Oh My Senior

Oh My Senior
Bro Oxcel



Sampai di rumah.


Semua teman teman vreya sudah pulang ke rumah masing masing.


Vreya berjalan beriringan dengan oxcel.


"Ouhhh adek kuu...." kata kak sanjaya alay sambil memeluk tubuh vreya.


"Lu kenapa kak? " tanya vreya bingung.


"Huhuuu, lo itu bisa banget bikin gue khawatir." kak sanjaya melepaskan pelukanya.


"Alay lu bang. Gue masuk duluan ye." oxcel berjalan mendahului mereka berdua.


"Kak." vreya memeluk kakak nya.


"Eh? Lo kenapa dah? " kak sanjaya bingung.


"Ahhh gue juga bingung kak gue kenapa, gue lagi pengan aja meluk lo kaya gini." ucap vreya.


"Di rumah nenek lin ada setannya ya? Kok lo bisa kerasukan gini? "


"Ih kak jahat lo." vreya melepaskan pelukanya.


"Jadi? "


"Jadi? " vreya menirukan gaya bicara kak sanjaya.


"Hiss. Kita omongin besok aja. Istirahat gih." ucap kak sanjaya.


"Ya udah lah gue juga capek." vreya berjalan menuju kamarnya.


Selesai mandi ia berjalan menuju kamar oxcel.


Tok.. Tok.. Tok.


"Oxcel gue masuk ya? " teriak vreya dari depan pintu kamar oxcel.


"Ntar, gue ngga pake baju." beberapa saat kemudian oxcel membuka pintu kamarnya.


"Tumben. Ngapain? " tanya oxcel. Ia terlihat sangat tampan, rambutnya yang masih basah dan stelan baju yang sangat serasi.


"Tumben ganteng, biasanya kek gembel." ejek vreya, tanpa permisi ia masuk ke dalam kamar oxcel dan tidur di ranjang milik oxcel.


Ia membiarkan pintu itu terbuka, dan menghampiri vreya.


"Kenapa lo? " tanya oxcel.


"Ngga tau," jawab vreya santai.


"Aneh. " oxcel menggelengkan kepalanya.


Hening.


Vreya kini sedang melamun sedangkan oxcel sedang memainkan polselnya.


"Cel."


"Ha? " jawabnya tanpa menoleh ke arah vreya sedikitpun.


"Besok gue bolos ya? " ucap vreya.


"Kenapa? " oxcel heran.


"Ngga papa males aja, besok guru ngga ada rapat and besok upacara." jawab vreya santai.


"Terus? "


"Ya males aja. Gue lagi ngga mood sekolah. Pengen jalan jalan."


"Besok jalan jalan ama gue. Gue juga mau bolos, males sekolah." ujar oxcel.


"Serius? "


"Ya. " oxcel tersenyum.


"Apaan ni bolos bolos." ucap kak sanjaya tiba tiba berbaring di samping vreya.


"Kak besok gue ama oxcel bolos ya. Eneg gue, mau nenangin pikiran dulu." vreya tersenyum ke arah kakaknya.


"Lo beneran mau bolos cel? " tanyanya kepada oxcel.


"Sebenernya enggak bang tapi demi sis gue, rela gue ketinggalan pelajaran."


"Lo bentar lagi ujian cel. " ucap kak sanjaya lagi.


"Masih lama bang, semester 2 baru aja mulai." jawab oxcel santai.


"Bro gue emang mantab dah." vreya dan oxcel bertos ria.


"Terserah kalian. Gue ngga peduli." kak sanjaya pasrah.


"Eh btw ngapa ni ngumpul di sini semua? " tanya oxcel.


"Kaga tau, gue nyaman di sini. Besok gue pindah kamar ah. " kak sanjaya menyaut.


"Enak aja ni kamar gue."


"Cel lo tinggal di sini aja kenapa sih? Buang buang duit aja lo tinggal di apartemen segala. " ujar vreya.


"Sultan bebas." oxcel tertawa.


"Dih, pake duit opa aja bangga." kak sanjaya menyambar.


"Ya dong gue kan cucu kesayangan. " oxcel menaik turunkan alisnya.


"Enak aja, cucu kesayangan itu gue." sambar vreya.


"Iya iya lo cucu kesayangan opa oma nenek kakek dah. " kak sanjaya pasrah.


Vreya tersenyum lebar.


"Cel laptop lo nganggur ngga? " tanya kak sanjaya.


"Kenapa? "


"Nonton film kuy."


"Boleh, bentar yee." oxcel mengambil laptop nya lalu kembali ke ranjang.


"Mau nonton apa? " ucap oxcel sambil membuka laptopnya.


"Drakor." sambar vreya.


"No! Horor. " ucap kak sanjaya.


"Gue ngga ada drakor, horor aja ya? " ujar oxcel.


"Kalo gue ngga bisa tidur lo pada mau tanggung jawab? " tanya vreya.


"Nanti tidur ama gue." jawab oxcel.


"Bener ya? "


"Hemm.."


"yaudah cus..." ucap kak sanjaya.


