
Kak vicko dan vreya sampai di gedung X. Gedung yang sangat besar dan mewah.
"Ini acara kawinnya? " tanya vreya setelah turun dari mobil kak vicko.
"Bukan acara kawin, cuma pesta aja." jawab kak vicko.
"Cuma pesta di gedung sebesar ini? "
"Mungkin. "
"Gila... " ucap vreya.
Kak vicko dan vreya masuk ke dalam gedung tersebut. Vreya terkagum kagum melihat dekorasi yang terlihat sangat elegan dan mewah.
"Inget yang gue bilang tadi di mobil." kak vicko berbisik.
"Iya iya bawel."
Kak vicko menarik tangan vreya dan mengenggamnya.
"Akhirnya bisa pegang tangan lo. Lo pake apa sih kok bisa alus gini. " batin kak vicko. Ia terus melihat vreya yang masih terkagum kagum.
"Biasa aja kalik. " ucap kak vicko.
"Eh..."
Mereka berjalan menghampiri elis dan suaminya.
Elis dan suaminya menyambut kedatangan kak vicko dan vreya.
"Ehh akhirnya dateng juga, aku kira kamu ngga dateng gara gara masih ngga rela." ucap elis sombong.
"Ini beneran vicko? Kok berubah gini? Kenapa tambah ganteng sihh... Aku kan jadi ngga rela. Eh siapa yang di sebelahnya? Ini pacar barunya? Cantikan juga aku." batin elis.
"Ini mantan kamu? " tanya suami elis.
"Iya..." elis tersenyum kepada kak vicko. Kak vicko tidak menghiraukan ucapan mereka.
"Selamat ya. Semoga kalian bahagia. " kak vicko menyalami elis dan suaminya yang di ikuti oleh vreya.
"Ohh makasih kita pasti bahagia. Iya kan sayang? "
"Iya dong. " mata suami elis tertuju pada vreya.
Elis menatap vreya dengan tatapan tidak suka.
"Ini pacar baru kamu? "
"Iya.." jawab kak vicko dingin. Ia mengalihkan tanganya, dan merangkul vreya.
"Kenalin kak, vreya pacar barunya kak vicko." ucap vreya.
"Kak vicko? Jangan jangan ini adek kelas kamu lagi? " tanya elis.
"Emang iya." jawab kak vicko santai.
"Lo pacaran sama anak kecil sekarang? "
"Seenggaknya dia ngga matre." kak vicko tersenyum kepada vreya.
"Makasih ya kak udah mutusin kak vicko." vreya menyambar.
"Kanapa? " tanya elis.
"Ya, sekarang kak vicko jadi sadar mana cewek yang baik buat dia." jawab vreya santai.
"Maksud lo apa? " nada elis mulai meninggi.
"Sayang udah, jangan bikin malu di sini. " suami elis mencoba menenangkan elis.
"Dasar anak kecil ngga punya malu. " ucap elis lagi.
"Maaf ya kak, tapi yang aku bilang bener kok." vreya pura pura polos.
"Udah sayang ngga penting, mending kita kesana aja." kak vicko kini angkat bicara. Ia tidak ingin vreya punya masalah dengan elis. Kak vicko menunjukan kursi kosong untuk duduk.
"Ya udah. Dadahh....pengantin baru." vreya menggandeng tangan kak vicko dan pergi meninggalkan elis dan suaminya.
"Dasar." elis mendengus kesal.
Vreya dan kak vicko duduk.
"Mau makan ngga? " tanya vreya.
"Enggak ah, gue bisa beli sendiri. " jawab kak vicko. Vreya tertawa kecil.
"Kenapa? " tanya kak vicko.
"Ngga papa. Gue pengen tau aja. Lo masih ngga rela mantan lo itu kawin ama orang lain?" tanya vreya.
"Enggak biasa aja, gue malah kasian ama laki nya. Dia ngga tau sifat asli elis itu kaya apa."
"Hahahaha....ngga usah di pikirin manusia es, kurus lo nanti. "
"Enak aja." jawab kak vicko.
Kak vicko mengambilkan minun untuk vreya.
"Kok cuma satu? " tanya vreya. Kak vicko memberikan minuman itu.
"Emm buat lo aja, gue ngga aus."
"Masak? Yakin ngga aus? Gue ambilin ya? " ucap vreya.
"Ngga usah, "
Vreya mengangguk dan meminum menuman tersebut.
"Lo yakin ngga aus? " tanya vreya lagi.
"Emm... "
Vreya mengangguk mengerti.
