Oh My Senior

Oh My Senior
Salah paham



Selamat membaca, jangan lupa like, komen, dan vote. ❤😍


______________________


"Vreya? "


"Kak nisa? " vreya gugup.


"Vreya? Maksud nya apa? Lo mau nusuk gue dari belakang iya? Gue ngga nyangka sama lo. Gue kira lo ikhlas mbantiun gue eh ternyata-" kak nisa menghentikan ucapannya.


Vreya menatap kak vicko. Kak vicko khawatir jika kejadian kemaren akan terulang lagi.


"Dasar sok polos, ngga punya harga diri, murahan, jal*ng, kecentilan, mau jadi apa lo kalo gede? Mau jadi wanita malam iya? " kata kata kak nisa bahkan lebih menyakitkan di bandingkan kata kata kak celsi waktu itu.


"Kak nisa? " ucep vreya. Semua menatap kak nisa tidak percaya.


Ya wanita cantik dan berhati lembut kecuali kepada oxcel itu tidak pernah mengatakan hal seperti ini sebelumnya. Dia biasanya lembut dan murah senyum kepada semua orang.


"Gue kira lo itu baik sama gue, lo mau bantuin gue buat bisa deket ama vicko, eh ternyata lo sendiri yang ngedeketin dia." lanjutnya dengan nada tinggi.


"Tapi kak vicko cuma-".


"Cuma apa? Lo ngga usah sok polos deh, gue eneg liat muka lo, muka drama. "


"Nis stop." kak vicko emosi. Vreya mulai mengeluarkan air mata.


Kak nisa menahan air matanya dan oxcel setia ada di belakang kak nisa.


"Maksud lo apa? Lo ngga tau yang sebenernya terjadi, lo ngga usah fitnah key kayak gitu." kak vicko emosi.


"Key? Oh spesial banget ya? Sampe di bikinin nama panggilan khusus. Hahaa.. " kak nisa mengeluarkan air matanya.


"Lo ngga tau kan vic? Gue suka ama lo itu udah dari lama banget, gue nahan itu semua selama ini karna ada celsi. Setelah dia pergi gue berusaha ngambil hati lo, lo setiap hari cuek dan dingin ke gue gue ngga papa, sampe gue jujur sama vreya kalo gue itu naksir sama lo, dan yang terjadi apa? Dia nusuk gue dari belakang. dan dia godain lo-"


Ucapan kak nisa berhenti.


"Cukup nis. Lo udah cukup ngehina key kaya gitu. Lo ngga mikir perasaannya? " potong kak vicko.


"Lo mikir perasaannya tapi lo ngga mikir persaan gue vic, gue udah berjuang demi lo tapi ini balesan lo ke gue?" Kak nisa mengusap air matanya kasar dan pergi meninggalkan mereka, menuju parkiran mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Oxcel khawatir dengan keadaan kak nisa. Ia menghampiri kak vicko.


"Gue tau lo ngga demen ama nisa, biar gue yang urus nisa lo jaga aja yaya. Jangan sampe dia kenapa napa." oxcel menepuk bahu kak vicko dan pergi menyusul kak nisa.


Oxcel mencoba mencari keberadaan kak nisa. Hari sudah semakin sore, manambah rasa khawatir oxcel kepada kak nisa.


Hingga oxcel sampai di sebuah lahan kosong yang luas, di sana terparkir mobil kak nisa.


Mobil kak nisa mengeluarkan asap dan penyok di bagian depan. Mungkin ia sempat menabrak tiang atau semacamnya.


Kak nisa duduk di lahan kosong tersebut sambil memeluk lututnya dan menangis.


Oxcel segera memarkirkan mobilnya dan menghampiri kak nisa. Ia duduk di samping kak nisa.


Kak nisa melihat ke arah oxcel dengan mata sembabnya. Oxcel yang melihat itu hanya tersenyum.


"Ngapain lo kesini? Lo mau ngetawain gue karna hal tadi iya? Kenapa gue ngga bisa dapet kebahagiaan. Gue pengen kaya orang orang yang senyum kesana kemari." tangis kak nisa pecah.


Oxcel menyumbangkan dada bidangnya untuk senderan kak nisa..


Kak nisa menangis di bahu oxcel. Oxcel membelai rambut kak nisa dengan penuh kasih sayang.


"Gue pengen bahagia... Hikss hikss... Gue udah ngga punya siapa siapa lagi. Hikss.. Semua jahat ama gue...semua udah ninggalin gue." tangisnya semakin menjadi.


Hingga oxcel angkat bicara.


"Iya gue tau perasaan lo. Gue juga pernah ada di posisi lo, ngga punya orang tua dan orang yang gue sayang juga ninggalin gue." ucap oxcel yang masih membelai rambut kak nisa.