Oxcel memulai film nya.


"Huaaaa itu di belakang astaga...." teriak vreya sambil menutup matanya dengan bantal.


"Jangan teriak teriak woyyy, sakit kuping gue." ujar kak sanjaya.


"Oxcel gue ngga mau tau pokoknya nanti lo harus tidur ama gue. Titik. " ucap vreya masih menutupi matanya.


"Iya iya, berisik. " jawab oxcel.


Mereka melanjutkan menonton film nya sambil sesekali berteriak.


Film pun berakhir.


"Huahhhh, akhirnya selesai juga. " ucap kak sanjaya.


Oxcel menutup laptopnya.


"Udah selesai ya? Huhhh serem banget demi apa." ujar vreya.


"Lo tadi ngga nonton sama sekali yaya." ujar oxcel.


"Eh, gue nonton pas siang nya. "


"Siang ngga ada setan yaya. " ucap kak sanjaya.


"Eh ada, lo lupa tadi yang di balik pintu pas itu itu itu." ejek vreya.


"Itu itu itu apa seh? Udah lah gue mau tidur." kak sanjaya keluar dari kamar oxcel.


"Yaya gue mau tidur dulu ya. " tanya oxcel.


"lo lupa? Lo harus nemenin gue tidur malam ini. "


"Lu udah gede kali, masa iya gue nemenin lo beneran."


"Harus dong, lo tadi udah bilang gitu ama gue, mana setan yang tadi serem banget lagi. "


"Ya udah deh serah lo, mau tidur di mana? "


"Kamar gue lah, lo nanti tidur di bawah oke,"


"Terserah." oxcel pasrah.


mereka berjalan menuju kamar vreya.


"Lo seret aja kasur bawah. Gue mau ambil selimut dulu buat lo." vreya membuka lemari dan mengambil selimut cadangan.


Oxcel menarik kasur bawah dan mengambil salah satu bantal vreya.


"Nih. " vreya melemparkan selimutnya ke muka oxcel.


"Ngga gue temenin tidur lo." ancam oxcel.


"Eh, ya udah gue minta maaf deh. Oxcel yang ganteng nya setengah mati." vreya mengedipkan kedua matanya.


"Terserah." oxcel memposisikan dirinya untuk tidur.


Akhirnya mereka berdua pun tertidur.


-07.45


"Hoammmm... Nyenyak banget tidur gue." vreya merenggang kan otot otot nya.


"Lah oxcel belum bengun. " vreya melihat ke arah oxcel yang masih tertidur nyenyak.


Ia beranjak dari duduk nya dan menghampiri oxcel.


"OXCELLL ADA KAK NISA." vreya berteriak tepat di telinga oxcel.


"Ha? Dimana? " oxcel langsung bangun dari tidurnya.


"Hahahahahahah." vreya tertawa lepas.


"Lo ngerjain gue ya?" oxcel menatap vreya sinis.


"Baru sekali cel, lo udah ngganggu gue tidur berapa kali? " vreya langsung menuju kamar mandi.


Oxcel merapikan tepat tidur vreya. Setelah selesai ia keluar dan mandi.


Mereka berdua menuju meja kaman.


"Jadi kan cel." ucap vreya sambil makan.


"Jadi, kita ke perusahaan bang sanjaya aja gimana? "


"Boleh."


Vreya dan oxcel melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, mereka pun berangkat ke perusahaan kak sanjaya menggunakan motor kak sanjaya.


"Ni motor nganggur? " ucap oxcel di tengah tengah perjalan.


"Iya semenjak kak sanjaya lulus kuliah," jawab vreya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di perusahaan kak sanjaya.


Oxcel memarkirkan motornya.


"Masuk? " tanya oxcel sambil melepas helm nya.


"yuk. "


Mereka berjalan menuju pintu masuk.


Oxcel berjalan sambil merangkul vreya.


Mereka berjalan menuju ruangan kak sanjaya, semua pegawai menyambut kedatangan vreya dan oxcel. Mereka sesekali membungkuk dan tersenyum.


Sampai di ruangan kak sanjaya.


"Bang. " ujar oxcel, tanpa permisi ia langsung duduk di sofa.


"Cel jangan gitu, nanti bos besar marah. " goda vreya.


"Kalian ngapain ke sini? " tanya kak sanjaya.


"Main lah kak, gabut di rumah." keluh vreya.


"Suruh siapa ngga sekolah?"kak sanjaya kembali fokus.


"Bang jono mana?" tanya oxcel. Jono adalah asisten pribadi kak sanjay.


"Kerjalah, kenapa? " kak sanjaya sinis.


"Kita butuh cemilan. Huhuuu.. " oxcel mengelus elus perutnya.


"Uluh uluhhh...." vreya ikut mengelus elus perut oxcel.


Oxcel bermanja manjaan dengan vreya. Ia tidur di paha vreya. Vreya hanya dia sambil memainkan polselnya.


"Manja benget lo cel. " ujar kak sanjaya.


"Syirik aja lo." oxcel kembali menutupkan matanya.


...