Oh My Senior

Oh My Senior
Pengakuan



-06.15


"Hoammm....."Vreya menguap.ia melihat ke arah jam.


"Astaga gue telat.Kenapa mama ngga bangunin gue..."


Vreya bergegas menuju kamar mandi.Sekitar 15 vreya keluar.Ia menyiapkan buku yang akan di bawa hari ini.


"Eh telfonnya belum mati?"


"Manusia es belum berangkat?"


Vreya melihat polselnya dan yang benar saja kak vicko masih tidur.


"Woyyyyy...... Bangunnn...." vreya teriak.Masih belum ada jawaban.


"Astaga keboooo....."


Setelah vreya teriak teriak kak vicko akhirnya bangunn. Ia bergegas menuju kamar mandi.


Selesai mandi ia mengambil polselnya dan melihat vreya sedang mengenakan sepatu.


________


Kak vicko :"Barengan aja berangkatnya."


Vreya :"Keburu telat. "


kak vicko :"Nanti di hukumnya kan berdua.Lo mau kena samber bu bebis sendiri."


Vreya :"Gue tunggu di pertigaan."


kak vicko :"Di matiin ngga ni?"


Vreya :"Ya iyalah.Bay. "


Tuttt...


Vreya bergegas turun setelah selesai memakai sepatu.Melihat sekeliling rumahnya ternyata kosong.Polsel vreya tiba tiba berbunyi.


_terfon_


Mama :"Kamu udah berangkat? "


Vreya :"Mama kok ngga bangunin yaya." (Mengambil helm dan segera menuju garasi.)


Mama :"mama sama ayah kamu ke luar kota tadi pagi. Kamu telat? "


Vreya :"Iya. Kak sanjaya? "


Mama :"Dia ada kerjaan."


Vreya :"Ya udah deh ma. Yaya mau berangkat"


Mama :"Ya sudah hati hati ya? "


Vreya :"Iya ma. "


Tutt....


Vreya melajukan motornya. Sampai di pertigaan ia tidak melihat kak vicko di sana.


"Apa udah berangkat ya?"


"Gue tunggu aja deh."


Vreya menggu kak vicko. Jam sudah menujukkan 6.55.


Tak lama kak vicko datang.


"Udah lama?" ucap kak vicko yang merusak lamunan vreya.


"Banget."


"Hahaha ya maap.Bokap nyokap gue ke luar kota jadi ya gue telat."


"Lah sama bokap nyokap gue juga."Ia menyetater motornya dan melajukanya. Di susul oleh kak vicko.


-Sekolah.


Mereka memarkirkan motornya.


"Tumben gerbang ngga di tutup."Ucap vreya. Kak vicko hanya menaikkan bahunya.


"Yang telat ngga cuma kita.Uhhh syukurlah."


"Emang iya? " Tanya kak vicko.


"Tuu...." vreya menujuk seorang gadis yang sedang berada di barisan terlambat.


"Ya udah ayok." vreya berjalan menuju barisan. Kak vicko hanya mengikutinya.


"Kak nisa?" tanya vreya saat ia sudah ikut berbaris.


Kalian masih inget kak nisa? Kakak kelas vreya yang ikut basket. Yang cantik dan baik kalo sama vreya.


"Eh vreya hai...telat juga?" tanyanya sedangkan kak vicko hanya acuh.


"Hehe iya kak kesiangan."


"Kok bisa barengan?" selidik kak nisa.


"Itu...emm tadi ketemu di pertigaan hehe..."


"Ohh..." kak nisa mengangguk.


Tak lama kemudian bu bebis menghampiri mereka.


"Ya kalian udah tau kan apa hukumanya. Saya lagi ngga mau marah marah."Ujarnya tegas.


"Ya bu... " jawab vreya, kak nisa, dan kak vicko.


"Bersihkan toilet pulang sekolah." ucap bu bebis dan berlalu pergi.


"Lagi?" vreya merengek setelah bu bebis pergi.


"Sabar..." ucap kak vicko menepuk punggung vreya. Kak nisa hanya melihat saja.


Mereka pun memasuki kelas masing masing.


-Istirahat


"Kantin nggak?" tanya mei.


"Biasanya gimana." jawab xelina.


"Hehe basa basi gitu."


"Basa basi lo basi." sambar vreya.


"Ngomong apaan sih vre?" goda mei.


"Terserah." vreya beranjak dari duduknya dan menuju kantin di ikuti oleh ke dua temanya.


Seperti biasa di kantin sudah ada kak vicko and friend.


"Udah lama? " tanya mei.


"Enggak. " jawab kak nico.


Setelah Mereka memesan makanan mereka mulai mengobrol ria.


Saat mereka sedang asik mengobrol ria tiba tiba kak nisa datang.


"Emm... Hai... " sapanya.


"Eh kak nisa? " ucap xelina.


"Hehe...boleh ngomong sama vreya?" ucapnya.


"Boleh dong kak." jawab mei.


"Ayo vre. " kak nisa menarik tangan vreya lembut. Kak vicko mengangkat salah satu alisnya.


Kak nisa membawa vreya ke tempat yang lumayan sepi dan jarang di lewati banyak siswa maupun siswi.


"Kenapa kak tumben?" tanya vreya.


"Gue cuma mau tanya aja sama lo."


"Tanya? "


"Lo pacaran sama vicko?" pertanyaan kak nisa sukses membuat mata vreya hampir keluar.


"Hah...em...enggakk." jawabnya gelagapan.


"Tapi kok kalian keliatan akrab gitu?"


