Oh My Senior

Oh My Senior
Motorku



Mendengar ada yang berbicara kami langsung menengok ke belekang.


"Ha? Kak briyan? Kak briyan temennya kak vicko?"Tanya Xelina.


"Kamu Xelina kan? yang semalem itu?"Tanyanya balik.


"Iya kak aku xelina yang semalem hehe..."Jawabnya sambil tertawa kecil.


"Kalian saling kenal?"Tanya mei dengan tatapan heran.


"Iya me.Semalem itu aku sampet mau di jambret untung ada kak briyan yang nyelametin aku.makasih ya kak."ucap xelina sambil Melirik ke kak briyan lagi.


"Kamu mau bilang makasih sampe berapa kali.dari semalem bilang makasih mulu.boleh gabung ga ni capek lama lama berdiri."jawabnya.


"iya kak duduk aja kali."Jawab xelina santai.


Kak Briyan, Kak nico , dan kak vicko pun mulai duduk.sedangkan aku hanya diam sambil makan celilan.


"Semalem lo di jambret? lo kok nggak ngomong?"Tanya mei kaget.aku hanya melirik ke arah mereka berdua.


"Aku kemaren udah coba telfon kalian tapi polsel kalian ga pada aktif ya udah deh." jawab Xelina sambil minum air mineral.


"Oh semalem itu lo telfon gue gara gara itu.lo ga ngomong kan gue biarin aja karna gue lagi ngerjain tugas.hehe maaf ya linn.." jawab mei sambil cengengesan.


"Iya.lagian udah ga papa kok."jawabnya santai.Mei hanya cengengesan.


"Vre? lo kenapa diem?lo sakit?"Tanya xelina ke arahku.


"Males gue pulang yuk?"Jawabku dengan tatapan melas.


"Kok buru buru kita kan baru gabung?"Ucap kak nico melirik ke arahku.


"Males ah gue duluan ya?"Ucapku mengambil tasku dan beranjak dari tempat dudukku.


"Lo ga mau gue anter?rumah kak vicko jauh lo...lu mau jalan kaki sampe rumah kak vicko?"Jawab xelina sedikit teriak karna aku sudah agak jauh dari tempat itu.


"Bodo ah.." Jawabku dan aku pun pergi.


Mei dan Xelina pun hanya mengangguk dan melanjutkan pembicaraan mereka.


Cuaca saat itu sedang tidak bagus.Matahari mulai ditutupi oleh awan hitam.Aku pun masih terus berjalan.walaupun rumah kak vicko emang masih jauh.Rencananya aku mau telfon supir tapi kan aku ga bawa polsel jadi ya udah lah.


Setelah beberapa saat akhirnya hujan turun sangat deras.aku segera menuju halte bis untuk aku berteduh.Aku menunggu beberapa saat bukannya terang eh malah tambah deras.aku masih menunggu di situ agak lama.Padahal waktu telah menunjukkan pukul 5 sore.


Ada sebuah mobil yang berhenti di depan halte bis itu.Aku kayaknya kenal sama mobilnya.ya ternyata dugaan ku ga pernah salah.itu adalah mobil kak vicko.


Kak vicko membuka kaca mobilnya.


"Bareng nggak?"Tanya kak vicko padaku dengan tatapan dinginya itu.


"Nggak papa emang?"Tanya ku balik.


"Kelamaan!mau nggak?"Jawabnya dengan nada sedikit ngegas.


"boleh deh."aku beranjak dari tempat duduk ku dan masuk ke dalam mobil kak vicko.dan kak vicko mulai melajukan mobilnya.


Suasana di dalam mobil begitu sunyi.aku pun mulai bertanya kepada kak vicko.


"Lo nggak pulang bareng mereka?"Tanyaku sambil melihat ke arah kak vicko yang masih fokus menyetir.


"Lo emang kenapa?"Tanya ku sambil mengangkat salah satu alisku.


"Kita lihat aja besok."jawabnya santai.dan hanya ku balas dengan anggukan.


Gak lama kemudian kami pun sampai di rumah kak vicko dan di sana hujan pun sudah mulai reda.Kak vicko memasukkan mobilnya aku turun dari mobil itu dan mengeluarkan motorku dari garasi rumah kak vicko aku membawa motorku ke depan rumah kak vicko dan menyetandarkanya.


Kak vicko masuk rumah sedangkan aku hanya mengikutinya dari belakang.


"Mama..."Ucap kak vicko sambil membuka pintu rumahnya.


"Masuk aja."ucap lagi kepada ku aku hanya mengangguk dan menunggu tante ratna di ruang tamu.


Kak vicko langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.aku masih menunggu tante ratna di ruang tamu.Tak lama kemudian tante ratna menghampiriku.


"Loh vreya?...mau latian basket lagi ya?"Tanya tante ratna.Aku pun mencium punggung tangan tante ratna.


"Enggak kok tante.Verya cuma mau ambil motor vreya."Jawabku sambil tersenyum.


"Kaki kamu udah sembuh?"Tanya nya lagi sambil melihat kaki ku.


"Udah kok tante.ya udah tan vreya pulang ya tan takut di omelin mama.."sambil tertawa kecil dan ber pamitan dengan tante ratna.


"Ga mau makan dulu?"Ucap tante ratna kepada ku lagi.


"Enggak usah tan.ya udah Vreya pamit."


Mencium punggung tangan tante ratna lagi.


Tante ratna mengantarkan ku sampai depan pintu.sampai di depan Ziva pulang dengan supir pribadinya.Ziva pulang akhir karna ada ekstra kulikuler di sekolhnya.


"Mama...eh ada kak Vreya."Ucap ziva sambil mencium punggung tangan mamanya dan mamanya hanya tersenyum.


"Kak main dulu yuk kak."Ucapnya lagi tersenyum ke arahku.


"Ziva besok aja ya besok kan hari minggu kakak main ke sini gimana?Sama temen temen kakak juga biar tambah rame.sekarang udah sore nanti kak vreya di marahin mama.nggak papa kan."jawabku sambil tersenyum.Ziva menatap mamanya dan mamanya mengangguk sambil tersenyum.


"Janji ya kak?"Ucapnya


"Iya...yaudah kak vreya pamit dulu ya."Ucapku ziva hanya mengangguk sambil tersenyum. Aku segera menghampiri motorku dan segera pergi dari pekarangan rumah kak vicko .aku melambaikan tanya ku pada mereka dan mereka lambaikan tanganya kembali kepada ku.


Tak lama kemudian aku sampai di rumah ku.Seperti biasa pak jono membukakan pintu gerbang.aku segera masuk ke dalam garasi memarkirkan motorku dan segera masuk.


"Ma yaya pulang."sambil membuka pintu rumah.


"Kamu dari mana aja? Kok baru pulang?"Tanya mama.Aku mencium punggung tangan mama.


"Abis ambil motor ma.aku ke kamar ya capek banget."Jawabku.Aku langsung menuju ke kamarku mama hanya menggeleng nggelengkan kepalanya.


Aku menuju lantai dua rumahku dan segera menuju kamarku.aku meletakkan tasku di kursi meja belajar dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badan ku. Tak lama aku pun keluar aku mengambil polsel ku di atas laci sebelah kasurku. Aku membaca pesan yang kemaren Mei dan xelina kirimkan. tak terasa aku pun tertidur sampai pagi.


SELAMAT MEMBACA


-MAKASIH-


😊😊😊