VIC CEWEK LO DI BULI."Siswa itu tetap tegang dan berusaha memberitau kak vicko dengan keadaan tenang.


"Cewek gue?"Kak vicko yang belum mengalihkan pandanganya dari polselnya.kak briyan dan kak nico semakin bingung.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"Kak briyan yang rasa penasaranya sudah sampai ke ubun ubun.


"Cewek yang berangkat sekolah bareng lo di buli di UKS.gue ngga tau pasti apa akibatnya.tapi ini parah benget.kaki cewek lo di injek injek sampe keluar darah."


Kak vicko terkejut mendengarnya.Mengingat kaki vreya yang masih sakit karna kecelakaan kecil tadi pagi di tambah lagi kaki vreya yang sekarang di injak injak.Kak vicko pun meletakkan polselnya sembarangan dan segera berlari menuju UKS.


"Eh bro polsel loo....."Kak nico menyimpan polselnya dan membawanya mengikuti kak vicko menuju UKS.


Di depan UKS kak vicko langsung membuka pintu. betapa terkejutnya kak vicko saat melihat keadaan vreya basah kuyup dan darah yang tidak sedikit di bagian kaki dan kak celsi yang masih menginjak injak kaki vreya terkejut dengan keberadaan kak vicko pun langsung menghentikan aktivitasnya.


Kedua teman kak celsi melepaskan vreya hinga vreya duduk lemas dan menahan rasa sakit yang bertubi tubi.Kak vicko menghampiri vreya dan memeluknya.


"APA YANG UDAH LO LAKUIN?"Kak vicko kini tidak bisa msnahan amarahnya.entah mengapa hatinya merasa sakit melihat keadaan vreya saat ini.


"Emm...gue..."Kak ceksi terbata bata tidak bisa menjawab karna takut dengan tatapan kak vicko yang begitu tajam.


"Panggil bu bebis dan pak sapto sekarang!"Ucap kak vicko  kak briyan dan kak nico pun hanya mengangguk.Pak sapto adalah kepala sekolah sedangkan bu bebis adalah guru BK paling kiler sepanjang masa.


Murid murid mulai berdatangan dan melihat kajadian itu.kak vicko yang masih memeluk vreya pun berusaha menenangkan vreya.


"Hei...lo ngga papa kan...udah ngga usah khawatir ada gue di sini."Ucap kak vicko lembut dan hangat.


"Gue...Ukhukk...gue ngga papa kok...ukhuk.."Vreya menjawab lemas.suaranya serak di iringi dengan batuk.


"Vicko gue bisa jelasin."Kak celsi memanas melihat adegan yang ada di depan matanya.


"JELASIN SEKARANG!"kak vicko membentak dan kak celsi hanya menunduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Kak vicko mengusap lembut rambut basah vreya.


Tak lama lama kemudian pak sapto dan bu bebis datang di tengah kerumunan para siswa siswi di luar UKS.


"Ada apa ini?..."Pak sapto tegas.Pak sapto terkejut dengan keadaan vreya.Bu bebis pun menghampiri kak celsi dan meminta penjelasan.


"Maaf pak saya akan membawa vreya ke rumah sakit.Saya sama vreya ijin pak."Ucap kak vicko yang siap menggendong vreya.


"Bawa dia secepatnya."Jelas pak sapto.


Kak vicko mengangguk dan mengendong vreya menuju mobilnya.Vreya di balut dengan jaket yang ada di mobil kak vicko.Kak vicko langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


_slmt membaca_