
Selamat membaca ❤
____________________
Vreya dan pria itu berpelukan cukup lama, mereka saling melepaskan kerinduan pada diri mereka masing masing.
"Uluu uluuuu bebeb akohhh. Gue kangan taukkk.kapan lu balikkk? Kok ngga ngomong ama gue? Kan nanti bisa gue jemput. " cerocos vreya stelah melepaskan pelukannya. Kak vicko masih mematung melihat adegan di depan matanya.
"Lebayyy... Lebayy.. Uluh uluhh gue juga kangen ama lo." ujarnya. Tak kalah alay dari vreya.
"Gue balik kemaren. Sebenernya sekarang gue mau ke rumah lo tapi bunda bilang lagi ke luar kota ya udah ngga jadi." lanjutnya.
"Bunda? Jangan jangan itu tunangan nya key lagi. Astaga..." batin kak vicko.
"Mama tau lo udah balik? Kok ngga ngasi tau gue ya?"
"Ngga tau. " pria itu mengangkat bahunya.
"Kakak udah tau belum? " tanya vreya lagi.
"Udah gue udah kasi tau tadi."
"Mantabbbb..." vreya tersenyum manis.
"Ekhemm..." kak vicko membatukkan dirinya sendiri.
Mata mereka serentak langsung melihat ke arah kak vicko. Kak vicko berdiri di samping vreya.
"Ohh udah berani main sama cowok ya sekarang? " ujar pria itu setelah melihat kak vicko.
"Ehhh enggak. Ini temen gue. Oh bukan lebih tepatnya senior gue di sekolah. " jawab vreya santai.
"Key. Kita kapan pulang? " tanya kak vicko.
"Key? Sejak kapan lo ganti nama? "
"Hehe...emm ituu... " vreya terbata bata.
"Lucu namanya, gue boleh panggil lo key juga nggak? "
"Eh no no no... Itu panggilan khusus dari gue." ujar kak vicko kesal.
"Nggak usah, lo panggil gue kaya biasanya aja." lerai vreya.
"Pengenya gitu. Ya udah gue panggil lo bebeb." pria itu menaik turunkan alisnya.
"Mulai mulai." jawab vreya datar, pria itu hanya tertawa.
"Gue balik duluan aja." ujar kak vicko dan pergi meninggalkan taman.
"Ehh. Manusia es kok buru buru sih? " tanya vreya.
"Gue ngantuk." teriaknya dan segera melanjutkan jalannya.
Vreya menatap kak vicko bingung.
"Kenapa tu anak? " batin vreya melihat kepergian kak vicko.
"Pulang kuyyy. Gue bawa mobil."
"Mantab. Nginep ngga? Kamar tamu gue kosong." ujar vreya.
"The best emang."
Mereka berjalan menuju mobil berwarna hitam milik pria tersebut.
-Perjalanan.
"Gue mau pindah sekolah ahh...gue mau pindah ke tempat lo ya? "
"Ini udah semester dua ogeb. Kenapa baru pindah sekarang? " tanya vreya.
"Ogeb apaan dah? "
"Kaga tau juga. Gue dapet dari manusia es tadi."
"Orang yang tadi? "
"Iya."
"Pacar lo ya??? " ledeknya
"Ngawor..."
"Nama nya siapa?" tanya pria itu.
"Kak vicko. Vicko Alex Prasetyo.Manusia es lebih tepatnya. "
"Hahahahahahaha.....kayaknya demen deh tu ama lo." pria itu tertawa.
"Pengen gue tampol."
"Gue besok udah mulai sekolah. Gue udah urus pindahan nya. Emang tujuan gue ke sini biar bisa satu sekolah ama lo."
"Secepat itu? "
"Iya. Kita ke apertemen gue dulu ambil seragam. Biar besok kita berangkat bareng."
"Terserah."
"Abis ini mabar ngga? "
"Lo ngejek gue? " vreya menatap pria itu datar.
"Oh iya lupa. Lo kan ngga bisa mabar. Hahahahah..."
"Janckkk.. "
Setelah dari apartemen mereka kambali ke rumah vreya.
"Masuk kuy." ajak vreya. Pria hanya mengikuti vreya dari belakang.
