
"Gue duluan..."Kak vicko dari dalam mobil dengan tangan yang melambai ke arah ku.
"Oke....kapan kapan lagi ya manusia es..."Ucapku dari luar.kak vicko menganguk dan segera pergi dari pekarangan rumah ku.
Aku pun segera masuk ke dalam rumah.Dan segera menuju kamar untuk tidur karna besok bukan lah hari libur yang artinya besok sekolah.
-PAGI
Aku segera menuruni tangga dan menuju ke meja makan.
"Mama ayah sama kak sanjaya semalem ke mana?kok tumben sepi."Aku sambil menarik kursi.
"Oh semalem,Mama ayah sama kakak kamu ngelamar Angel.Itu kakak kamu ngga sabaran banget."Jawab mama
"Lah kok yaya ngga di ajak sih ma?"
"Ini juga dadakan.Pas kamu pergi kakak kamu tiba tiba ngajakin.ya udah."
"Iya kan bisa nungguin yaya dulu.lagian kalo kakak bilang semalem mau ngelamar kak angel aku ga bakal pergi ke pasra malem.Aku mau ikut kakak ngelamar aja."Dengan kesal aku pun beranjak dari tempat duduk ku dan segera pergi.
"Eh...saliman dulu......"Teriak kak sanjaya.
"Yaya berangkat..."Ucapku teriak.
Dengan kesal aku pun menuju ke garasi mengambil motorku dan segera pergi meninggal kan pekarangan rumah.
"Tega banget sih...gue di anggap apa coba.masa iya kakak sendiri lamaran adeknya ngga di ajak?" Ucap ku dalam hati.
Dengan kesal aku pun mengebutkan motor ku supaya cepat sampai ke sekolah.Tanpa sadar...
Brukk....
Oke untuk kali ini aku yang salah.Aku juga kenal mobil putih nan mewah itu..ya itu mobil kak vicko.Aku sudah jatuh dengan keadaan satu kaki tertindih motor...
Pemilik mobil tersebut yang tak lain adalah kak vicko pun keluar.
"Hehe jangan marah ya..Oke untuk kali ini gue ngaku gue yang salah..nanti gue ganti dehh kerusakannya.."Ucapku cengengesan tanpa dosa sambil menahan perih di kaki bagian kiri.
"Udah lupain aja...lo ngga papa kan?"Jawabnya sambil mengangkat motor ku dan menyetandarkannya.
"Iya gue ngga papa...nanti gue ganti kerusakannya hehe...maaf yaa."Aku mencoba berdiri dan menuju motorku untuk melanjutkan perjalananku ke sekolah.
"Eh lo mau kemana?Kaki lo kayak gitu lo bisa bawa motornya?Udah bareng gue aja ngga papa juga."Ujarnya menarik tangan ku dengan lembut.
"Lah motor gue gimana?"
"Udah Gampang nanti gue suruh orang buat ambil motor lo terus bawa ke bengkel beres kan."
"Gue yang ngga enak.masa gue yang nabrak lu yang repot."
"Udah lah...Kita berangkat sekarang nanti kita telat lagi.gue ngga mau ya di hukum gara gara lo..."
"Ye gue lagi...."
kami pun segera menuju ke mobil kak vicko dan berangkat ke sekolah bersama.
-DI SEKOLAH
"salah gue apa ya tuhan...gini amat mereka ngeliatin gue." Ucapku dalam hati.
Ya ngga salah sih banyak senior senior yang menggibahku.Ya kalian tau kan aku dan kak vicko beda angkatan.
"Udah ayo masuk udah mau bel.lo mau tetep di sini apa gimana?"Kak vicko yang menyadarkan lamunanku.
"Oh iya hehe...."Aku berjalan berdampingan dengan kak vicko dengan kaki yang sedikit pincang dan siku yang lecet.
"Kaki lo gimana?"Tanyanya.
"Oh ngga papa kok.eh iya manusia es makasih ya udah mau nebengin gue ke sekolah hehe..."
"Emm..."
"ye balik dingin lagi ni anak.ga tau lagi dah gue....tapi untung aja dia tadi mau nebengin gue.coba kalo enggak ya kali gue ke sekolah bawa motor dengan keadaan kaki pincang." Batinku bergejolak.
Tiba tiba dari arah kejauhan muncul lah jin jin pengganggu dan jin jin super berisik.siapa lagi kalo bukan mei xelina dan pasangan pasangan mereka.
"Tumben berangkat barengan....kalian jadian yaa...."Kak briyan dengan nada mengejek pun tertawa tanpa dosa.
"Ngaco lu..."kak vicko kesal dan segera pergi.
"Gue duluan..."Berjalan menuju lantai tiga karna pasalnya kelas XII itu ada di lantai tiga sedangkan gue di lantai dua.dan ku balas ucapan kak vicko dengan anggukan.
"Lo jadian beneran sama vicko?"Ujar kak briyan lagi.
"Xelina ni pacar lo di urusin.gue ga tau lagi mau ngejelasin pake cara apaan."Aku segera pergi dengan kaki pincang dan tangan kanan menutupi luka siku tangan kiriku.
"Eh tunggu vre.kaki lo kenapa?"Mei menghentikan langkah ku dan aku pun berbalik.
"Abis ciuman ama aspal.udah kalian lanjutin aja pacarannya gue mau ke UKS."Aku pun segera pergi meninggalkan mereka berempat yang super ngga jelas tersebut.
AUTHOR POV
Vreya pun berjalan menuju UKS.Di sana tidak ada satu pun murid yang ada di dalam ruangan tersebut kecuali vreya.Ya vreya tau itu karna jam pelajaran pun sudah berbunyi sejak tadi.
Vreya segera mengambil kotak P3K di laci yang berdekatan dengan kasur untuk pasien.Vreya duduk di kasur tersebut dan membersihkan lukanya sendiri.Jangan lupa juga vreya membalut lukanya dengan perban untuk menutupi lukanya di bagian siku tangannya.
"Akhirnya selesai juga...balik ke kelas ngga ya...males banget gue...mending tidur aja di sini lebih enak dari pada dikelas.lagi pula kan gue punya alasan sakit."Vreya berkata pada diri sendiri dan tersenyum tanpa sebab.
Vreya merebahkan dirinya di kasur setelah membereskan semua P3K yang ia gunakan tadi.Vreya juga mulai menutup matanya dan tertidur pulas.
Belum sampai 10 menit vreya tidur pintu UKS terbuka.vreya tidak menghiraukannya dan tetap tertidur.sampai ada seseorang yang mendorong vreya dari tempat ia tidur dan terjatuh.dan dengan keadaan kaki yang masih sakit.
"DASAR CEWEK MURAHAN!" Seorang perempuan dengan membawa dua anak buahnya dan dengan penuh amarah membetak vreya yang masih tersungkur di lantai berusaha mengumpulkan nyawanya.
.
.
.
.
-slmt membaca.