
-PAGI
"YAYA BANGUN!!!KAMU MAU SEKOLAH NGGAK??UDAH JAM BERAPA INI....."Teriak mama...
"Udah ma biar sanjaya aja yang bangunin..."Ucap kak sanjaya dari arah luar
"Woii kebo bangun napa!!..." teriak kak sanjaya dari di depan pintu kamar.
"...."
"1..."Ucapnya
"...."
"2..."Ucapnya lagi
"...."
kak sanjaya mengambil air dari kamar mandi dan menyiramkannya ke arah ku.
"Aaaa......**** banget sih basah kasur gue..."Ucapku sambil teriak ke arah kak sanjaya.
"molor mulu udah jam berapa ini?mau sekolah nggak lo?"Ucap kak sanjaya tegas.
aku langsung melihat ke arah jam dan yang benar saja sekarang jam sudah menunjukkan pukul 06.15
"Hah? kenapa nggak bangunin gue dari tadi ?" Ucapku dan aku langsung buru buru menuju kamar mandi.
"Serah!!"Ucap kak sanyaja dan pergi keluar dari kamar.
selang beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar dalam keadaan udah memakai seragam sekolah.aku memakai sepatu ku di dalam kamar.mengemasi buku ku dan segera turun.
Saat aku turun ada mama , ayah , dan kak sanjaya menatap ku datar.
"Hehe.." Senyum tanpa dosa..
"udah jam berapa?"Ucal mama sambil Melirik ke arah jam dinding yang ada di ruang makan.
"Astaga...ya udah Yah , ma , kak , yaya berangkat dulu ya."Aku mencium punggung tangan mereka dan segera berangkat menuju sekolah.
-SEKOLAH
"Lama banget mentang mentang ngga ada piket..."Omel mei.
"Hehe kesiangan gue...Xelina mana?" melihat sekeliling mencari xelina.
"Udah ke kelas duluan ada piket dia hari ini.."aku hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam kelas.
Ada guru datang ke kelas kami.
"Anak anak hari ini guru guru ada rapat untuk penilaian akhir semester kalian.tugas tugasnya nanti menyusul."Ucap bu dewi
"Siap buu...." ucap semua murid berbarengan.
Bu dewi pun pergi meninggalkan kelas kami.
belum lama bu dewi keluar udah kosong aja kelas.ada yang mbolos,ke kantin, perpustaan , dan lain lain.
"Ayo kantin..."Ucap xelina sambil meletakkan polselnya ke dalam tas ransel miliknya.aku dan mei hanya mengangguk dan segera menuju ke kantin.
Pesta kantin?Iya itu adalah istilah dari kami bertiga.kalo biasanya di kantin cuma makan bakso doang tapi kalo pesta kantin bisa berjam jam, entah itu nggibah orang , nyanyi nyayi nggak jelas , dan lain sebagainya.
"Eh gue ke toilet betar ya.Kalian duluan aja.pesenin gue kaya biasanya."Ucapku mei dan xelina pun hanya mengangguk.dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kantin.
Aku melewati lorong yang tidak terlalu banyak di lewati para siswa maupun siswi.iya emang WC di sekolah kami itu di paling pojok tempatnya,dan yang lebih parahnya lagi WC laki laki sama WC perempuan itu sebelahan kan gila...
Aku melewati Kelas yang sudah lama tidak di huni.tapi kadang suka ada yang nongkrong di kelas itu terutama anak laki laki.dan benar saja aku melihat kak vicko dan teman teman nya lagi duduk dan membicarakan sesuatu.
Ya awalnya sih aku bodo amat,tapi aku mendengar ada nama xelina dalam pembicaraan mereka , hasrat untuk ngupingin mereka tiba tiba muncul hehe...aku bersembunyi di balik jendela dan terdengar sangat jelas pembicaraan mereka.
"Eh kalo di liat liat lo suka ya sama xelina xelina itu?" tanya kak nico kepada kak briyan yang sedang duduk di atas meja.sedangkan kak vicko hanya acuh sambil memainkan polselnya.
"Iya gimana ya,pas pertama kali ketemu sih gue biasa aja.dia keliatan baik juga.dia cantik.seiring berjalannya waktu jantung gue suka nyut nyutan kalo di deket dia.apa jangan jangan gue suka ya sama dia?"Jawab Kak briyan.
"Iya... udah keliatan banget lo suka sama dia." ucap kak nico.
