
Sedangkan di sisi lain.
Vreya sudah sampai di rumah kak vicko. Ia melihat kak vicko yang sedang menyiram tanaman.
"Manusiaa es..." ujarnya setelah ia berada di samping kak vicko.
"Loh lo udah nyampe? Kok lo ngga ngasih tau gue? " tanyanya.
"Harus banget ya? Kan gue ke sini mau main ama ziva bukan ama lo."
"Ziva lagi les. Bentar lagi juga pulang." jawab nya, ia melanjutkan kegiatannya kembali.
"Lo suka berkebun? " tanya vreya.
"Enggak, ini gue cuma di suruh mama aja." jawabnya santai.
"Ohh..." vreya mengangguk mengerti.
"Cuma oh doang? Lo ngga ada niat buat bantuin gue gitu? "
"Enggak. " jawabnya kemudian ia tertawa
"Dasar." ia menjawab ketus.
Tiba tiba mama kak vicko datang menghampiri mereka.
"Eh ada vreya, kok ngga di ajak masuk sih." ujarnya.
"Hehe halo tan." vreya mencium punggung tangan mama kak vicko.
"Ngga usah di ajak masuk itu ma, duduk di teras aja udah seneng tu bocah." sambar kak vicko.
"Whyy? Gue denger hemm... " jawab vreya sambil melirik kak vicko.
"Hahahaha, sudah lah kalian ini. Vreya yuk masuk biar tente bikinin minum dulu." ujarnya.
"Ngga usah tan, ni vreya udah bawa sendiri dari rumah."
"Seniat itu lo kerumah gue? Sampe bawa minuman sendiri? " tanya kak vicko heran.
"Hehh pas gue latian basket di rumah lo juga gue bawa minum sendiri." protes vreya.
"Udah udah, vreyy masuk aja dulu. Tante ngga bikinin minum deh tapi masuk dulu ya tante mau ngobrol sama kamu."
"Ya udah tan yukk... Bayy manusia ess..." ia pergi meninggalkan kak vicko yang sedang menyirami tanaman itu sendiri.
Mama kak vicko membawa vreya duduk di ruang tamu seperti biasa.
"Vreyy tante mau ngomong sama kamu." ucap mama kak vicko memulai pembicaraan setelah mereka duduk.
"Iya tan? Kon kayaknya penting banget? " tanya vreya.
"Tante mau tanya, kemaren kamu sempet ada masalah ama vicko? " tanya nya, walaupun ia sudah tau tapi ia hanya meminta penjelasan dari vreya.
Vreya membukatkan matanya, ia bahkan bingung harus menjawab apa.
"Eh emm... Anu tan biasa cuma masalah kecil kok tan." jawab vreya, ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupi rasa gugupnya.
"Masalah kecil bagaimana? Coba kamu cerita sama tante." ucap mama kak vicko tegas.
"Enggak tan, itu cuma masalah anak ramaja aja. Tante tau lah masalah itu itu."
"Haha, vreyy sebenernya tante sudah tau semuanya. Tante juga sudah tau kalo kamu pernah di bully sama anak anak ngga tau diri itu cuma gara gara anak tante." ujar mama kak vicko. Suasana yang semula tegang bagi vreya kini telah hilang.
"Hehe tante." vreya tersenyum kikuk.
"Jadi kamu memutuskan untuk tetap berteman dengan anak tante yang pembawa sial itu? " tanya mama kak vicko bercanda.
"Hahaha enggak pembawa sial kok tan. Ganteng malahan." ujar vreya lalu ia tertawa.
"Wahh kayaknya ada yang lagi ekhemm ekhemm nii." goda mama kak vicko.
"Enggak tan vreya cuma bercanda kok. Hehe..." vreya nyengir kuda.
tiba tiba kak vicko masuk.
"Pada nggibahin gue ya? " tanya nya curiga.
"Percaya diri sekali anda." ujar mama kak vicko.
"Mama kok gitu sih? "
"Hahaha enggak sayang. Udah sini duduk dulu di samping mama."
Kak vicko hanya menurut dan duduk di samping mamanya.
"Udah selesai? " tanya mamanya.
"Udah ma." jawabnya.
"Bunga anggrek yang di pinggir rumah? "
"Udah ma."
