
Oxcel dan vreya sudah sampai di rumah vreya.
"Cel lo ngga balik ke apartemen lo? " tanya vreya.
"Lo ngusir gue ya? "
"Eh, enggak cuma tanya aja. ".
"Ohh, enggak gue nginep di sini ampe bunda pulang. Gue mau nemenin bang sanjaya. "
"Ya udah, masuk. "
Vreya dan oxcel masuk rumah. Mereka langsung menuju kamar masing masing.
Vreya membuka polselnya. Ada pesan dari kak vicko.
**Chat.
Manusia es**
Key, Udah pulang lo? Cepet banget?
Vreya DA
Hehe, lah elo belom pulang?
Manusia es
Ni baru mau pulang, nanti malem jangan lupa jam 7.
Vreya DA
Iya, mau ngomong berapa kali?
Manusia es
Mengingatkan.
Vreya DA
Terserah
Manusia es
Hahahahah....
(Read)
______________________
Ia berbaring di kasurnya sambil menatap langit langit kamarnya itu.
Oxcel masuk kamar vreya.
"Kenapa lo? " tanya oxcel. Ia pun duduk di sebelah vreya.
"Ngga papa lagi bingung aja."
"Bingung kenapa? "
"Lo tau kak nisa kan? Cewek cakep yang tadi, dia sebenernya naksir ama kak vicko. Dan elu naksir juga kan ama dia? Lah itu yang bikin gue bingung. " jawab vreya jujur.
"Bingung nya dimana? "
"Hiss...oxcel gue itu di suruh bantuin dia biar bisa deket ama kak vicko, lah gue bingung dong. Kalo gue bantuin kak nisa deket ama kak vicko lo gimana? "
"Hahahaha... Bilang aja lo cemburu kalo dia deket ama vicko."
"Gue lagi serius oxcel."
"Lah gue juga serius."
"Terserah."
"Eh, tapi vicko naksir juga ngga ama nisa? " tanya oxcel.
"Kayak nya sih enggak, dia itu ngga mau deket deket ama cewek. Dan dia itu sebenernya dingin banget, makanya gue panggil dia manusia es."
"Ngga mau deket deket ama cewek? Lah elo? Dia deket banget ama elu. "
"Kata dia gini 'emang lo cewek? ' gitu. " ucap vreya sambik menirukan gaya bicara kak vicko.
"Hahaha... Emang bener sih. "Oxcel tertawa. Ia berhasil mendapatkan tatapan tajam dari vreya.
" lo ngga ada perasaan apa apa gitu ama dia? " tanya oxcel.
"Gue ngga tau. Cuma biasa aja tapi nyaman. Gimana sih ngejelasinya gue juga bingung. "
"Jangan jangan lo naksir ya ama dia? "
"Ngga tau. Gue juga bingung. Tapi gue ngga mau mikirin itu."
"Emm ya gue tau." Oxcel pasrah. Ia tau betul bagaimana sifat vreya.
"Lo mau kuliah di mana? " tanya Oxcel.
"Gue pengen ke tempat oma. Tapi ngga boleh ama ayah." ujar vreya sedih.
"Ayah ngga bolehin lo kuliah di pranciss? "
"Iya...padahal gue pengen banget lo. Gila ngga sih. Tiap hari gue mikirin itu."
"Gue tau lo kan pejuang karir. Tapi ya, katanya ni kalo cewek terlalu memikirkan karirnya jodohnya makin jauh."
"Nanti kalo jodoh, sejauh apapun jodoh gue kan bisa balik lagi."
"Jodoh lo di depan mata. "
"Siapa?"
"Siapa lagi kalo bukan manusia es kesayangan lo itu."
"Gue gampar lo. Udah sono lo keluar. " vreya mendorong oxcel.
"Ah terserah. " vreya menutup pintu kamarnya.