"Aduh jadi kangen sama dia." jawabnya sambil cengengesan.
"Apa??kak briyan naksir xelina? what? Gue nggak salah dengerkan?"ucapku dalam hati.
"Lo kayaknya juga suka sama temennya xelina,siapa namanya gue lupa?"Ucak kak briyan
"Mei.iya dia baik , dewasa lagi tipe gue banget."Ucap kak nico sambil swnyum senyum.
" emmmm....kalo lo vic?"Tanya kak nico melirik ke kak vicko yang dari tadi hanya memainkan polselnya.
"Apa ?? kak nico juga naksir sama mei? gila? gue jomblo sendiri dong?udah lah gue pergi aja dari pada katauan bisa mati gue." ucapku dalam hati.
Aku mundur secara perlahan.aku nggak tau kalo di balakang ada tempat sampah.dan kalian tau kan hasilnya...
Brukk....
seketika kak nico,kak briyan,dan kak vicko keluar dari kelas tersebut.
"****** gue!!"ucapku lirih.aku segera pergi dari tempat itu.tapi sayangnya kak vicko melihatku.
"Tunggu!"Ucap kak vicko.aku pun langsung membalikkan badanku.
"iya?"jawabku.
"Lo tadi denger kita ngomong apa?"Tanya kak briyan kepada ku.
"Nggak sengaja kak.hehe..."Ucapku sambil tersenyum rada rada takut.
"Oh ya udah nggak papa."Jawabnya santai.
"What? cuma bilang nggak papa?" ucapku dalam hati.aku mengangguk dan segera pergi.
"Tunggu!"Ucap kak nico
"Aduh kenapa lagi."ucapku lirih aku langsung membalikkan badanku.
"Iya kak?"Ucapku sambil tersenyum.
"Sekarang mereka ada di mana?"Ucak kak nico.
"Huhhhh....oh xelina sama mei lagi di kantin kak."Jawabku.
"Oh ya udah ayo bereng kita aja."Ajaknya
"Emm kak aku mau ke toilet dulu." sambil tersenyum.
"Ya sudah."Mereka pergi meninggalkan ku.
aku pun langsung menuju toilet.akhirnya setelah beberapa menit kemudian aku keluar dan langsung menuju ke kantin.
Aku langsung duduk dan menyantap bakso ku.mereka sedang berbincang dan jangan lupa juga di situ udah ada kak vicko dan gengnya.
Aku langsung keinget soal tadi yang di bicarakan sama kak briyan dan yang lainnya aku pun berniat untuk memberi tau mereka.
"Eh kalian tau nggak ada yang lagi....." Ucapku tiba tiba kak vicko menginjak kakiku seakan dia tau apa yang mau aku katakan.
Kak briyan dan kak nico hanya menatapku datar aku hanya tersenyum.
"Awwwww.....sakit ****!"ucapku merintih kesakitan kepada kak vicko yang berada di depanku.udah tau lah kalian tempat duduk mereka di mana.
Kak vicko hanya cuek dan melanjutkan makanya.
"Lo kenapa?"tanya Xelina sambil melirik ke arahku.
"Enggak....ada kaki kuda yang tiba tiba nginjek kaki gue."Jawabku ketus.mereka hanya cekikikan.
"Eh lo tadi mau ngomong apa?"ucap mei sambil melahap bakso ke dalam mulutnya.
"Emm...ta..di...gue..mau ngomong.." Ucapku terbata bata sambil melirik ke arah kak vicko dan teman temanya.
"Gue di beliin tas baru sama ayah."Ucapku entah dari mana ide itu muncul tiba tiba di pikiranku.
"Bagus dong kita nanti pulang sekolah boleh liat kan?"Jawbanya membuat ku gugup.
"Emm...nggak..bisa karna gue nanti...emm..ada latian basket sama kak vicko.Iya kan kak..."Melirik ke kak vicko dan sedikit memberikan kode untuknya.
"Emm iya nanti dia mau latian basket sama gue." jawab kak vicko dengan nada dinginnya.
" Oh ya udah lain kali aja."Jawab mei
"Emm iya...."ucapku sambil menghembuskan nafas lega...
Di kantin kami berbicara banyak hal. bukan kami tepatnya hanya kak briyan,kak nico,Mei,dan xelina.sedangkan aku dan kak vicko sibuk dengan polsel masing masing.
-MAKASIH-
😊😊😊