"Aahhh syukurlah." ia mehembuslan nafasnya kasar.


"Ha?" vreya bingung.


"Hehe....vre gue pengen cerita ke elo. Tapi lo jangan kasi tau siapa siapa ya? "


"Kenapa? " sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Gue suka sama vicko." ucapnya.


Vreya membulatkan matanya lebar lebar. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Vreya merasa aneh pada dirinya sendiri.


"Haaa...? " vreya gelagapan.


"Iya gue suka sama vicko dari dulu. Lo tau kan dulu ada celsi yang suka juga sama vicko dan lo juga tau kan gue takut sama celsi. Mumpung sekarang celsi udah pergi jadi gue bisa deketin vicko. Lo mau kan bantuin gue?"


Vreya masih tidak percaya atas pengakuan kak nisa padanya. Jantungnya masih berdetak sama.


"Ehh... Iya kak vreya bantu kok. Ya udah kak vreya pamit dulu ya.nanti vreya kabarin lagi."


"Eh vre betar. Mana nomer lo biar gue bisa tanya tanya soal vicko ke elo."


"Ini kak." setelah memberikan nomer polselnya ia pergi meninggalkan kak nisa yang masih kegirangan.


Ia berjalan menuju rooftop. Sampai di sana ia duduk dan membiarkan kakinya menggantung sambil menatap langit langit.


Ia terus memikirkan ucapan kak nisa yang membuat perasaannya campur aduk.


"Astaga gue kenapa? Kan kak nisa cuma bilang kalo dia naksir manusia es."


"Ah bodo amet lah gue ngga peduli."


Vreya merebahkan tubuhnya di lantai. Dan masih menatab langit langit.


Tiba tiba seseorang datang dan menghampiri vreya.


"Bolos terosss...." ucap nya. Vreya duduk kembali dan melihat orang yang ada di belakangnya.


"Manusia es?" ucap vreya.


"Emm." ia mendudukkan dirinya di samping vreya.


"Lo juga bolos."ucapnya sambil mengalihkan pandanganya ke depan.


"Gue baru pertama kali." jawabnya santai.


"Hahahaha lawak lo badut." ucap vreya tertawa kecil.


"Gue serius."


"Ya in." vreya tersenyum.


Hening...


"Nisa tadi bilang apa sama lo? " tanyanya tiba tiba.


"Ngga bilang apa apa. " vreya mencoba santai.


"Masak? "


"Emm.. "Mengangguk.


"Besok gue jemput jam 7 malem." ucap kak vicko.


"Oke... "


Mereka mengobrol sampai jam pulang.


"Bersihin toilet kuyy... " ajak vreya.


"Siap." kak vicko hormat.


"Hahahaha......" vreay tertawa.


Mereka pergi meninggalkan rooftop dan menuju toilet.


Di toilet kak nisa sudah menunggu.


"Kalian dari mana?" tanya kak nisa.


"Maaf kak telat. Tadi ada piket." jawab vreya.


"Barengan? " tanya nya lagi.


"Udahlah bersihin aja ni toilet gue ngga mau pulang sore." ucap kak vicko. Mereka mengangguk dan mulai membersihkan toilet.


-16.45.


Mereka Selesai membersihkan toilet.


Polsel vreya berbunyi.


**Chat.


Brthr lknt**


Gue pulang malem lo makan sendiri yee....


(Read)


_______________


"Siapa? " tanya kak vicko.


"Brother Laknat." jawab vreya singkat.


Mereka melajukan motornya. sampai depan gerbang sekolah vreya melihat kak nisa yang mulai mendekat ke arah mereka.


"Belum pulang kak?" tanya vreya.


"Belum ini ngga tau naik apa. " jawabnya lesu.


"Bareng kak vicko aja gimana? " ucap vreya.


"Eh..." kak vicko bingung.


"Udah manusia es lo tega ngebiarin cewek pulang sendirian? " bisik vreya.


"Gue ngga peduli." bisik kak vicko.


"Tapi kalo nanti kak nisa kenapa napa gimana? " masih berbisik.


"Lah gue udah bilang ngga peduli."


"Manusia es... " vreya mengeluarkan puppy eyes nya.


"Tapi lo ngikutin gue dari belakang." jawab kak vicko.


"Nggak ah gue ngga mau kadi obat nyamuk. "


"Ya udh kalo ngga mau gue juga enggak." kak nisa hanya melihat tingkah mereka.


"Ya udah deh yuk." vreya pasrah.


Mereka mengakhiri bisik bisik mereka.


"Ayo kak. " ajak vreya.


"Naik. " ucap kak vicko dingin. Kak nisa tersenyum kegirangan.


"Helm nya? " menunjuk helm.


"Gue ngga bawa."


Kak nisa langsung naik ke motor kak vicko. Ia sempat menoleh ke arah vreya yang ada di belakangnya. Vreya malah menjulurkan lidahnya.


Kak vicko melajukan motornya di ikuti vreya.


"Lo tau rumah gue? " tanya kak nisa.


"Mana? " tanyanya singkat.


Kak nisa menujukkan arah ke rumahnya. Tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah kak nisa.


"Makasih." kak nisa tersenyum manis.


"Emm.." kak vicko pergi begitu saja meninggalkan vreya yang setia berada di belakangnya.


"Yeee di tinggalin. Ya udah kak vreya duluan ya."


"Hati hati vre."


"Ship kak." vreya melambaikan tanganya dan pergi meninggalkan pekarangan rumah kak nisa.


...