"Beneran udah semua? "
"Iya mama." kak vicko membuang nafasnya kasar.
"Bagus anak pintar." sambil mengusap kepala kak vicko.
"Eh iya nak kamu tau ngga, tadi ada yang bilang sama mama kalo anak mama yang satu ini ganteng." ujarnya lagi dan masih terus mengusap rambutnya.
"Masa sih ma? siapa? " tanya nya.
"Itu tuuu...." mama kak vicko melirik ke vreya.
"Tante, kan tadi vreya bilang cuma bercanda." ujar vreya malu.
"Hahaha, orang gengsi mah susah." ujar mama kak vicko.
"Iya padahal tadi dia sendiri yang bilang." kak vicko ikut menyambar.
"Asal tante tau. Anak tante yang satu itu kalo udah di puji satu kali, percaya dirinya bisa ampe satu taun tan." ujar vreya bercanda.
"Udah lah. Gue juga tau kalo gue itu ganteng dari lahir." jawab kak vicko sambil menyisir rambutnya dengan tanganya.
"Vreya bilang juga apa."
Mereka pun tertawa.
"Oh iya vick, kamu jemput adek kamu sana." ujar mamanya.
"Lah kok di jemput? Biasanya juga pulang ama pak yanto."
"Pak yanto lagi pergi nganterin papa kamu. Udah kamu jemput aja bentar lagi selesai itu les nya. Oh iya vreya di ajak sekalian."
"Ya udah." kak vicko beranjak dari duduknya. Ia mengambil jaket dan konci mobil.
"Ma, vicko minjem mobil mama ya." ujarnya.
"Iya. Ya udah sana berangkat."
"Iya mama." ia mencium punggung tangan mama nya di ikuti dengan vreya.
"Tan vreya pergi dulu ya." ujarnya.
"Hati hati."
Kak vicko dan vreya segera manuju mobil dan meninggalkan pekarangan rumah kak vicko.
Sampai di tempat les.
"Katanya udah ampir selesai nih buktinya masih lama. " geruntu kak vicko.
"Manusia es, pliss jan kek emak emak. " protes vreya.
"Ah lama banget lagi cape gue nunggunya. " rengeknya lagi. vreya hanya diam bermain polsel sambil menutup telinganya.
15 menit menunggu akhirnya ziva keluar dari tempat les itu. Vreya menunggu di gerbang sedangkan kak vicko menunggu di mobil.
"Ziva sinii..." vreya melambaikan tanganya. Ziva tersenyum lalu mendekat ke arah vreya. Tapi ziva tidak sendiri, ia menghampiri vreya bersama dengan temannya.
"Kak vreya jemput ziva? " tanyanya.
"Iya dongg. Katanya mau main."
"Hehe, oh iya kak kenalin ini temen ziva namanya nana." ziva memperkenalkan temanya kepada vreya.
Vreya tersenyum, "halo nana, " vreya melambaikan tanganya.
"Dan, nana ini kakak cantik yang sering aku ceritain itu, kamu tau kan namanya siapa." ujar ziva kepada temanya.
"Oh aku tau, kak vreya kan? Pacar kakak kamu." tebak nana.
"Ha? Pacar?" ujar vreya.
"Hehe maaf kak vreya. " ziva menunduk.
"Hemm, nana kakak temenya kak vicko salam kenal ya. "
"Iya kak." nana tersenyum.
"Kak nana pulang bareng kita ya, katanya dia ngga di jemput." ujar ziva.
"Ya udah yuk." vreya menggandeng nana dan ziva menuju mobil.
Sampai di mobil.
"Ziva di depan ya, biar kak vreya di belakang sama nana." ujarnya.
"Enggak usah, lo di depan aja biar ziva ama temennya itu di belakang." kak vicko menyambar.
"Bener tu kak." ziva masuk mobil dan duduk di belakang bersama dengan nana. Dan di ikuti oleh vreya.
Kak vicko segera melajukan mobilnya.
"Kak vreya baik ya? Ramah lagi." bisik nana.
"Iya aku juga suka sama kak vreya." bisiknya balik.
...
____________________________
*Maaf typo bertebaran, lagi males ngoreksi. Jangan lupa like, komen, and vote.
Thank you❤*