Pembawa acara mulai membuka pesta tersebut, sambutan dan lain lain sudah terlaksanakan, kini waktunya untuk berdansa.
"Mau ikutan? " tanya kak vicko.
Vreya menggeleng "nggak ah, gila kali ya gue ikut kaya gituan."
"Yakin ni? "
"iya manusia es," jawab vreya.
"Kenapa? "
"Di coba juga belom."
"Enggak ah kalo lo mau ya sana cari pasangan yang laen."
"Lah pacar gue kan elo. "
"Pura pura."
"Hemm pura pura. " kak vicko mendengus.
Kak vicko beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya.
"Mau ngapain? " tanya vreya.
"Dansa lah."
"Di coba juga belom astaga."lanjutnya.
Vreya menggapai tangan kak vicko mereka berjalan menuju ke pesta tersebut.
"Gimana? " tanya vreya.
"Lo liat kan mereka? Ya gitu caranya." jawab kak vicko santai.
Kak vicko mulai menggapai tangan vreya untuk di letakkan di bahunya. Setelah kedua tangan vreya berada di bahu pemuda itu, ia mulai menyentuh pinggang vreya.
"Gini? " tanya vreya. Ia melingkarkan tenganya di leher kak vicko.
"Emm..." kak vicko tersenyum.
Jarak mereka sekarang sangat dekat. Hingga nafas mereka terasa satu sama lain.
Mereka berdansa mengikuti musik yang sedang di putar. Berlenggak lenggok dan mesra.
mereka saling bertatapan dan tersenyum.
"Gampang kan? " tanya kak vicko.
"Emm..." vreya dari tadi melihat wajah tampan kak vicko.
"Ga usah di liatin. Naksir entar, gue ngga mau tanggung jawab ya. " ledek kak vicko.
"Narsis." vreya mendengus kesal.
"Bisa pengang tanganya, pegang pinggangnya, liat muka nya, merasakan hembusan nafasnya, uhhh bener bener beruntung gue hari ini." batin kak vicko.
"Gila kenapa ni jantung, mana manusia es dari tadi senyum senyun sendiri ngga jelas lagi." batin vreya.
Sampai pesta berakhir. Vreya dan kak vicko merasa sedikit canggung.
"Pulang sekarang? " tanya kak vicko. Jantung nya masih berdebar tapi ia terlalu pandai untuk menutupi semua itu.
Vreya hanya mengangguk.
Sampai di mobil.
"Makan dulu ngga? " tanya kak vicko.
"Iya lah, gue laper dari tadi." vreya memegang perut nya.
Kak vicko tersenyum, ia segera melajukan mobilnya menuju lestoran terdekat.
"Kenapa mesti disini? " tanya vreya saat mereka turun dari mobil.
"Nyesuein baju aja." jawab nya santai.
"Terserah."
Mereka masuk ke dalam lestoran tersebut dan memesan makanan. Tak lama kemudian pesanan meraka pun datang.
"Makanya yang elegan ya? Jangan rakus." ucap kak vicko sambil tertawa.
"Rese banget sih, gue makan di rumah aja lah." vreya meletakkan sendok dan garpunya.
"Kok gitu, ini udah di pesen lo. Siapa yang mau ngabisin coba. "
"Elo lah." jawabnya ketus.
"Udah lah. Cepet di makan ini udah malem mau cepet pulang ngga? Apa jangan jagan lo sengaja ya biar bisa lama lama ama gue." entah apa yang membuat kak vicko mengatakan seperti itu.
"Lo makan apa sih kok jadi narsis gini." vreya mulai melahap makanannya.
Kak vicko tertawa.
Setelah mereka makan kak vicko mengantarkan vreya pulang.
"Makasih. " kak vicko tersenyum. Kini mereka sudah sampai di depan rumah vreya.
"Emm.." vreya turun dari mobil.
"Ati ati..." vreya melambaikan tanganya dan tersenyum.
Kak vicko mengangguk dan melajukan mobilnya.
Melihat mobil kak vicko sudah pergi vreya segera masuk ke dalam rumah nya.
"Dari mana lo? " tanya oxcel.
"Kepo banget sih lo? " jawab vreya.
"Jangan jangan lo kawin lari beneran lagi? "
Vreya menjotos oxcel.
"Ngarang." ia pergi meninggalakan oxcel yang merintih kesakitan.
Sementara di rumah kak vicko.
Sepi.
Ia segera menuju kamarnya dan membersih kan diri.
Setelah selesai ia membaringkan tubuhnya di kasur.
"Huh cantik banget key malam ini."
ia tersenyum mengingat kejadian beberapa jam lalu hingga ia tertidur.
...