-18.00
Vreya bangun dari tidurnya. Ya selepas ioxcel keluar dari kamarnya ia memutuskan untuk tidur.
Vreya berjalan menuju dapur.
"Mbak lia, oxcel kemana? " tanya vreya.
"Itu non ada di ruang tv, den sanjaya juga udah pulang."jawab mbak lia.
"Ya udah mbak vreya kesana ya."
"Iya non."
Di ruang tv kak sanjaya oxcel dan kak angek sedang duduk santai sambil menonton film horor.
"Ngga ngajak ajak." ucap vreya. Ia duduk di samping oxcel.
"Elu nya tidor. " jawab kak sanjaya.
"Embak... Lama banget ngga main ke rumah. "
"Iya, maaf ya embak sibuk. " kam angel tersenyum.
"Angel sama kamu itu cuma 11 12, sama sama terlalu sibuk ngejar karir." kak sanjaya mendengus.
"hahaha nasib." oxcel tertawa.
"Mbak bantuin yaya yukk...yaya mau ke acara penting tapi yaya ngga bisa make up hehe..."
"Mau kemana? " tanya kak sanjaya.
"kepo." jawab vreya.
"Perginya jam berapa? " tanya kak angel.
"Jam 7."
"Astaga ya udah kamu siap siap sekarang, ini udah jam berapa yaya, kok kamu baru bilang ama embak. "
"Hehe... " vreya cengengesan.
Kak angel dan vreya menuju kamar. Vreya bersiap siap di bantu oleh kak angel.
-19.00
Kak vicko memarkirkan mobilnya di depan rumah vreya. Mobil itu adalah mobil yang ia kembalikan kepada papanya. Ia hanya meminjam.
Kak vicko mengetok pintu. Oxcel datang membuka pintu.
"Ehh, cari siapa? " tanya oxcel.
"Key ada? "
"Mau apa lo cari tunangan gue? "
"Ngga usah pura pura, key udah cerita semuanya ama gue. " kak vicko menatap oxcel datang.
"Lah kok udah tau. Tapi mau kemana lo? Rapi banget. " tanya oxcel ia melihat penampilan kak vicko dari atas sampai bawah.
"Kepo." jawab kak vicko.
Kak sanjaya datang.
"Kok ngga di ajak masuk? " tanya kak sanjaya.
"Hehe maaf bang. "
"Bang key nya... Eh vreya nya ada? " tanya kak vicko gugup.
Kak sanjaya terkekeh. "Lo tungguin aja. Bentar lagi juga turun."
Kak vicko menunggu di ruang tamu di temani oleh oxcel dan kak sanjaya. mereka Hanya berbincang bincang.
Vreya dan kak angel turun dari kamar, vreya menggunakan gaun yang kemaren di belikan oleh kak vicko. Ia menggunakan make up natural dan rambut yang di biarkan terurai.
Vreya menghampiri mereka di ruang tamu.
"Wihh cakep bener lu. Lama lama jadi suka gue ama lu. " ucap oxcel.
Kak sanjaya menjitak kepala oxcel. "Ngarang. "
Vreya dan kak angel terkekeh. Kak vicko memperhatikan vreya tanpa berkedip.
"Oyy. " oxcel menyenggol kak vicko.
"Ehh... Ya udah yuk berangkat. " kak vicko mengalihkan perhatian...
"Yuk. Bang gue berangkat ya. Mbak makasih ya. " vreya melambaikan tangan.
"Ati ati. " jawab mereka serentak.
"Gue duluan bang. " kak vicko berpamitan.
"Iya ati ati, jagain adek gue ya."
"Siap bang. "Kak vicko menyusul vreya.
Mereka masuk mobil dan berangkat.
"Mereka mau kemana sih? " tanya kak angel.
"Jangan jangan mau kawin lari lagi. " ucap oxcel ngarang.
"Gue santet lo. " kak sanjaya menyambar.
"Hehe..." oxcel tertawa tanpa dosa.
....