"Sampai akhirnya semua itu dateng dengan sendirinya ke gue. Orang tua gue emang udah ngga ada, tapi orang tua yaya sayang banget ama gue. Gue berasa punya orang tua lagi." lanjut nya.


"Gue tau lo sayang ama vicko, tapi lo ngga boleh egois, perasaan emang ngga bisa di paksain. Lo bisa belajar dari ini semua, mencintai orang lain itu boleh tapi jangan berlebihan."


"Dan, yaya ngga sepenuhnya salah di sini. Lo inget, pas lo makan malam ama vicko? Itu semua adalah rencana yaya. Yaya mati matian mikirin hal itu. Dia ngga mau buat lo kecewa. Dia sampe ngga tidur karna mikirin hal itu."


"Yaya emang ngga polos, tapi dia ngga punya pengalaman untuk semua ini, gue yakin besok yaya akan mencoba menjauh dari vicko. Gue tau sifat yaya itu kaya apa. Lo jangan buruk sangka ya ama dia." ucap oxcel lembut. Ia masih setia membelai rambut kak nisa.


Kak nisa mendengarkan setiap inci kata yang keluar dari mulut oxcel. Semua kata kata oxcel masuk ke hatinya. Ia jadi merasa bersalah.


"Gue minta maaf." ucapan terbata keluar dari mulut kak nisa yang masih meneteskan air mata.


"Lo jangan minta maaf ama gue. Gue emang ngga berhak ikut campur masalah pribadi lo tapi setidaknya gue bisa bantu lo." ucap oxcel.


kak nisa melihat ke arah oxcel. Oxcel lagi lagi tersenyum.


"Gue ngga yakin vreya bakal maaf-in gue. Dia pasti kecewa banget ama gue. Dan hati nya pasti sakit karna semua ucapan gue tadi." ucap kak nisa.


"Tapi gue bener bener ngga sengaja. Gue kebawa emosi tadi." lanjutnya.


"Gue yakin yaya bakal maaf-in lo. Yaya bukan orang yang pendendam. Dan gue tau kalo lo tadi ke bawa emosi. Gue tau sifat lo. Lo itu baik, ke semua orang. Kecuali ama gue." jawab oxcel.


"Tapi lo ngga hanya minta maaf ama yaya aja. Lo harus minta maaf juga ama vicko. Gue tau lo pasti ngga enak kan ama dia. Besok gue bantu buat bujukin mereka." lanjutnya.


"Lo kan sepupunya vreya, lo ngga marah ama gue? " tanya kak nisa.


"Enggak, gue udah tau ini semua pasti bakal terjadi." jawab nya santai.


"Tapi gimana cara gue move on dari vicko? Secara gue kan- " ucapan kak nisa di potong oleh oxcel.


"Biar gue bantu. Sekarang kita bagi tugas aja."


"Bagi tugas? " tanyanya.


"Emm... Tugas lo, lo harus bisa dapet maaf dari yaya dan vicko. Ke dua lo harus belajar mengikhlaskan vicko. Ke tiga lo harus bisa move on dari vicko, Dan ke empat lo harus bisa nyatuin mereka dengan keinginan hati lo."


"Terus tugas lo? "


"Tugas gue, gue bakal bantuin lo." jawab oxcel.


Kak nisa tersenyum ke arah oxcel.


"Udah ngga usah senyum gitu. Kalo gue diabetes lo mau tanggung jawab? " ucap oxcel.


"Heleh mulai." kak nisa menghapus air matanya.


"Makasih ya. Gue pikir setelah ini semua orang bakal ngejauhin gue.eh ternyata enggak." ucap kak nisa.


"Gue sebenernya pengen ngejauhin lo, tapi liat wajah lo yang cantiknya melebihi kapasitas ini, gue jadi ngga tega." jawab oxcel.


"Terserah cel. " kak nisa tertawa kecil.


"Gue kok jadi bucin ya." ucap oxcel.


"Ngga papa gue suka." ucap kak nisa lirih.


"TAPI BOONG." kak nisa tertawa lepas.


"Bener bener ya luu..." oxcel menarik hidung kak nisa


Kak nisa cengengesan.


"Eh btw mobil lo kenapa? " tanya oxcel.


"Abis ciuman ama tiang listrik. Cemburu gue jadinya." ucap kak nisa.


"Gue bisa bikin mobil lo cemburu."


"Gimana?"


Oxcel mendekatkan wajahnya.


"Etdss. Jangan aneh aneh."


Kak nisa dan oxcel tertawa. Hati kak nisa manjadi lebih tenang. Oxcel benar benar membantunya.


...