Kak sanjaya datang menyambut mereka berdua.
"Yuhuuu...." ujarnya.
"Stres. "
"Katanya lembur." ujar vreya.
"Ngga jadi. Oxcelll...Sepupu guee... " sautnya. Sambil memeluk oxcel.
"Lo udah gede kali bang."
Daniel Oxcel Pratama adalah sepupu vreya. Ia tinggal di prancis bersama oma dan opa nya. Ibu dan ayah oxcel telah meninggal waktu ia berumur 9 tahun. Umur vreya dan oxcel hanya selisih satu tahun.
Mereka berjalan menuju ruang tv. Vreya dan oxcel duduk di bawah sedangkan kakaknya duduk di sofa dengan santai menonton tv.
"Cieh cieh yang bentar kawin. " ledek oxcel.
"Iya lah emang elu ama yaya. Jomblo abadi. " jawab kak sanjaya.
"Eh jangan salah bang. Gue tadi liat yaya ama cowok cakep, lagi duduk di taman berdua gitu." ujar oxcel.
"Ekhemmm..." vreya membatukan dirinya.
"Bang, yaya punya pacar ya? " tanya oxcel.
"Cape di gibahin mulu. Gue tidur." vreya beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya.
Vreya menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Eh... Oxcel besok ngga boleh telat. Mama ngga di rumah jadi ngga ada yang bangunin." Oxcel mengangguk dan vreya melanjutkan langkahnya menuju kamar.
"Emang iya bang yaya punya pacar? " tanyanya lagi.
"Gue ngga tau. Tapi dia kaya lagi deket ama orang. Dan yang tadi di taman, gue yakin itu orangnya. Dia ngga pernah sedeket itu kalo ama cowok kecuali gue, elo, ayah, ama dia. "
"Ohh...lo tau bang dia ngasih panggilan khusus buat yaya."
"Apaan? "
"Key. "
"Key? "
"Iya, pas gue juga pengen panggil yaya key ngga boleh. Astaga, terus dia pulang ninggalin gue ama yaya di taman. "
"Anjaii... Jangan jangan dia cemburu. "
"Gue juga ngga tau, tapi dari gerak geriknya sih iya. Gue juga sempet ngerjain dia. Gue panggil yaya bebeb. Terus matanya kaya mau keluar. Astaga gue ngga bisa nahan ketawa gue...."
"Lah emang ngga tau kalo lo ama yaya sepupuan? "
"Enggak gue kasi tau...gue mau ngerjain dia ampe besok. Gue kan mau sekolah di tempatnya yaya."
"Wihhh mantabb... "
"Mantab nya dimana? "
"Janckk... Udah tidor sono. "
Oxcel menangguk dan menuju kamar tamu.
-Rumah Vicko Alex Presetyo
Di rumah kak vicko hanya sendiri. Papa dan mamanya sedang berada di luar kota sedangkan adeknya mengambil cuti sekolah dan ikut dengan mamanya.
Di kamar ia selalu memikirkan pria yang tadi bersama vreya.
Siapa?
Pertanyaan itu terus berlalu di pikiran kak vicko.
"Aduhh pusing gue. "
"Dia pacarnya? Tunangan? Ato lakiknya? Kok dia panggil tante lisa bunda? "
"Ngga mungkin dia pacarnya. Key kan ngga pernah pacaran dan ngga pernah suka ama orang. "
"Apa jangan jangan key di jodohin? "
"Ngga mungkin."
"Tapi dia juga akrab ama bang sanjaya."
"Ah tau ah. "
Polsel kak vicko tiba tiba berbunyi.
Chat.
+62
Hai vicko. Ini gue nisa.
Vicko ganteng
Knp?
+62
Ngga papa, cuma mau tanya aja. Lo udah makan?
Vicko ganteng
Hemm.
+62
Lo kenapa?
Vicko ganteng
Gpp
+62
Besok berangkat bareng boleh?
Vicko ganteng
Nggak
+62
Lo kenapa sih?
(Read)
________________
Kak vicko menghapus pesan kak nisa setelah itu mematikan polselnya dan tidurr...
...